<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863</id><updated>2012-01-04T21:52:48.241-08:00</updated><category term='SASTRA ACEH'/><category term='ALBUM PHOTO'/><category term='SEJARAH UMUM'/><category term='BAHASA ACEH'/><category term='SALAM REDAKSI'/><category term='BERITA'/><category term='BAHASA INDONESIA'/><category term='KURIKULUM'/><category term='PENDIDIKAN'/><category term='AGAMA ISLAM'/><category term='SASTRA INDONESIA'/><title type='text'>Hamdani Mulya</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-8583943663496940901</id><published>2011-10-29T22:42:00.000-07:00</published><updated>2012-01-04T21:52:48.260-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEJARAH UMUM'/><title type='text'>JEJAK ISLAM SAMUDERA PASAI</title><content type='html'>JEJAK ISLAM SAMUDERA PASAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meurah Mulia dan Hubungan Kekerabatan dengan Samudera Pasai&lt;br /&gt; Meurah Mulia sebenarnya layak ditulis menjadi sebuah kisah sejarah yang terabaikan dari catatan para penulis. Meurah Mulia kini menjadi sebuah kecamatan yang terletak di kawasan agak pedalaman, ke arah selatan Aceh Utara. Jika melihat kilas balik sejarah, sebenarnya Meurah Mulia merupakan bagian dari anak kerajaan Samudera Pasai (wilayah sagoe) yang sering luput dari perhatian peneliti sejarah. Padahal di bekas anak kerajaan ini banyak menyimpan sejarah yang mengharukan. Seperti namanya yang unik ; meurah dalam bahasa Aceh berarti: gajah (pomeurah), dan mulia berarti: ramah, baik, dan luhur. Konon di kawasan Jungka Gajah yang menjadi ibukota kecamatan ini dulukala ditemukan seekor gajah mati. Lalu legenda itu menjadi cikal bakal nama ibukota kecamatan sampai sekarang, yang pada dasarnya; jungka (bahasa Aceh) berarti: kepala atau muka, dan  gajah berarti: meurah. Dengan demikian  Jungka Gajah mengandung pengertian : kepala atau muka gajah. Maka serasilah antara nama Meurah Mulia dengan ibukotanya Jungka Gajah. (Sumber: Cerita turun-temurun yang berkembang dalam masyarakat Aceh).  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam masyarakat Aceh, gajah (meurah) merupakan simbol keperkasaan. Dalam dunia kemiliteran Aceh, gajah menjadi lambang patriotisme dan ketangkasan. Maka tak pelak, jika masa kesultanan Aceh dan Samudera Pasai juga dibentuk barisan pasukan tentara bergajah. Dari logika semacam ini dapat diprediksikan bahwa Meurah Mulia sangat intim dan merupakan bagian yang sangat terkenal dalam mempertahankan dan memajukan kerajaan Samudera Pasai. Dengan demikian kata meurah: gajah, sangat populer dikalangan istana raja Pasai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lain bahwa Meurah Mulia adalah bagian dari kekerabatan samudera Pasai jika dilihat dari segi geografis, adat istiadat, dan kebudayaan. Antara Meurah Mulia dengan Samudera merupakan suatu kesatuan wilayah utuh yang sama sekali tidak dapat dipisahkan. Selain itu, di Meurah Mulia di Gampong Paya Bili juga terdapat kuburan keturunan bangsawan yang layak disebut pahlawan Aceh, bernama Pang Husen. Meurah Mulia juga menjadi pusatnya perguruan tinggi agama Islam, karena dikawasan Gampong Paya Kambuek merupakan pusatnya persatuan majelis ulama. Salah seorang keturunan ulama termasyhur dari Meurah Mulia adalah almarhum Tgk. Abdul Jalil bin Hamzah atau Tgk. Samakurok (Tgk. Kurok), seorang ulama kharismatik yang memiliki karamah.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Bila sejarawan mengkaji histori sejarah Pasai dengan metode kekinian. Pada perbatasan antara kecamatan Samudera Geudong dengan Meurah Mulia disitu terdapat sebuah areal kuburan tepatnya di desa Bluek dan disitulah Putroe Beutong anak angkat Sultan Malikussaleh dikebumikan (Seperti yang tertulis dalam buku Kronik Hikayat Raja-Raja Pasai). Manuskrip asli Kronik Hikayat Raja-Raja Pasai tersebut hanya ada di meusium sejarah di Belanda satu-satunya saat ini. Pada perbatasan Samudera-Meurah Mulia juga terdapat sebuah desa bernama Blang Peuria. Sejarawan memprediksikan, jika Blang Peuria itu merupakan warisan kepunyaan Mahdum Peuria, cucu Sultan Malikussaleh. Blang (bahasa Aceh): sawah, dan peuria berasal dari nama Mahdum Peuria. Dengan demikian dapat ditafsirkan bahwa Blang Peuria berarti sawah milik Mahdum Peuria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kerajaan Islam Pertama di Indonesia Samudera Pasai&lt;br /&gt; Kerajaan Islam pertama dan tertua di Indonesia adalah kerajaan Samudera Pasai atau Samudera Pasee.Masuknya Islam pertama ke Indonesia adalah ditandai dengan berdirinya sebuah kerajaan Islam yang termasyhur namanya sampai saat ini dan terukir dalam buku sejarah peradaban dunia yaitu kerajaan Samudera Pasai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti ini penulis dapatkan dari hasil petualangan si penjelajah “penemu benua Amerika”, Marcopollo mencatat bahwa ada sebuah kerajaan yang sangat megah dan disegani dikawasan Asia Tenggara waktu itu bernama Samudera Pasai, seperti yang tertulis dalam buku "Aceh Sepanjang Abad" karya Mohammad Said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam buku "Aceh Sepanjang Abad" (1979:61) Mohammad Said lebih jelas memaparkan bahwa dalam Seminar Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia yang dilangsungkan di Medan pada 17-20 Maret 1963, telah diambil kesimpulan antara lain (a) bahwa Islam masuk untuk pertama kalinya ke Indonesia pada abad 1 Hijriah dan langsung dari Arab, dan (b) bahwa daerah pertama didatangi Islam ialah pesisir Sumatera dan setelah terbentuknya masyarakat Islam maka raja (Muslim) yang pertama berada di Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada 10-16 Juli 1978 di Banda Aceh telah berlangsung pula suatu seminar tentang masuk dan berkembangnya Islam di Aceh yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Provinsi/Daerah Tingkat I Aceh. Dalam bab kedua kesimpulan dari seminar tersebut yang terpenting diantaranya adalah: Pada abad 1 Hijriah, Islam sudah masuk ke Aceh dan Kerajaan Islam Pertama di Aceh adalah Peureula` (Peureulak), Lamuri, dan Pasai (Mohammad Said, 1979:63) yang disambut oleh Sultan Malikussaleh.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sejarawan memprediksikan menurut ilmu bahasa bahwa kata samudera itu berasal dari nama lautan atau selat. Jika kita tinjau dari segi bahasa Melayu lama maupun bahasa Indonesia, samudera itu berarti lautan. Sedangkan Pasai (pasee) berasal dari kata pasie yang berarti: pinggir laut, pantai atau pesisir. Sudah jelas fakta membuktikan bahwa memang benar kerajaan Samudera Pasai berada di kawasan utara Sumatera atau tepatnya di semenanjung selat Malaka. Pasai (Bahasa Aceh) juga dapat diartikan sebagai Pasar, karena banyaknya para pedagang dan saudagar yang singgah di kerajaan Samudera Pasai untuk berniaga kala itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Para sejarawan hebat dalam buku-buku menuliskan bahwa masuknya Islam pertama ke Indonesia adalah ke Aceh yaitu di kerajaan Samudera Pasai yang dibawa oleh Syeh Ismail seorang ulama dari Arab. Kemudian Islam tersebar sampai ke pulau Jawa yang dibawa dan diteruskan oleh ulama dari Aceh bernama Maulana Malik Ibrahim. Lalu Islam pun berkembang dengan pesat di pulau Jawa yang ditandai dengan lahirnya para walisongo (wali sembilan). Nab Bahany AS dalam tulisannya “Fatahillah, Putra Aceh Pendiri Kota Jakarta” (Serambi Indonesia: 27 Juni 2010) memaparkan bahwa Fatahillah Pendiri kota Jakarta juga adalah seorang putra Aceh. Ulama dari kerajaan Samudera Pasai yang menyebarkan Islam ke Pulau Jawa. Fatahillah salah seorang pahlawan yang telah berjasa berjuang bersama rakyat untuk merebut kembali Sunda Kelapa dari tangan Portugis.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama dari Aceh juga yang menyebarkan Islam ke Padang (Minangkabau), Sumatera Barat, dan kebanyakan ulama Padang merupakan alumni pesantren (dayah) Aceh. Setelah sekian lama para ulama Padang menuntut ilmu di Aceh, mereka kembali ke Padang untuk menyebarkan syiar Islam. Untuk selanjutnya para ulama dari Padang ini mengajak beberapa ulama Aceh untuk menyebarkan Islam sampai ke Gorontalo, Sulewesi.(Berita Sejarah Jejak Ulama di RCTI tahun 2007).     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sekarang ingin melihat jejak kerajaan dan makam raja-raja Samudera Pasai. Anda dapat menempuh perjalanan kira-kira berjarak 3 km ke arah utara kota Samudera Geudong, sebuah kota kecil di Aceh Utara. Pada bulan Maret 2009 peneliti sejarah kerajaan Samudera Pasai Tgk. Taqiyuddin telah menemukan reruntuhan (fondasi) pusat istana kerajaan Samudera Pasai di kawasan desa Beuringen yang sudah ratusan tahun tertimbun tanah. Tgk. Taqiyuddin sebelumnya juga menemukan satu stempel (cap) yang diperkirakan merupakan peninggalan kerajaan Samudera Pasai. Pada bulan April 2009 Tgk. Taqiyuddin juga telah melakukan survei di kawasan desa Mesjid Bluek, Kec. Meurah Mulia (bekas wilayah sagoe Samudera Pasai), dan hasilnya membuktikan bahwa makam Sultan Johor berada di Aceh. Berita tersebut disiarkan oleh harian ternama terbitan Aceh Serambi Indonesia, dan penemuan saksi sejarah tersebut telah menolak pendapat Marcopollo dalam buku Aceh Sepanjang Abad karya Mohammad Said, yang memaparkan bahwa Sultan Johor tewas ditangan Belanda dalam peperangan bersama masyarakat Aceh dan tidak diketahui dimana kuburannnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian berarti antara wilayah sagoe Meurah Mulia dengan Samudera Pasai memiliki hubungan yang sangat erat. Meurah Mulia merupakan suatu kesatuan integrasi dari kerajaan Samudera Pasai yang menjadi ujung tombak pertahanan wilayah kekuasaan raja Pasai dengan Pasukan berkenderaan gajah: meurah mulia. Selain Meurah Mulia beberapa wilayah lain yang sangat berperan dalam memajukan kerajaan Pasai. Antara lain Blang Jruen dan Matang Kuli (desa Pirak), di desa tersebut tercatat nama seorang pahlawan nasional Cut Nyak Meutia  yang merupakan keturunan darah biru, yang diperkirakan masih satu keturunan dengan sultan Samudera Pasai.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Asal Mula Nama Sultan Malikussaleh&lt;br /&gt;Nama asli dari Sultan Malikussaleh, raja pertama kerajaan Samudera Pasai adalah Meurah Silue. Sedangkan Malikussaleh merupakan nama lakap atau nama kehormatan, pangkat atau nama gelar dalam jabatan kerajaan. Malikussaleh berasal dari kata bahasa Arab, yaitu; Malik: raja, saleh: salih, taat, atau baik budi. Jadi, Sultan Malikussaleh berarti raja yang taat dan salih serta sangat mencintai rakyat dan disenangi oleh rakyatnya. Memang demikian alkisah sejarah membuktikan bahwa Sultan Malikussaleh seorang raja yang adil. Di bawah kekuasaannya Samudera Pasai bahkan menguasai sampai ke semenanjung Malaka. Pahang (Malaysia) pernah ditaklukan dan berada dibawah kekuasaan Samudera Pasai. Antara Pahang dan Pasai pernah menjadi sebuah kerajaan yang padu dalam bidang kerjasama bilateral kedua negara. Dari itulah sejarawan memprediksikan bahwa kenyataannya Sultan Johor meninggal dan kuburannya berada di Meurah Mulia, Aceh Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Pasai berjaya kerjasama yang dijalin dengan negara-negara luar bukan hanya dengan kerajaan jiran saja, tetapi juga dengan negara Turki dan timur tengah. Buktinya, kerja sama bidang kemiliteran Samudera Pasai pernah dipimpin oleh seorang panglima perang yang berasal dari Gujarat. Selain itu, untuk bidang hukum, Pasai banyak mengangkat pakar hukum (qadhi) yang berasal dari Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aceh Dijuluki Serambi Mekkah&lt;br /&gt; Banyak orang bertanya kenapa Aceh disebut Serambi Mekkah ? Kenapa bukan Iran atau Afganistan yang diberi julukan sebagai Serambi Mekkah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aceh disebut Serambi Mekkah, karena di Aceh Islam berkembang sangat cepat dan pesat. Jika Mekkah menjadi ruang utama tempatnya syariat Islam ditegakkan, maka Aceh menjadi ruang serambi (seuramoe) bagi perkembangan Islam. Sedangkan indatu (grand father) orang Aceh mengatakan Aceh dijuluki Serambi Mekkah, karena kuatnya Islam di Aceh sama seperti Islam di Arab. Hal itu terbukti dengan terkenalnya para ulama dari Aceh tempo dulu. Banyak ulama Aceh yang berguru dan menuntut ilmu agama Islam ke Mekkah, seperti ulama sekaliber Tgk. Awee Geutah dan Tgk. Abuya Muda Wali dari Labuhan Haji.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bahkan pada masa kerajaan Aceh Darussalam banyak ulama dari Arab yang bolak-balik dari Arab ke Aceh, dan sebaliknya. Setelah menimba ilmu agama di Arab menuju Aceh untuk menyebarkan Islam. Beberapa nama ulama terkemuka hebat antara lain Syaikh Abdul Rauf (Syiah Kuala) dan Syaikh Nuruddin Ar-Raniry yang merupakan keturunan ulama yang berasal dari Arab. Aceh juga terkenal dengan ulama dan sastrawan besar seperti Teungku Syiek Pantee Kulu. Dalam konteks ke-Indonesia-an, Aceh merupakan daerah yang bercorak kebudayaan Islam dalam segala aspek kehidupan kemasyarakatan. Aceh juga menjadi gudang para ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cut Nyak Dhien pahlawan nasional dari Aceh ketika dibuang dan diasingkan oleh Belanda ke Sumedang, Jawa Barat, pernah menjadi guru agama di balai pengajian di sebuah desa kecil di sumedang kala itu. Wanita-wanita Sumedang waktu itu belajar ilmu agama kepada cut Nyak Dhien, yang konon saat itu orang-orang Jawa dan Sunda tidak mengetahui bahwa guru agama  tersebut adalah Cut nyak Dhien, pahlawan nasional dari Aceh. Orang Sumedang kala itu memanggilnya Nyi Guru Aceh (Bu Guru Aceh). Setelah 2 tahun Cut Nyak Dhien menjadi guru agama bagi orang Sumedang, Cut Nyak Dhien syahid dan dikebumikan di Sumedang. Itulah keterharuan penulis ketika mengenang Cut Nyak Dhien yang sangat berjasa dalam mengusir penjajah dari negeri tercita,(Berita Sejarah Pahlawan Nasional di RCTI tahun 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cut nyak Dhien lahir di Aceh Besar, dibesarkan dilingkungan para pahlawan, dewasa dalam peperangan melawan Belanda, kerja bergerilya masuk-keluar hutan dan akhirnya syahid di Sumedang, Jawa Barat. Sosok seorang Ibu yang patut ditiru oleh siapapun. Cut Nyak Dhien seorang Ibu yang Berhati lembut, namun berjiwa baja. Penulis tuliskan sebuah syair (puisi) sebagai hadiah dan doa terindah kepada “Ibuku Yang Anggun Cut Nyak Dhien” : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBUKU YANG ANGGUN “Cut Nyak Dhien”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya : Hamdani Mulya, S.Pd.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rinduku pada ibu&lt;br /&gt;Laksana gerahku mata air&lt;br /&gt;Mengumbar selaksa cinta&lt;br /&gt;Yang aku tanam lewat&lt;br /&gt;Curahan kasihmu di igauwanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa aku tlah jadi bara kagummu ibu&lt;br /&gt;Dalam detak jantung adalah doamu&lt;br /&gt;Biarkan cinta yang anggun berpayung sutra&lt;br /&gt;Dan cintapun berlabuh seiring waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rahmat Allah&lt;br /&gt;Bumiku tlah merdeka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku anakmu yang slalu bersenandung&lt;br /&gt;Merdeka di setiap jengkal tanahmu&lt;br /&gt;Ibuku yang anggun “Cut Nyak Dhien”&lt;br /&gt;Aku merindukanmu di hamparan Ali Hasymi&lt;br /&gt;Tlah berbuah budi cinta yang engkau taburi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri angin cinta tlah berbuah budi&lt;br /&gt;Api terpadam air&lt;br /&gt;Disini aku rindu ibuku “Cut Nyak Dhien”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhokseumawe, 28 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Demikianlah riwayat ringkas ini sebagai pelajaran dan kenangan bagi anak cucu kita. Betapa eloknya dan termasyhur sejarah peradaban masa lampau yang telah menggugah hati dan menginspirasi kita untuk terus mempertahankan sesuatu yang telah diraih oleh nenek moyang kita dengan susah payah. Penulis ingin mengajari anak cucu kita sejarah, adat istiadat, kesetiaan, agama, dan berperangai santun seperti kaumnya sendiri. Dalam tulisan ini penulis tidak berniat untuk membanggakan suatu kaum, namun demikianlah kenyataan Aceh telah menjadi perhatian sejarah dunia. Jika dalam tulisan ini terdapat  kesalahan dan kekeliruan. Penulis berharap pembaca dan sejarawan untuk memperbaikinya. Agar tulisan ini menjadi sebuah tulisan yang bagus dan layak untuk dibaca oleh semua orang. Selamat membaca dan berkarya. Kaum intelektual jangan hanya pintar bicara dan “menyanyi” saja, tetapi juga harus gemar menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Penulis :&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd. adalah Dosen STAIN Malikussaleh, guru MAN Lhokseumawe, peneliti sejarah dan sastra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-8583943663496940901?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/8583943663496940901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2011/10/jejak-islam-samudera-pasai-oleh-hamdani.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/8583943663496940901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/8583943663496940901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2011/10/jejak-islam-samudera-pasai-oleh-hamdani.html' title='JEJAK ISLAM SAMUDERA PASAI'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-6612858302957772839</id><published>2011-06-03T00:43:00.000-07:00</published><updated>2011-06-11T21:18:02.629-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>RATUSAN SISWI MAN LHOKSEUMAWE KUNJUNGI RRI</title><content type='html'>(Sumber Berita Kantor Berita Radio Nasional (KBRN) Lhokseumawe: Radio Republik Indonesia (RRI) Lhokseumawe )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;    Ratusan Siswi MAN Lhokseumawe Kunjungi RRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    KBRN Lhokseumawe : Ratusan siswi Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) Lhokseumawe berkunjung sekaligus Audiensi Praktikum tentang Penyiaran Radio, ke RRI Lhokseumawe. Dalam kunjungannya itu, rombongan siswi yang dipimpin guru pembimbing Pelajaran Bahasa Indonesia Hamdani, S.Pd. dan Masriani, S.Pd.,  mendatangi gedung kantor operasional penyiaran RRI Lhokseumawe Pukul 09.00 wib di Jalan Petua Ibrahim Desa Teumpok Teungoh Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, dan disambut Kepala Sub Bagian Tata usaha ( Kasubbag TU ) Syamsul Qamar, Kepala Tekhnik dan Media Baru ( TMB ), dan PLH Kepala seksi Siaran Shaleha.&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    Siswi MAN Lhokseumawe itu antara lain melakukan audiensi di Aula serba guna tentang proses penyiaran berita radio, sumber daya manusia, dan berbagai pola mata acara siaran lainnya, sejak berubah status dari radio pemerintah menjadi Lembaga Penyiaran Publik ( LPP ) yang independen, netral dan mandiri. Selain itu, mereka juga memasuki studio penyiaran Pro 1, Pro 2 dan ruang Transmisi pemancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Ini dalam rangka praktikum pembelajaran bagi para siswa, setiap menjelang pembagian rapor kenaikan kelas. Sehingga dengan kunjungan ini siswi dapat berbagi pengalaman tentang bagaimana proses berita, hiburan serta proses peliputan, wawancara dan cara membaca berita yang baik dan benar itu disiarkan“ Kata Koordinator siswi MAN Lhokseumawe Hamdani, S.Pd. Selasa ( 24/05 ) kepada RRI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Senada dengan Hamdani, seorang siswi MAN Vety Fadhillah, menyambut baik kunjungan ke RRI, karena akan menambah pengalaman baru bagi para siswi, terutama tentang bagaimana menjadi penyiar , membaca berita dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Saya berharap agar RRI dapat terus maju untuk memberikan informasi yang sehat kepada warga masyarakat, terutama kalangan remaja“. Ujar Vety siswi kelas I MAN Lhokseumawe ini seraya penuh harap.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sementara itu koordinator siswi MAN Hamdani yang juga Penulis Buku Cerdas Berbahasa Indonesia ( CBI ) juga menambahkan, kunjungan siswi MAN Lhokseumawe ke RRI Lhokseumawe, akan dilaksanakan selama dua hari, yaitu mulai Selasa ( 24/05 )  dan berakhir Rabu ( 25/05 ) besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sebelumnya, pihaknya juga telah melakukan kunjungan ke harian Serambi Indonesia Biro Lhokseumawe, harian Metro Aceh, dan harian Rakyat Aceh, yang terbit di wilayah lhokseumawe dan kabupaten Aceh utara. ( Deni Yusman : Wartawan RRI)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-6612858302957772839?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/6612858302957772839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2011/06/ratusan-siswi-man-lhokseumawe-kunjungi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/6612858302957772839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/6612858302957772839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2011/06/ratusan-siswi-man-lhokseumawe-kunjungi.html' title='RATUSAN SISWI MAN LHOKSEUMAWE KUNJUNGI RRI'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-3716945319124687729</id><published>2011-02-28T20:20:00.000-08:00</published><updated>2011-03-23T21:31:44.513-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>INFO BUKU "CERDAS BERBAHASA INDONESIA"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-HMTQIfrtnVk/TWx5FbA5v_I/AAAAAAAAAO4/_xesYblZrSg/s1600/Picture0203.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-HMTQIfrtnVk/TWx5FbA5v_I/AAAAAAAAAO4/_xesYblZrSg/s320/Picture0203.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578967172463050738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-rdq23se_aZ0/TWx0yEWwPSI/AAAAAAAAAOo/c4_gTZtJTVI/s1600/Picture0204.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-rdq23se_aZ0/TWx0yEWwPSI/AAAAAAAAAOo/c4_gTZtJTVI/s320/Picture0204.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578962441916661026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto : Hamdani, S.Pd. Penulis Buku "Cerdas Berbahasa Indonesia" di Kantor Penerbit Unimal Press Lhokseumawe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFO BUKU BARU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku  : Cerdas Berbahasa Indonesia       &lt;br /&gt;Penulis          : Hamdani, S.Pd. (Dosen STAIN Malikussaleh)&lt;br /&gt;Tebal Buku  : 102 hlm&lt;br /&gt;Harga           : Rp. 30.000&lt;br /&gt;Penerbit     : Unimal Press&lt;br /&gt;Distributor  : Toko Buku Anugerah Lhokseumawe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhokseumawe- Katalog Dalam Terbitan (KDT) Perpustakaan kembali bertambah meriah dengan diterbitkannya buku "Cerdas Berbahasa Indonesia" karya Hamdani, S.Pd. dosen bahasa Indonesia STAIN Malikussaleh dan guru MAN Lhokseumawe. Buku setebal 102 halaman ini diberikan kata sambutan oleh Dr. Iskandar Budiman, MCL. Ketua STAIN Malikussaleh. Buku Cerdas Berbahasa Indonesia yang selesai ditulis selama 2 tahun ini diterbitkan oleh Unimal Press, Penerbit dan Percetakan Universitas Malikussaleh bekerja sama dengan CV. Toko Buku Anugerah Lhokseumawe. Buku yang terbilang unik dan bagus ini dilayout dan didesain oleh Bapak Eriyanto DN. sesuai dengan hak izin terbit pada penerbit Unimal Press. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan diterbitkan buku ini mudah-mudahan dapat menjadi bahan referensi bagi siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum pemakai bahasa Indonesia dan menambah ragam khazanah buku bahasa Indonesia di tanah air. Buku ini terdiri atas IV Bab. Bab I berbicara tentang Bahasa Indonesia dalam Suatu Tinjauan Teoritis, Bab II berisikan Teknik Menulis Karya Ilmiah, Bab III berjudul Bunga Rampai Bahasa Indonesia, berisikan kumpulan tulisan Hamdani, S.Pd. yang sudah dipublikasikan di beberapa majalah dan surat kabar yaitu “Ambiguitas, Kalimat Efektif, dan Pesona Kebahasaan”, “Seni Berbicara dengan Bahasa yang Santun”, dan “SMS Rusak Citra Bahasa Indonesia”, serta Bab IV membicarakan tentang Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Buku ini sebuah buku yang terbilang bagus” demikian ungkap Al-Chaidar pengamat buku nasional dan juga sebagai Direktur Unimal Press di sela-sela editing dan cetak buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Buku "Cerdas Berbahasa Indonesia" Karya Hamdani, S.Pd. diekspos surat kabar Rakyat Aceh/Metro Aceh, 5 Maret 2011)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-3716945319124687729?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/3716945319124687729/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2011/02/foto-hamdani-s.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3716945319124687729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3716945319124687729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2011/02/foto-hamdani-s.html' title='INFO BUKU &quot;CERDAS BERBAHASA INDONESIA&quot;'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-HMTQIfrtnVk/TWx5FbA5v_I/AAAAAAAAAO4/_xesYblZrSg/s72-c/Picture0203.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-215537867849909156</id><published>2011-02-27T17:49:00.000-08:00</published><updated>2011-04-29T02:24:36.551-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SALAM REDAKSI'/><title type='text'>BUKU “CERDAS BERBAHASA INDONESIA” DITERBITKAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-jaZwewhDTwc/TWx5YOpsBMI/AAAAAAAAAPA/XiDPwq93Zuw/s1600/Picture0194.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-jaZwewhDTwc/TWx5YOpsBMI/AAAAAAAAAPA/XiDPwq93Zuw/s320/Picture0194.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578967495561970882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-oQqO9rIromI/TWxs8gvH3VI/AAAAAAAAAOY/Ok07XcRn-rw/s1600/Picture0203.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-oQqO9rIromI/TWxs8gvH3VI/AAAAAAAAAOY/Ok07XcRn-rw/s320/Picture0203.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578953825240735058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto : Hamdani, S.Pd. Penulis Buku "Cerdas Berbahasa Indonesia" di Kantor Penerbit Unimal Press Lhokseumawe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKU “CERDAS BERBAHASA INDONESIA” DITERBITKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh Dosen STAIN Malikussaleh dan Guru MAN Lhokseumawe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhokseumawe- Katalog Dalam Terbitan (KDT) Perpustakaan kembali bertambah meriah dengan diterbitkannya buku "Cerdas Berbahasa Indonesia" karya Hamdani, S.Pd. dosen bahasa Indonesia STAIN Malikussaleh dan guru MAN Lhokseumawe. Buku setebal 102 halaman ini diberikan kata sambutan oleh Dr. Iskandar Budiman, MCL. Ketua STAIN Malikussaleh. Buku Cerdas Berbahasa Indonesia yang selesai ditulis selama dua tahun ini diterbitkan oleh Unimal Press, Penerbit dan Percetakan Universitas Malikussaleh bekerja sama dengan CV. Toko Buku Anugerah Lhokseumawe. Buku yang terbilang bagus ini dilayout dan didesain oleh Bapak Eriyanto DN. sesuai dengan hak izin terbit pada penerbit Unimal Press. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan diterbitkan buku ini mudah-mudahan dapat menjadi bahan referensi bagi siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum pemakai bahasa Indonesia dan menambah ragam khazanah buku bahasa Indonesia di tanah air. Buku ini terdiri atas IV Bab. Bab I berbicara tentang Bahasa Indonesia dalam Suatu Tinjauan Teoritis, Bab II berisikan Teknik Menulis Karya Ilmiah, Bab III berjudul Bunga Rampai Bahasa Indonesia, berisikan kumpulan tulisan Hamdani, S.Pd. yang sudah dipublikasikan di beberapa majalah dan surat kabar yaitu “Ambiguitas, Kalimat Efektif, dan Pesona Kebahasaan”, “Seni Berbicara dengan Bahasa yang Santun”, dan “SMS Rusak Citra Bahasa Indonesia”, serta Bab IV membicarakan tentang Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buku ini sebuah buku yang terbilang bagus” demikian ungkap Al-Chaidar pengamat buku nasional yang juga sebagai Direktur Unimal Press di sela-sela editing dan cetak buku ini. Sementara itu Hamdani, S.Pd. sosok penulis yang juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga kota Lhokseumawe berharap agar buku ini mendapat sambutan yang baik dari pihak Dinas Pendidikan baik di tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten atau kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya berharap mudah-mudahan pihak pemerintah dapat membantu mensosialisasikan agar buku ini bisa menjadi bahan pembelajaran di sekolah-sekolah dan disalurkan ke perpustakaan yang ada di Aceh” demikian papar Hamdani. Buku Cerdas Berbahasa Indonesia diluncurkan pada pertengahan bulan Maret 2011 pada acara pembukaan Mata Kuliah Umum Bahasa Indonesia di STAIN Malikussaleh Lhokseumawe.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu Hamdani sebagai penulis buku juga menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Direktur CV. Toko Buku Anugerah Lhokseumawe, Direktur Unimal Press, Rektor Unimal, dan Ketua STAIN Malikussaleh Lhokseumawe yang telah membantu baik moril maupun materiil sehingga buku ini dapat ditebitkan. (HI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFO BUKU BARU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku  : Cerdas Berbahasa Indonesia                &lt;br /&gt;Penulis     : Hamdani, S.Pd. (Dosen STAIN Malikussaleh)&lt;br /&gt;Tebal Buku  : 102 hlm&lt;br /&gt;Harga       : Rp. 30.000&lt;br /&gt;Penerbit    : Unimal Press &lt;br /&gt;Distributor : Toko Buku Anugerah Lhokseumawe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhokseumawe- Katalog Dalam Terbitan (KDT) Perpustakaan kembali bertambah meriah dengan diterbitkannya buku "Cerdas Berbahasa Indonesia" karya Hamdani, S.Pd. dosen bahasa Indonesia STAIN Malikussaleh dan guru MAN Lhokseumawe. Buku setebal 100 halaman ini diberikan kata sambutan oleh Dr. Iskandar Budiman, MCL. Ketua STAIN Malikussaleh. Buku Cerdas Berbahasa Indonesia yang selesai ditulis selama dua tahun ini diterbitkan oleh Unimal Press, Penerbit dan Percetakan Universitas Malikussaleh bekerja sama dengan CV. Toko Buku Anugerah Lhokseumawe. Buku yang unik dan bagus ini dilayout dan didesain oleh Bapak Eriyanto DN. sesuai dengan hak izin terbit pada penerbit Unimal Press. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan diterbitkan buku ini mudah-mudahan dapat menjadi bahan referensi bagi siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum pemakai bahasa Indonesia dan menambah ragam khazanah buku bahasa Indonesia di tanah air. Buku ini terdiri atas IV Bab. Bab I berbicara tentang Bahasa Indonesia dalam Suatu Tinjauan Teoritis, Bab II berisikan Teknik Menulis Karya Ilmiah, Bab III berjudul Bunga Rampai Bahasa Indonesia, berisikan kumpulan tulisan Hamdani, S.Pd. yang sudah dipublikasikan di beberapa majalah dan surat kabar yaitu “Ambiguitas, Kalimat Efektif, dan Pesona Kebahasaan”, “Seni Berbicara dengan Bahasa yang Santun”, dan “SMS Rusak Citra Bahasa Indonesia”, serta Bab IV membicarakan tentang Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-215537867849909156?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/215537867849909156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2011/02/buku-cerdas-berbahasa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/215537867849909156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/215537867849909156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2011/02/buku-cerdas-berbahasa-indonesia.html' title='BUKU “CERDAS BERBAHASA INDONESIA” DITERBITKAN'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-jaZwewhDTwc/TWx5YOpsBMI/AAAAAAAAAPA/XiDPwq93Zuw/s72-c/Picture0194.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-2456249060262524576</id><published>2011-01-07T18:27:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T18:35:47.187-08:00</updated><title type='text'>ALAT-ALAT TEKNIK DAN ELEKTRONIK DALAM BAHASA ACEH</title><content type='html'>ALAT-ALAT TEKNIK DAN ELEKTRONIK&lt;br /&gt;DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Hamdani, S.Pd. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ALAT-ALAT TEKNIK DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;a. Jeungki : Alat Penumbuk Padi&lt;br /&gt;b. Leusong : Lesung&lt;br /&gt;c. Langai, Creuh : Alat pembajak sawah yang ditarik oleh kerbau&lt;br /&gt;d. Cangkoi : Cangkul&lt;br /&gt;e. Lham : Sekrup&lt;br /&gt;f. Parang : Parang&lt;br /&gt;g. Sikin : Pisau&lt;br /&gt;h. Nyeeh : Alat merapikan kayu/ketam&lt;br /&gt;i. Bo : Bor&lt;br /&gt;j. Tang : Tang&lt;br /&gt;k. Linggeh : Linggis&lt;br /&gt;l. Gunci Inggreh : Kunci Inggris&lt;br /&gt;m. jie`ei : Alat untuk menampi padi dan beras&lt;br /&gt;n. Pot-Pot : Mesin pembersih gabah padi&lt;br /&gt;o. Prontok Pade` : Perontok padi&lt;br /&gt;p. Gunteng : Gunting&lt;br /&gt;q. Peuneurah : Alat pemeras minyak kelapa atau patarana&lt;br /&gt;r. Panyot : Lampu minyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ALAT-ALAT ELOKTRONIK DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;a. Goso`an, Geusok : Gosoan, Setrika&lt;br /&gt;b. Kipah Angen : Kipas angin&lt;br /&gt;c. Tivi : Televisi&lt;br /&gt;d. Telepun, Telepon : Telephon&lt;br /&gt;e. Tiep : Tape record&lt;br /&gt;f. Radio : Radio&lt;br /&gt;g. Asee : AC&lt;br /&gt;h. Lampu : Lampu&lt;br /&gt;i. Kolkas, kolokah : Kulkas, lemari es &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAJARAN TAMBAHAN &lt;br /&gt;Alat-Alat Dapur dalam Bahasa Aceh &lt;br /&gt;a. Beulangong : Belanga  &lt;br /&gt;b. Kompho : Kompor &lt;br /&gt;c. Pingan : Piring  &lt;br /&gt;d. Cupe : Piring kecil  &lt;br /&gt;e. Kanot bu : Kuali  &lt;br /&gt;f. Tapeusi, Tabak : Talam  &lt;br /&gt;g. Blet, rantang : Rantang&lt;br /&gt;h. Glah : Gelas  &lt;br /&gt;i. Gayong : Cangkir plastik  &lt;br /&gt;j. Ciriek : Ceret&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd. adalah Dosen Bahasa Indonesia STAIN Malikussaleh dan Guru MAN Lhokseumawe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-2456249060262524576?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/2456249060262524576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2011/01/alat-alat-teknik-dan-elektronik-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/2456249060262524576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/2456249060262524576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2011/01/alat-alat-teknik-dan-elektronik-dalam.html' title='ALAT-ALAT TEKNIK DAN ELEKTRONIK DALAM BAHASA ACEH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-3142058220140925349</id><published>2011-01-07T00:59:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T01:10:59.039-08:00</updated><title type='text'>MATEMATIKA DALAM BAHASA ACEH</title><content type='html'>MATEMATIKA DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;(Dosen STAIN Malikussaleh Lhokseumawe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.ANGKA/BILANGAN MATEMATIKA DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;Berikut adalah berhitung (meubileung) dengan angka dalam bahasa Aceh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Noy (0) : Nol, Sa (1) : Satu, Duwa (2) : Dua, Lhèë (3) : Tiga, Peuët (4) : Empat, Limong (5) : Lima, Nam (6) : Enam, Tujoh (7) : Tujuh, Lapan (8) : Delapan, Sikureung (9) : Sembilan, Siploh (10) : Sepuluh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Satu sampai sembilan merupakan angka satuan)&lt;br /&gt;Dua Ploh (20) : Dua Puluh&lt;br /&gt;(Sepuluh, dua puluh, dan seterusnya merupakan angka puluhan)&lt;br /&gt;Sireutoh (100) : Seratus, Dua Reutoh (200) : Dua ratus&lt;br /&gt;(Seratus, dua ratus, dan seterusnya merupakan angka ratusan)&lt;br /&gt;Siribee (1000) : Seribu, Dua Ribee (2000) : Duab ribu &lt;br /&gt;(Seribu, dua ribu, dan seterusnya merupakan angka ribuan)&lt;br /&gt;Sijuta (1.000.000) : Juta (menunjukan angka jutaan)&lt;br /&gt;Silion (1.000.000.000) : Milliar (menunjukan angka milliaran)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.RUMUS MATEMATIKA DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;  Kode Rumus :&lt;br /&gt;Tamah (+) : Tambah, Kureung ( - ) : Kurang, Weuk/Bago ( : ) : Bagi, Kali ( x ) : Kali, dan Sama dengon ( = ) Sama dengan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh Soal :&lt;br /&gt;a. Tamah, umpamajih:     1 + 1 = 2,    2 + 2= 4,          2 + 3 = 5,     dan  4 + 1 = 5     &lt;br /&gt;b. Kureung, umpamajih:     5 – 2 = 3,     10 – 5 = 5,     6 – 2 = 4,     dan  4 – 1 = 3&lt;br /&gt;c. Weuk/Bago, umpamajih:     10 : 2 = 5,      6 : 2 = 3,      dan     6 : 3 = 2 &lt;br /&gt;d. Kali, umpamajih:      3 x 3 = 9,           4 x 2 = 8,     dan     7 x 7 = 49&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-3142058220140925349?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/3142058220140925349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2011/01/matematika-dalam-bahasa-aceh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3142058220140925349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3142058220140925349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2011/01/matematika-dalam-bahasa-aceh.html' title='MATEMATIKA DALAM BAHASA ACEH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-4739291513464304402</id><published>2010-12-04T02:06:00.000-08:00</published><updated>2011-10-29T23:24:15.548-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALBUM PHOTO'/><title type='text'>ALBUM KENANGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/TPoW5tDFdaI/AAAAAAAAAOI/Pxg6CmYq1ao/s1600/Picture0075.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/TPoW5tDFdaI/AAAAAAAAAOI/Pxg6CmYq1ao/s320/Picture0075.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546771071661077922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/TPoTIJ8204I/AAAAAAAAAN4/3KCDj_cbBv4/s1600/Picture0068.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/TPoTIJ8204I/AAAAAAAAAN4/3KCDj_cbBv4/s320/Picture0068.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546766921891238786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Photo : Hamdani, S.Pd. (depan) bersama peserta Diklat Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia se-SUNAD di Balai Diklat Medan tahun 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-4739291513464304402?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/4739291513464304402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/12/photo-hamdani-mulya-s.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4739291513464304402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4739291513464304402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/12/photo-hamdani-mulya-s.html' title='ALBUM KENANGAN'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/TPoW5tDFdaI/AAAAAAAAAOI/Pxg6CmYq1ao/s72-c/Picture0075.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-4460348340801670850</id><published>2010-11-17T18:20:00.001-08:00</published><updated>2010-11-30T01:06:58.671-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA INDONESIA'/><title type='text'>PENELITIAN TINDAKAN KELAS</title><content type='html'>KONSEP DASAR PENELITIAN TINDAKAN KELAS&lt;br /&gt;(Classroom Action Research)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;(Dosen Tarbiyah STAIN Malikussaleh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Definisi dan Hakikat Penelitian Tindakan Kelas (PTK)&lt;br /&gt;Dalam istilah asingnya, Penelitian Tindakan Kelas disebut dengan Classroom Action Research (CAR). Belakangan ini penelitian tindakan kelas di negara-negara maju telah berkembang dengan pesat. Para ahli penelitian pendidikan akhir-akhir ini menaruh perhatian yang cukup besar terhadap penelitian tindakan kelas. Faktor penyebabnya adalah karena jenis penelitian ini mampu menawarkan peningkatan kompetensi profesional guru dalam proses pembelajaran di kelas dengan melihat berbagai indikator keberhasilan proses dan hasil pembelajaran yang terjadi pada siswa (Asrori, 2008:4). Suharjono dalam Asrori (2008:5) mendefinisikan penelitian tindakan kelas adalah penelitian tindakan yang dilakukan di kelas dengan tujuan memperbaiki atau meningkatkan mutu praktik pembelajaran. &lt;br /&gt;Penelitian Tindakan Kelas atau PTK (Classroom Action Research) memiliki peranan yang sangat penting dan strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran apabila diimplementasikan dengan baik dan benar. Diimplementasikan dengan baik artinya, yang terlibat dalam PTK (guru) mencoba dengan sadar mengembangkan kemampuan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam pembelajaran di kelas melalui tindakan bermakna yang diperhitungkan dapat memecahkan masalah atau memperbaiki situasi dan kemudian secara cermat mengamati pelaksanaannya untuk mengukur tingkat keberhasilannya. Diimplementasikan dengan  benar artinya, sesuai dengan kaidah-kaidah PTK (Kunandar,  2009:41).&lt;br /&gt;PTK juga dapat diartikan sebagai penelitian tindakan (action research) yang dilakukan dengan tujuan memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelas. PTK berfokus pada kelas atau pada proses belajar-mengajar yang terjadi di kelas, dan bukan pada imput kelas (silabus, materi, dll.) ataupun output (hasil belajar). PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di dalam kelas (Depdiknas Dirjen PMPTK, 2007).&lt;br /&gt;Dari berbagai definisi di atas, penelitian tindakan kelas dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu untuk memperbaiki dan meningkatkan praktik pembelajaran di kelas secara lebih berkualitas sehingga siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik (Asrori, 2008:6).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ciri-Ciri Penelitian Tindakan Kelas (PTK)&lt;br /&gt;Ciri-ciri umum PTK menurut pendapat Cohen dan Manion kemudian dimodifikasi oleh Kunandar (2009:56) adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;a) Situasional, konstektual, berskala kecil, praktis, terlokalisasi dan secara langsung relevan dengan situasi nyata tenaga kerja.&lt;br /&gt;b) Memberikan kerangka kerja yang teratur kepada pemecahan masalah praktis. PTK juga bersifat empiris.&lt;br /&gt;c) Fleksibel dan adaptif sehingga memungkinkan adanya perubahan selama masa percobaan dan pengabaian pengontrolan karena lebih menekankan sifat tanggap dan pengujicobaan serta pembaharuan di tempat kejadian.&lt;br /&gt;d) Partisipatori karena peneliti dan/atau anggota tim peneliti sendiri ambil bagian secara langsung atau tidak langsung dalam melakukan PTK.&lt;br /&gt;e) Self-evaluation, yaitu modifikasi secara kontinu yang dievaluasi dalam situasi yang ada, yang tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran dengan cara tertentu.&lt;br /&gt;f) Perubahan dalam praktik didasari pengumpulan informasi atau data yang memberikan dorongan untuk terjadinya perubahan.&lt;br /&gt;g) Secara ilmiah kurang ketat karena kesahihan  internal dan eksternalnya lemah meskipun diupayakan untuk dilakukan secara sisitematis dan ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ciri-ciri khusus PTK menurut Whitehead (2003) dalam Kunandar  (2009:57-58) adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;a) Dalam PTK ada komitmen pada peningkatan pendidikan.&lt;br /&gt;b) Dalam PTK, ada maksud jelas untuk melakukan intervensi ke dalam peningkatan pemahaman dan praktik seseorang serta untuk tanggungjawab dirinya sendiri.&lt;br /&gt;c) Pada PTK melekat tindakan yang berpengetahuan, berkomitmen, dan bermaksud.&lt;br /&gt;d) Dalam PTK dilakukan pemantauan sistemik untuk menghasilkan data atau informasi yang valid.&lt;br /&gt;e) PTK melibatkan deskripsi autentik tentang tindakan.&lt;br /&gt;f) Dalam PTK perlunya validasi. Dalam hal ini melibatkan: (1) pembuatan pernyataan; (2) pemeriksaan kritis terhadap pernyataan lewat pencocokan dengan bukti; dan (3) pelibatan pihak lain dalam validasi. &lt;br /&gt;Calhoun dalam Syahbuddin dan Burhanuddin (2002) memaparkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan jenis pendekatan riset kritilisme (critilism) yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: berorientasi pada pekerjaan di lapangan, berorientasi pada pemecahan masalah, berorientasi pada perbaikan, data yang dikumpulkan bersifat mejemuk, bersifat siklus, bersifar parsitipatif dan kolaboratif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Karakteristik dan Tujuan Penelitian Tindakan Kelas (PTK)&lt;br /&gt;Asrori (2008:20) memaparkan bahwa PTK memiliki karakteristik sebagai berikut.&lt;br /&gt;a) Masalah berasal dari guru.&lt;br /&gt;b) Tujuannya memperbaiki pembelajaran.&lt;br /&gt;c) Metode utama adalah refleksi diri dengan tetap mengikuti kaidah-kaidah penelitian.&lt;br /&gt;d) Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;e) Guru bertindak sebagai pengajar dan peneliti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Kunandar (2009:58-63) memaparkan bahwa PTK berbeda dengan penelitian formal (konvensional) pada umumnya. PTK memiliki karakteristik sebagai berikut.&lt;br /&gt;a) Masalah yang diteliti adalah masalah riil atau nyata yang muncul dari dunia kerja peneliti atau yang ada dalam kewenangan atau tanggung jawab peneliti.&lt;br /&gt;b) Berorientasi pada pemecahan masalah.&lt;br /&gt;c) Berorientasi pada peningkatan mutu.&lt;br /&gt;d) Konsep tindakan (action) dalam PTK diterapkan melalui urutan yang terdiri dari beberapa tahap berdaur ulang (cyclical) yang lebih dikenal dengan istilah cyclic (siklus).&lt;br /&gt;e) Dalam PTK selalu didasarkan pada adanya tindakan (treatment) tertentu untuk memperbaiki PBM di kelas.&lt;br /&gt;f) Pengkajian terhadap dampak tindakan.&lt;br /&gt;g) Aktivitas PTK dipicu oleh permasalahan praktis yang dihadapi oleh guru dalam PBM di kelas.&lt;br /&gt;h) PTK dilakukan secara kolaboratif dan bermitra dengan pihak lain.&lt;br /&gt;i) Peneliti sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi.&lt;br /&gt;j) Dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus terdiri dari tahapan perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan (observation), dan refleksi (reflection) dan selanjutnya diulangi kembali dalam beberapa siklus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Fokus dan Komponen Penelitian Tindakan Kelas (PTK)&lt;br /&gt;Objek yang menjadi fokus PTK menurut Kunandar (2009:66-67) dan dimodifikasi oleh penulis adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;a) Siswa dan guru.&lt;br /&gt;b) Media atau alat peraga pendidikan yang dapat dicermati.&lt;br /&gt;c) Hasil pembelajaran, yang dapat dicermati peningkatan hasil belajar siswa.&lt;br /&gt;d) Sistem evaluasi dan hasil pembelajaran; dan&lt;br /&gt;e) Lingkungan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Model Lain&lt;br /&gt;Perbedaan PTK dan penelitian model lain menurut Alamsyah (2010:6) adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;A. Penelitian Formal harus memiliki kriteria: &lt;br /&gt;1) Dilakukan oleh orang luar. &lt;br /&gt;2) Sampel harus representatif. &lt;br /&gt;3) Instrumen harus valid dan reliabel&lt;br /&gt;4) Menuntut penggunaan analisis statistik. &lt;br /&gt;5) Mempersyaratkan hipotesis.&lt;br /&gt;6) Mengembangkan teori.&lt;br /&gt;7) Tidak memperbaiki praktik pembelajaran secara langsung.&lt;br /&gt;8) Hasil penelitian merupakan produk ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sedangkan PTK harus memiliki kriteria:&lt;br /&gt;1) Dilakukan oleh guru atau dosen.&lt;br /&gt;2) Kerepresentatifan sampel tidak  diperhatikan.&lt;br /&gt;3) Instrumen yang valid dan reliabel tidak diperhatikan.&lt;br /&gt;4) Tidak menggunakan analisis statistik yang rumit.&lt;br /&gt;5) Tidak selalu menggunakan hipotesis.&lt;br /&gt;6) Memperbaiki praktik pembelajaran secara langsung.&lt;br /&gt;7) Hasil penelitian merupakan produk ilmu terutama prosesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Prinsip dan Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK)&lt;br /&gt;Prinsip PTK menurut Kunandar (2009:67) adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;a) Tidak boleh mengganggu PBM dan tugas mengajar.&lt;br /&gt;b) Tidak boleh terlalu menyita waktu.&lt;br /&gt;c) Metodologi yang digunakan harus tepat dan terpercaya.&lt;br /&gt;d) Masalah yang dihadapi benar-benar ada dan dihadapi guru.&lt;br /&gt;e) Memegang etika kerja (minta izin, membuat laporan, dan lain-lain).&lt;br /&gt;f) PTK bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;g) PTK menjadi media guru untuk berpikir kritis dan sistematis.&lt;br /&gt;h) PTK menjadikan guru terbiasa melakukan aktivitas yang bernilai akademik dan ilmiah.&lt;br /&gt;i) PTK hendaknya dimulai dari permasalahan pembelajaran yang sederhana, kongkret, jelas, dan tajam.&lt;br /&gt;j) Pengumpulan data atau informasi dalam PTK tidak boleh menyita waktu dan terlalu rumit karena dikhawatirkan dapat mengganggu tugas utama guru sebagai pengajar dan pendidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat PTK dapat dilihat dari dua aspek (Kunandar, 2009:68), yakni aspek akademis dan aspek praktis.&lt;br /&gt;a) Manfaat aspek akademis adalah untuk membantu guru menghasilkan pengetahuan yang sahih dan relevan bagi kelas mereka untuk memperbaiki mutu pembelajaran dalam jangka pendek.&lt;br /&gt;b) Manfaat praktis dari pelaksanaan PTK antara lain: (1) merupakan pelaksanaan inovasi pembelajaran dari bawah, dan (2) pengembangan kurikulum di tingkat sekolah.&lt;br /&gt;Sementara itu manfaat PTK menurut Asrori (2008:16) adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;a) Membantu guru memperbaiki kualitas pembelajarannya.&lt;br /&gt;b) Meningkatkan profesional guru.&lt;br /&gt;c) Meningkatkan rasa percaya diri guru.&lt;br /&gt;d) Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Aspek Pokok dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK)&lt;br /&gt;Menurut Kemmis dan Mc Taggart (1998) dalam Kunandar (2009:70-73), PTK dilakukan melalui proses yang dinamis dan komplementari yang terdiri dari empat “momentum” esensial yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;a)  Penyusunan Rencana (planning)&lt;br /&gt;Perencanaan adalah mengembangkan rencana tindakan yang secara kritis untuk meningkatkan apa yang telah terjadi. Rencana PTK hendaknya tersusun dan dari segi definisi harus prospektif pada tindakan, rencana itu harus memandang ke depan. Rencana PTK hendaknya disusun berdasarkan kepada pengamatan awal yang refleksif.&lt;br /&gt; Asrori (2008:52) memaparkan bahwa rencana tindakan kelas merupakan rencana yang tersusun dan harus memiliki pandangan jauh ke depan, yakni untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran serta hasil belajar siswa.&lt;br /&gt;b) Tindakan (acting)&lt;br /&gt;Tindakan yang dimaksud disini adalah tindakan yang dilakukan secara sadar dan terkendali, yang merupakan variasi praktik yang cermat dan bijaksana. PTK didasarkan atas pertimbangan teoretis dan empiris agar hasil yang diperoleh berupa peningkatan PBM optimal. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Asrori (2008:53) yang memaparkan bahwa penelitian tindakan kelas adalah tindakan guru sebagai peneliti yang dilakukan secara sadar dan terkendali dan merupakan variasi praktik yang cermat dan bijaksana. Dalam konteks ini, tindakan itu digunakan sebagai kebijakan bagi guru untuk pengembangan tindakan-tindakan berikutnya, yaitu tindakan yang dilakukan oleh guru disertai kemauan kuat untuk memperbaiki proses pembelajaran. Tindakan guru pada dasarnya dituntun oleh perencanaan yang telah ditentukan pada langkah sebelumnya. Artinya, rencana yang dirumuskan pada langkah sebelumnya itu hendaknya dijadikan acuan dalam hal dasar pemikiran.&lt;br /&gt;c) Observasi (observing)&lt;br /&gt;Observasi berfungsi untuk mendokumentasikan pengaruh tindakan terkait. Observasi itu berorientasi ke masa yang akan datang, memberikan dasar bagi refleksi sekarang, lebih-lebih lagi ketika putaran sekarang berjalan. Observasi yang cermat diperlukan karena tindakan selalu akan dibatasi oleh keadaan realitas, dan semua kendala itu belum pernah dapat dilihat dengan jelas pada waktu yang lalu.&lt;br /&gt;d) Refleksi (reflecting)&lt;br /&gt;Refleksi adalah mengingat dan merenungkan suatu tindakan persis yang telah dicatat dalam observasi. Refleksi berusaha memahami proses, masalah, persoalan, dan kendala yang nyata dalam tindakan strategis. Refleksi mempertimbangkan ragam perspektif yang mungkin ada dalam suatu situasi dan memahami persoalan serta keadaan tempat timbulnya persoalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Model-Model Penelitian Tindakan Kelas (PTK)&lt;br /&gt;Terdapat delapan model PTK menurut Asrori (2008:59) yaitu: (a) model guru sebagai peneliti, (b) model kolaboratif, (c) model simultan terintegrasi, (d) model administrasi sosial eksperimental, (e) model diagnostik, (f) model partisipan, (g) model empiris, dan (h) model eksperimental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Alat-Alat Pengumpulan Data Penelitian Tindakan Kelas (PTK)&lt;br /&gt;Asrori (2008:59) memaparkan bahwa alat-alat yang dapat digunakan untuk pengumpulan data PTK adalah: (a) catatan lapangan, (b) catatan anekdot, (c) deskripsi perilaku ekologis, (d) catatan harian, (e) kartu cuplikan butir, (f) log, (g) analisis dokumen, (h) sosiometri, (i) jadwal dan checklist interaksi, (j) rekaman tape recorder, dan (k) rekaman video.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sistematika Penelitian Tindakan Kelas (PTK)&lt;br /&gt;Untuk memperoleh gambaran umum dan mempermudah guru dan mahasiswa keguruan dalam menyusun laporan PTK, berikut ini diuraikan sistematika laporan PTK.&lt;br /&gt;Sistematika PTK meliputi unsur-unsur sebagai berikut.&lt;br /&gt;1) Lembar Sampul (cover) Laporan Penelitian&lt;br /&gt;2) Lembar Identitas dan Pengesahan&lt;br /&gt;3) Abstrak&lt;br /&gt;4) Daftas Isi&lt;br /&gt;5) Daftar Tabel&lt;br /&gt;6) Daftar Gambar (jika ada)&lt;br /&gt;7) Daftar Lampiran&lt;br /&gt;8) Pendahuluan&lt;br /&gt;9) Kajian Pustaka&lt;br /&gt;10) Pelaksanaan Penelitian&lt;br /&gt;11) Hasil penelitian dan Pembahasan&lt;br /&gt;12) Simpulan dan Saran-Saran&lt;br /&gt;13) Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FORMAT PROPOSAL PTK&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Penelitian : ......................        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1. Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;2. Identifikasi Masalah&lt;br /&gt;3. Rumusan Masalah&lt;br /&gt;4. Cara Pemecahan Masalah&lt;br /&gt;5. Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;6. Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;7. Hipotesis Tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II KAJIAN TEORI&lt;br /&gt;1. ……….&lt;br /&gt;2. ……….&lt;br /&gt;3. ……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III METODOLOGI PENELITIAN&lt;br /&gt;1. Setting Penelitian&lt;br /&gt;a. Tempat Penelitian&lt;br /&gt;b. Waktu Penelitian&lt;br /&gt;2. Subjek Penelitian&lt;br /&gt;3. Sumber Data&lt;br /&gt;4. Rencana Tindakan atau Prosedur Penelitian (dapat digunakan salah satu)&lt;br /&gt;Siklus 1&lt;br /&gt;- Perencanaan &lt;br /&gt;- Pelaksanaan&lt;br /&gt;- Pengamatan&lt;br /&gt;- Refleksi&lt;br /&gt;5. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian&lt;br /&gt;6. Teknik Analisis Data&lt;br /&gt;7. Indikator Kinerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FORMAT LAPORAN PTK&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HALAMAN JUDUL&lt;br /&gt;LEMBARAN PENGESAHAN&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;DAFTAR TABEL&lt;br /&gt;DAFTAR GAMBAR&lt;br /&gt;DAFTAR LAMPIRAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang Masalah&lt;br /&gt;1.2 Identifikasi Masalah&lt;br /&gt;1.3 Rumusan Masalah&lt;br /&gt;1.4 Cara Pemecahan Masalah&lt;br /&gt;1.5 Tujuan Penelitian&lt;br /&gt;1.6 Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;1.7 Hipotesis Tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II KAJIAN TEORI&lt;br /&gt;2.1 ……….&lt;br /&gt;2.2 ……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III METODOLOGI PENELITIAN&lt;br /&gt;3.1 Setting Penelitian&lt;br /&gt;3.1.1 Tempat Penelitian&lt;br /&gt;                  3.1.2 Waktu Penelitian&lt;br /&gt;3.2 Subjek Penelitian&lt;br /&gt;3.3 Sumber Data&lt;br /&gt;3.4 Rencana Tindakan atau Prosedur Penelitian (dapat digunakan salah satu)&lt;br /&gt;Siklus 1&lt;br /&gt;- Perencanaan &lt;br /&gt;- Pelaksanaan&lt;br /&gt;- Pengamatan&lt;br /&gt;- Refleksi&lt;br /&gt;       Siklus 2&lt;br /&gt;- Perencanaan &lt;br /&gt;- Pelaksanaan&lt;br /&gt;- Pengamatan&lt;br /&gt;- Refleksi&lt;br /&gt;(jumlah siklus sangat ditentukan oleh hasil refleksi pada siklus sebelumnya dan pada ketercapaian indikator kinerja)&lt;br /&gt;3.5 Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian&lt;br /&gt;3.5.1 Teknik Analisis Data&lt;br /&gt;                  3.5.2 Indikator Kinerja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN&lt;br /&gt;4.1 Hasil Penelitian&lt;br /&gt;4.2 Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V PENUTUP&lt;br /&gt;5.1 Kesimpulan&lt;br /&gt;5.2 Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;LAMPIRAN-LAMPIRAN &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Makalah ini disusun sebagai bahan pembelajaran Mata Kuliah Metodologi Penulisan Karya Ilmiah pada Jurusan Tarbiyah, STAIN Malikussaleh Lhokseumawe, 5 November 2010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asrori, Mohammad. 2008. Penelitian Tindakan kelas. Bandung: Wacana Prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamsyah, Teuku. 2010. Penelitian Tindakan Kelas (Classrom Action Research). Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depdiknas Dirjen PMPTK. 2007. Menyusun Usulan Penelitian Tindakan Kelas TOT Block Grand PTK. Jakarta: Depdiknas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syahbuddin dan Burhanuddin. 2002. Pedoman dan Materi Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas. Dinas Pendidikan NAD dan Universitas Negeri Malang. Bandung: Universal Ofset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunandar. 2009. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pers.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-4460348340801670850?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/4460348340801670850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/11/penelitian-tindakan-kelas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4460348340801670850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4460348340801670850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/11/penelitian-tindakan-kelas.html' title='PENELITIAN TINDAKAN KELAS'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-3625339349611143628</id><published>2010-10-05T02:54:00.001-07:00</published><updated>2010-11-30T01:29:45.375-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>INFO BUKU BARU</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/TK_OruiHyKI/AAAAAAAAANw/tEi9wnR-VRI/s1600/Picture0193.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/TK_OruiHyKI/AAAAAAAAANw/tEi9wnR-VRI/s320/Picture0193.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5525862518427732130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo: Hamdani Mulya, S.Pd. bersama buku yang ditulisnya "Bahasa Indatu (Grand Father) Orang Aceh". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INFO BUKU BARU&lt;br /&gt;TELAH TERBIT BUKU BAHASA ACEH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : Bahasa Indatu (Grand Father) Orang Aceh &lt;br /&gt;Penulis    : Hamdani Mulya, S.Pd.&lt;br /&gt;Penerbit   : Yayasan Museum dan Perpustakaan “Hamdani  Mulya” dan STAIN Malikussaleh Lhokseumawe&lt;br /&gt;Tebal Buku : 30 halaman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buku “Bahasa Indatu (Grand Father) Orang Aceh” sebuah buku yang layak dibaca oleh semua orang. Buku yang diramu dengan pendekatan sosial-budaya (socio-culture) mengangkat persoalan bahasa Aceh yang terdapat di tengah-tengah masyarakat. Ditulis oleh Hamdani Mulya, S.Pd. dosen Bahasa Indonesia STAIN Malikussaleh dan jurnalis surat kabar. Buku yang sangat unik, classic, dan mengandung humor ini diberikan Kata Sambutan oleh Dr. Iskandar Budiman, MCL. Ketua STAIN Malikussaleh. Dalam bentuk cetakan classic dan sederhana ini ternyata telah laris terjual di pasaran buku yang menjadi referensi bagi mahasiswa, guru, dosen, dan masyarakat umum dalam menulis karya ilmiah tentang bahasa Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buku “Bahasa  Indatu (Grand Father) Orang Aceh” telah di ekspos/dipublikasikan oleh surat kabar Metro Aceh/Rakyat Aceh (Anak koran group Jawa Pos) pada edisi 7 Juli 2010. Oleh wartawan surat kabar tersebut diberi nama judul sebagai “Buku Kamus Bahasa Indatu Orang Aceh Diterbitkan. Beberapa buah buku dihadiahkan oleh penulis kepada pakar bahasa Indonesia Universitas Syiah Kuala seperti: Dr. M. Harun, M.Pd., Drs. Teuku Alamsyah, M.Pd., Drs. Deni Iskandar, M.Pd, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini telah diulas dan diberikan penilaian oleh seorang resentator yang bernama Liza Fitria dalam bentuk resensi buku. Liza Fitria, Mahasiswa STAIN Malikussaleh Lhokseumawe, Jurusan Pendidikan Agama Islam, telah mengupas segi keunikan-keunikan buku "Bahasa Indatu (Grand Father) Orang Aceh” Karya Hamdani Mulya, S.Pd. Resensi yang ditulis oleh Liza Fitria bertanggal 12 Juli 2010 yang menjadi bahan pertimbangan penulis untuk edisi berikutnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-3625339349611143628?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/3625339349611143628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/10/info-buku-baru.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3625339349611143628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3625339349611143628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/10/info-buku-baru.html' title='INFO BUKU BARU'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/TK_OruiHyKI/AAAAAAAAANw/tEi9wnR-VRI/s72-c/Picture0193.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-8669817609439954210</id><published>2010-06-14T20:32:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T22:29:00.587-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA ACEH'/><title type='text'>NAMA SARANA TRANSPORTASI DALAM BAHASA ACEH</title><content type='html'>NAMA SARANA TRANSPORTASI DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Moto : Mobil/Bus dll&lt;br /&gt;2. Honda : Sepeda motor/kereta&lt;br /&gt;3. Itangen/Geulitan angen/Gari : Sepeda&lt;br /&gt;4. Kapai ie : Kapal Laut&lt;br /&gt;5. Kapai teureubang : Pesawat terbang&lt;br /&gt;6. Peuraho : Perahu layar&lt;br /&gt;7. Jaloe : Perahu dayung&lt;br /&gt;8. Rakeet : Rakit&lt;br /&gt;9. Becak dayong : Becak dayung&lt;br /&gt;10. Geulitan apui : Kereta api&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hamdani, S.Pd adalah peneliti Bahasa Aceh)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-8669817609439954210?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/8669817609439954210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/06/nama-sarana-transportasi-dalam-bahasa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/8669817609439954210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/8669817609439954210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/06/nama-sarana-transportasi-dalam-bahasa.html' title='NAMA SARANA TRANSPORTASI DALAM BAHASA ACEH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-1772813636812122315</id><published>2010-06-14T19:57:00.000-07:00</published><updated>2011-03-12T00:10:17.570-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA ACEH'/><title type='text'>DIALEK BAHASA ACEH</title><content type='html'>DIALEK BAHASA ACEH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ragam Daerah atau Ragam Dialek&lt;br /&gt;Ragam patokan daerah, lazim dikenal dengan dialek/logat. Ragam ini digunakan sekelompak masyarakat dari suatu wilayah atau daerah tertetu. Misalnya dalam berbahasa Indonesia dikenal dialek Medan, Jawa, Sunda, dan Aceh (Yamilah, 1994:10). Demikian juga dalam berbahasa Aceh dikenal beberapa dialek sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dialek Aceh Tamiang&lt;br /&gt;Dialek ini digunakan oleh masyarakat yang berdomisili di kawasan Aceh Tamiang. Khususnya bagi penduduk  yang menggunakan bahasa Aceh, karena masyarakat Aceh Tamiang memiliki corak bahasa etnis tersendiri yang bernama bahasa Tamiang. Dialeg bahasa Aceh di wilayah Tamiang sangat dipengaruhi oleh bahasa Tamiang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dialek Langsa&lt;br /&gt;Dialek ini biasanya dapat  didengar  pemakaiannya di kawasan kota Langsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dialek Idi dan Perlak&lt;br /&gt;Dialek ini secara umum dapat ditemukan pemakainnya di kawasan Aceh Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dialek Pasai/Pasee&lt;br /&gt;Dialek ini terdapat di wilayah Aceh Utara. Sebelah timur digunakan oleh masyarakat yang berbatasan dengan Panton Labu sampai berbatasan dengan Lhokseumawe di sebelah barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Dialek Lhokseumawe&lt;br /&gt;Dialek ini digunakan oleh masyarakat Lhokseumawe dan para pendatang yang berdomisili di kota lhokseumawe. Bahasa Aceh dialek Lhokseumawe lebih halus dan lembut. Biasanya digunakan oleh pemakai bahasa Aceh yang berdomisili mulai kota Lhokseumawe sebelah timur sampai dengan berbatasan Krueng Geukuh sebelah barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dialek Peusangan&lt;br /&gt;Dialek ini secara umum digunakan oleh masyarakat Matang Geulumpang Dua dan masyarakat yang berdomisili di kabupaten Bireuen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dialek Pidie&lt;br /&gt;Dialek ini dominan terdapat di kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dialek Aceh Rayeuk&lt;br /&gt;Dialek ini umumnya digunakan oleh penduduk yang berdomisili di kawasan Aceh Besar dan Banda Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dialek Meulaboh&lt;br /&gt;Dialek ini terdapat di wilayah Aceh Barat dan Aceh Barat Daya (Abdaya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dialek Aneuk Jamee &lt;br /&gt;Dialeg ini lebih dominan digunakan oleh penduduk yang mendiami Aceh Selatan. Dialek bahasa Aceh Aneuk  Jamee sangat dipengaruhi oleh bahasa Jamee yang mirip dengan bahasa Padang Minangkabau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Ragam DialeK Bahasa Aceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dialek Idi,  Perlak (Aceh Timur), Aceh Rayeuk (Aceh Besar dan Banda Aceh), Meulaboh (Aceh Barat dan Abdaya), dan Aneuk Jamee (Aceh Selatan) dalam pelafalan dan pengucapan bunyi huruf (r) menggunakan (r) halus atau pepet. Sementara pengucapan bunyi huruf lainnya sama dengan dialek bahasa Aceh daerah lain. Hanya terdapat perbedaan yang mencolok dari segi intonasi dan pola kalimat. &lt;br /&gt;Namun, perlu diketahui bahwa ragam dialek Aceh Rayeuk sangat tampak perbedaannya dengan dialek bahasa Aceh daerah lain. Terutama sekali pada pengucapan bunyi (e), (o), (r), dan pengucapan konsonan ganda (ts), contoh: (selasa) diucapkan (tselatsa), dan (baro sa) diucapkan (baro tsa).&lt;br /&gt;Sedangkan dialek Idi, Perlak, Meulaboh, dan Aneuk Jamee lebih dominan terdapat perbedaan pada pengucapan huruf (r) dan pola kalimat, jika dibandingkan dengan dialek daerah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dialek pasai/Pasee terdengar lebih terasa dan sangat kental. Jika dalam dialek Peusangan menggunakan kata (lon), maka dialek Pasee adalah (long). Jika dalam dialek Peusangan dan Pidie mengucapkan kata (peu), maka dialek Pasee adalah (pue).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dialek Lhokseumawe lebih lembut dalam pengucapan bunyi-bunyi bahasa dibandingkan dengan dialek lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dialek Langsa dan Aceh Tamiang hampir mirip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Demikianlah beberapa ragam dialek yang terdapat dalam bahasa Aceh yang penulis paparkan dalam tulisan ini. Berhubung sangat terbatasnya referensi. Untuk memahami lebih jelas mengenai perpedaan antar dialek dalam bahasa Aceh kiranya perlu untuk dilakukan penelitian lanjutan tentang ragam dialek dalam bahasa Aceh. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk pembaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Hadiahkan sebagai kenang-kenangan karya sederhana ini&lt;br /&gt;Kepada : Kakekku Tgk. Budiman Musa bin Syuib, seorang Veteran Pejuang Kemerdekaan yang layak disebut sebagai pahlawan nasional.&lt;br /&gt;Dan Kepada Nenekku Hj. Anduwah bin Ishaq, seorang Ibu yang sangat baik budinya yang telah mendidik Aku menjadi seorang sarjana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-1772813636812122315?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/1772813636812122315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/06/dialeg-bahasa-aceh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1772813636812122315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1772813636812122315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/06/dialeg-bahasa-aceh.html' title='DIALEK BAHASA ACEH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-5628665966684027018</id><published>2010-05-31T22:58:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T22:53:39.780-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA ACEH'/><title type='text'></title><content type='html'>UNSUR SERAPAN ASING DALAM BAHASA ACEH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai salah satu ragam corak bahasa yang ada di dunia bahasa Aceh juga memiliki unsur serapan asing untuk memperkaya kosa kata bahasa Aceh. Unsur serapan asing dalam bahasa Aceh ada yang diserap dari bahasa Indonesia, Melayu, Arab, Inggris, maupun bahasa daerah lainnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Unsur serapan Bahasa Aceh dari Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;Contoh : Es (Indonesia) = Eh (Aceh)  &lt;br /&gt;   Bank (Indo) = Beng (Aceh)&lt;br /&gt;                           Kapal (Indo) = Kapai (Aceh)&lt;br /&gt;   Pecal (Indo) = Pecai (Aceh)&lt;br /&gt;                           Sabun (Indo) = Sabon (Aceh)&lt;br /&gt;   Radio (Indo) = Radio (Aceh)&lt;br /&gt;                           Kunci (Indo) = Gunci (Aceh)&lt;br /&gt;   Rokok (Indo) = Rukok (Aceh)&lt;br /&gt;                          Terimakasih (Indo) = Teurimonggeunaseh (Aceh)&lt;br /&gt;                           Bola (Indo) = Bohbhan/Bola (Aceh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Unsur serapan Bahasa Aceh dari Bahasa Melayu&lt;br /&gt;Contoh : Seluar (Melayu) = Sileuweu (Aceh)&lt;br /&gt;               Kakanda (Melayu) = Keukanda (Aceh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Unsur serapan Bahasa Aceh dari Bahasa Arab&lt;br /&gt;Contoh : &lt;br /&gt;a. Nama-nama hari : Seunin, Seulasa, Rabu, Hameh, Jumat, Sabtu, Ahad&lt;br /&gt;b. Nama-nama hari besar Islam : Idul Adha, Idul Fitri, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Unsur serapan Bahasa Aceh dari Bahasa Inggris&lt;br /&gt;Contoh : Televisi (Inggris) = Tivi (Aceh)&lt;br /&gt;               Telephon (Ingg) = Telepun (Aceh)&lt;br /&gt;                Compiuter (Inggris) = Kompute (Aceh)&lt;br /&gt;     Hand Phone (Inggris) =  Hape/HP (Aceh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Unsur serapan Aceh dari Bahasa Jawa&lt;br /&gt;Contoh : Mogok (Jawa) = Mogok/Seumaluen (Aceh)           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                         &lt;br /&gt;Riwayat Penulis:&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd. adalah dosen Bahasa Indonesia STAIN Malikussaleh dan guru MAN Lhokseumawe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-5628665966684027018?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/5628665966684027018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/05/unsur-serapan-asing-dalam-bahasa-aceh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/5628665966684027018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/5628665966684027018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/05/unsur-serapan-asing-dalam-bahasa-aceh.html' title=''/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-891399867802277172</id><published>2010-05-31T22:53:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T22:54:14.442-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA ACEH'/><title type='text'>NAMA JENIS MAKANAN DALAM BAHASA ACEH</title><content type='html'>NAMA JENIS MAKANAN DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;            Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Nama Makanan Pokok dan Lauk-Pauk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Breuh : Beras&lt;br /&gt;Bu : Nasi putih&lt;br /&gt;Bu leukat : Nasi ketan&lt;br /&gt;Eungkot : Ikan&lt;br /&gt;Gulee : Sayur&lt;br /&gt;Sira : Garam&lt;br /&gt;Saka : Gula Pasir&lt;br /&gt;Asam boh limeng : Asam sunti&lt;br /&gt;Bawang : Bawang&lt;br /&gt;Camplie : Cabai/cabe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Nama Makanan Tradisional dan kue-kue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dodoi : Dodol Aceh&lt;br /&gt;Bu Bajek : Wajik &lt;br /&gt;Pulot : Pulut&lt;br /&gt;Tapee : Tapai&lt;br /&gt;Pliek : Patarana&lt;br /&gt;Eungkhui : Sagu atau tepung yang dikukus dicampur dengan kelapa&lt;br /&gt;Cagruk : Kolak atau bubur&lt;br /&gt;Bada : Pisang Goreng&lt;br /&gt;Apam dan Tumpoe : Makanan yang biasanya dibuat untuk dihidangkan pada  acara peusijuek (tepung tawar).&lt;br /&gt;Keukarah, Nyap dan Marekee : Makanan khas hari lebaran.&lt;br /&gt;Timphan : Makanan yang terbuat dari tepung ketan bercampur pisang dan di dalamnya berisikan parutan kelapa bercampur telur serta dibalut dengan daun pisang.&lt;br /&gt;Pa’pa’ : Sama dengan Timphan cuma bahan bakunya dari beras murni bukan dari tepung.&lt;br /&gt;Keukarah : Makanan yang rasanya sangat manis terbuat dari adonan tepung ketan.&lt;br /&gt;Halua dan Meuseukat : Sukar untuk dijelaskan, bahan-bahan makanan ini hanya diketahui benar oleh pembuat kue tersebut.  &lt;br /&gt;Leumang : Lemang (Makanan dari ketan dibumbui santan yang dimasukan dalam bambu, lalu dibakar. Setelah masak diberikan selai).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-891399867802277172?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/891399867802277172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/05/nama-jenis-makanan-dalam-bahasa-aceh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/891399867802277172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/891399867802277172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/05/nama-jenis-makanan-dalam-bahasa-aceh.html' title='NAMA JENIS MAKANAN DALAM BAHASA ACEH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-2237253473436853725</id><published>2010-05-31T22:23:00.000-07:00</published><updated>2010-10-24T20:28:51.705-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA INDONESIA'/><title type='text'>HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING DALAM KARANGAN</title><content type='html'>Pemakaian Huruf Kapital dan Huruf Miring dalam Karangan Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Huruf Kapital atau Huruf Besar&lt;br /&gt;1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Dia mengantuk.&lt;br /&gt;Apa maksudnya?&lt;br /&gt;Kita harus bekerja keras.&lt;br /&gt;Pekerjaan itu belum selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Adik bertanya, "Kapan kita pulang?"&lt;br /&gt;Bapak menasihatkan, "Berhati-hatilah, Nak!"&lt;br /&gt;"Kemarin engkau terlambat," katanya.&lt;br /&gt;"Besok pagi," kata Ibu, "dia akan berangkat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Allah, Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih, Alkitab, Quran,Islam.&lt;br /&gt;Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya.&lt;br /&gt;Bimbinglah hamba-Mu, ya Tuhan, ke jalan yang Engkau beri rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Mahaputra Yamin&lt;br /&gt;Sultan Hasanuddin&lt;br /&gt;Haji Agus Salim&lt;br /&gt;Imam Syafii&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim&lt;br /&gt; Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar, kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang tidak diikuti nama orang.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Dia baru saja diangkat menjadi sultan.&lt;br /&gt;Tahun ini ia pergi naik haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Wakil Presiden Adam Malik&lt;br /&gt;Perdana Menteri Nehru&lt;br /&gt;Profesor Supomo&lt;br /&gt;Laksamana Muda Udara Husen Sastranegara&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian&lt;br /&gt;Gubernur Irian Jaya&lt;br /&gt; Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang, atau nama tempat.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Siapa gubernur yang baru dilantik itu?&lt;br /&gt;Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Amir Hamzah&lt;br /&gt;Dewi Sartika&lt;br /&gt;Wage Rudolf Supratman&lt;br /&gt;Halim Perdanakusumah&lt;br /&gt;Ampere&lt;br /&gt; Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama sejenis atau satuan ukuran.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;mesin diesel&lt;br /&gt;10 volt&lt;br /&gt;5 ampere&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Huruf kapital sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;bangsa Indonesia&lt;br /&gt;suku Sunda&lt;br /&gt;bahasa Inggris&lt;br /&gt;bahasa Aceh&lt;br /&gt; Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;mengindonesiakan kata asing&lt;br /&gt;keinggris-inggrisan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;bulan Agustus &lt;br /&gt;bulan Maulid &lt;br /&gt;tahun Hijriah&lt;br /&gt;hari Jumat&lt;br /&gt;hari Lebaran&lt;br /&gt;Proklamasi Kemerdekaan Indonesia&lt;br /&gt; Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.&lt;br /&gt;Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Asia Tenggara, Kali Brantas&lt;br /&gt;Banyuwangi, Lembah Baliem&lt;br /&gt;Bukit Barisan, Ngarai Sianok&lt;br /&gt;Cirebon, Pegunungan Jayawijaya&lt;br /&gt;Danau Toba, Selat Lombok&lt;br /&gt;Daratan Tinggi Dieng, Tanjung Harapan&lt;br /&gt;Gunung Semeru, Teluk Benggala&lt;br /&gt;Jalan Diponegoro, Terusan Suez&lt;br /&gt;Jazirah Arab &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;berlayar ke teluk&lt;br /&gt;mandi di kali&lt;br /&gt;menyeberangi selat&lt;br /&gt;pergi ke arah tenggara&lt;br /&gt; Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;garam inggris&lt;br /&gt;gula jawa&lt;br /&gt;kacang bogor&lt;br /&gt;pisang ambon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Republik Indonesia&lt;br /&gt;Majelis Permusyawaratan Rakyat&lt;br /&gt;Departemen Pendidikan dan Kebudayaan&lt;br /&gt;Badan Kesejahteraan Ibu dan Anak&lt;br /&gt;Keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor 57, Tahun 1972&lt;br /&gt; Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;menjadi sebuah republik&lt;br /&gt;beberapa badan hukum&lt;br /&gt;kerja sama antara pemerintah dan rakyat&lt;br /&gt;menurut undang-undang yang berlaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Perserikatan Bangsa-Bangsa&lt;br /&gt;Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial&lt;br /&gt;Undang-Undang Dasar Republik Indonesia&lt;br /&gt;Rancangan Undang-Undang Kepegawaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Saya telah membaca novel Laskar Pelangi.&lt;br /&gt;Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.&lt;br /&gt;Dia adalah agen surat kabar Sinar Pembangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Dr. doktor&lt;br /&gt;M.A. master of arts&lt;br /&gt;S.H. sarjana hukum&lt;br /&gt;S.S. sarjana sastra&lt;br /&gt;Prof. profesor&lt;br /&gt;Tn. tuan&lt;br /&gt;Ny. nyonya&lt;br /&gt;Sdr. saudara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;"Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto.&lt;br /&gt;Adik bertanya, "Itu apa, Bu?"&lt;br /&gt;Surat Saudara sudah saya terima.&lt;br /&gt;"Silakan duduk, Dik!" kata Ucok.&lt;br /&gt;Besok Paman akan datang.&lt;br /&gt;Mereka pergi ke rumah Pak Camat.&lt;br /&gt;Para ibu mengunjungi Ibu Hasan.&lt;br /&gt; Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam pengacuan atau penyapaan.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.&lt;br /&gt;Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Sudahkah Anda tahu?&lt;br /&gt;Surat Anda telah kami terima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Huruf Miring&lt;br /&gt;1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menulis nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;majalah Bahasa dan Kesusastraan&lt;br /&gt;novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata&lt;br /&gt;surat kabar Suara Karya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Huruf pertama kata abad ialah a.&lt;br /&gt;Dia bukan menipu, tetapi ditipu.&lt;br /&gt;Bab ini tidak membicarakan penulisan huruf kapital.&lt;br /&gt;Buatlah kalimat dengan berlepas tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya.&lt;br /&gt; Misalnya: &lt;br /&gt;Nama ilmiah buah manggis ialah Carcinia mangostana.&lt;br /&gt;Politik divide et impera pernah merajalela di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Catatan: &lt;br /&gt;Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf atau kata yang akan dicetak miring diberi satu garis di bawahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, As’ad (ed). Ejaan Yang Disempurnakan. Jakarta: Bumi Aksara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------. 2009. Ejaan Yang Disempurnakan. Majalah Pendidikan, (Online), (http://pendidikanuntukkita.blogspot.com, diakses 20 Oktober 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuwono. G.B dan Iryanto, Tata. 1987. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang          Disempurnakan (EYD). Surabaya : Indah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-2237253473436853725?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/2237253473436853725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/05/pemakaian-huruf-kapital-dan-huruf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/2237253473436853725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/2237253473436853725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/05/pemakaian-huruf-kapital-dan-huruf.html' title='HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING DALAM KARANGAN'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-1221213328112199348</id><published>2010-05-31T22:12:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T22:39:35.973-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTRA ACEH'/><title type='text'>LEGENDA JUNGKA GAJAH</title><content type='html'>Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meurah Mulia sebenarnya layak ditulis menjadi sebuah kisah sejarah yang terabaikan dari catatan para penulis. Meurah Mulia kini menjadi sebuah kecamatan yang terletak di kawasan agak pedalaman, ke arah selatan Aceh Utara. Jika melihat kilas balik sejarah, sebenarnya Meurah Mulia merupakan bagian dari anak kerajaan Samudera Pasai (wilayah sagoe) yang sering luput dari perhatian peneliti sejarah. Padahal di bekas anak kerajaan ini banyak menyimpan sejarah yang mengharukan. Seperti namanya yang unik ; meurah dalam bahasa Aceh berarti: gajah (pomeurah), dan mulia berati: ramah, baik, dan luhur. Konon di kawasan Jungka Gajah yang menjadi ibukota kecamatan ini dulu kala ditemukan seekor gajah mati. Lalu legenda itu menjadi cikal bakal nama ibukota kecamatan sampai sekarang, yang pada dasarnya; jungka (bahasa Aceh) berarti: kepala atau muka, dan  gajah berarti: meurah. Dengan demikian  Jungka Gajah mengandung pengertian : kepala atau muka gajah. Maka serasilah antara nama Meurah Mulia dengan ibukotanya Jungka Gajah. Sumber : Cerita turun-temurun yang berkembang dalam masyarakat Aceh).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-1221213328112199348?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/1221213328112199348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/05/legenda-jungka-gajah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1221213328112199348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1221213328112199348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/05/legenda-jungka-gajah.html' title='LEGENDA JUNGKA GAJAH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-3116308145564188849</id><published>2010-02-16T23:14:00.000-08:00</published><updated>2011-12-27T21:42:27.217-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA INDONESIA'/><title type='text'>DAFTAR PUSTAKA DALAM KARYA ILMIAH</title><content type='html'>Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;(Dosen Bahasa Indonesia STAIN Malikussaleh) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Daftar pustaka merupakan daftar sejumlah buku acuan atau referensi yang menjadi bahan utama dalam suatu tulisan ilmiah. Selain buku, majalah, surat kabar, catatan harian, dan hasil pemikiran ilmuan juga dapat dijadikan sebagai referensi dalam menulis. Walija (1996:149) mengatakan bahwa daftar pustaka atau bibliografi adalah daftar buku atau sumber acuan lain yang mendasari atau menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan karangan. Unsur-unsur pada daftar pustaka hampir sama dengan catatan kaki. Perbedaannya hanya pada daftar pustaka tiada nomor halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Unsur-unsur pokok daftar pustaka adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Buku sebagai Bahan Referensi&lt;br /&gt;1) Nama pengarang, diurutkan berdasarkan huruf abjad (alfabetis). Jika nama   pengarang lebih dari dua penggal nama terakhir didahulukan atau dibalik.&lt;br /&gt;2) Tahun terbit buku, didahulukan tahun yang lebih awal jika buku dikarang oleh penulis yang sama.&lt;br /&gt;3) Judul buku, dimiringkan tulisannya atau digaris bawahi.&lt;br /&gt;4) Data publikasi, penerbit, dan tempat terbit.&lt;br /&gt;5) DAFTAR PUSTAKA ditulis dengan huruf kapital semua dan menempati posisi paling atas pada halaman yang terpisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh penulisan daftar pustaka buku sebagai referensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamdani. 2011. Cerdas Berbahasa Indonesia. Lhokseumawe: Unimal Press.&lt;br /&gt;Ismail, Taufiq. 1993. Tirani dan Benteng. Jakarta: Yayasan Ananda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika bahan rujukan atau acuan dalam daftar pustaka yang bersumber dari internet ditulis sesuai dengan aturannya tersendiri berdasarkan pendapat Alamsyah (2008:119) sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Rujukan dari Internet Berupa Artikel dari Jurnal&lt;br /&gt;Nama penulis di tulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti oleh tahun, judul karya (dicetak miring) dengan diberikan keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: &lt;br /&gt;Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), jilid 5, No 4, (http://www.malang.ac.id, diakses 20 Januari 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Rujukan dari Internet Berupa E-mail Pribadi&lt;br /&gt;Nama pengirim (jika ada) disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: 1&lt;br /&gt;Davis, A. (a.davis @uwts.edu.au). 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tolls. Email kepada Alison Hunter (huntera @usq.edu.au).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: 2&lt;br /&gt;Mulya, Hamdani. (mulyahamdani @yahoo.com). 15 Oktober 2009. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Email kepada Redaktur  Majalah Santunan Jadid (redaksisantunan @gmail.com).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-3116308145564188849?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/3116308145564188849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/02/daftar-pustaka-dalam-karya-ilmiah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3116308145564188849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3116308145564188849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/02/daftar-pustaka-dalam-karya-ilmiah.html' title='DAFTAR PUSTAKA DALAM KARYA ILMIAH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-2139771771768046034</id><published>2010-02-04T19:48:00.000-08:00</published><updated>2011-10-29T23:22:17.279-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SALAM REDAKSI'/><title type='text'>AUTOBIOGRAFI HAMDANI, S.Pd.</title><content type='html'>AUTOBIOGRAFI HAMDANI, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/S2uWBFM0gAI/AAAAAAAAANQ/K7pnmbEBw9k/s1600-h/Picture0162.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/S2uWBFM0gAI/AAAAAAAAANQ/K7pnmbEBw9k/s320/Picture0162.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434602320672620546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAMDANI, S.Pd. dengan nama pena Hamdani Mulya. Lahir di Paya Bili, Meurah Mulia, Aceh Utara, pada 10 Mai 1979. Alumni Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, FKIP, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Menulis puisi, cerpen, artikel pendidikan, dan berita di beberapa majalah dan surat kabar. Karya Hamdani Mulya dipublikasikan di harian Serambi Indonesia, Kutaradja, Waspada, Haba Rakyat, Majalah Fakta, Santunan Jadid, Seumangat BRR, dan di beberapa website (blog) internet seperti: http://hamdanimulya.blogspot.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisinya juga terkumpul bersama penyair Aceh lainnya dalam antologi puisi Dalam Beku Waktu, tahun 2003 diterbitkan oleh Dewan Kesenian Banda Aceh (DKB). Puisi Hamdani Mulya yang berjudul “ Rindu dalam Damai di Bawah Payung Cinta” menjadi puisi favorit bagi dewan juri dalam acara lomba cipta puisi “Damai dalam Sastra” yang diselenggarakan oleh UKM Teater Nol, Unsyiah, dan menjadi puisi katagori puisi terbaik juara I tahun 2003. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Ham, panggilan akrab penulis kota Belahan Sungai, Lhokseumawe ini, adalah mantan wartawan surat kabar mingguan Haba Rakyat (2008). Sejak tahun 2006 sampai sekarang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan bertugas sebagai guru Bahasa Indonesia di MAN kota Lhokseumawe sambil mengasuh mata kuliah yang sama di STAIN Malikussaleh berstatus sebagai dosen luar biasa. Mantan dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe dan kadang-kadang menjadi dosen luar biasa di Universitas Malikussaleh. &lt;br /&gt;Buah pikirannya tentang sastra, bahasa, dan pendidikan juga menjadi bahan rujukan skripsi mahasiswa STAIN. Pada tahun 2005 Hamdani Mulya diundang oleh Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas. Untuk ikut serta dalam seminar nasional guru seluruh Indonesia di Bogor. Karena cerpennya yang berjudul “Nahkoda Pelabuhan Air Mata” masuk dalam finalis lomba mengarang cerpen tingkat nasional. Di ajang inilah ia berguru dan belajar menulis puisi beberapa saat kepada penyair nasional Taufiq Ismail dan Sutardji Calzoum Bachri “Presiden Penyair” Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dan latihan (diklat) lain yang pernah diikutinya yaitu: Diklat Penyiaran Radio Baiturrahman FM, di Banda Aceh tahun 2002, Diklat Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia di Medan tahun 2006, Diklat Pra Jabatan PNS di Sigli tahun 2006, Munyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di lhokseumawe tahun 2007, dan Training and Teacher Education and Training in Aceh (TETA) di Lhokseumawe tahun 2007.&lt;br /&gt;Hamdani Mulya juga telah membacakan sealakadar puisi ciptaannya di beberapa kota seperti Lhokseumawe, Sigli, Banda Aceh, Medan dan Bogor. Kumpulan puisinya yang berjudul “Tsunami Aceh” dibacakan di radio Multi Suara FM, Lhokseumawe. Disamping menjadi guru dan dosen kadang-kadang juga menjadi dewan juri lomba cipta puisi dan cerpen tingkat siswa di Lhokseumawe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd adalah penulis buku "Cerdas Berbahasa Indonesia" yang diterbitkan oleh Unimal Press,(Diekspos Metro Aceh/Rakyat Aceh, 5 Maret 2011).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-2139771771768046034?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/2139771771768046034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/02/biografi-hamdani-mulya-spd.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/2139771771768046034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/2139771771768046034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/02/biografi-hamdani-mulya-spd.html' title='AUTOBIOGRAFI HAMDANI, S.Pd.'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/S2uWBFM0gAI/AAAAAAAAANQ/K7pnmbEBw9k/s72-c/Picture0162.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-8735409223033149749</id><published>2010-01-10T23:01:00.000-08:00</published><updated>2011-10-29T23:24:53.434-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALBUM PHOTO'/><title type='text'>COVER PRA BUKU "Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi"  Karya HAMDANI MULYA, S.Pd</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/S0rZmQ_Q_GI/AAAAAAAAANI/kfmI7OTCQ1M/s1600-h/Picture0163.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/S0rZmQ_Q_GI/AAAAAAAAANI/kfmI7OTCQ1M/s320/Picture0163.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425387952539761762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Photo : Penulis pra buku (Diktat) "Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi" Hamdani, S.Pd bersama buku yang selesai ditulisnya pada 1 Januari 2010. Buku ini ditulis dalam kurun waktu selama satu (1) tahun. Bahan referensi dalam buku ini lebih dari 20 buku pengarang nasional dan daerah, serta sebagian isinya merupakan karya penulis yang sudah dipublikasikan di beberapa majalah dan surat kabar. Merupakan karya yang orisinil, hak cipta ada pada pengarang. Buku yang layak menjadi referensi bagi mahasiswa di Perguruan Tinggi. Penulis buku ini adalah Hamdani, S.Pd dengan nama pena Hamdani Mulya. Putra sulung dari Tgk. Ibrahim PMTOH, kelahiran Gampong Paya Bili, Kec. Meurah Mulia, Kab. Aceh Utara pada 10 Mai 1979. Dosen Bahasa Indonesia STAIN Malikussaleh dan guru MAN Lhokseumawe. Alumni Jurusan PBSID, FKIP, Universitas Syiah Kuala. Semoga buku ini bermanfaat bagi para mahasiswa, guru dan dosen, serta masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Dengan selalu memohon rahmat dan Ridha dari Allah SWT. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-8735409223033149749?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/8735409223033149749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/01/cover-pra-buku-bahasa-indonesia-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/8735409223033149749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/8735409223033149749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/01/cover-pra-buku-bahasa-indonesia-untuk.html' title='COVER PRA BUKU &quot;Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi&quot;  Karya HAMDANI MULYA, S.Pd'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/S0rZmQ_Q_GI/AAAAAAAAANI/kfmI7OTCQ1M/s72-c/Picture0163.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-610710882941257319</id><published>2010-01-08T19:15:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T17:34:48.671-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AGAMA ISLAM'/><title type='text'>TERJEMAHAN AYAT Al-QUR'AN DAN HADIS</title><content type='html'>Terjemahan ayat Al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan ”, &lt;br /&gt;( Q.S. Al-Mujaadilah : 11 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                           &lt;br /&gt;                     Terjemahan Hadis rawi Tarmidzi dan Hadis sahih Muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pelajarilah ilmu pengetahuan sebagai tanda takut kepada Allah, menuntutnya adalah ibadah, mengingatnya adalah tasbih, mengajarkannya kepada orang-orang yang tidak berilmu adalah sadaqah dan menebarkannya adalah pengabdian“.&lt;br /&gt;                                 ( H.R Tarmidzi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis di bawah ini dikutip dari buku "Mutiara Hadis Sahih Muslim" karya terjemahan Achmad Sunarto, dalam rangka pengembangan Agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, beliau berkata : Rasulullah s.a.w bersabda: “Iman itu ada tujuh puluh cabang lebih (tiga sampai sembilan) atau enam puluh cabang lebih. Yang paling utama adalah ucapan LAA ILAAHA ILLALLAAH dan yang paling rendah adalah menyingkirkan apa saja dari jalan. Malu adalah satu cabang dari iman.&lt;br /&gt;                                 ( H.R Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Barzah, dia berkata : “Aku pernah mengatakan : Wahai Nabi Allah, ajarkan kepadaku sesuatu yang berguna”. Beliau menjawab : “Hilangkan gangguan dari jalanan orang-orang Islam",( H.R Muslim ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda : “Sesungguhnya ada sebatang pohon bisa menyusahkan kaum muslimin. Lalu datang seseorang dan menebangnya. Dan diapun masuk surga”, ( H.R Muslim ).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-610710882941257319?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/610710882941257319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/01/terjemahan-ayat-al-quran-dan-hadist.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/610710882941257319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/610710882941257319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2010/01/terjemahan-ayat-al-quran-dan-hadist.html' title='TERJEMAHAN AYAT Al-QUR&apos;AN DAN HADIS'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-6350052769629020105</id><published>2009-12-16T01:45:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T17:48:49.164-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALBUM PHOTO'/><title type='text'>PHOTO ULAMA KHARISMATIK ACEH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/Syis74ULITI/AAAAAAAAAMI/QFWp2cavoDo/s1600-h/Abu+nasir+woyla.(cucu+abu+ibrahim+woyla)2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/Syis74ULITI/AAAAAAAAAMI/QFWp2cavoDo/s320/Abu+nasir+woyla.(cucu+abu+ibrahim+woyla)2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415768696642281778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar : TEUNGKU ABU NASIR WOYLA, ( CUCU ALMARHUM ULAMA KHARISMATIK ACEH, TGK. ABU IBRAHIM WOYLA, ACEH BARAT ).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-6350052769629020105?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/6350052769629020105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/12/photo-ulama-kharismatik-aceh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/6350052769629020105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/6350052769629020105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/12/photo-ulama-kharismatik-aceh.html' title='PHOTO ULAMA KHARISMATIK ACEH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/Syis74ULITI/AAAAAAAAAMI/QFWp2cavoDo/s72-c/Abu+nasir+woyla.(cucu+abu+ibrahim+woyla)2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-9074556502619955158</id><published>2009-10-27T20:39:00.001-07:00</published><updated>2011-07-23T22:56:22.977-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALBUM PHOTO'/><title type='text'>MASJID TERTUA DI SUMATERA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/Sue95vwKOII/AAAAAAAAALo/fj4KONdYqsE/s1600-h/m+2.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 249px; height: 181px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/Sue95vwKOII/AAAAAAAAALo/fj4KONdYqsE/s320/m+2.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397491478195484802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar : Masjid Baiturrahman, Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/Sue9UZl5d5I/AAAAAAAAALg/eWMFWifYgPI/s1600-h/m+1.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 178px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/Sue9UZl5d5I/AAAAAAAAALg/eWMFWifYgPI/s320/m+1.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397490836591703954" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar : Masjid Raya Gantiang, Kota Padang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-9074556502619955158?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/9074556502619955158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/10/mesjid-tertua-di-sumatera.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/9074556502619955158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/9074556502619955158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/10/mesjid-tertua-di-sumatera.html' title='MASJID TERTUA DI SUMATERA'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/Sue95vwKOII/AAAAAAAAALo/fj4KONdYqsE/s72-c/m+2.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-3918275437156442086</id><published>2009-10-27T19:23:00.000-07:00</published><updated>2011-07-24T21:57:26.372-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEJARAH UMUM'/><title type='text'>CUT NYAK MEUTIA PAHLAWAN NASIONAL DARI ACEH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SxnNAqUV3_I/AAAAAAAAAL4/NydYjadLWQ8/s1600-h/Picture0151.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SxnNAqUV3_I/AAAAAAAAAL4/NydYjadLWQ8/s320/Picture0151.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411581838505664498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar : Rumah Cut Meutia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah saksi sejarah perjuangan pahlawan nasional asal Aceh, Cut Meutia. Rumah Cut Meutia berada di kecamatan Matang kuli, desa Pirak. Foto ini adalah rumah yang dibangun oleh pemerintah untuk menghormati dan mengenang jasa pahlawan ini. Sedangkan rumah aslinya sudah dibakar oleh kolonialisme Belanda. Saat ini rumah Cut Meutia sering dikunjungi oleh wisatawan dan sejarawan untuk meneliti sejarah pahlawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SxnMeIL3UcI/AAAAAAAAALw/vqBziwEszZI/s1600-h/Picture0153.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SxnMeIL3UcI/AAAAAAAAALw/vqBziwEszZI/s320/Picture0153.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411581245227749826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar : Cut Nyak Meutia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TJOT NYAK MEUTIA WANITA GAGAH DARI SERAMBI MEKKAH&lt;br /&gt;Sumber Asli: Dari Wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cut Nyak Meutia&lt;br /&gt;(Lahir Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, 1870 - Meninggal Alue Kurieng, Aceh, 24 Oktober 1910) adalah pahlawan nasional Indonesia dari daerah Aceh. Ia dimakamkan di Alue Kurieng, Aceh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya Cut Meutia melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Cik Tunong. Namun pada bulan Maret 1905, Cik Tunong berhasil ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe. Sebelum meninggal, Teuku Cik Tunong berpesan kepada sahabatnya Pang Nagroe agar mau menikahi istrinya dan merawat anaknya Teuku Raja Sabi.&lt;br /&gt;Cut Meutia kemudian menikah dengan Pang Nagroe sesuai wasiat suaminya dan bergabung dengan pasukan lainnya dibawah pimpinan Teuku Muda Gantoe. Pada suatu pertempuran dengan Korps Marechausée di Paya Cicem, Cut Meutia dan para wanita melarikan diri ke dalam hutan. Pang Nagroe sendiri terus melakukan perlawanan hingga akhirnya tewas pada tanggal 26 September 1910.&lt;br /&gt;Cut Meutia kemudian bangkit dan terus melakukan perlawanan bersama sisa-sisa pasukkannya. Ia menyerang dan merampas pos-pos kolonial sambil bergerak menuju Gayo melewati hutan belantara. Namun pada tanggal 24 Oktober 1910, Cut Meutia bersama pasukkannya bentrok dengan Marechausée di Alue Kurieng. Dalam pertempuran itu Cut Nyak Meutia gugur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT NYAK MEUTIA WANITA ANGGUN BERHATI BAJA MENGUSIR BELANDA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cut Meutia adalah pahlawan dari Aceh atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tanah Rencong. Ia lahir tahun 1870. Ayahnya bernama Teuku Ben Daud Pirak. Ibunya bernama Cut Jah. Cut Meutia adalah satu-satunya anak perempuan dari lima bersaudara. Keluarga ini adalah salah satu dari sekian banyak keluarga Mujahid (pejuang) yang pernah dimiliki Aceh, yang juga terkenal dengan julukan Serambi Mekah. Sejak kecil Cut Meutia dididik ilmu agama oleh banyak ulama. Bahkan ayahnya sendiri adalah salah satu dari sekian banyak guru agama yang pernah mengajarnya.&lt;br /&gt;Cut Meutia tumbuh sebagai seorang gadis cantik rupawan. Banyak pemuda yang datang untuk meminang dan menikahinya. Akhirnya, seorang pemuda bernama Teuku Cik Tunong berhasil meminang dan menikahinya. Saat itu tanah Aceh sedang berada dalam bahaya. Para pejuang Aceh sekuat tenaga berusaha mengusir penjajah Belanda. Cut Meutia terpanggil untuk berjuang di medan laga bersama suaminya. “Kita harus berjuang mengusir penjajah!” demikian tekad pasangan itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sejak itulah mereka keluar masuk hutan untuk bertempur dan melawan Belanda. Namun, Teuku Cik Tunong tertangkap Belanda dan dijatuhi hukuman mati. Ia mati syahid sebagai seorang pejuang. “Kobarkan terus perjuangan! Mati satu tumbuh seribu!” Itulah kata terakhir Teuku Cik Tunong sebelum menjalani hukuman mati. Sepeninggal Teuku Cik Tunong, tidak lama kemudian Cut Meutia memilih kembali pendamping hidupnya. Ia seorang pejuang juga yang bernama Cik Pang Nanggroe (Cik Pang Nagru).&lt;br /&gt;Bersama suaminya, Cut Meutia meneruskan perjuangan dengan lebih dahsyat. “Jangan biarkan Belanda lolos dari sergapan kita!” kata suami istri pejuang itu dengan bersemangat. Mereka semakin gencar menyergap patroli-patroli Belanda. Sudah banyak korban dari pihak pasukan Belanda yang tewas di tangan Cut Meutia dan suaminya. Menghadapi keadaan itu, pasukan Belanda semakin takut terhadap Srikandi dari Tanah Rencong itu.&lt;br /&gt;Namun, pada sebuah pertempuran, Cik Pang Nagru gugur di medan perang. Cut Meutia dengan 45 pasukan yang tersisa berhasil meloloskan diri. “Kita lanjutkan perang dengan cara bergerilya,” perintah Cut Meutia kepada pasukannya. Bersama pasukannya yang hanya memiliki 13 pucuk senjata, Cut Meutia melanjutkan perang secara bergerilya. Raja Sabil, putra Cut Meutia yang baru berumur 11 tahun, selalu mengikuti ibunya pergi berjuang.&lt;br /&gt;Kekuatan yang tidak seimbang antara pasukan Belanda dan pasukan Cut Meutia membuat banyak kerabat dan teman dekat Cut Meutia mulai merasa cemas. Mereka mengusulkan agar ia menyerah dan meminta pengampunan dari Belanda. Namun usulan itu ditolak mentah-mentah oleh Cut Meutia. “Tidak!” jawabnya tegas,” Aku akan berjuang sampai titik darah penghabisan!”. Sejak pertama kali mengenal kata berjuang, Cut Meutia telah menanamkan tekad “takkan surut kaki melangkah hingga badan berkalang tanah”.&lt;br /&gt;Pada tahun 1903, Sultan Mahmud Daud Syah terpaksa menyerah kepada Belanda. Peristiwa itu disusul dengan menyerahnya raja-raja lain, seperti pasukan yang dipimpin oleh Panglima Polim. Melihat kenyataan itu, Cut Meutia tidak sedikitpun mengendurkan nyalinya dalam berjuang. Pada suatu hari tempat persembunyian Cut Meutia tercium oleh Belanda. Belanda langsung mengerahkan pasukannya menyerbu tempat persembunyian itu. “Sekarang kau dan pasukanmu telah dikepung! Cepatlah menyerah!” teriak komandan pasukan Belanda. Namun, Cut Meutia tetap menolak untuk takluk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan hanya bersenjata sebilah rencong dan pedang, ia maju paling depan untuk memimpin pasukannya. Bagai singa terluka, Cut Meutia menyerang, menebas dan menerjang lawan tanpa rasa gentar. Banyak pasukan Belanda yang tewas. Di tengah pertempuran, sebutir peluru menembus tubuh Cut Meutia. Darah mengucur deras. Akhirnya, Cut Meutia gugur di medan pertempuran sebagai pejuang dari tanah rencong.&lt;br /&gt;Cut Meutia dengan gagah berani membuktikan kecintaannya kepada nusa dan bangsanya. Ia membela dan memperjuangkan kedaulatan bangsa sampai titik darah penghabisan. Itulah yang dilakukan Cut Meutia. Atas jasa-jasa yang tak ternilai harganya, Pemerintah Republik Indonesia menganugerahi gelar Pahlawan Nasional. Ia pun dijuluki sebagai Mujahidah dari Tanah Rencong.&lt;br /&gt;Moral : Janganlah cepat menyerah dalam perjuangan apa pun. Sepanjang masih ada kesempatan gunakan untuk meraih hasil sebaik-baiknya. Semoga cita-cita dan semangat juang Cut Meutia bisa dicontoh oleh generasi penerus bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Cerita Asli Indonesia Elexmedia &lt;br /&gt;Ditulis dalam Cerita Anak&lt;br /&gt;(LOMBA JURNALISTIK PAUD TINGKAT NASIONAL TAHUN 2009) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEUKU CUT MUHAMMAD DAN CUT NYAK MEUTIA&lt;br /&gt;( Kisah Romantis di Medan Perang )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan M Adli Abdullah&lt;br /&gt;( Serambi Indonesia, 25 Oktober 2009 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam “sejarah tercecer” ini saya papar kisah perjuangan Teuku Cut Muhammad dan Cut Nyak Meutia. Banyak kisah kedua pahlawan Aceh yang gagah berani ini. Namun kisah cinta mereka jarang diangkat. Sepenggal kisah itu diungkap dalam buku Karim, seorang sipir (penginjak rem) kereta api. Ternyata kisah cinta Teuku Cut Muhammad jauh lebih hebat dari yang biasa kita saksikan di film-film percintaan. Bagaimana ia merelakan istrinya kawin lagi demi perjuangan melawan penjajah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cut Muhammad mengajarkan kita tentag satu kisah kepahlawanan sejati. Ini disimak ketika detik-detik ia dieksikusi penjajah Belanda. Cintanya terhadap tanah air ternyata melampaui cinta alamiah dengan seorang perempuan. Kisah cinta seperti ini juga pernah dilakonkan Hang Tuah dari Tanah Melayu dengan Puteri Gunung Ledang dari Tanah Jawa. Hang Tuah membatalkan cintanya kepada Puteri Gunung Ledang demi cinta kepada tanah airnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belanda sendiri sangat gusar terhadap gerakan yang dimainkan oleh Teuku Cut Muhammad dan isterinya Cut Mutia. Teuku Cut Muhammad bukan saja makin banyak mendapat simpati dari masyarakat wilayah keureuto dan sekitarnya tetapi juga kemahirannya berkelahi bersama-sama isterinya makin bertamba baik. Mayor H N A Swart komandan pasukannya di Lhokseumawe diperintahkan untuk menempuh berbagai jalan untuk menyelamatkan kehormatan Belanda baik di Aceh, Batavia (Jakarta) dan luar negeri. Hingga Maret 1905, berhasil menawan Teuku Cut Muhammad dengan tipu muslihat dan disekap di dalam penjara Lhokseumawe. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita itu cepat sampai ke Kutaraja. Kesibukan terjadi di kalangan pimpinan pemerintahan Belanda, baik di Kutaraja maupun di Lhokseumawe, membicarakan langkah-langkah yang perlu diambil secara tepat terhadap Teuku Cut Muhammad, seorang tokoh yang telah lama menjengkelkan Belanda. Pada tanggal 25 Maret 1905, Teuku Cut Muhammad dijatuhi hukuman gantung. Hukuman gantung tidak sempat dilakukan karena Gubernur Van Daalen pengganti Van heutz mengubahnya menjadi hukuman tembak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Van Daalen ”tidak layak menjatuhi hukuman gantung terhadap orang-orang yang berjuang dengan cara gagah berani seperti Teuku Cut Muhammad.” Menjelang hari pelaksanaan hukuman tembak, penguasa Belanda mengizinkan Teuku Cut Muhammad menerima kunjungan isterinya di penjara. Pertemuan terakhir itu dijamin tidak akan mengakibatkan penangkapan-penangkapan baru. Di sinilah terjadi kisah cinta memilukan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Cut Nyak Meutia sambil menggendong bayi berkulit putih nan tampan membuat Teuku Cut Muhammad tersenyum. Nyak Mutia pun senyum memandang senyum sang kekasihnya itu. Si bayinya dalam gendongan meronta-ronta kegirangan bertemu sang ayah, meskipun bocah itu tak paham kalau hari itu pertemuannya yang terakhir dengan sang pahlawan sejati. Dari jeruji bui, Teuku Cut Muhammad mengulurkan tangannya yang cepat dijangkau Cut Nyak Mutia lalu menciumnya seperti tak melepaskan. Kedua mata yang saling mencinta itu berpagut dalam rindu tak terkira, dan rona empat mata yang basah air bening terus berpandang. “Pesanku, lanjutkan perjuangan bersama-sama rekan seperjuangan kita,” ujar kepada Cut Nyak Mutia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Insya Allah, pasti kupenuhi wasiatmu itu. Saya berjanji,” jawab Mutia dengan penuh yakin. “Dan, . . . bagi seorang wanita sangat sulit terjun ke kancah perjuangan apabila tiada seorang suami mendampinginya,” lanjut Teuku Cut Muhammad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Setelah aku menjalani hukuman nanti dan idahmu telah selesai, kawinlah dengan Pang Nanggroê.” Saat itu air mata Cut Nyak Meutia tak terbendung. Dadanya sesak, dan hatinya hendak menjerit mendengar ucapan suaminya yang begitu ikhlas. “Pang Nanggroê adalah temanku yang paling setia,” sambung Teuku Cut Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya berjanji, saya akan mematuhi wasiatmu, demi cintaku padamu, demi sayangku pada putera kita Raja Sabi dan demi keyakinanku akan meneruskan perjuangan melawan Belanda, sepeninggalmu kelak,” jawab Cut Meutia dengan terseduh. Wajah Teuku Cut Muhammad memantulkan rasa puas. Ia merasa bahagia, karena harapannya akan dipenuhi isterinya. Pada tanggal 25 maret 1905 Teuku Cut Muhammad digiring ke tepi laut Lhokseumawe untuk dihukum tembak. Sedangkan isterinya Cut Meutia setelah selesai iddahnya kawin dengan Pang Nanggroe dan melanjutkan perjuangan sampai keakhir hayatnya dan Pang Nanggroe Syahid pada tanggal 25 September 1910 dan dikebumikan di Lhokseukon sedangkan Cut Meutia syahid pada tanggal 25 Oktober 1910 dan dikebumikan di Alur dua pucok Krueng Keureuto, Matangkuli bersama dengan Tgk Di Barat dan syuhada syuhada lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karim penulis buku “Pengalamanku Masa perang Aceh” mengisahkan peristiwa memilukan itu. Ia menulis tentang Cut Muhammad; “Sewaktu petang hari saja pulang dari kerdja dan Dina (Isterinya) berdiri diberanda menjambutku dengan muka berseri, kepadanja lalu saja kabarkan bahwa Teuku Tjhiek Tunong (Teuku Cut Muhammad) telah ditangkap Belanda di Lho Seumawe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Djadi ia ditahan sekarang?” tanja Dina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ja” sahutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pahlawan jang malang!” udjar Dina. “Sedih kita mengenangkan isterinja Tjut Methia jang sekarang konon kabarnja mempunyai bayi ketjil”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan, hai, Karim, bila kita akan dianugerahi Tuhan pula seorang anak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekelumit kisah perang Aceh yang direkam Karim, penginjak rem kereta api yang masa tuanya menikmati pensiun di Amaliun Medan. Sebagai pegawai kereta Api, Karim tidak bisa melupakan pengalamannya itu. Dia juga tidak bisa melupakan jasa Teuku Cut Muhammad yang telah membantunya sewaktu disandera oleh pasukan suami Cut Meutia ini. Kisah cinta seperti Teuku Cut Muhammad banyak terjadi pada era konflik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, kenapa perang harus selalu terjadi? Bagi pihak Belanda, siapapun yang berperang di Aceh adalah pahlawan, demikian pula rakyat Aceh siapapun mereka yang melawan Belanda adalah juga pahlawan. Mereka rela meninggalkan keluarga mereka untuk mengangkat senjata. Sesungguhnya siapa sebenarnya pahlawan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Aceh, banyak pahlawan yang kisah perjuangan mereka dianggap sebagai angin lalu. Inilah ironi masyarakat Aceh yang kurang memahami rekaman sejarah, sehingga tidak menjadi pelajaran generasi sekarang ini. Memahami makna perjuangan sejati, bukan hanya sekedar ambisi, lalu menumpuk harta dan memperkaya diri setelah berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Penulis adalah pemerhati Sejarah, Adat dan Budaya Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama:Cut Nyak Meutia &lt;br /&gt;Lahir:Keureuto, Pirak, Aceh Utara, pada tahun 1870&lt;br /&gt;Meninggal:Pasai, Aceh Utara, 24 Oktober 1910 &lt;br /&gt;Suami:&lt;br /&gt;- Suami pertama: Teuku Muhammad alias Teuku Cik Tunong (meninggal Mei &lt;br /&gt;1905) &lt;br /&gt;- Suami kedua: Pang Nangru atau Pang Nanggroe (meninggal September 1910 di Paya Cicem)&lt;br /&gt;Anak: Raja Sabil&lt;br /&gt;Perjuangan: Perang gerilya di daerah Pasai&lt;br /&gt;Tanda Penghormatan:&lt;br /&gt;Pahlawan Kemerdekaan Nasional  &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CUT NYAK MEUTIA (1870-1910)&lt;br /&gt;PAHLAWAN NASIONAL DARI ACEH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameo yang mengatakan wanita sebagai insan lemah dan harus selalu dilindungi tidak selamanya benar. Itu dibuktikan oleh Cut Nyak Meutia, wanita asal Nangroe Aceh Darussalam, yang terus berjuang melawan Belanda hingga tewas diterjang tiga peluru di tubuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita kelahiran Pirak, Matang kuli, Aceh Utara, tahun 1870, ini adalah seorang Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang hingga titik darah penghabisan tetap memegang prinsip tak akan mau tunduk kepada kolonial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Cut Nyak Meutia lahir, pasukan Belanda sudah menduduki daerah Aceh yang digelari serambi Mekkah tersebut. Perlakuan Belanda yang semena-mena dengan berbagai pemaksaan dan penyiksaan akhirnya menimbulkan perlawanan dari rakyat. Tiga tahun sebelum perang Aceh-Belanda meletus, ketika itulah Cut Nyak Meutia dilahirkan. Suasana perang pada saat kelahiran dan perkembangannya itu, di kemudian hari sangat memengaruhi perjalanan hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sudah beranjak dewasa, dia menikah dengan Teuku Muhammad, seorang pejuang yang lebih terkenal dengan nama Teuku Cik Tunong. Walaupun ketika masih kecil ia sudah ditunangkan dengan seorang pria bernama Teuku Syam Syarif, tetapi ia memilih menikah dengan Teuku Muhammad, pria yang sangat dicintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang terhadap pendudukan Belanda terus berkobar seakan tidak pernah berhenti. Cut Nyak Meutia bersama suaminya Teuku Cik Tunon langsung memimpin perang di daerah Pasai. Perang yang berlangsung sekitar tahun 1900-an itu telah banyak memakan korban baik dari pihak pejuang kemerdekaan maupun dari pihak Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Belanda yang mempunyai persenjataan lebih lengkap memaksa pasukan pejuang kemerdekaan yang dipimpin pasangan suami istri itu melakukan taktik perang gerilya. Berkali-kali pasukan mereka berhasil mencegat patroli pasukan Belanda. Di lain waktu, mereka juga pernah menyerang langsung ke markas pasukan Belanda di Idie. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak kerugian pemerintahan Belanda baik berupa pasukan yang tewas maupun materi diakibatkan perlawanan pasukan Cut Nyak Meutia. Karenanya, melalui pihak keluarga Meutia sendiri, Belanda selalu berusaha membujuknya agar menyerahkan diri. Namun Cut Nyak Meutia tidak pernah tunduk terhadap bujukan yang terkesan memaksa tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama suaminya, tanpa kenal takut dia terus melakukan perlawanan. Namun naas bagi Teuku Cik Tunong, suaminya. Suatu hari di bulan Mei tahun 1905, Teuku Cik Tunong berhasil ditangkap pasukan Belanda. Ia kemudian dijatuhi hukuman tembak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berselang beberapa lama setelah kematian suaminya, Cut Nyak Meutia menikah lagi dengan Pang Nangru, pria yang ditunjuk dan dipesan suami pertamanya sebelum menjalani hukuman tembak. Pang Nangru adalah teman akrab dan kepercayaan suami pertamanya, Teuku Cik Tunong. Bersama suami keduanya itu, Cut Nyak Meutia terus melanjutkan perjuangan melawan pendudukan Belanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain pihak, pengepungan pasukan Belanda pun semakin hari semakin mengetat yang mengakibatkan basis pertahanan mereka semakin menyempit. Pasukan Cut Meutia semakin tertekan mundur, masuk lebih jauh ke pedalaman rimba Pasai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, mereka pun terpaksa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menyiasati pencari jejak pasukan Belanda. Namun pada satu pertempuran di Paya Cicem pada bulan September tahun 1910, Pang Nangru juga tewas di tangan pasukan Belanda. Sementara Cut Nyak Meutia sendiri masih dapat meloloskan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian Pang Nangru membuat beberapa orang teman Pang Nangru akhirnya menyerahkan diri. Sedangkan Meutia walaupun dibujuk untuk menyerah namun tetap tidak bersedia. Di pedalaman rimba Pasai, dia hidup berpindah-pindah bersama anaknya, Raja Sabil, yang masih berumur sebelas tahun untuk menghindari pengejaran pasukan Belanda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pengejaran pasukan Belanda yang sangat intensif membuatnya tidak bisa menghindar lagi. Rahasia tempat persembunyiannya terbongkar. Dalam suatu pengepungan yang rapi dan ketat pada tanggal 24 Oktober 1910, dia berhasil ditemukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun pasukan Belanda bersenjata api lengkap tapi itu tidak membuat hatinya kecut. Dengan sebilah rencong di tangan, dia tetap melakukan perlawanan. Namun tiga orang tentara Belanda yang dekat dengannya melepaskan tembakan. Dia pun gugur setelah sebuah peluru mengenai kepala dan dua buah lainnya mengenai dadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cut Nyak Meutia gugur sebagai pejuang pembela bangsa. Atas jasa dan pengorbanannya, oleh negara namanya dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang disahkan dengan SK Presiden RI No.107 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** Sumber Asli: Dari Tokoh Indonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-3918275437156442086?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/3918275437156442086/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/10/cut-nyak-meutia.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3918275437156442086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3918275437156442086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/10/cut-nyak-meutia.html' title='CUT NYAK MEUTIA PAHLAWAN NASIONAL DARI ACEH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SxnNAqUV3_I/AAAAAAAAAL4/NydYjadLWQ8/s72-c/Picture0151.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-7955674898330890949</id><published>2009-10-20T22:42:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T22:41:21.396-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>MENUMBUHKAN MOTIVASI PADA SISWA</title><content type='html'>MENUMBUHKAN MOTIVASI PADA SISWA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Sri Wahyuni, A.Ma.* dan Hamdani, S.Pd.**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ’’motif’’ dimaksud segala daya yang mendorong seorang anak tidak berbuat seperti seharusnya, maka harus diselidiki apa sebabnya. Sebab-sebab ini sering bermacam-macam, mungkin ia tak sanggup, sakit, lapar, benci, kepada pekerjaan atau kepada guru, tak pandai belajar, sibuk dengan pekerjaan lain, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan motivasi dimaksud usaha-usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi sehingga anak itu mau, ingin melakukannya. Bila ia tidak suka, ia akan berusaha untuk mengelakkannya. Anak-anak akan giat mengangkat batu untuk mendirikan benteng dalam permainan perang-perangan, tetapi mereka tidak sudi menggeser sebuah batu pun kalau pekerjaan itu tak menarik, kecuali dengan paksaan dan pengawasan. Anak yang mempunyai inteligensi tinggi mungkin gagal dalam pelajaran karena kekurangan motivasi. Hasil yang baik tercapai dengan motivasi yang kuat. Anak yang gagal tak begitu saja dapat dipersalahkan. Mungkin gurulah yang tak berhasil memberi motivasi yang membangkitkan kegiatan pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi motivasi bukan pekerjaan yang mudah. Motivasi yang berhasil bagi seorang anak atau suatu kelompok mungkin tak berhasil bagi anak atau kelompok lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SUATU TEORI TENTANG MOTIVASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut seorang ahli ilmu jiwa dalam motivasi ada suatu hierarki, yaitu motivasi itu mempunyai tingkatan-tingkatan dari bawah sampai ke atas yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kebutuhan fisiologis, seperti lapar, haus, kebutuhan akan istirahat, dan &lt;br /&gt;sebagainya.&lt;br /&gt;2. Kebutuhan akan keamanan, (security), yakni rasa terlindung, bebas dari takut dan kecemasan.&lt;br /&gt;3. Kebutuhan akan cinta dan kasih: rasa diterima dan dihargai dalam suatu kelompok ( keluarga, sekolah, teman sebaya ).&lt;br /&gt;4. Kebutuhan untuk mewujudkan diri sendiri, yakni mengembangkan bakat dengan usaha mencapai hasil dalam bidang pengetahuan, sosial, pembentukan pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu hal yang penting ialah, bahwa motivasi pada setiap tingkat yang di atas hanya dapat dibangkitkan apabila telah dipenuhi tingkat motivasi di bawahnya. Bila kita ingin anak belajar dengan baik ( tingkat 5 ), maka haruslah terpenuhi tingkat (1) s/d (4). Anak yang lapar, merasa tak aman, yang tak dikasihi, yang tak diterima sebagai anggota masyarakat kelas, yang guncang harga dirinya, tidak akan dapat belajar dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi dapat timbul dari dalam individu dan dapat pula timbul akibat pengaruh, dari dalam dan dari luar dirinya. Hal ini akan di uraikan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Motivasi Intrinsik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemauan sendiri. Misalnya anak mau belajar karena ingin memperoleh ilmu pengetahuan dan ingin menjadi orang berguna bagi nusa, bangsa, dan negara. Oleh krena itu, ia rajin belajar tanpa ada suruhan dari orang lain. Cara membangkitkan motivasi intrinsik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menciptakan suasana yang menyenangkan.&lt;br /&gt;Anak-anak harus merasa aman dan senang dalam kelas sebagai anggota yang dihargai dan dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menggairahkan siswa&lt;br /&gt;Dalam kegiatan rutin di kelas sehari-hari pengajar harus berusaha menghindari hal-hal yang mononton dan membosankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mengarahkan&lt;br /&gt;Pengajar harus mengarahkan tingkah laku siswa, dengan cara menunjukkan pada siswa hal-hal yang di lakukan secara tidak benar dan meminta pada mereka melakukan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Pergunakan pujian verbal&lt;br /&gt;Penerimaan sosial yang mengikuti suatu tingkah laku yang diinginkan dapat menjadi alat yang cukup dapat di parcaya untuk mengubah prestasi dan tingkah laku akademis ke arah yang diinginkan. Kata-kata seperti ’bagus’, ’baik’, ’pekerjaan yang baik’, yang di ucapkan segera setelah siswa melakukan tingkah laku yang diinginkan atau mendekati tingkah laku yang diinginkan, merupakan pembangkit motivasi yang besar. Penerimaan sosial merupakan suatu penguat atau insetif yang relatif konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Pergunakan simulasi dan permainan.&lt;br /&gt;kedua hal ini akan memotivasi siswa, meningkatkan interaksi, menyajikan gambaran yang jelas mengenai situasi kehidupan sebenarnya, dan melibatkan siswa secara langsung dalam proses belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Agar siswa lebih mudah memahami bahan pengajaran, pergunakan materi-materi yang sudah di kenal sebagai contoh.&lt;br /&gt;g. Pengajar perlu memahami dan mengawasi suasana sosial di lingkungan sekolah, karena hal ini besar pengaruhnya atas diri siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Pengajar perlu memahami hubungan kekuasaan antara guru dan siswa; seseorang akan dapat mempengaruhi motivasi orang lain bila ia memiliki suatu bentuk kekuasaan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Memberikan insentif (penghargaan / rewards).&lt;br /&gt;Bila siswa mengalami keberhasilan, pengajar di harapkan memberikan hadiah pada siswa (dapat berupa pujian, angka yang baik, dan lain sebagainya ) atas keberhasilannya, sehingga siswa terdorong untuk melakukan usaha lebih lanjut guna mencapai tujuan-tujuan pengajaran. Sehubungan dengan hal ini umpan balik merupakan hal yang sangat berguna untuk meningkatkan usaha siswa.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Motivasi Ekstrinsik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya anak mau belajar karena di suruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini ada beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi intrinsik, Tapi tak semua motivasi itu sama baiknya, malahan ada pula yang dapat merusak, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memberi angka.&lt;br /&gt;Banyak murid belajar untuk mencapai angka baik dan untuk itu berusaha dengan segenap tenaga. Angka itu bagi mereka merupakan motivasi yang kuat. Akan tetapi ada pula yang belajar untuk naik kelas saja. Angka itu harus benar-benar menggambarkan hasil belajar anak. Namun belajar semata-mata untuk mencapai angka tidak akan membari hasil-hasil belajar yang sejati, dan tidak mendorong seseorang belajar sepanjang umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hadiah.&lt;br /&gt;Juga hadiah tidak selalu merupakan motivasi. Hadiah untuk gambar yang terbaik, tidak menarik bagi mereka yang tak mempunyai bakat menggambar. Tak banyak orang berusaha untuk menjadi walikota, walaupun jabatan itu terbuka bagi semua orang. Kalau hadiah itu rasanya tak tercapai, maka tak akan membangkitkan motivasi. Hadiah memang dapat membangkitkan motivasi bila setiap orang mempunyai harapan untuk memperolehnya. Bagi pelajar, hadiah juga dapat merusak oleh sebab menyimpangankan pikiran anak dari tujuan belajar yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saingan.&lt;br /&gt;Saingan sering digunakan sebagai alat untuk mencapai prestasinya yang lebih tinggi di lapangan industri, perdagangan, dan lain-lain. Persaingan sering mempertinggi hasil belajar, baik persaingan individual maupun persaingan antar-kelompok. Sikap anak-anak berlainan terhadap persaingan.&lt;br /&gt;a. Ada yang ingin mempertinggi harga diri bila menang dalam persaingan&lt;br /&gt;b. Ada yang tak suka, tak berani bersaing.&lt;br /&gt;c. Ada yang tak acuh, karena tak ada harapan menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Persaingan dapat merusak:&lt;br /&gt;  Yang tampil hanya anak-anak yang baik saja dengan merendahkan harga diri anak-anak lain. Dalam persaingan setiap peserta diancam oleh rasa takut akan kegagalan. Dalam dunia sekarang ini hendaknya diutamakan kerja sama dan bukan persaingan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hasrat untuk belajar.&lt;br /&gt;Tanpa suatu hasrat atau maksud ada juga kita pelajari hal-hal tertentu. Kita mengingat nama-nama, warna-warna, situasi-situasi tertentu tanpa suatu maksud yang disengaja untuk menghafalnya (incidental learning atau belajar secara kebetulan). Akan tetapi hasil belajar akan lebih baik, apabila pada anak ada hasrat atau tekad untuk mempelajari sesuatu. Tentu kuatnya tekad tergantung pada macam-macam faktor, antara lain tujuan pelajaran itu bagi anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ego-involvelment. &lt;br /&gt;Seorang merasa ego involvelment atau keterlibatan diri bila ia merasa pentingnya suatu tugas, dan menerimanya sebagai suatu tantangan dengan mempertaruhkan harga dirinya. Kegagalan akan berarti berkurangnya harga dirinya. Itu sebabnya ia akan berusaha dengan segenapnya tenaganya untuk mencapai hasil baik untuk menjaga harga dirinya. Ego-Involved artinya bahwa kegagalan akan menimbulkan ’’sense of failure’’ pada anak. Harga dirinya rusak dan timbul rasa berdosa.&lt;br /&gt;Tidak dalam segala tugas terdapat ego-involvelment. Regu dosen tidak akan merasa malu atau rendah, apabila kalah dalam pertandingan sepakbola dengan mahasiswa. Kekalahan itu tidak menyinggung harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sering memberi ulangan.&lt;br /&gt;Murid-murid lebih giat belajar, apabila tahu akan diadakan ulangan atau tes dalam waktu singkat. Akan tetapi bila ulangan terlampau sering di lakukan, misalnya setiap hari, maka pengaruhnya tidak berarti lagi. Agaknya ulangan sekali dua minggu lebih merangsang murid-murid untuk belajar dengan giat daripada ulangan tiap hari. Tentu saja harus diberitahukan terlebih dahulu akan diadakannya ulangan itu. Tes tiba-tiba (surprise test)  dalam hal ini tidak berfaedah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mengetahui hasil.&lt;br /&gt;Melihat grafik kemajuan, mengetahui hasil baik pekerjaan memperbesar kegiatan belajar. Sukses mempertinggi usaha dan memperbesar minat. Orang suka melakukan pekerjaan dalam hal mana diharapkannya memperoleh sukses. Karena itu bawalah anak dari sukses yang satu kepada sukses yang satu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Kerja sama.&lt;br /&gt;Bersama-sama melakukan suatu tugas, bantu-membantu dalam menunaikan suatu tugas, mempertinggi kegiatan belajar. Kerja sama dilakukan dalam metode proyek akan tetapi dalam mata pelajaran biasa pun dapat kita cari pokok-pokok yang dapat memupuk hubungan sosial yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tugas yang ’’ challenging’’.&lt;br /&gt;Memberi anak-anak kesempatan memperoleh sukses dalam pelajaran, tidak berarti bahwa mereka harus di beri pekerjaan yang mudah saja. Tugas yang sulit yang mengandung tantangan bagi kesanggupan anak, akan merangsangnya untuk mengeluarkan segenap tenaganya. Tentu saja tugas itu selalu dalam batas kesanggupan anak. Menghadapkan anak dengan problem-problem merupakan motivasi yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Pujian.&lt;br /&gt;Pujian sebagai akibat pekerjaan yang diselesaikan dengan baik merupakan motivasi yang baik. Pujian yang tak beralasan dan tak karuan serta terlampau sering diberikan, hilang artinya. Dalam percobaan-percobaan ternyata bahwa pujian lebih bermanfaat daripada hukuman atau celaan. Guru hendaknya mencari hal-hal pada setiap anak yang dapat dipuji, seperti tulisannya, ketelitian, tingkah laku, dan sebagainya. Pujian memupuk suasana yang menyenangkan dan mempertinggi harga diri anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Teguran dan kecaman.&lt;br /&gt;Digunakan untuk memperbaiki anak yang membuat kesalahan, yang malas dan berlakuan baik, namun harus digunakan dengan hati-hati dan bijaksana agar tidak merusak harga diri anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Sarkasme ( sindiran kasar ) dan celaan.&lt;br /&gt;Hanya merusak anak. Sering dilakukan oleh guru yang tak layak disebut pendidik yang menjadikan anak-anak korban dari frustrated personality-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Hukuman.&lt;br /&gt;Diberikan dalam bentuk hukuman badan, pengasingan, celaan, kecaman, sarkasme, dan sebagainya. Soal ini di bicarakan dalam bab mengenai disiplin.&lt;br /&gt; 14. Standar atau Taraf Aspirasi ( Level of Aspiration  ).&lt;br /&gt;   Tingkat aspirasi ditentukan oleh tingkat sosial orang tua dalam masyarakat. Taraf itu menentukan tingkat tujuan yang harus dicapai oleh anak. Adakalanya keadaaan ini efektif tetapi kadang – kadang dapat pula merusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Minat.&lt;br /&gt;Pelajaran berjalan lancar bila ada minat. Anak – anak malas, tidak belajar, gagal karena tidak adanya minat. Minat antara lain dapat dibangkitkan dengan cara – cara berikut :&lt;br /&gt;a. Bangkitkan suatu kebutuhan ( Kebutuhan untuk menghargai keindahan, untuk mendapat penghargaan, dan sebagainya ).&lt;br /&gt;b. Hubungkan dengan pengalaman yang lampau&lt;br /&gt;c. Beri kesempatan untuk mendapat hasil yang baik, “Nothing succeeds like succes”. Tak ada yang lebih memberi hasil yang baik daripada hasil yang baik. Untuk itu bahan pelajaran disesuaikan dengan kesanggupan individu.&lt;br /&gt;d. Gunakan pelbagai bentuk mengajar seperti diskusi, kerja kelompok, membaca, demonstrasi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Suasana yang menyenangkan.&lt;br /&gt;Anak – anak harus merasa aman dan senang dalam kelas sebagai anggota yang dihargai dan dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Tujuan yang diakui dan diterima baik oleh murid.&lt;br /&gt;Motivasi selalu mempunyai tujuan. Kalau tujuan itu berarti dan berharga bagi anak, ia akan berusaha untuk mencapainya. Guru harus berusaha, agar anak – anak jelas mengetahui tujuan setiap pelajaran. Tujuan yang menarik bagi anak merupakan motivasi yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Beberapa petunjuk singkat&lt;br /&gt;1. Usahakan agar tujuan jelas dan menarik. Motif mempunyai tujuan. Makin jelas tujuan makin kuat motivasi.&lt;br /&gt;2. Guru sendiri harus antusias mengenai pelajaran yang diberikannya.&lt;br /&gt;3. Ciptakan suasana yang menyenangkan. Senyum yang menggembirakan suasana.&lt;br /&gt;4. Usahakan agar anak – anak turut serta dalam pelajaran. Anak – anak ingin aktif.&lt;br /&gt;5. Hubungkan pelajaran dengan kebutuhan anak.&lt;br /&gt;6. Pujian dan hadiah lebih berhasil dari hukuman dan celaan. Sebaiknya biarlah hasil baik dalam pekerjaan merupakan hadiah bagi anak.&lt;br /&gt;7. Pekerjaan dan tugas harus sesuai dengan kematangan dan kesanggupan anak.&lt;br /&gt;8. Mengetahui hasil baik menggiatkan usaha murid.&lt;br /&gt;9. Hasil buruk, apalagi bila terjadi berulang – ulang mematahkan semangat.&lt;br /&gt;10. Hargailah pekerjaan murid.&lt;br /&gt;11. Berilah kritik dengan senyuman. Janganlah anak mendapatkan kesan, bahwa guru marah padanya. Tetapi hanya kecewa atas hasil pekerjaannya atau perbuatannya. “To motivate a chield is to arrange conditions so that he wants to do what he is capable of doing”. Memotivasi anak berarti mengatur kondisi – kondisi sehingga ia ingin melakukan apa yang dapat dikerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang belajar untuk mencari penghargaan berupakan angka, hadiah, diploma, sarjana dan sebagainya, ia didorong oleh motivasi eksintrik, oleh sebab itu tujuan – tujuan itu terletak di luar perbuatan itu, yakni tidak terkandung di dalam perbuatan itu sendiri. “The goal is artificially introduced”. Tujuan itu bukan sesuatu yang wajar dalam kegiatan. Anak – anak didorong oleh motivasi intrinsik, bila mereka belajar agar lebih sanggup mengatasi kesulitan – kesulitan hidup, agar memperoleh pengertian, pengetahuan, sikap baik, penguasaan kecakapan. Hasil – hasil itu sendiri telah merupakan hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The reward of a thing well done is to have done it” (Emerson). Ganjaran bagi sesuatu yang dilakukan dengan baik ialah telah melakukannya. Jadi motivasi ekstrinsik disini tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi di sekolah sering digunakan motivasi ekstrinsik seperti angka – angka, pujian, ijazah, kenaikan tingkat, celaan, hukuman, dan sebagainya. Motivasi ekstrinsik dipakai oleh sebab pelajaran – pelajaran sering tidak dengan sendirinya menarik dan guru sering kurang mampu untuk membangkitkan minat anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat Motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tensing dan Hillary rela menderita susah payah untuk mencapai puncak Mount Everest. Tukang becak mendayung becak di panas terik atau hujan lebat membawa muatannya melalui jalan yang mendaki. Pemain bulu tangkis berlatih berjam-jam lamanya setiap hari untuk menghadapi pertandingan internasional. Pelajar mengurung dirinya dalam kamar untuk menyiapkan dirinya menempuh ujian. Di belakang setiap perbuatan kita terdapat suatu motivasi yang mendorong kita melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Juga untuk belajar di perlukan motivasi ’’Motivasion is an essential condition of learning’’. Hasil belajar pun banyak di tentukan oleh motivasi. Makin tepat motivasi yang kita berikan, makin berhasil pelajaran itu. Motivasi menentukan intensitas usaha anak belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Motivasi melepaskan energi atau tenaga yang ada pada seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap motivasi bertalian erat dengan suatu tujuan. Tensing dan Hillary mungkin ingin membuktikan kesanggupan manusia untuk menaklukan puncak tertinngi itu. Tukang becak menahankan panas dan hujan untuk mencari nafkah bagi anak isterinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi mempunyai tiga fungsi:&lt;br /&gt;a) Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi.&lt;br /&gt;b) Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak dicapai&lt;br /&gt;c) Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus di jalankan yang serasi guna mencapai tujuan itu, dengan menyampingkan perbuatan-perbuatan yang tak bermanfaat bagi tujuan itu. Seorang yang betul-betul bertekad menang dalam pertandingan, tak akan menghabiskan waktunya bermain kartu, sebab tidak serasi dengan tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa sehari-hari motivasi dinyatakan dengan: hasrat, keinginan, maksud, tekad, kehendak, cita-cita, keharusan, kesediaan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara guru dan motivasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pengetahuan tentang timbulnya motivasi belajar serta hambatan belajar memperoleh makna pedagogis yang istimewa, apabila dipertimbangkan dua hal berikut ini:&lt;br /&gt;1. Penyebab utama timbulnya pengukuhan positif maupun negatif, atau dengan &lt;br /&gt;perkataan lain pengalaman berhasil atau gagal bukanlah pada suatu   fenomena alam yang misterius, melainkan pada pengajar.&lt;br /&gt;2. Perkiraan akan gagal dan hambatan belajar di peroleh dalam proses interaksi sosial yang buruk kondisinya. Karena itu umumnya dapat dilenyapkan lagi dengan mengadakan kondisi belajar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lain perkataan, pengajar dapat sangat mempengaruhi perkembangan motivasi dengan jalan membentuk corak pengajarannya secara selaras serta melalui bentuk-bentuk perilaku tertentu dalam interaksi yang berlangsung antara dirinya dan pengajar. Dengan begitu timbul pertanyaan, Bagaimanakah seharusnya sikap pengajar agar mendorong timbulnya motivasi belajar. Untuk menjawabnya, di perhatikan berbagai aspek:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perilaku yang memperkukuh perilaku belajar,&lt;br /&gt;- ’’ Teknik-teknik motivasi’’ khusus untuk pengajar,&lt;br /&gt;- Gaya interaksi sosial dalam proses mengajar dan belajar pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh motivasi terhadap keberhasilan siswa : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Mendorong pengukuhan positif pada diri siswa.&lt;br /&gt;2) Merangsang aktivitas belajar secara mandiri&lt;br /&gt;3) Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Makin jelas tujuan, makin besar pula motivasi dalam melakukan suatu perbuatan.&lt;br /&gt;4) Membantu murid untuk menyadari kelebihan dan kelemahan diri sendiri.&lt;br /&gt;5) Mendorong siswa menumbuhkan kepercayaan pada diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat penulis :&lt;br /&gt;*Sri Wahyuni, A.Ma adalah guru MAN Sumbok, Kec. Nibong, Kab.Aceh Utara.&lt;br /&gt;**Hamdani, S.Pd adalah dosen Bahasa Indonesia STAIN Malikussaleh dan guru MAN Lhokseumawe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nolker, Helmut dan Eberhard Schoenfeldt. 1988. Pendidikan Kejuruan. Jakarta : PT Gramedia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NK, Roestiah. 1994. Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem. Jakarta : Rineka Cipta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru Profesional dan dari berbagai sumber yang akurat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-7955674898330890949?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/7955674898330890949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/10/menumbuhkan-motivasi-pada-siswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/7955674898330890949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/7955674898330890949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/10/menumbuhkan-motivasi-pada-siswa.html' title='MENUMBUHKAN MOTIVASI PADA SISWA'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-2058569842102506287</id><published>2009-10-20T22:39:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T22:27:10.594-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENDIDIKAN'/><title type='text'>MENGAJAR BERVARIASI</title><content type='html'>MENGAJAR BERVARIASI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Hamdani, S.Pd.* dan Sri Wahyuni, A.Ma.**&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan ? dan cara yang bagaimana harus di gunakan untuk menumbuhkan kerja sama antar siswa dalam kelas? Salah satu caranya adalah dengan memberikan rangsangan menarik yang dapat memberikan respon serta motivasi bagi siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Burton, menguraikan bahwa group proces atau proses kelompok ialah cara individu mengadakan relasi dan bekerja sama dengan individu lain untuk mencapai tujuan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Relasi di dalam kelompok demokratis artinya bahwa setiap individu berpartisipasi, ikut serta secara aktif, dan turut bekerja sama. Dengan demikian individu akan memperoleh hasil belajar yang lebih baik dan mengalami perubahan sikap serta kelakuan. Dalam hal ini proses kelompok mempunyai dua ciri utama yakni partisipasi oleh murid dalam segala kegiatan dan kerja sama antara individu – individu dalam kelompok. Misalnya sosiodrama bukan semata – mata percakapan atau bermain – main, tetapi bersama – sama menghadapi masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kerja sama antar siswa antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menggunakan metode yang tepat.&lt;br /&gt; - Kerja kelompok&lt;br /&gt;2. Menimbulkan motivasi.&lt;br /&gt; - Ide yang bertentangan&lt;br /&gt; - Pertanyaan pemicu belajar&lt;br /&gt;3. Guru perlu menguasai beberapa keterampilan.&lt;br /&gt; - Membimbing diskusi kelompok kecil&lt;br /&gt; - Mengajar kelompok kecil dan perseorangan&lt;br /&gt; - Mengadakan variasi / keanekaragaman&lt;br /&gt;4. Terapkan prinsip dalam diri guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengenai banyak cara yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kerja sama antar siswa akan dibicarakan lebih rinci sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menggunakan metode yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kerja kelompok&lt;br /&gt;Kerja kelompok adalah salah satu srategi belajar – mengajar yang memiliki kadar CBSA, KBK atau KTSP. Aspek – aspek kelompok yang perlu diperhatikan dalam kerja kelompok adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; a. Tujuan&lt;br /&gt;      Tujuan harus jelas bagi setiap anggota kelompok, agar diperoleh hasil kerja yang baik&lt;br /&gt; b. Interaksi&lt;br /&gt;      Dalam kerja kelompok ada tugas yang harus diselesaikan bersama sehingga perlu dilakukan pembagian kerja. Salah satu persyaratan utama bagi terjadinya kerjasama adalah komunikasi yang efektif, perlu ada interaksi antaranggota kelompok.&lt;br /&gt;  c. Kepemimpinan&lt;br /&gt;       Tugas yang jelas, komunikasi yang efektif, kepemimpinan yang baik, akan berpengaruh terhadap suasana kerja, dan pada gilirannya suasana kerja ini akan mempengaruhi proses penyelesaian tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menimbulkan Motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Ide yang bertentangan&lt;br /&gt;Adanya ide atau pendapat yang bertentangan dapat menimbulkan terjadinya disonansi kognitif dalam diri seseorang. Disonansi kognitif  adalah situasi dalam pikiran seseorang yang penuh pertanyaan, suasana penuh pertanyaan ini pada gilirannya dapat menimbulkan ide yang bertentangan, guru dapat menyajikan suatu kasus atau cerita masalah. Kasus itu dapat berupa kejadian yang sesunguhnya. Misalnya di ambil dari surat kabar atau kejadian yang dibuat seolah – olah benar ( hipotesis ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pertanyaan pemicu belajar&lt;br /&gt;  Pada awal pelajaran guru harus dapat melontarkan pertanyaan pertanyaan pemicu. Pertanyaan pemicu sebagai sebagai pemandu awal yang berfungsi memberi acuan bagi murid dalam belajar. Pertanyaan pemicu dapat dikaitkan dengan benda, peristiwa, dan gambar yang digunkan saat guru menarik perhatian murid. Pertanyaan pemicu dapat dimulai dari pertanyaan sederhana, apa, dimana, tahun berapa, 5 W + 1 H sampai kepada pertanyaan yang lebih rumit, mengapa, bagaimana, dan apa akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Guru perlu menguasai beberapa keterampilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Membimbing diskusi kelompok kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Memberikan penugasan kepada kelompok dengan jelas sehingga murid – murid memahami tugas dan peranan serta tanggung jawabnya dalam kegiatan belajar mengajar. Jangan sekali – kali memberikan tugas yang kabur misalnya ’’coba diskusikan polusi air’’. Bila itu dilakukan dan bagaimana cara membicarakannya. Yang akan terjadi bukan proses berbagai pengalaman dan pengetahuan tetapi proses berbagi ketidaktahuan.&lt;br /&gt; Misalnya kita bisa mencobanya dengan : Selembar kertas di edarkan dalam setiap kelompok. Secara bergilir setiap murid / kelompok itu, menuliskan jawaban terhadap pertanyaan menurut pendapatnya sendiri, kemudian mendiskusinya dengan kelompok. Dalam kelompok tersebut pasti akan terjadi kerja sama antar siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengajar kelompok kecil dan perseorangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam mengajar kelompok kecil dan perseorangan kita dapat melakukan dengan beberapa strategi, untuk pengembangan berpikir anak, yaitu :&lt;br /&gt; - Srategi Direktif, strategi mengajar pendidikan berpikir yang bertujuan membantu murid untuk memperoleh dan menguasai fakta, ide dan keterampilan. Guru dalam srategi ini amat aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; - Srategi Mediatif, srategi mengajar yang bertujuan membantu murid untuk mengembangkan reasoning atau pertimbangan, konsep dan pemecahan masalah. Murid agak lebih banyak aktif. Dalam strategi mediatif ini terdapat sejumlah srategi intruksional, seperti srategi diskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; - Srategi Generatif, srategi yang bertujuan membantu murid untuk mengembangkan cara – cara pemecahan baru, pengembangan wawasan dan kreativitas. Murid amat aktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; - Srategi Collaboratif, srategi yang membantu murid belajar mengadakan hubungan satu sama lain dan bekerja secara kooperatif dalam kelompok. Kelompok amat aktif. Beberapa srategi instruksional adalah srategi belajar kooperatif, srategi pertemuan kelas dan srategi pemecahan masalah kelompok berpasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mengadakan variasi / keanekaragaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam menganekaragamkan pembelajaran guru harus terampil dalam menerapkan variasi tersebut, menyangkut gaya mengajar, media, sumber dan pola interaksi, serta kegiatan belajar mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Terapkan prinsip dalam diri guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Terapkan prinsip ’’guru selalu siaga’’ memperhatikan murid – muridnya. Dan ciptakan kelas yang demokratis, penuh rasa aman dan menyenangkan. Sepertinya prinsip dan suasana ini bisa kita terapkan untuk menumbuhkan kerja sama antar siswa. Insya Allah pasti bisa, tentu saja secara berangsur – angsur melalui proses pembiasaan / proses habituasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari bahan yang telah dipelajari dan diuraikan di atas ada beberapa kesimpulan yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kerja sama antar siswa sangatlah penting, di mana siswa yang terdidik di lembaga pendidikan akan sangat membantu keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Untuk membentuk anak menjadi manusia demokratis kita harus menekankan pelaksanaan prinsip kerja sama atau kerja kelompok, karena prinsip kerja sama lebih besar manfaatnya dari pada sistem persaingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan kerja kelompok dapat mempertinggi hasil belajar baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Melalui kerja kelompok dapat dikembangkan perasaan sosial dan pergaulan sosial yang baik Anak – anak saling mengenal tentang hak dan kewajiban, kelemahan dan kekuatan masing – masing. Kerja kelompok menghilangkan prasangka yang merugikan, memperkembangkan kepemimpinan dan kepatuhan sebagai anggota. Dengan kata lain kerja kelompok merupakan usaha yang baik dalam rangka pendidikan nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Di antara anggota kelompok mungkin ada yang merasa rendah diri, tak sanggup menyesuaikan diri, pemalu, nakal, menderita gangguan psikologis. Gangguan rohani yang dideritanya menyebabkan ia tak suka bergaul campur dengan anak – anak lain dan menghambat kemajuan belajarnya. Dalam kerja kelompok, individu saling membantu saling mengoreksi kesalahan, ada toleransi satu sama lain dan saling membangkitkan minat. Setiap orang tentu ada kekurangannya dan dalam kerja kelompok pula kekurangan – kekurangan itu dapat diatasi. Oleh karena itu kerja kelompok besar peranannya ’’group terapi", yakni pengobatan melalui kerja kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ternyata kerja kelompok cara yang efektif untuk menumbuhkan kerja sama antar siswa. Dengan kata lain proses kelompok memberi kesempatan bagi setiap anak untuk melaksanakan prinsip kerja sama secara demokratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Penulis :&lt;br /&gt;*Hamdani, S.Pd. adalah dosen STAIN Malikussaleh dan guru Bahasa Indonesia MAN Lhokseumawe.&lt;br /&gt;**Sri Wahyuni, A.Ma. adalah guru MAN Sumbok, Kec.Nibong, Aceh Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-NK, Roestiah. 1994. Masalah Pengajaran Sebagai Suatu Sistem. Jakarta : Rineka Cipta.&lt;br /&gt;-Guru Profesional dan dari berbagai sumber yang akurat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-2058569842102506287?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/2058569842102506287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/10/mengajar-bervariasi-dengan-stimulus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/2058569842102506287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/2058569842102506287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/10/mengajar-bervariasi-dengan-stimulus.html' title='MENGAJAR BERVARIASI'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-4042150531713996616</id><published>2009-09-15T22:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-19T23:53:42.249-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SALAM REDAKSI'/><title type='text'>SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H</title><content type='html'>Para pembaca setia http:hamdanimulya.blogspot. Saya sebagai pemimpin redaksi, Hamdani Mulya mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir dan batin. Di hari yang suci ini mari kita saling bermaaf-maafan. Silahkan mampir ke rumah saya yang penuh senyuman ini. Tidak ada hidangan ketupat lebaran dan sirup manis. Disini saya hanya menyuguhkan beberapa hidangan berupa tulisan yang mungkin bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Terimaksih yang teramat sangat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-4042150531713996616?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/4042150531713996616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/09/selamat-idul-fitri-1430-h.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4042150531713996616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4042150531713996616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/09/selamat-idul-fitri-1430-h.html' title='SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 H'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-1418532895155896828</id><published>2009-08-23T21:45:00.001-07:00</published><updated>2011-10-29T23:03:57.343-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALBUM PHOTO'/><title type='text'>PHOTO ULAMA KHARISMATIK ACEH</title><content type='html'>Photo Ulama kharismatik Aceh, Koleksi Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SpIcKw_RgvI/AAAAAAAAAJI/J_J-aexg1RU/s1600-h/Picture0130.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SpIcKw_RgvI/AAAAAAAAAJI/J_J-aexg1RU/s320/Picture0130.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373388276680983282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TGK. IBRAHIM WOYLA, Almarhum Ulama kharismatik dari Aceh Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SpIbwOjbjbI/AAAAAAAAAJA/3Jap7YnEthg/s1600-h/Picture0132.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SpIbwOjbjbI/AAAAAAAAAJA/3Jap7YnEthg/s320/Picture0132.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373387820760796594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;TGK. ABU BAKONGAN, ACEH SELATAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SpIbD46IZ0I/AAAAAAAAAI4/063tD-lkD2Y/s1600-h/Tgk.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SpIbD46IZ0I/AAAAAAAAAI4/063tD-lkD2Y/s320/Tgk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373387059036186434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TGK. ABDUL JALIL BIN HAMZAH / TGK. SAMAKUROK&lt;br /&gt;(Almarhum Tgk. Samakurok, Ulama kharismatik di Kec. Meurah Mulia, Kab. Aceh Utara)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-1418532895155896828?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/1418532895155896828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/08/photo-ulama-kharismatik-aceh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1418532895155896828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1418532895155896828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/08/photo-ulama-kharismatik-aceh.html' title='PHOTO ULAMA KHARISMATIK ACEH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SpIcKw_RgvI/AAAAAAAAAJI/J_J-aexg1RU/s72-c/Picture0130.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-1863625741907841977</id><published>2009-08-23T21:05:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T23:59:00.593-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SALAM REDAKSI'/><title type='text'>MARHABAN YA RAMADHAN</title><content type='html'>MARHABAN YA RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca setia majalah online http://hamdanimulya.blogspot.com dan http://forumpenulisaceh.blogspot.com, dalam kesempatan ini perkenankanlah kiranya saya sebagai Pemimpin Redaksi, Hamdani, S.Pd. mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. &lt;br /&gt;Semoga di bulan suci yang penuh berkah ini kita senantiasa selalu mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT. Hanya kepada Allah SWT kita menyerahkan segenap jiwa raga, Allah yang maha Pengasih dan maha Penyayang. Amin. Terimaksih yang setingginya kepada para pembaca yang budiman. Semoga tulisan-tulisan saya dapat berguna bagi para pembaca dalam rangka pengembangan pendidikan di negeri tercinta ini.&lt;br /&gt;Terimakasih yang teramat sangat saya sampaikan kepada pihak-pihak yang telah berjasa atas terbitnya majalah digital ini, terutama sekali kepada Ayahanda dan Ibunda  tercinta yang telah mendidik saya hingga menjadi sarjana. Terimakasih selanjutnya saya persembahkan kepada :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sri Wahyuni, A.Ma. isteri saya tercinta yang telah memberikan semagat dengan kasih sayang kepada saya dan buah hati "Keisha Elsria Mulya" yang manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dik Jailani yang telah memprogram email saya sehingga menghasilkan sebuah blog yang sangat berarti bagi saya dan pembaca. &lt;br /&gt;2. Pak Susandra teknisi dan guru Teknik Informatika Computer MAN Lhokkseumawe yang telah memprogram blog saya. Sehingga karya-karya saya dapat dibaca dan lebih dikenal oleh masyarakat Aceh, Indonesia, dan dunia.&lt;br /&gt;3. Drs. Mukhlis A. Hamid, MS., pakar sastra dari Universitas Syiah kuala yang telah menggapresiasikan bebeberapa buah karya saya, memberikan semangat, dan beliau adalah dosen saya yang mendukung sepunuhnya cita-cita yang pernah saya gagas ketika bersamanya.&lt;br /&gt;4. Kepada penulis dan sastrawan Indonesia dan Aceh: Taufiq Ismail, Sutardji Calzoum Bahrie, , Maman S Mahayana, Agus R. Sarjono, Doel CP Alliysah dari Aliansi Sastrawan Aceh, Edi Miswar Mustafa dari Gemasastrin, Herman RN (Lidah Tinta), Safriandi, S.Pd (Nahu Linguistik), Drs. Razali Cut Lani, Drs. Wildan, M.Pd., Drs. Armanawi, M.Pd., D. Kemalawati, dan Fikar W. Eda.&lt;br /&gt;5. Kepada Pemimpin Redaksi dan redaktur surat kabar dan majalah yang telah mempublikasikan karya saya seperti: Harian Serambi Indonesia, Pro Haba, Santunan Jadid, majalah FAKTA, Seumangat BRR NAD-NIAS, Koetardja, dan Waspada.&lt;br /&gt;6. Kepada pemimpin redaksi majalah online atau web internet yang telah mengutip dan menjadikan tulisan saya sebagai rujukan serta mepromosikan karya saya seperti : iklanbaris.com, wordpress.com, lowonganpekerjaan.com, pemikiraceh.com, oktavita.com, gemasatrin.wordpres, dll yang tidak mungkin saya sebutkan.&lt;br /&gt;7. Terimakasih juga yang setingginya saya sampaikan kepada Pemkot Lhokseumawe, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan olah Raga kota Lhokseumawe, Kepala MAN Lhokseumawe.&lt;br /&gt;8. Tak terlupakan terimakasih juga kepada Idham, S.Pd. seorang kawan yang sedang menyelesaikan S2 di Universitas Kebangsaan Malaysia, kepada beberapa kawan yang tidak saya kenal wajahnya di Selangor, Sabah, dan Kelantan yang telah sedia sedikit waktunya tercuri untuk membaca karya saya, semuanya dari Malaysia. Demikian pun kepada pembaca setia di tanah air yang ada di Medan, Jakarta, Bandung, Suraba, dan beberapa pembaca luar negeri. Terimaksih telah berkunjung ke situs Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan suci Ramadhan ini, jika pembaca ingin belajar Agama Islam silahkan clik (buka) rubrik Agama Islam atau http://ballenet.blogspot.com , dan kita beri nama “ Pesantren Ramadhan ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          TTD&lt;br /&gt;    Pemimpin Redaksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; HAMDANI, S.Pd.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-1863625741907841977?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/1863625741907841977/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/08/marhaban-ya-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1863625741907841977'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1863625741907841977'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/08/marhaban-ya-ramadhan.html' title='MARHABAN YA RAMADHAN'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-7665125534681037029</id><published>2009-08-09T19:31:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T23:06:47.507-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA ACEH'/><title type='text'>KATA SAPAAN DAN KEKERABATAN  DALAM BAHASA ACEH</title><content type='html'>KATA SAPAAN DAN KEKERABATAN &lt;br /&gt;DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; KATA SAPAAN DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt; Kata sapaan dalam bahasa Aceh terdiri atas beberapa macam yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jih = dia &lt;br /&gt;2. Gopnyan = beliau&lt;br /&gt;3. Droneuh = anda &lt;br /&gt;4. Kah = kamu/kau&lt;br /&gt;5. Ayah = ayah&lt;br /&gt;6. Abu = ayah&lt;br /&gt;7. Bapak = bapak&lt;br /&gt;8. Abon = ayah&lt;br /&gt;9. Abi = ayah&lt;br /&gt;10. Ma = Ibu&lt;br /&gt;11. Adek = Adik&lt;br /&gt;12. Kak = kakak perempuan&lt;br /&gt;13. Abang = kakak laki-laki&lt;br /&gt;14. Aduen = kakak laki-laki&lt;br /&gt;15. Adoe = adik secara umum&lt;br /&gt;16. Pak Wa = paman&lt;br /&gt;17. Apa = adik ayah/adik ibu&lt;br /&gt;18. Mawa = bibi&lt;br /&gt;19. Mabiet = adik ibu perempuan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;1. Jih (orang ketiga tunggal dan merupakan kata kurang sopan)&lt;br /&gt;2. Gopnyan (orang ketiga tunggal dan merupakan kata sopan )&lt;br /&gt;3. Droneuh ( orang kedua tunggal dan merupakan kata sopan )&lt;br /&gt;4. Kah ( orang kedua tunggal dan merupakan kata kurang sopan )&lt;br /&gt;5. Lon ( orang pertama tunggal, kata sopan )&lt;br /&gt;6. Kee ( orang pertama tunggal, tidak sopan )&lt;br /&gt;7. Drokue ( orang pertama tunggal, kurang sopan )&lt;br /&gt;8. Ureungnyan ( orang ketiga jamak, sopan )&lt;br /&gt;9. Awaknyan ( orang ketiga jamak, kurang sopan )   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dalam bahasa Aceh juga dikenal dengan sapaan gelar keagamaan,  keturunan (marga), gelar profesi, dan Jabatan seperti :&lt;br /&gt;      &lt;br /&gt;A. Gelar Keagamaan &lt;br /&gt;1. Tgk Haji = gelar Pak Haji&lt;br /&gt;2. Tgk = ustad/kiyai&lt;br /&gt;3. Tgk Balee = kiyai balai pengajian&lt;br /&gt;4. Syaihk = ahli agama Islam&lt;br /&gt;5. Tgk Qadhi/Kadi = hakim atau penghulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Gelar Keturunan (marga)&lt;br /&gt;1. Teuku = bangsawan pria&lt;br /&gt;2. Ampon = bangsawan pria&lt;br /&gt;3. Ulee Balang = pegawai negeri&lt;br /&gt;4. Cut = bangsawan wanita &lt;br /&gt;5. Polem = bangsawan pria&lt;br /&gt;6. Saiyed = keturunan Arab pria&lt;br /&gt;7. Syarifah = keturunan Arab wanita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Gelar Profesi&lt;br /&gt;1. Tgk Guru = guru agama&lt;br /&gt;2. Pak Guru = guru&lt;br /&gt;3. Tokee = pedagang sukses&lt;br /&gt;4. Pawang = ahli penjinak hewan dll&lt;br /&gt;5. Utoh = ahli bangunan dan pertukangan (arsitek)&lt;br /&gt;6. Mugee = pedagang keliling (penggilas)&lt;br /&gt;7. Babu = pembantu&lt;br /&gt;8. Syeh = ahli seni seudati&lt;br /&gt;9. Ma Bidan = bidan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Gelar Jabatan&lt;br /&gt;1. Geuchiek = Kepala desa&lt;br /&gt;2. Tgk Imum = Imam Menasah&lt;br /&gt;3. Tuha Peut = Tuha Empat (Badan legeslatif setingkat desa seperti DPRD)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEKERABATAN DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Aceh menganut sistem kekerabatan patrilinear. Garis keturunan ditarik dari pihak Ayah. Seperti yang telah ditetapkan dalam hukum Islam. Hal tersebut sesuai dengan karakter budaya masyarakat Aceh yang berbasis Islam sebagai agama yang dianut oleh orang Aceh 100 persen Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Garis keturunan masyarakat Aceh yang tertua disebut dengan Indatu (grand father) atau nenek moyang.&lt;br /&gt;B. Namun, masyarakat Aceh hanya lebih mengenal  6 generasi saja dalam hal kekerabatan silsilah keluarga yaitu :&lt;br /&gt;1. Nek Tu = Kakek dan Nenek dari ayah atau Mama&lt;br /&gt;2. a. Nek Agam (Ayah Syiek) = kakek &lt;br /&gt;b. Nek Inoeng = (Ma Syiek) nenek&lt;br /&gt;3.   a. Ayah = Ayah (orang tua laki-laki)&lt;br /&gt;      b. Ma = Ibu (orang tua perempuan)&lt;br /&gt;4.   Aneuk = Anak&lt;br /&gt;      a. Aneuk Agam = Anak laki-laki&lt;br /&gt;      b. Aneuk Inoeng = Anak perempuan&lt;br /&gt;      c. Aneuk Phoen = Anak pertama (sulung)&lt;br /&gt;      d. Aneuk Tuloet = Anak terakhir (bungsu)&lt;br /&gt;5.   Cucoe = Cucu&lt;br /&gt;6.   Cah-Cah = Anak dari Cucu Kakek dan Nenek  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Penulis :&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd. adalah dosen STAIN Malikussaleh, guru MAN Lhokseumawe, peneliti bahasa dan sastra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-7665125534681037029?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/7665125534681037029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/08/kata-sapaan-dan-kekerabatan-dalam_09.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/7665125534681037029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/7665125534681037029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/08/kata-sapaan-dan-kekerabatan-dalam_09.html' title='KATA SAPAAN DAN KEKERABATAN  DALAM BAHASA ACEH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-1169484543505063736</id><published>2009-08-09T19:17:00.000-07:00</published><updated>2010-04-21T20:52:58.404-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AGAMA ISLAM'/><title type='text'>RUBRIK BALAI PENGAJIAN AGAMA ISLAM</title><content type='html'>RUBRIK BALAI PENGAJIAN AGAMA ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini dikutip dari Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh Rifa’i yang diterbitkan oleh PT. Karya Toha Putra Semarang. Referensi tulisan ini juga dikutip dari berbagai sumber demi pengembangan Agama Islam. Selamat membaca dengan selalu memohon rahmat dan hidayah dari Allah S.W.T. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUKUN ISLAM&lt;br /&gt;Rukun Islam ada lima yaitu :&lt;br /&gt;1. Mengucapkan dua kalimat syahadat; artinya mengakui tidak ada Tuhan yang wajib disembah, melainkan Allah, dan mengakui bahwa Nabi Muhammad S.a.w adalah utusan Allah.&lt;br /&gt;2. Mengerjakan shalat lima waktu sehari semalam.&lt;br /&gt;3. Mengeluarkan zakat.&lt;br /&gt;4. Berpuasa dalam bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;5. Menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kalimat syahadat ialah : “ Dua perkataan pengakuan yang diucapkan dengan lisan dan dibenarkan oleh hati untuk menjadikan diri orang Islam “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lafazh kalimat syahadat adalah : &lt;br /&gt;“ Asyhadu an laa ilaaha illallaah , wa asyhadu anna muhammadar rasulullah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya :&lt;br /&gt;“ Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kalimat syahadat masing-masing ialah :&lt;br /&gt;1. Syahadat Tauhid = artinya menyaksikan ke-Esaan Allah.&lt;br /&gt;2. Syahadat Rasul = artinya menyaksikan dan mengakui kerasulan Nabi Muhammad S.a.w.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang yang akan masuk agama Islam, dua kalimat syahadat ini harus diucapkan bersama-sama (berturut-turut) tidak boleh dipisah-pisahkan. Dua kalimat Syahadat harus diucapkan dengan sungguh-sungguh, yakni membenarkan dengan hati apa yang diucapkan, maka masuklah ia Islam, dan wajiblah ia mengerjakan rukun yang lima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THAHARAH (BERSUCI)&lt;br /&gt;Macam-macam air yang dapat dipakai untuk bersuci ialah air yang bersih (suci dan mensucikan). Air yang suci dan mensucikan dibagi atas :&lt;br /&gt;1. Air hujan&lt;br /&gt;2. Air sumur&lt;br /&gt;3. Air laut&lt;br /&gt;4. Air sungai&lt;br /&gt;5. Air salju&lt;br /&gt;6. Air telaga&lt;br /&gt;7. Air embun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MACAM-MACAM NAJIS&lt;br /&gt;Najis adalah suatu benda yang kotor menurut syara’, misalnya :&lt;br /&gt;1. Bangkai, kecuali manusia, ikan dan belalang.&lt;br /&gt;2. Darah.&lt;br /&gt;3. Nanah.&lt;br /&gt;4. Segala sesuatu yang keluar dari kubul dan Zubur.&lt;br /&gt;5. Anjing dan babi. &lt;br /&gt;6. Minuman keras seperti arak dan sebagainya.&lt;br /&gt;7. Bagian anggota badan binatang yang terpisah karena dipotong dan sebagainya selagi masih hidup.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RASUL 25 YANG WAJIB DIKETAHUI DAN DIYAKINI OLEH UMAT ISLAM&lt;br /&gt;Nabi dan Rasul itu jumlahnya hanya Allah yang mengetahuinya. Tetapi yang wajib kita ketahui dan yakini ada 25, yaitu :&lt;br /&gt;1. Nabi Adam as&lt;br /&gt;2. Nabi Idris as&lt;br /&gt;3. Nabi Nuh as&lt;br /&gt;4. Nabi Hud as&lt;br /&gt;5. Nabi Salih as&lt;br /&gt;6. Nabi Ibrahim as&lt;br /&gt;7. Nabi Luth as&lt;br /&gt;8. Nabi Ismail as&lt;br /&gt;9. Nabi Ishak as&lt;br /&gt;10. Nabi Ya’kub as&lt;br /&gt;11. Nabi Yusuf as&lt;br /&gt;12. Nabi Ayyub as&lt;br /&gt;13. Nabi Zulkifli as&lt;br /&gt;14. Nabi Syu’aib as&lt;br /&gt;15. Nabi Yunus as&lt;br /&gt;16. Nabi Musa as&lt;br /&gt;17. Nabi Harun as&lt;br /&gt;18. Nabi Ilyas as&lt;br /&gt;19. Nabi Ilyasa’ as&lt;br /&gt;20. Nabi Daud as&lt;br /&gt;21. Nabi Sulaiman as&lt;br /&gt;22. Nabi Zakaria as&lt;br /&gt;23. Nabi Yahya as&lt;br /&gt;24. Nabi Isa as&lt;br /&gt;25. Nabi Muhammad saw &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 25 rasul tersebut ada 5 rasul yang mempunyai ketabahan dan keuletatan luar biasa dalam melaksanakan tugas kerasulannya, sehingga mereka mendapat gelar “Ulul Azmi”. Kelima rasul tersebut adalah :&lt;br /&gt;1. Nabi Nuh as&lt;br /&gt;2. Nabi Ibrahim as&lt;br /&gt;3. Nabi Musa as&lt;br /&gt;4. Nabi Isa as, dan&lt;br /&gt;5. Muhammad saw&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-1169484543505063736?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/1169484543505063736/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/08/rubrik-balai-pengajian-agama-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1169484543505063736'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1169484543505063736'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/08/rubrik-balai-pengajian-agama-islam.html' title='RUBRIK BALAI PENGAJIAN AGAMA ISLAM'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-4083744314242407654</id><published>2009-08-09T19:13:00.000-07:00</published><updated>2011-10-30T00:01:46.030-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA ACEH'/><title type='text'>RELASI MAKNA DALAM BAHASA ACEH</title><content type='html'>RELASI MAKNA DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Relasi makna dalam suatu bahasa merupakan variasi padanan kata yang saling berkaitan antara suatu kata dengan kata lainnya. Dalam tulisan ini ada beberapa hal yang akan saya bahas yaitu sinonim, homonim, antonim, dan polisemi. Semoga bermanfaat bagi para pembaca dalam rangka pengembangan dan pelestarian bahasa Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SINONIM DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;Sinonim adalah sebuah kata yang berbeda tulisannya, tetapi memiliki arti yang sama.&lt;br /&gt;Contoh sinonim dalam bahasa Aceh:&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;            1.  lon = saya&lt;br /&gt;                kee = aku (bahasa tidak sopan)&lt;br /&gt;                droeku = saya sendiri (bahasa kurang sopan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Kata saya (lon) merupakan kata yang  sangat sopan jika digunakan untuk berkomunikasi dengan siapapun dalam masyarakat Aceh. Berbeda dengan kata aku (kee) dalam bahasa Aceh dianggap sebagai kata yang sangat tidak sopan dan kasar. Sedangkan kata saya sendiri (droeku) merupakan kata yang standar, namun juga merupakan kata yang kurang sopan dalam berkomunikasi. Dengan demikian ketiga sinonim kata dalam bahasa Aceh tersebut harus dipertimbangkan penggunaannya dalam tata krama berbahasa Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2.   bapak = ayah&lt;br /&gt;      ayah  = ayah&lt;br /&gt;      abi   = ayah&lt;br /&gt;      abu   = ayah&lt;br /&gt;      abon  = ayah&lt;br /&gt;      due   = ayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Kata bapak dan ayah merupakan serapan asing dari bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. Kata abi, abu, dan abon merupakan kata serapan dari bahasa Arab. Sedangkan due, itu merupakan milik asli bahasa Aceh. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; 3.  tamoeng = masuk&lt;br /&gt;     lop = masuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;Kata ‘tamoeng’ digunakan dalam percakapan untuk kalangan manusia dan dianggap bahasa yang sopan. Misalnya : Neutamoeng u rumoh kamoe teungku = Masuklah ke rumah kami ustad. Sedangkan ‘lop’ biasanya untuk menyatakan pekerjaan hewan. Misalnya : Lumo ka jilop lam weu = Sapi sudah masuk ke kandang. &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt; 4. bangai = bodoh&lt;br /&gt;    ngeut = bodoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 5. batat = bandel&lt;br /&gt;    tungang = bandel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 6. bek = jangan&lt;br /&gt;    hanjeut = tidak boleh atau tidak bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 7. padin = berapa&lt;br /&gt;    padum = berapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 8. rap = dekat&lt;br /&gt;    toe = dekat          &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HOMONIM DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;Homonim adalah sebuah kata yang sama tulisan dan ucapannya, tetapi berbeda arti :              &lt;br /&gt;Contoh homonim dalam bahasa Aceh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. bak = di,  sebagai kata depan/konjungsi ( bak keude = di kedai )       &lt;br /&gt;   bak = pohon ( bak mamplam = pohon mangga )&lt;br /&gt;2. madu = madu lebah&lt;br /&gt;   madu = poligami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANTONIM DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;Antonim adalah sebuah kata yang memiliki arti berlawanan atau disebut juga dengan lawan kata.&lt;br /&gt;Contoh antonim dalam bahasa Aceh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. tue’et = panyang ( pendek = panjang )&lt;br /&gt;2. pijuet = tumboen ( kurus =gemuk )&lt;br /&gt;3. ubiet = rayeuk ( kecil = besar )&lt;br /&gt;4. itam = puteh ( hitam = putih )&lt;br /&gt;5. deuk = troe ( kenyang = lapar )&lt;br /&gt;6. trep = siat (lama = sebentar )    &lt;br /&gt;7. bangai = caroeng ( bodoh = pintar )&lt;br /&gt;8. woe = jak ( pulang = pergi )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;POLISEMI DALAM BAHASA ACEH&lt;br /&gt;Polisemi adalah sebuah kata yang memiliki satuan relasi aliran arti atau makna dan masih merupakan bagian dari kesatuan sebuah padanan kata tersebut.&lt;br /&gt;Contoh polisemi dalam bahasa Aceh :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. aneuk = anak&lt;br /&gt;aneuk miet = anak-anak&lt;br /&gt;aneuk manok = anak ayam&lt;br /&gt;aneuk ureung = anak orang&lt;br /&gt;aneuk sikula = anak sekolah&lt;br /&gt;aneuk batee = batu&lt;br /&gt;aneuk bajee = kancing baju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. ulee = kepala&lt;br /&gt;ulee rombongan = kepala rombongan&lt;br /&gt;ulee ueh = kepala botak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. poh = pukul&lt;br /&gt;poh cakra = bincang-bincang ( membual )&lt;br /&gt;poh matee = bunuh mati&lt;br /&gt;poh = pukul pada jam (waktu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Penulis :&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd adalah dosen Bahasa Indonesia STAIN Malikussaleh, guru MAN Lhokseumawe, peneliti bahasa san sastra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-4083744314242407654?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/4083744314242407654/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/08/relasi-makna-dalam-bahasa-aceh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4083744314242407654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4083744314242407654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/08/relasi-makna-dalam-bahasa-aceh.html' title='RELASI MAKNA DALAM BAHASA ACEH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-7408855353433279910</id><published>2009-07-09T03:08:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T23:13:00.018-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALBUM PHOTO'/><title type='text'>HAMDANI, S.Pd. (kiri depan) BERSAMA GURU SE-NAD DAN SUMUT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlXB_osFOWI/AAAAAAAAAHg/kUxJkREa2SA/s1600-h/Picture0074.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlXB_osFOWI/AAAAAAAAAHg/kUxJkREa2SA/s320/Picture0074.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356400630825302370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAMDANI, S.Pd. (kiri depan) BERSAMA GURU SE-NAD DAN SUMUT DALAM ACARA DIKLAT GURU BAHASA INDONESIA. AWAL TAHUN 2009.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-7408855353433279910?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/7408855353433279910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/hamdani-mulya-kanan-bersama-guru-se.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/7408855353433279910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/7408855353433279910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/hamdani-mulya-kanan-bersama-guru-se.html' title='HAMDANI, S.Pd. (kiri depan) BERSAMA GURU SE-NAD DAN SUMUT'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlXB_osFOWI/AAAAAAAAAHg/kUxJkREa2SA/s72-c/Picture0074.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-1187130879403090279</id><published>2009-07-09T03:03:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T23:15:10.919-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ALBUM PHOTO'/><title type='text'>HAMDANI, S.Pd. (kiri) BERSAMA SUTARDJI CALZOUM BACHRIE (berjenggot) "PRESIDEN PENYAIR INDONESIA" DALAM ACARA LOKAKARYA SASTRA NASIONAL, DI BOGOR</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlXBScHb_DI/AAAAAAAAAHY/dCBYTOXWIzY/s1600-h/Picture0019.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlXBScHb_DI/AAAAAAAAAHY/dCBYTOXWIzY/s320/Picture0019.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356399854356266034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAMDANI, S.Pd. (kiri) BERSAMA SUTARDJI CALZOUM BACHRIE (berjenggot) "PRESIDEN PENYAIR INDONESIA" DALAM ACARA LOKAKARYA SASTRA NASIONAL, DI BOGOR, JAWA BARAT, TAHUN 2005.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-1187130879403090279?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/1187130879403090279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/hamdani-mulya-kanan-bersama-sutardji.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1187130879403090279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1187130879403090279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/hamdani-mulya-kanan-bersama-sutardji.html' title='HAMDANI, S.Pd. (kiri) BERSAMA SUTARDJI CALZOUM BACHRIE (berjenggot) &quot;PRESIDEN PENYAIR INDONESIA&quot; DALAM ACARA LOKAKARYA SASTRA NASIONAL, DI BOGOR'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlXBScHb_DI/AAAAAAAAAHY/dCBYTOXWIzY/s72-c/Picture0019.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-2595586873753595010</id><published>2009-07-08T22:10:00.001-07:00</published><updated>2011-10-29T22:36:53.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA INDONESIA'/><title type='text'>BAHASA INDONESIA UNTUK PERGURUAN TINGGI</title><content type='html'>BAHASA INDONESIA &lt;br /&gt;UNTUK PERGURUAN TINGGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;KEDUDUKAN, FUNGSI, DAN GAMBARAN UMUM &lt;br /&gt;MATERI BAHASA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional&lt;br /&gt; Seminar politik Bahasa Nasional yang diselenggarakan pada Februari 1975, memutuskan kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai berikut:&lt;br /&gt;a) Bahasa Indonesia  berkedudukan sebagai bahasa nasional.&lt;br /&gt;b) Bahasa Indonesia sebagai lambang identitas nasional.&lt;br /&gt;c) Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai masyarakat yang berbeda latar belakang sosial, budaya, dan bahasa.&lt;br /&gt;d) Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat penghubung antar daerah dan antar budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara&lt;br /&gt;Sedangkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara memiliki fungsi sebagai berikut:&lt;br /&gt;a) Bahasa resmi kenegaraan.&lt;br /&gt;b) Bahasa pengantar di lembaga-lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;c) Alat penghubung pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan.&lt;br /&gt;d) Alat pengembangan kebudayaan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Ragam Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;a) Ragam Daerah atau Ragam Dialek&lt;br /&gt; Ragam patokan daerah, lazim dikenal dengan dialek/logat. Ragam ini digunakan sekelompok masyarakat dari suatu wilayah atau daerah tertentu. Misalnya dialek Medan, Jawa, Sunda, dan Aceh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b) Ragam Sosiolek&lt;br /&gt; Ragam sosiolek adalah ragam bahasa yang mencerminkan pribadi sosial pengguna bahasa. Seorang yang berpendidikan tinggi tentu berbeda ragam dalam pemakaian bahasa dengan orang yang berpendidikan rendah. Begitu juga jika kita membandingkan bahasa yang digunakan oleh para pekerja pelabuhan dan calo di terminal. Bahasa yang digunakan oleh cerdik pandai umumnya lebih bagus dan piawai. Mereka yang pernah mengecap pendidikan dapat membedakan pengucapan kata-kata seperti: folio, film, apotek, dan fitnah. Mereka dapat menganalisis kebenaran sesuai dengan konteks kalimat atau kebakuan kata. Folio sebagai jenis kertas atau polio yang merupakan jenis penyakit sesuai dengan konteks kalimat yang diinginkan. Demikian juga kata film adalah jenis kata yang baku bukan filem. Begitu juga kata apotek, termasuk kata baku, karena toko obat disebut sebagai apoteker bukan apotiker. Sedangkan mereka yang tidak pernah belajar bahasa akan semena-mena mengucapkan kata-kata seperti: pilem/pilm, pitnah dan lain-lain (Yamilah dan Samsoerizal, 1994:10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Ragam Fungsiolek&lt;br /&gt; Ragam berdasarkan sikap penutur mencakup daya ucap secara khas. Ragam ini digunakan antara lain dalam kegiatan: kesehatan, susastra, olahraga, jurnalistik, lingkungan, dan karya ilmiah. Setiap bidang tersebut menampakkan ciri tersendiri dalam pengungkapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) Ragam Lisan dan Tulis&lt;br /&gt; Ragam lisan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Memanfaatkan alat ucap dengan bantuan intonasi, mimik, dan gerak-gerik anggota tubuh.&lt;br /&gt;2. Komunikasi berlangsung secara tatap muka.&lt;br /&gt;             Ragam bahasa tulis  memiliki ciri-ciri sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Menggunakan ejaan dalam penyampaian informasi.&lt;br /&gt;2. Komunikasi berlangsung secara non tatap muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             Ragam bahasa lisan, dalam kegiatan sehari-hari terwujud melalui:&lt;br /&gt;1) Ragam percakapan.&lt;br /&gt;2) Ragam pidato.&lt;br /&gt;3) Ragam kuliah.&lt;br /&gt;            Sedangkan ragam bahasa tulis dapat dilihat pada penggunaan:&lt;br /&gt;1) Ragam teknis.&lt;br /&gt;2) Ragam undang-undang.&lt;br /&gt;3) Ragam catatan.&lt;br /&gt;4) Ragam surat-menyurat.&lt;br /&gt;e) Ragam Baku dan Tidak Baku&lt;br /&gt; Ragam bahasa baku (standar) memiliki sifat; kemantapan, dinamis, kecendikiaan, dan keseragaman. Ragam baku adalah ragam (konfensional) yang telah disepakati bersama dan terkumpul dalam Tata Bahasa Baku. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;1.4 Ejaan Bahasa Indonesia&lt;br /&gt; Ejaan dalam bahasa tulis. Di dalamnya berisi kaidah yang mengatur; a) bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi ujaran, dan b) bagaimana hubungan antar lambang-lambang itu baik pemisahan atau penggabungan dalam suatu bahasa. Secara teknis ejaan dimaksud sebagai cara penulisan huruf, penulisan kata, penulisan kalimat, dan penulisan tanda-tanda baca atau pungtuasi.&lt;br /&gt; Ejaan yang pernah dirumuskan untuk kepentingan tulis menulis di Indonesia adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Ejaan Van Ophuysen (1901).&lt;br /&gt;2. Ejaan Soewandi (1947).&lt;br /&gt;3. Ejaan Pembaharuan (1957).&lt;br /&gt;4. Ejaan Melayu-Indonesia/Melindo (1959).&lt;br /&gt;5. Ejaan Lembaga Bahasa dan Kesusastraan/LBK (1966).&lt;br /&gt;6. Ejaan Yang Disempurnakan (17 Agustus 1972).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.5 Jenis-Jenis Karya Tulis  (Wacana)&lt;br /&gt; Berdasarkan wacana karangan dapat dikelompokkan sesuai dengan jenis isi dan tujuannya, dikenal beberapa jenis wacana yaitu:&lt;br /&gt;1. Deskripsi&lt;br /&gt; Deskripsi atau pelukisan adalah jenis karya tulis yang berupaya melukiskan sesuatu dengan keadaan sebenarnya, sehingga dapat mencitrai (melihat, mendengar, mencium, dan merasakan) apa yang dicitrakan penulis kepada pembaca.&lt;br /&gt;2. Eksposisi&lt;br /&gt; Eksposisi atau paparan adalah jenis karya tulis yang berusaha menjelaskan pokok pikiran yang dapat memperluas pengetahuan pembaca.&lt;br /&gt;3. Persuasi &lt;br /&gt; Persuasi atau bujukan merupakan jenis karya tulis  bertujuan membujuk, mempengaruhi pembaca dengan cara mengemukakan argumentasi disertai data atau fakta. Itulah sebabnya persuasi ditulis dalam bentuk artikel, makalah, hingga ke orasi ilmiah.&lt;br /&gt;4. Argumentasi&lt;br /&gt; Argumentasi adalah sebuah karya tulis yang berusaha memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian atau gagasan. Data atau fakta dalam argumentasi digunakan sebagai penguat alasan.&lt;br /&gt;5. Narasi&lt;br /&gt; Narasi atau cerita adalah jenis karya tulis yang berkenaan dengan rangkaian peristiwa. Rangkaian itu dapat disusun  menurut urutan waktu (kronologis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.6  Keterampilan Berbahasa Indonesia&lt;br /&gt;A. Pendahuluan&lt;br /&gt;Keterampilan berbahasa Indonesia merupakan keahlian (skils) yang harus dikuasai dan diberikan kepada guru, calon guru (mahasiswa keguruan), penceramah, kaum intelektual, maupun masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa sehingga akan lebih mantap dan handal dalam pemakaian segala aspek kebahasaan. Keterampilan berbahasa Indonesia mencakup: Keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan menulis, dan keterampilan membaca. Penyajian materi ini dilatarbelakangi oleh suatu kenyataan bahwa keterampilan berbahasa sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;Mari perhatikan kehidupan masyarakat. Anggota-anggota masyarakat saling berhubungan dengan cara berkomunikasi. Komunikasi dapat berupa komunikasi satu arah, dua arah, dan multi arah. Komunikasi satu arah terjadi ketika seseorang mengirim pesan kepada orang lain, sedangkan penerima pesan tidak menanggapi isi pesan tersebut. Misalnya, khotbah jumat dan berita di TV atau radio. Komunikasi dua arah terjadi ketika pemberi pesan dan penerima pesan saling menanggapi isi pesan. Komunikasi multi arah terjadi ketika pemberi pesan dan penerima pesan yang jumlahnya lebih dari dua orang saling menanggapi isi pesan (Ghofur,  2009:1).&lt;br /&gt;Dalam kegiatan komunikasi, pengirim pesan aktif mengirim pesan yang diformulasikan dalam lambang-lambang berupa bunyi atau tulisan. Proses ini disebut dengan encoding. Selanjutnya si penerima pesan aktif menerjemahkan lambang-lambang tersebut menjadi bermakna sehingga pesan tersebut dapat diterima secara utuh. Proses ini disebut dengan decoding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Aspek-Aspek Keterampilan Berbahasa&lt;br /&gt;Sehubungan dengan penggunaan bahasa, terdapat empat keterampilan dasar berbahasa yaitu; menyimak, berbicara, menulis, dan membaca. Keempat keterampilan tersebut saling terkait antara yang satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;B.1. Hubungan Menyimak dengan Berbicara&lt;br /&gt;Menyimak dan berbicara merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang langsung. Menyimak bersifat reseptif, sedangkan berbicara bersifat produktif. Misalnya, komunikasi yang terjadi antar teman, antara pembeli dan penjual atau dalam suatu diskusi di kelas. Dalam hal ini A berbicara dan B mendengarkan. Setelah itu giliran B yang berbicara dan A mendengarkan. Namun, ada pula dalam suatu konteks bahwa komunikasi itu terjadi dalam situasi noninteraktif, yaitu satu pihak saja yang berbicara dan pihak lain hanya mendengarkan. Misalnya Khotbah di masjid, dimana pemceramah menyampaikan ceramahnya, sedangkan yang lainnya hanya mendengarkan.&lt;br /&gt;Terkait dengan kegiatan pembelajaran, maka mahasiswa keguruan atau calon guru dituntut untuk mampu memodifikasi aktivitas pembelajaran agar siswa mampu untuk melaksanakan kegiatan komunikasi baik satu arah, dua arah, maupun multi arah. Aktivitas yang dapat dilakukan adalah dengan metode  diskusi kelompok, Tanya jawab, dan sebagainya.&lt;br /&gt;B.2. Hubungan Menyimak dan Membaca&lt;br /&gt;Menyimak dan membaca sama-sama merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Menyimak berkaitan dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkan membaca merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. Penyimak maupun pembaca melakukan aktivitas pengidentifikasian terhadap unsur-unsur bahasa yang berupa suara (menyimak), maupun berupa tulisan (membaca) yang selanjutnya diikuti dengan proses decoding guna memperoleh pesan yang berupa konsep, ide, atau informasi.&lt;br /&gt;Keterampilan menyimak merupakan kegiatan yang paling awal dilakukan oleh manusia bila dilihat dari proses pemerolehan bahasa. Secara berturut-turut pemerolehan keterampilan berbahasa itu pada umumnya dimulai dari menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kegiatan menyimak diawali dengan mendengarkan, dan pada akhirnya memahami apa yang disimak. Untuk memahami isi bahan simakan diperlukan suatu proses berikut; mendengarkan, mengidentifikasi, menginterpretasi atau menafsirkan, memahami, menilai, dan yang terakhir menanggapi apa yang disimak. Dalam hal ini menyimak memiliki tujuan yang berbeda-beda yaitu untuk; mendapatkan fakta, manganalisa fakta, mengevaluasi fakta, mendapat inspirasi, menghibur diri, dan meningkatkan kemampuan berbicara.&lt;br /&gt;Menyimak memiliki jenis-jenis sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Menyimak kreatif: menyimak yang bertujuan untuk mengembangkan daya imajinasi dan kreativitas pembelajar.&lt;br /&gt;2. Menyimak kritis: menyimak yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk memberikan penilaian secara objektif.&lt;br /&gt;3. Menyimak ekstrinsik: menyimak yang berhubungan dengan hal-hal yang tidak umum dan lebih bebas.&lt;br /&gt;4. Menyimak selektif: menyimak yang dilakukan secara sungguh-sungguh, dan memilih untuk mencari yang terbaik.&lt;br /&gt;5. Menyimak sosial: menyimak yang dilakukan dalam situasi-situasi sosial.&lt;br /&gt;6. Menyimak estetik: menyimak yang apresiatif, menikmati keindahan cerita, puisi, dll.&lt;br /&gt;7. Menyimak konsentratif: menyimak yang merupakan sejenis telaah atau menyimak untuk mengikuti petunjuk-petunjuk.&lt;br /&gt;B.3. Hubungan Membaca dan Menulis&lt;br /&gt;Membaca dan menulis merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. Menulis adalah kegiatan berbahasa yang bersifat produktif, sedangkan membaca adalah kegiatan yang bersifat reseptif. Seorang penulis menyampaikan gagasan, perasaan, atau informasi dalam bentuk tulisan. Sebaliknya seorang pembaca mencoba memahami gagasan, perasaan atau informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan tersebut.&lt;br /&gt;Burns, Anderson, dan Ulit dalam Ghofur (2009:2) memaparkan bahwa Membaca adalah suatu proses kegiatan yang ditempuh oleh pembaca yang mengarah pada tujuan melalui tahap-tahap tertentu. Proses tersebut berupa penyandian kembali dan penafsiran sandi. Kegiatan dimulai dari mengenali huruf, kata, ungkapan, frasa, kalimat, dan wacana, serta menghubungkannya dengan bunyi dan maknanya. Lebih dari itu, pembaca menghubungkannya dengan kemungkinan maksud penulis berdasarkan pengalamannya. Sejalan dengan hal tersebut, Kridalaksana dalam Ghofur (2009:2) menyatakan bahwa membaca adalah keterampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutan lambang-lambang grafis dan perubahannya menjadi bicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau pengujaran keras-keras. Kegiatan membaca dapat bersuara nyaring dan dapat pula tidak bersuara (dalam hati).&lt;br /&gt;Menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafis yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafis tersebut (Bryne dalam Ghofur, 2009:3). Lebih lanjut Bryne menyatakan bahwa mengarang pada hakikatnya bukan sekadar menulis simbol-simbol grafis sehingga berbentuk kata, dan kata-kata tersusun menjadi kalimat menurut peraturan tertentu, akan tetapi mengarang adalah menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap, dan jelas sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca.&lt;br /&gt;Secara singkat dapat dikatakan bahwa dalam kegiatan karang-mengarang, pengarang menggunakan bahasa tulis untuk menyatakan isi hati dan buah pikirannya secara menarik kepada pembaca.  Oleh karena itu, di samping harus menguasai topik dan permasalahannya yang akan ditulis, penulis dituntut menguasai komponen (1) grafologi, (2) struktur, (3) kosakata, dan (4) kelancaran.&lt;br /&gt;Aktivitas menulis mengikuti alur proses yang terdiri atas beberapa tahap. Mckey dalam Ghofur (2009:3) mengemukakan tujuh tahap yaitu (1) pemilihan dan pembatasan masalah, (2) pengumpulan bahan, (3) penyusunan bahan, (4) pembuatan kerangka karangan, (5) penulisan naskah awal, (6) revisi, dan (7) penulisan naskah akhir.&lt;br /&gt;Secara padat, proses penulisan terdiri atas lima tahap yaitu; (1) pramenulis, (2) menulis, (3) merevisi, (4) mengedit, dan (5) mempublikasikan (Ghofur, 2009:3).&lt;br /&gt;1. Pramenulis&lt;br /&gt;Pramenulis merupakan tahap persiapan. Pada tahap ini seorang penulis melakukan berbagai kegiatan, misalnya menemukan ide/gagasan, menentukan judul karangan, menentukan tujuan, memilih bentuk atau jenis tulisan, membuat kerangka dan mengumpulkan bahan-bahan.&lt;br /&gt;Ide tulisan dapat bersumber dari pengalaman, observasi, bahan bacaan, dan imajinasi. Oleh karena itu, pada tahap pramenulis diperlukan stimulus untuk merangsang munculnya respon yang berupa ide atau gagasan. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas, misalnya membaca buku, surat kabar, majalah, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Penentuan tujuan menulis erat kaitannya dengan pemilihan bentuk karangan. Karangan yang bertujuan menjelaskan sesuatu dapat ditulis dalam bentuk karangan eksposisi; karangan yang bertujuan membuktikan, meyakinkan, dan membujuk dapat disusun dalam bentuk argumentasi dan persuasi. Karangan yang bertujuan melukiskan sesuatu dapat ditulis dalam bentuk karangan deskripsi. Di samping seorang penulis dapat memilih bentuk prosa, puisi, atau drama untuk mengkomunikasikan gagasannya.&lt;br /&gt;2. Menulis&lt;br /&gt;Tahap menulis dimulai dari menjabarkan ide-ide ke dalam bentuk tulisan. Ide-ide dituangkan dalam bentuk satu karangan yang utuh. Pada tahap ini diperlukan berbagai pengetahuan kebahasaan dan teknik penulisan. Pengetahuan kebahasaan digunakan untuk pemilihan kata, penentuan gaya bahasa, dan pembentukan kalimat. Sedangkan teknik penulisan diterapkan dalam penyusunan paragraf sampai dengan penyusunan karangan secara utuh.&lt;br /&gt;3. Merevisi&lt;br /&gt;Pada tahap merivisi dilakukan koreksi terhadap keseluruhan paragraf dalam tulisan. Koreksi harus dilakukan terhadap berbagai aspek, misalnya struktur karangan dan kebahasaan. Struktur karangan meliputi penataan ide pokok dan ide penjelas serta sistematika penalarannya. Sementara itu aspek kebahasaan meliputi pemilihan kata, struktur bahasa, ejaan dan tanda baca.&lt;br /&gt;4. Mengedit&lt;br /&gt;Apabila karangan sudah dianggap sempurna, penulis tinggal melaksanakan tahap pengeditan. Dalam pengeditan ini diperlukan format baku yang akan menjadi acuan, misalnya ukuran kertas, bentuk tulisan, dan pengaturan spasi. Proses pengeditan dapat diperluas dan disempurnakan dengan penyediaan gambar atau ilustrasi. Hal itu dimaksudkan agar tulisan itu menarik dan lebih mudah dipahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mempublikasikan&lt;br /&gt;Mempublikasikan mempunyai dua pengertian. Pengertian pertama, berarti menyampaikan karangan kepada publik dalam bentuk cetakan, sedangkan pengertian yang kedua disampaikan dalam bentuk noncetakan. Penyampaian noncetakan dapat dilakukan dengan pementasan, penceritaan, peragaan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;B.4. Hubungan Menulis dengan Berbicara&lt;br /&gt;Berbicara dan menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif. Berbicara merupakan kegiatan ragam lisan, sedangkan menulis merupakan kegiatan berbahasa ragam tulis. Menulis pada umumnya merupakan kegiatan berbahasa tak langsung, sedangkan berbicara merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat langsung.&lt;br /&gt;Berbicara pada hakikatnya merupakan suatu proses berkomunikasi yang dalam proses itu  terjadi pemindahan pesan dari satu pihak (komunikator) ke pihak lain (komunikan). Pesan yang akan disampaikan kepada komunikan lebih dahulu diubah ke dalam simbol-simbol yang dipahami oleh kedua belah pihak (Ghofur, 2009:5).&lt;br /&gt;Aspek-aspek yang dinilai pada kegiatan berbicara terdiri atas aspek kebahasaan dan nonkebahasaan. Aspek kebahasaan terdiri atas; ucapan atau lafal, tekanan kata, nada dan irama, persandian, kosakata atau ungkapan, dan variasi kalimat atau struktur kalimat. Aspek nonkebahasaan terdiri atas; kelancaran, penguasaan materi, keberanian, keramahan, ketertiban, semangat, dan sikap.&lt;br /&gt;Langkah-langkah yang harus dikuasai oleh seorang pembicara yang baik adalah:&lt;br /&gt;1. Memilih topik, minat pembicara, kemampuan berbicara, minat pendengar, kemampuan mendengar, dan waktu yang disediakan.&lt;br /&gt;2. Memahami dan menguji topik, memahami pendengar, situasi, latar belakang pendengar, tingkat kemampuan, serta sarana.&lt;br /&gt;3. Menyusun kerangka pembicaraan, pendahuluan, isi dan penutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Latihan dan Soal &lt;br /&gt;1. Sebutkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negera !&lt;br /&gt;2. Sebutkan ejaan-ejaan yang pernah digunakan (diberlakukan) di Indonesia untuk kepentingan tulis menulis !&lt;br /&gt;3. Sebutkan jenis-jenis wacana beserta contohnya masing-masing dalam bentuk paragraf !&lt;br /&gt;4. Apakah tujuan dan maksud dari keterampilan berbahasa ?&lt;br /&gt;5. Langkah apa saja yang harus ditempuh oleh seorang pembicara yang baik (orator) ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Pengertian Karya Ilmiah&lt;br /&gt;Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain. Jika pun, tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema yang sama, tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan dari tema terdahulu. Disebut juga dengan penelitian lanjutan. &lt;br /&gt;Tradisi keilmuan menuntut para calon ilmuan (mahasiswa) bukan sekadar menjadi penerima ilmu. Akan tetapi sekaligus sebagai pemberi (penyumbang) ilmu. Dengan demikian, tugas kaum intelektual dan cendikiawan tidak hanya dapat membaca, tetapi juga harus dapat menulis tentang tulisan-tulisan ilmiah. Apalagi bagi seorang mahasiswa sebagai calon ilmuan wajib menguasai tata cara menyusun karya ilmiah. Ini tidak terbatas pada teknik, tetapi juga praktik penulisannya. Kaum intelektual jangan hanya pintar bicara dan “menyanyi” saja, tetapi juga harus gemar dan pintar menulis.  &lt;br /&gt;Istilah karya ilmiah di sini adalah mengacu kepada karya tulis yang penyusunan dan penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Dilihat dari panjang pendeknya atau kedalaman uraian, karya tulis ilmiah dibedakan atas makalah (paper) dan laporan penelitian. Dalam penulisan, baik makalah maupun laporan penelitian, didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Penyusunan dan penyajian karya semacam itu didahului oleh studi pustaka dan studi lapangan (Azwardi, 2008:111). &lt;br /&gt; Finoza dalam Alamsyah (2008:98) mengklasifikasikan karangan menurut bobot isinya atas 3 jenis, yaitu: (1) karangan ilmiah, (2) karangan semi ilmiah atau ilmiah populer, dan (3) karangan non ilmiah. Yang tergolong ke dalam karangan ilmiah antara lain makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi ilmiah antara lain adalah artikel, editorial, opini, feuture, reportase; yang tergolong dalam karangan non ilmiah antara lain anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan naskah drama. &lt;br /&gt; Ketiga jenis karangan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Karangan ilmiah memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa. Sedangkan karangan non ilmiah adalah karangan yang tidak terikat pada karangan baku; sedangkan karangan semi ilmiah berada diantara keduanya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Yamilah dan Samsoerizal (1994:90) memaparkan bahwa ragam karya ilmiah terdiri atas beberapa jenis berdasarkan fungsinya. Menurut pengelompokan itu, dikenal ragam karya ilmiah seperti; makalah, skripsi, tesis, dan disertasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Sikap Ilmiah&lt;br /&gt;Ada tujuh sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh setiap penulis atau peneliti berdasarkan pendapat Istarani (2009:4) yaitu: sikap ingin tahu, sikap kritis, sikap terbuka, sikap objektif, sikap menghargai karya orang lain, sikap berani mempertahankan kebenaran, dan sikap menjangkau ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3 Ciri-Ciri Karya Ilmiah&lt;br /&gt; Karangan ilmiah adalah karangan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan melalui bahasa tulis yang formal dengan sistematis-methodis. Karangan ilmiah bersifat sistematis dan tidak emosional. Dalam karya ilmiah disajikan kebenaran fakta.&lt;br /&gt; Ciri-ciri karya ilmiah menurut Alamsyah (2008:99) adalah sebagai berikut: (1) merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif ). Artinya, faktanya sesuai dengan yang diteliti, (2) bersifat methodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode tertentu dengan langkah langkah yang teratur dan terkontrol secara tertip dan rapi, (3) tulisan ilmiah menggunakan laras ilmiah. Artinya, laras bahasa ilmiah harus baku dan formal. Selain itu laras ilmiah harus lugas agar tidak ambigu (ganda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4 Manfaat Penulisan Karya Ilmiah&lt;br /&gt;Ada beberapa manfaat penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut: (1) penulis akan terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif, karena sebelum menulis karya ilmiah, penulis harus membaca dulu, (2) penulis akan terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber dan mengembangkan ke tingkat pemikiran yang lebih matang, (3) penulis akan terasa akrab dengan kegiatan perpustakaan, seperti bahan bacaan dalam katalog pengarang atau katalog judul buku, (4) penulis akan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis, (5) penulis akan memperoleh kepuasan intelektual, dan (5) penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat (Istarani, 2009:5). &lt;br /&gt;Selain itu, dengan karya ilmiah penulis juga telah ikut serta dalam usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) melalui karya tulis yang dihasilkannya. Dengan demikian para penulis dan peneliti telah memberikan royalti (masukan) yang berguna bagi pengembangan iptek itu sendiri. Sehingga karya ilmiah tersebut dapat dibaca dan bermanfaat bagi para mahasiswa, intelektual, pendidik (guru dan dosen), dan bagi masyarakat umum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.5 Prinsip-Prinsip Penulisan Karya Ilmiah&lt;br /&gt; Prinsip-prinsip umum yang mendasari penulisan sebuah karya ilmiah adalah:&lt;br /&gt;1. Objektif, artinya setiap pernyataan ilmiah dalam karyanya  harus didasarkan kepada data dan fakta. Kegiatan ini disebut studi empiris. Objektif dan empiris merupakan dua hal yang bertautan.&lt;br /&gt;2. Prosedur atau penyimpulan penemuannya melalui penalaran induktif dan deduktif.&lt;br /&gt;3. Rasio dalam pembahasan data. Seorang penulis karya ilmiah dalam menganalisis data harus menggunakan pengalaman dan pikiran secara logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.6 Tema Karya Ilmiah&lt;br /&gt; Dalam menulis karya ilmiah, penulis hendaklah mengangkat tema-tema yang aktual dan bukan suatu tema yang sudah basi dan kusam. Sehingga karya tulis yang dihasilkan lebih berbobot dan mendapat sambutan yang baik dari pembaca. Sebagian penulis kadang kala mengangkat tema yang kurang penting yang hanya menjadi sebuah tulisan yang mubazir. Selain itu, ada sebagian penulis ilmiah hanya bertindak sebagai seorang penulis plagiator atau diistilahkan dengan penulis “ceplakan atau sarjana foto kopi, julukan bagi mahasiswa yang skripsinya diupahkan pada tukang buat skripsi”.&lt;br /&gt; Mengenai tema Walija (1996:19-20) memaparkan bahwa kata ‘tema’ diserap dari bahasa Inggris theme yang berarti ‘pokok pikiran’. Kata theme itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, tithenai, yang berarti; meletakkan atau menempatkan. Tema sebuah karangan merupakan ide dasar atau ide pokok sebuah tulisan. Biasanya tema tidak dapat dilihat dengan kasat mata dalam sebuah karangan, karena bukan terdapat dalam sebuah kalimat yang utuh, tetapi tema merupakan cerminan dari keseluruhan isi karangan dari awal sampai akhir. Tema merupakan amanat atau pesan-pesan yang dapat dipetik dari karangan. Rumusan dari simpulan yang berupa pesan-pesan pengarang itulah yang disebut tema.&lt;br /&gt;Sebuah tema yang baik adalah harus menarik perhatian penulis sendiri. Apabila penulis senang dengan pokok pembicaraan yang ingin dikarang tentu seorang pengarang dalam keadaan senang atau tidak dalam keadaan terpaksa. Selain menarik perhatian, tema yang hendak ditulis terpahami dengan baik oleh penulis.&lt;br /&gt;Selain tema dalam setiap tulisan ilmiah juga harus memiliki topik. Ada sebagian orang menyamakan antara topik dengan tema. Ternyata pendapat itu keliru. Topik adalah pokok pembicaraan yang ingin disampaikan dalam karangan.&lt;br /&gt;Rambu-rambu yang harus diketahui dan dipahami oleh seorang penulis untuk menentukan dan memilih topik yang baik adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;(1) Topik sebaiknya aktual.&lt;br /&gt;(2) Topik sebaiknya berasal dari dunia atau bidang kehidupan yang akrab dengan penulis.&lt;br /&gt;(3) Topik sebaiknya memiliki nilai tambah atau memiliki arti yang penting, baik bagi penulis sendiri atau bagi orang lain.&lt;br /&gt;(4) Topik sebaiknya selaras dengan tujuan pengarang dan selaras dengan calon pembaca.&lt;br /&gt;(5) Topik sebaiknya asli, bukan pengulangan atas hal yang sama yang pernah disajikan oleh orang lain.&lt;br /&gt;(6) Topik sebaiknya tidak menyulitkan pencarian data, bahan, dan informasi lain yang diperlukan.  &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;2.7 Tahapan Umum Penulisan Karya Ilmiah&lt;br /&gt; Tahap persiapan mencakup kegiatan menemukan masalah atau mengajukan masalah yang akan dibahas dalam penelitian. Masalah yang ditemukan itu didukung oleh latar belakang, identifikasi masalah, batasan, dan rumusan masalah. Langkah berikutnya mengembangkan kerangka pemikiran  yang berupa kajian teoritis.&lt;br /&gt; Langkah selanjutnya adalah mengajukan hipotesis atau jawaban atau dugaan sementara atas penelitian yang akan dilakukan. Metodelogi dalam tahap persiapan penulisan karya ilmiah  juga diperlukan . Metodelogi mencakup berbagai teknik yang dilakukan dalam pengambilan data, teknik pengukuran, dan teknik analisis data. Kemudian tahap penulisan merupakan perwujudan  tahap persiapan ditambah dengan pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai. Terakhir adalah tahap penyuntingan dilakukan setelah proses penulisan dianggap selesai.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.8 Bahasa Karya Ilmiah&lt;br /&gt; Bahasa memegang peranan penting dalam penulisan karya ilmiah. Oleh sebab itu pemahaman tentang diksi (pilihan kata atau seleksi kata, bahasa Inggris; diction), istilah, kalimat, penyusunan paragraf, dan penalaran yang diungkapkan harus dikuasai peneliti. Selain itu, penulisan karya ilmiah harus mengacu pada Pedoman Umum Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan sesuai dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baku. Dengan demikian, gaya penulisan karya ilmiah hendaknya memiliki kejelasan, reproduktif, dan impersonal. &lt;br /&gt; Disisi lain, bahasa merupakan alat yang cukup penting dalam karangan ilmiah. Langkah pertama dalam menulis karya ilmiah yang baik adalah menggunakan tata bahasa yang benar (Suriasumantri, 1986:58). Apabila bahasa kurang cermat dipakai, karangan bukan saja sukar di pahami, melainkan juga mudah menimbulkan salah pengertian. Bahasa karangan yang kacau menggambarkan kekacauan pikiran penulis (Surakhmat dalam Finoza, 2006:215).&lt;br /&gt; Dalam menulis karya ilmiah penulis juga diharapkan mampu menggunakan bahasa secara cermat. Sajikan ide-ide secara urut sehingga pokok-pokok pikiran dan konsep tersusun secara koheren. Gunakan ungkapan yang ekonomis sehingga tidak terjadi pengulangan ide atau penggunaan kata-kata yang berlebihan. Selain itu, gunakan ungkapan halus (smooth), agar pembaca dapat mengikuti alur pembahasan dengan mudah. Gaya kalimat jangan seperti puitis dan perhatikan penulisan secara benar dan baku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.9 Penggunaan Bahasa dalam Karya Ilmiah&lt;br /&gt; Dalam penggunaan bahasa terdapat beberapa ragam bahasa. Sugono (1999:10) berpendapat bahwa berdasarkan pokok persoalan yang dibicarakan, ragam bahasa dapat dibedakan atas bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti ragam bahasa hukum, ragam bahasa niaga, ragam bahasa sastra, dan ragam bahasa jurnalistik. &lt;br /&gt;Yamilah dan Samsoerizal (1994:10) mengklasifikasikan ragam bahasa dengan nama istilah ragam fungsioleg. Ragam fungsioleg adalah ragam berdasarkan sikap penutur mencakup daya ucap secara khas. Ragam ini digunakan antara lain dalam kegiatan: kesehatan, susastra, olahraga, jurnalistik, lingkungan, dan karya ilmiah. Setiap bidang tersebut menampakkan ciri tersendiri dalam pengungkapannya. Hadi dalam Alamsyah (2008:102) mengatakan bahwa bahasa ragam karya ilmiah memiliki karakteristik tersendiri yaitu : singkat, padat, sederhana, lugas, lancar, dan menarik. &lt;br /&gt;Selain itu, gaya penulisan karya ilmiah hendaknya memiliki kejelasan, reproduktif, dan impersonal. Kejelasan dimaksudkan bahwa setiap karya ilmiah harus mampu menyampaikan informasi kepada pembaca tentang objek penelitiannya secara gamblang. Kegamblangan ini dibicarakan sebagai foto kopi dari aslinya. Inilah yang dimaksud dengan reproduktif. Sedangkan impersonal berarti peniadaan kata ganti perorangan seperti: saya atau peneliti. Misalnya: Adapun masalah yang akan diteliti mencakup, pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan penelitian. Pada posisi kata impersonal “diteliti” tidak boleh menggunakan kata saya atau peneliti.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.10 Tertib Mengutip&lt;br /&gt;Dalam tradisi mengarang ilmiah berlaku mengutip pendapat orang lain. Karya ilmiah pada umumnya merupakan hasil pengamatan atau penelitian yang merupakan lanjutan dari penelitian yang terdahulu. Dengan kata lain, hasil-hasil penelitian orang lain, pendapat ahli, baik yang dilisankan maupun yang dituliskan dapat digunakan sebagai rujukan untuk memperkuat uraian atau untuk membuktikan apa yang dibentangkan (Walija, 1996:125). Dalam dunia tulis menulis ilmiah ada dua macam jenis kutipan, yaitu: kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung dalam pengutipannya harus diberi tanda kutip (“… “). Sedangkan kutipan tidak langsung tidak diberikan tanda kutip. Namun, kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung dalam tertib mengutip harus diberikan tanda dengan catatan kaki (foot notes).&lt;br /&gt;Catatan kaki adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan uraian (teks) yang ditulis di bagian bawah halaman yang sama. Apabila keterangan semacam ini disusun dibagian akhir karangan biasanya disebut keterangan saja. Catatan kaki bukan hanya untuk menunjukkan sumber kutipan, melainkan juga dipergunakan untuk memberikan keterangan tambahan terhadap uraian atau teks.  &lt;br /&gt; Ada beberapa prinsip mengutip, yaitu: (1) tidak mengadakan perubahan, (2) memberitahu bila sumber kutipan mengandung kesalahan, (3)  memberitahu bila melakukan perbaikan, dan (4) memberitahu bila menghilangkan bagian-bagian tertentu yang ada didalam kutipan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.11 Daftar Pustaka&lt;br /&gt; Daftar pustaka merupakan daftar sejumlah buku acuan atau referensi yang menjadi bahan utama dalam suatu tulisan ilmiah. Selain buku, majalah, surat kabar, catatan harian, dan hasil pemikiran ilmuan juga dapat dijadikan sebagai referensi dalam menulis. Walija (1996:149) mengatakan bahwa daftar pustaka atau bibliografi adalah daftar buku atau sumber acuan lain yang mendasari atau menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan karangan. Unsur-unsur pada daftar pustaka hampir sama dengan catatan kaki. Perbedaannya hanya pada daftar pustaka tiada nomor halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Unsur-unsur pokok daftar pustaka adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;A. Buku sebagai Bahan Referensi&lt;br /&gt;1) Nama pengarang, diurutkan berdasarkan huruf abjad (alfabetis). Jika nama   pengarang lebih dari dua penggal nama terakhir didahulukan atau dibalik.&lt;br /&gt;2) Tahun terbit buku, didahulukan tahun yang lebih awal jika buku dikarang oleh penulis yang sama.&lt;br /&gt;3)  Judul buku, dimiringkan tulisannya atau digaris bawahi.&lt;br /&gt;4)  Data publikasi, penerbit, dan tempat terbit.&lt;br /&gt;5) DAFTAR PUSTAKA ditulis dengan huruf kapital semua dan menempati posisi paling atas pada halaman yang terpisah. &lt;br /&gt;Contoh penulisan daftar pustaka buku sebagai referensi:&lt;br /&gt;Ismail, Taufiq. 1993. Tirani dan Benteng. Jakarta: Yayasan Ananda.&lt;br /&gt;Mulya, Hamdani. 2010. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Lhokseumawe: STAIN Malikussaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika bahan rujukan atau acuan dalam daftar pustaka yang bersumber dari internet ditulis sesuai dengan aturannya tersendiri berdasarkan pendapat Alamsyah (2008:119) sebagai berikut:&lt;br /&gt;B. Rujukan dari Internet Berupa Artikel dari Jurnal&lt;br /&gt;Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti oleh tahun, judul karya (dicetak miring) dengan diberikan keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.&lt;br /&gt;Contoh: &lt;br /&gt;Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), jilid 5, No 4, (http://www.malang.ac.id, diakses 20 Januari 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Rujukan dari Internet Berupa E-mail Pribadi&lt;br /&gt;Nama pengirim (jika ada) disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: 1&lt;br /&gt;Davis, A. (a.davis @uwts.edu.au). 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tolls. Email kepada Alison Hunter (huntera @usq.edu.au).&lt;br /&gt;Contoh: 2&lt;br /&gt;Mulya, Hamdani. (mulyahamdani @yahoo.com). 15 Oktober 2009. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Email kepada Redaktur  Majalah Santunan Jadid (redaksisantunan @gmail.com).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.12 Contoh Format Umum Karya Ilmiah &lt;br /&gt;Dalam tulisan ini disajikan contoh format umum skripsi mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia. Format karya ilmiah lazim juga disebut sebagai kerangka karya ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB   I   PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang &lt;br /&gt;1.2 Masalah &lt;br /&gt;1.3 Tujuan Penelitian &lt;br /&gt;1.4 Sumber Data&lt;br /&gt;1.5 Hipotesis &lt;br /&gt;1.6 Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;1.7 Pentingnya Penelitian&lt;br /&gt;1.8 Metode Penelitian&lt;br /&gt;1.9 Teknik Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB   II  LANDASAN TEORITIS&lt;br /&gt;2.1 Pengertian Cerpen&lt;br /&gt;2.2 Pengertian Metafora Menurut Para Ahli&lt;br /&gt;2.3 Metafora dalam Cerpen&lt;br /&gt;2.4 Tipe Pelimpahan Metafora dalam Cerpen&lt;br /&gt;2.5 Metafora sebagai Simbolis dalam Cerpen&lt;br /&gt;2.6 Metafora sebagai Sarana Penceritaan dalam cerpen&lt;br /&gt;2.7 Metafora sebagai Gaya dan Nada&lt;br /&gt;2.8 Metafora sebagai Penggambaran Watak Tokoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB   III   ANALISIS METAFORA DALAM CERPEN KARYA TAUFIQ ISMAIL&lt;br /&gt;3.1 Pengolahan dan Analisis Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB  IV   PENUTUP&lt;br /&gt;     4.1 Simpulan&lt;br /&gt;     4.2 Saran-Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;TABEL&lt;br /&gt;LAMPIRAN-LAMPIRAN&lt;br /&gt;BIOGRAFI PENULIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Latihan dan Tugas &lt;br /&gt;1. Sebutkanlah ciri-ciri karya ilmiah yang anda ketahui !&lt;br /&gt;2. Sebutkan prinsip-prinsip penulisan karya ilmiah yang baik !&lt;br /&gt;3. Bahasa Indonesia yang bagaimakah digunakan dalam penulisan karya ilmiah !&lt;br /&gt;4. Apa syarat-syarat  tema karya ilmiah yang baik ?&lt;br /&gt;5. Sebutkan aturan-aturan penulisan daftar pustaka dalam karya ilmiah beserta contohnya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;BUNGA RAMPAI BAHASA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMBIGUITAS, KALIMAT  EFEKTIF&lt;br /&gt;DAN PESONA KEBAHASAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Preman Bahasa“ /telah menghilangkan pesona/ citra kebahasaan/ bahasa Indonesia yang selama ini kita banggakan/ telah luntur terkoyak/ Mereka adalah preman bahasa; gaul, prokem, elite/ Pudarlah nasionalis bahasa bangsa. Puisi : Hamdani Mulya, 1 Januari 2009. (Puisi ini dipublikasikan di web : http://gemasastrin.wordpres.com ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar di dunia pendidikan. Demikian antara lain fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Namun, dalam realitas keseharian dalam berbudaya berbahasa, pengguna bahasa sering kali mengabaikan aturan-aturan kebahasaan seperti ejaan. Bahkan problema seperti itu dilakukan oleh kaum intelektual. Dalam pemakaian ejaan sering kita menemukan pemakaian huruf kapital yang kurang tepat. Misalnya penulisan nama dosen dan gelar pada absensi, dalam makalah atau lembaran pengesahan skripsi yang disusun oleh mahasiswa sering ditulis dengan huruf kapital semua. Contoh: DRS. MUKHLIS A. HAMID, M.S. Padahal penggunaan huruf kapital semacam itu suatu yang bertentangan dengan Pedoman Umum Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), pada tahun 1972. &lt;br /&gt;Sebenarnya cara penulisan ejaan yang benar nama dan gelar pada contoh di atas adalah Drs. Mukhlis A. Hamid, M.S. Untuk lebih jelas silahkan anda baca lagi EYD terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) sebagai tugas pribadi anda. Menarik bukan ? Bukankah anda seorang penulis buku, peneliti, dosen, guru, insan pers, mahasiswa, atau minimal anda masyarakat pemakai bahasa Indonesia. Karena santunnya suatu bahasa mencerminkan luhurnya budi pengguna bahasa suatu bangsa. Indah sekali bukan?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EYD didalamnya mengulas bagaimana penggunaan aturan kebahasan secara cermat dan rapi mengenai: huruf kapital, huruf miring, tanda baca, dan peristilahan. Masih banyak kesalahan lain yang sering kita temukan dalam penulisan huruf kapital seperti pada penulisan nama jenis makanan, misalnya pada penulisan kata pisang ambon dan asam jawa. Pemakai bahasa sering terkecoh dengan aturan penulisan huruf kapital pada nama suku dan bangsa. Sering menyamakan dengan penulisan suku Ambon dan suku Jawa. &lt;br /&gt;Hal itu mengingatkan kita bahwa pada penulisan kata pisang ambon dan asam jawa tidak menggunakan huruf kapital, karena bukan nama suku dan bangsa. Melainkan nama jenis makanan atau buah-buahan. Demikian juga jika kita hendak menulis nama geografis seperti dalam kalimat berikut: &lt;br /&gt;Kapal besar itu akan berlayar ke samudera luas. &lt;br /&gt;Samudera luas ditulis dengan huruf kecil, karena samudera luas bukan nama geografis. Namun, jika kalimat tersebut diubah menjadi: &lt;br /&gt;Kapal besar itu akan berlayar ke Samudera Hindia.&lt;br /&gt;Maka Samudera Hindia pada setiap awal kata ditulis dengan huruf kapital, karena merupakan nama geografis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi lain kesalahan berbahasa Indonesia juga kita dapatkan dalam pemakaian bahasa yang ambiguitas. Artinya bahasa yang bermakna ganda sehingga membingungkan pembaca karena multi tafsir. Ambigu tidak sama dengan konotasi atau makna sampingan. Lazim disebut dengan makna kias, karena makna kias lebih menyarankan pada pengertian bahasa figuratif atau gaya bahasa. Walaupun demikian, ambiguitas dan konotasi keduanya dilarang keras pemakaiannya dalam bahasa karya ilmiah. Ambiguitas dan konotasi hanya dibolehkan pemakaiannya dalam karya sastra seperti novel, cerpen, dan puisi. Kadang-kadang juga digunakan dalam bahasa jurnalis dan feature untuk menarik perhatian dan membuat pembaca penasaran.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kalimat ambigu antara lain: Kucing makan tikus mati. &lt;br /&gt;Dalam kalimat tersebut siapa yang mati ? Tikus atau kucing? &lt;br /&gt;Kita dapat memperbaiki kalimat tersebut dengan memberikan tanda koma (,) pada posisi berikut: a) Kucing, makan tikus mati. Kalimat tersebut berarti seekor kucing yang makan tikus sudah mati, b) Kucing makan, tikus mati. Berarti kucing dan tikus tidak saling berinteraksi, tetapi bersifat individualistis, c) Kucing makan tikus, mati. Berarti seekor kucing setelah makan tikus, kucing ini mati. Disebabkan oleh asumsi bahwa tikus mati, yang dimakan oleh kucing sebelum mati kucing, telah memakan racun berbahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak contoh lain kalimat ambigu yang menjadi tugas pribadi anda di rumah untuk memperbaikinya. Sebagai Pekerjaan Rumah (PR) silahkan anda baca buku Komposisi: Mengolah Gagasan Menjadi Karangan karya Walija (1996) atau baca Menulis Ilmiah karya Azwardi, S.Pd., M.Hum (2008). &lt;br /&gt;Ambigu adalah salah satu ciri dari kalimat yang tidak efektif. Kalimat efektif merupakan suatu kalimat yang mampu menyampaikan pesan secara akurat dan mampu juga diterima dengan akurat oleh pembaca atau pendengar. Apabila yang di sampaikan X oleh pembicara dan penulis maka yang diterima juga X oleh pendengar dan pembaca. Tidak kurang dan tidak lebih (Walija, 1996:33). Sebagai seorang orator ulung dan penulis handal kita harus mampu memahi dan menggunakan kalimat efektif secara cermat. Ciri-ciri kalimat efektif selanjutnya adalah sebagai berikut: a) memilih kata (diksi, bahasa Inggris: diction) dan istilah yang tepat, b) menggunakan ejaan secara cermat, c) penghematan kata dan tidak menggunakan kata secara mubazir. &lt;br /&gt;Contoh kalimat mubazir: Banyak sekali surat-surat masuk ke kantor redaksi. Kalimat tersebut lebih efektif jika ditulis Banyak surat masuk ke kantor redaksi, d) menggunakan kata yang segar dan bervariasi. Jangan menggunakan kata-kata yang kusam dan bertele-tele serta membosankan, e) menyelaraskan dengan kalimat-kalimat lain atau disebut juga dengan dinamis dan koheren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa keseharian kita juga mendengar pemakaian bahasa yang tidak efektif pada acara seminar, orasi ilmiah, dan ceramah. Misalnya: (1) Kepada Bapak tempat dan waktu kami persilahkan dengan segala hormat. Dalam kalimat ini yang dipersilahkan untuk berceramah adalah tempat seperti meja dan kursi, (2) Untuk mempersingkat waktu acara kami lanjutkan. Yang seharusnya, Untuk menghemat waktu acara kami lanjutkan, dan  (3) Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-63 . Penulisan yang benar adalah Hari Ulang Tahun ke-63 Republik Indonesia. Karena ke-63 dalam kalimat tersebut menunjukan jumlah tahun atau hari, bukan jumlah negara atau seri. Boleh kita menggunakan jumlah di akhir, jika kalimat itu menunjukkan seri. Contoh: Pesawat Seulawah Agam RI-01 dan Pesawat Seulawah Dara RI-02. Kemudian dilanjutkan dengan Pesawat Garuda RI-03. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian banyak problema kesalahan dalam berbahasa Indonesia. Ketika penulis megasuh mata kuliah Bahasa Indonesia di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe, Politeknik Negeri Lhokseumawe, dan Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, beberapa mahasiswa bertanya. Kenapa kesalahan-kesalahan berbahasa seperti di atas sering terjadi berulang-ulang. Telah menjadi budayakah kesalahan seperti itu di negeri ini? Penulis hanya bisa menjawab karena tidak ada sangsi hukum bagi pelanggar aturan kebahasaan. Kita istilahkan saja tidak ada undang-undang dan sangsi hukum bagi “preman bahasa”. Bahasa Indonesia juga memiliki corak dan ragam yaitu: daerah (logat/dialeg), sosioleg, fungsioleg, ragam lisan dan tulis, ragam baku dan tidak baku (Yamilah dan Samsoerizal, 1994:10). Kemudian juga dibenarkan oleh mahasiswa tentang membudidayakan kesalahan lama. Dengan jawaban sejak dulu para dosen juga menulis begitu, bernuansa keliru dan salah. Mahasiswa juga ikut dosen, misalnya pada kasus penulisan nama dan gelar di absensi, pada lembaran pengesahan, dan pada surat-surat resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan bahasa ditambah lagi oleh “Preman Bahasa” dengan menerbitkan kamus bahasa prokem alias bahasa gaul. Agar lebih kronis bahasa terus dirusak oleh pengguna Hand Phone (HP) dengan bahasa layanan SMS yang multi tafsir. Untuk selanjutnya kalangan artis menganggap bahasa Indonesia yang baik dan benar terlalu kaku digunakan saat berbicara di depan publik. Lahirlah bahasa Indonesia bernuansa ala artis. Memperbaiki bahasa Indonesia bukan hanya tugas ahli bahasa, tetapi tugas kita semua pengguna bahasa Indonesia. Pesona bahasa kali ini membuat pandangan kita kabur dan merasa prihatin, karena banyak  bahasa yang telah di rusak oleh kaum kita sendiri. Begitu juga dengan penggunaan bahasa “gado-gado” campur bahasa. Seperti RCTI Okey: Indonesia-Inggris dan SCTV Ngetop: Indonesia-Jawa-Inggris. Selamat berkarya semoga harapan berubah menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hamdani, S.Pd. adalah Guru MAN Lhokseumawe dan Jurnalis di Beberapa Surat Kabar). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SENI BERBICARA&lt;br /&gt;DENGAN BAHASA YANG SANTUN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;(Majalah Fakta, Februari 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam hidup bermasyarakat manusia sebagai makhluk sosial tentu tidak terlepas dari berbagai problema. Telah menjadi kodrat manusia yang selalu dihinggapi oleh masalah. Namun, manusia sebagai hayawan natiq (bahasa Arab): hewan yang memiliki daya pikir. Tentu ingin bebas dari bermacam persoalan. Seperti persoalan karir yang gagal, keharmonisan dalam lingkungan kerja, maupun masalah yang kita hadapi dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Masalah yang menggerogoti kita sering membuat kita jenuh dan berputus asa. Kekecewaan membuat manusia stres karena frustasi. Sebagian orang kadang kala mengungkapkannya dengan kata-kata yang tidak santun. Bahasa dijadikan sebagai sarana untuk mengungkapkan rasa ketidakpuasannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh Pak Hananan (bukan nama sebenarnya) setelah di Putuskan Hubungan Kerja (PHK) 2 tahun yang lalu, karena ada pengurangan karyawan di sebuah perusahaan. Lalu mendirikan usaha perdagangan tekstil, tetapi mengalami kebangkrutan dan terpaksa gulung tikar. Kemudian dengan tidak putus asa Pak Hananan membuka usaha warung nasi, namun tidak laris juga. Hanya mencukupi kebutuhan hidup keluarga secara pas-pasan. Pak Hananan semakin frustasi, di tambah dengan permintaan isteri yang sering ikut trend model tidak dapat dikabulkannya. Bahkan istrinya sering membandingkan penghasilannya dengan penghasilan suami tetangganya yang legeslatif, tentu memiliki gaji puluhan juta. Lama kelamaan Pak Hananan semakin frustasi. Akhirnya Pak Hananan menjadi seorang laki-laki yang beringas, seram, dan suka memaki dengan kata-kata kotor dan sering berantam dengan isterinya. &lt;br /&gt;Dari ilustrasi cerita di atas mengingatkan kita bahwa banyak persoalan yang di hadapi oleh seseorang yang akhirnya bahasa dijadikan pelampiasan. Tidak demikian bagi kita manusia yang sabar, berakhlak, dan santun berbahasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini ada beberapa kiat seni bertengkar. Jika anda ingin bertengkar dengan istri atau suami, dengan atasan, dengan kawan sejawat, atau dengan siapapun. Maka yang pertama anda sepakati adalah ajaklah lawan bertengkar anda dengan bahasa yang santun. Seperti debat ilmiah, orasi mahasiswa dengan tidak menghujat oknum tertentu, debat kandidat partai politik, dll. Semua itu pastikan anda lakukan dengan bahasa yang sopan, tidak menyinggung perasaan orang lain. Buat suatu kejutan agar lawan bertengkar anda tertawa. Dengan gaya kocak. Pertengkaranpun akan berhenti dengan sendirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam sebuah bus yang berdesak-desakan seseorang menginjak kaki anda. Lalu anda boleh menegurnya dengan bahasa yang santun. “Maaf  mas kaki saya terinjak”. Insya Allah pertengkaran tidak akan terjadi. Tetapi jika anda memaki dengan kalimat: “Dasar keparat kakiku kau injak!”, kita khawatir jika beberapa detik lagi akan terjadi adu tinju ala “ring bus” antara pemaki dengan penginjak kaki. Biarkan anda menjadi manusia yang toleransi. Selain mendapat pahala kita juga akan menjadi manusia bijak dan luhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga jika kita mengalami masalah dengan istri jangan pernah memarahi istri anda. Berilah siraman rohani yang menyentuh perasaan. Bila sebagai atasan janganlah meremehkan bawahan. Berikan dukungan demi kemajuan karir bawahan. Kalau ada masalah nasihati dengan kalimat yang luhur. Berikan senyum dan pujian atau gunakan bahasa kias (majas ironi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ironi adalah bahasa kias yang menyatakan sesuatu secara kebalikan atau disebut juga dengan sindiran halus. Sehingga membuat seseorang memutar haluan. Misalnya: bagus sekali baju anda seperti baju artis. Padahal kita tidak menyenangi pakaian seperti artis yang mengumbar aurat, karena bertentangan dengan ajaran agama Islam. &lt;br /&gt;Contoh lain: cepat sekali anda datang ke kantor hari ini sudah jam 10 WIB. Kalimat itu digunakan untuk menegur karyawan atau PNS yang terlambat masuk kantor. Ironis bukan?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hamdani, S.Pd. adalah Dosen STAIN Malikussaleh dan Guru MAN Lhokseumawe, Peneliti bahasa dan Sastra).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS RUSAK CITRA&lt;br /&gt;BAHASA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar di dunia pendidikan. Demikian antara lain fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Namun, dalam realitas keseharian dalam berbudaya berbahasa. Pengguna bahasa sering kali mengabaikan aturan-aturan kebahasaan seperti ejaan. Bahkan problema seperti itu dilakukan oleh kaum intelektual. Dalam pemakaian ejaan sering kita menemukan pemakaian huruf kapital yang kurang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya penulisan nama dosen dan gelar pada absensi, dalam makalah atau lembaran pengesahan skripsi yang disusun oleh mahasiswa sering ditulis dengan huruf kapital semua. Contoh: DRS. MUKHLIS A. HAMID, M.S. Padahal penggunaan huruf kapital semacam itu suatu yang bertentangan dengan Pedoman Umum Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), pada tahun 1972. Maka cara penulisan yang benar nama dan gelar pada contoh di atas adalah Drs. Mukhlis A. Hamid, M.S. Untuk lebih jelas silahkan anda baca lagi EYD terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) sebagai tugas pribadi anda.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah anda seorang penulis buku, peneliti, dosen, guru, insan pers, mahasiswa, atau minimal anda masyarakat pemakai bahasa Indonesia. Karena santunnya suatu bahasa mencerminkan luhurnya budi pengguna bahasa suatu bangsa. Indah sekali bukan? Selain itu kesalahan fatal yang dapat merusak citra bahasa Indonesia adalah pada penulisan bahasa layanan SMS via HP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan berbahasa Indonesia kita dapatkan dalam pemakaian bahasa yang ambiguitas, sering kita temukan pada penggunaan bahasa layanan SMS. Ambiguitas artinya bahasa yang bermakna ganda, yang dapat membingungkan pembaca karena multi tafsir. Seperti bahasa yang sering digunakan oleh pengguna Hand Phone (HP) ketika menulis SMS. &lt;br /&gt;Ambigu tidak sama dengan konotasi atau makna sampingan. Lazim disebut dengan makna kias, karena makna kias lebih menyarankan pada pengertian bahasa figuratif atau gaya bahasa. Walaupun demikian, ambiguitas dan konotasi keduanya dilarang keras pemakaiannya dalam bahasa karya ilmiah. Sedangkan bahasa yang bermakna konotasi hanya dibolehkan pemakaiannya dalam karya sastra seperti novel, cerpen, dan puisi. Kadang-kadang juga digunakan dalam bahasa jurnalis dan feature untuk menarik perhatian dan membuat pembaca penasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kalimat ambigu antara lain: Kucing makan tikus mati. Dalam kalimat itersebut siapa yang mati ? Tikus atau kucing? Kita dapat memperbaikinya dengan memberikan tanda koma (,) pada posisi berikut: a) Kucing, makan tikus mati. Kalimat tersebut berarti ada seekor kucing yang makan tikus sudah mati, b) Kucing makan, tikus mati. Berarti kucing dan tikus tidak saling berinteraksi, tetapi bersifat individualistis, c) Kucing makan tikus, mati. Berarti seekor kucing setelah makan tikus, kucing ini mati. Disebabkan oleh asumsi bahwa tikus mati yang dimakan oleh kucing, sebelum mati kucing telah memakan racun berbahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS adalah singkatan dari bahasa Inggris: Short Message Service. Dalam bahasa Indonesia disebut Layanan Pesan Singkat, dan sebagian orang menafsirkan sebagai Surat Menyurat Singkat (SMS) melalui HP. Memang demikianlah awal kemunculannya SMS hanya ada diprogram HP. Sekarang SMS juga dapat diakses melalui internet pada program email. Banyak memang keuntungan dari SMS ini, antara lain menghemat pulsa, dan pesan lewat SMS dapat diterima dan dikirim di manapun dan kapan saja, karena HP dapat dibawa kemana saja dan dapat dimasukkan ke kantung atau saku pakaian. Jadi pemakaian HP lebih efisien dan praktis. Selain itu SMS juga lebih menjaga rahasia percakapan di depan umum, karena tidak bersuara seperti bicara langsung. Dalam konteks wacana teknologi seluler dan ekonomi, SMS via HP sangat menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika SMS dikaitkan dengan wacana kebahasaan ternyata bahasa SMS telah merusak citra bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa SMS telah melanggar kaidah penulisan yang tercantum dalam Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) dan Tata Bahasa Baku. Bahkan bahasa SMS sangat banyak ragamnya sehingga semakin memperparah kerusakan  bahasa Indonesia. Padahal bangsa Indonesia sedang menggalakkan pemberantasan tuna aksara (buta huruf). Atas keprihatinan penulis terhadap problema bahasa di atas, maka penulis melakukan penelitian terhadap beberapa SMS yang terdapat dalam HP beberapa orang kawan yang terlebih dulu penulis minta izin. Selain itu penulis juga meneliti bahasa SMS di beberapa surat kabar lokal terbitan Aceh di rubrik Suara Masyarakat Susah dan di rubrik Aspirasi (2009-2010). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil survei yang penulis lakukan tersebut membuktikan bahwa sangat banyak pengguna bahasa SMS yang dapat dikatagorikan buta huruf. Walaupun penggunaan bahasa semacam itu disengaja oleh orang yang tidak buta huruf. Kenapa disebut buta huruf, karena dalam penulisan bahasa SMS banyak huruf yang tinggal, kalimat tidak efektif, dan sebagian pengguna HP memang benar-benar buta huruf. Namun, karena telah memakai HP sedikitnya telah berusaha untuk belajar menulis. Sebaiknya bagi orang yang mahir menulis gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Demi pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara yang kita banggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa contoh bahasa SMS yang dikutip seperlunya di rubrik Aspirasi sebuah surat kabar yang beredar di Aceh (10 Desember 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS 1.&lt;br /&gt;“Hai metro nm aq Dewi, aq 9e cri kwn ne. kriteria@, tinggi, maniez, baek, pn9rtian, n uda kerja, kuliah uga bleh. Oy umr dwi 21, n mci kuliah”&lt;br /&gt;Pengirim : 085365XXXXXX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS 2.  &lt;br /&gt;“Ass. Metro o ya perknlkan nm aq Nabila umrku 18 thn… ? Aq krng pingn cri kwn… ? Aq orng@ manis… ? Tinggi… ? Aq tinggl di daerah X“&lt;br /&gt;Pengirim : 085260XXXXX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS 3.&lt;br /&gt;“Ass metrO,,, nma sya Rida’ sya t9l d kota X, umur sya 17 thun. ‘sya mw cri tmen y6 bsa prhtian n y6 bsa mn9hbvr sya d saat sya sdih mwpun senang“&lt;br /&gt;Pengirim : 085260XXXXXX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS 4.&lt;br /&gt;“Assalamualaikum. Kepada Dirut PT ... Cabang X, jangan tarif saja yang disesuaikan dan denda yang ditepat waktukan. Tapi pelayanan belum juga ada perbaikn sampai sekarang. Masih juga sering terjadi mati lampu berjam-jam….“ &lt;br /&gt;Pengirim : 081990XXXXX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ke-4 contoh SMS di atas membuktikan bahwa bahasa SMS itu banyak ragamnya dan merupakan corak yang sangat tidak baku. Pada bahasa SMS contoh no. 1, 2, dan 3 di atas merupakan bahasa yang sangat di bawah standar bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika diberi bobot nilai hanya mendapat nilai 3. Bahasa semacam itu biasanya merupakan bahasa tingkat anak SD kelas 2. Dalam penulisan bahasa tersebut banyak huruf yang tinggal dan sangat jauh dari syarat sebuah kalimat efektif yang mungkin juga membuat sebuah kalimat jadi ambigu. Ambigu adalah salah satu ciri dari kalimat yang tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat efektif merupakan suatu kalimat yang mampu menyampaikan pesan secara akurat dan mampu juga diterima dengan akurat oleh pendengar dan pembaca. Apabila yang di sampaikan X oleh pembicara dan penulis maka yang diterima juga X oleh pendengar dan pembaca. Tidak kurang dan tidak lebih (Walija, 1996:33). Sebagai seorang orator ulung dan penulis handal kita harus mampu memahi dan menggunakan kalimat efektif secara cermat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri kalimat efektif selanjutnya adalah sebagai berikut: a) memilih kata (diksi bahasa Inggris: diction) dan istilah yang tepat, b) menggunakan ejaan secara cermat, c) penghematan kata dan tidak menggunakan kata secara mubazir. Contoh kalimat mubazir: Banyak sekali surat-surat masuk ke kantor redaksi. Lebih efektif jika ditulis: Banyak surat masuk ke kantor redaksi, d) menggunakan kata yang segar dan bervariasi. Jangan menggunakan kata-kata yang kusam dan bertele-tele dan membosankan, e) menyelaraskan dengan kalimat-kalimat lain atau disebut juga dengan dinamis dan koheren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan SMS no. 4 sudah termasuk dalam kalimat yang lumayan standar, tetapi pengirim SMS tidak peduli terhadap aturan penggunaan tanda baca yang benar. Seperti tanda titik, koma, dan huruf kapital yang terkumpul dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Aturan kebahasaan telah diabaikan dan di luar kepedulian pengguna SMS tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang semua orang faham termasuk penulis dan pembaca bahwa layar monitor HP itu sempit dan kecil. Jika pengguna HP mengetik SMS sesuai kaidah Tata Bahasa Indonesia Baku pasti kalimatnya tidak muat semua. Namun, jika anda menulis SMS gunakanlah kalimat yang lengkap dan standar. Jangan terlalu menyingkat sehingga membingungkan pembaca. Betapa banyak orang kehilangan pekerjaan, karena dipecat oleh kepala kantor yang disebabkan oleh SMS yang bermakna ganda dan dianggap melecehkan atasan. Beberapa orang juga putus cinta dan bertengkar dengan isterinya, karena salah menulis SMS sehingga bermakna ganda. Selain itu, ada juga pengirim SMS yang dipengadilankan, karena dianggap SMS yang bermakna ambigu merupakan pencemaran nama baik seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir tulisan ini penulis mengajak semua pengguna bahasa Indonesia untuk menulis SMS yang standar. Walaupun tidak terlalu baku, minimal tulislah dengan kalimat yang lengkap dan tidak terlalu menyingkat. Demi pengembangan dan pemeliharaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATIHAN DAN TUGAS &lt;br /&gt;Soal-soal&lt;br /&gt;Tugas Pribadi&lt;br /&gt;1. Analisislah penggunaan tanda baca dan huruf kapital dalam wacana yang berjudul “Seni Berbicara dengan Bahasa yang Santun“!&lt;br /&gt;2. “Seni Berbicara dengan Bahasa yang Santun“ termasuk jenis wacana apa ?&lt;br /&gt;deskripsi, narasi, argumentasi, persuasi, atau eksposisi ?, berikan tanggapan anda !&lt;br /&gt;3. Carilah ide pokok setiap paragraf dalam wacana yang berjudul “Ambiguitas, Kalimat Efektif, dan Pesona Kebahasaan“ !&lt;br /&gt;4. Setujukah anda dengan opini-opini yang dituangkan oleh penulis dalam karangan “SMS Rusak Citra Bahasa Indonesia“ ?. Apa tanggapan anda ?&lt;br /&gt;5. Carilah kalimat fakta dan opini yang terdapat dalam wacana “SMS Rusak Citra Bahasa Indonesia“ !&lt;br /&gt;6. Bagaimanakah yang dimaksud dengan kalimat efektif ?, dan sebutkan ciri-ciri kalimat efektif tersebut !&lt;br /&gt;7. Apakah yang dimaksud dengan karya ilmiah ?, berikan ulasan anda mengenai pokok-pokok penulisan karya ilmiah yang baik !&lt;br /&gt;8. Apa tujuan dan manfaat mempelajari Bahasa Indonesia sebagai salah satu pelajaran di sekolah ?&lt;br /&gt;9. Tulislah 5 contoh kata baku dan kata tidak baku !&lt;br /&gt;10. Bacalah sebanyak-banyaknya buku tentang Bahasa Indonesia dan bacalah buku-buku yang tercantum dalam daftar pustaka atau referensi !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hamdani, S.Pd. adalah Dosen STAIN Malikussaleh dan Guru MAN Lhokseumawe).       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamsyah, Teuku. 2008. Bahasa Indonesia: Materi Kuliah MKU untuk Mahasiswa. FKIP, Unsyiah. Banda Aceh: Hom Hai Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alwi, Hasan dkk. 2000. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azwardi. 2008. Menulis Ilmiah: Materi Kuliah Bahasa Indonesia Umum untuk        Mahasiswa. FKIP, Unsyiah. Banda Aceh: Hom Hai Press.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badudu, J.S. 1983. Membina Bahasa Indonesia Baku. Bandung: Pustaka Prima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Effendi, S. 1995. Panduan Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar. Jakarta: Pustaka Jaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Finoza, Lamuddin. 2006. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Diksi Insan Mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ghofur, Abd. 2009. “Keterampilan Berbahasa Indonesia”. Makalah disajikan dalam Pelatihan Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia Se-SUNAD, Balai Diklat Keagamaan Medan, 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hatikah, Tika dan Mulyanis. 2004. Membina Kompetensi Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA kelas I. Jakarta: Grafindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim, Ridwan dan Wildan (ed.). 2003. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Banda Aceh: GEUCI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istarani. 2009. “Penyusunan Karya Tulis Ilmiah”. Makalah Disajikan dalam Pelatihan Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia Se-SUNAD, Balai Diklat Keagamaan Medan, 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keraf, Gorys. 1996. Eksposisi dan Deskripsi. Ende Flores: Nusa Indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keraf, Gorys. 2004. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mafrukhi dkk. 2007. Bahasa Indonesia untuk SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulya, Hamdani. 2010. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi: Modul MKU Bahasa Indonesia . Lhokseumawe: STAIN Malikussaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulya, Hamdani. 2009. “Seni Bertengkar dengan Bahasa yang Santun”. Majalah FAKTA. Februari 2009: 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulya, Hamdani. 2009. “Teknik Menulis Karya Ilmiah”. Majalah Santunan Jadid, Depertemen Agama. September-Oktober 2009: 31-36.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulyono, Anton M. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poerwadarminta. 1986. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riyanto, Yatim. 2001. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: SIC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semi, Atar. M. 1990. Menulis Efektif. Padang: Angkasa Raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiono, Agus. 2008. Bahasa Indonesia untuk SMA kelas X. Surakarta: Widya Duta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikumbang, Abdul Razak. 1985. Kalimat Efektif, Struktur, Gaya, dan Variasi. Jakarta: Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sugono, Dendy. 1997. Berbahasa Indonesia dengan Baik dan Benar. Jakarta: Puspa Swara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, As’ad (ed). Ejaan Yang Disempurnakan. Jakarta: Bumi Aksara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suriasumantri, J.S. 1986. Pedoman Umum Penulisan Ilmiah. Jakarta: Fakultas Pascasarjana IKIP Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syafi’i, Imam. 1988. Retorika dalam Menulis. Jakarta: Dikti, Depdikbud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walija. 1996. Komposisi: Mengolah Gagasan Menjadi Karangan. Jakarta: Penebar Aksara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waluyo, Budi dkk. 2009. Buku Ajar Bahasa Indonesia kelas X SMA. Solo: Fokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yamilah, M dan Slamet Samsoerizal. 1994. Bahasa Indonesia untuk Pendidikan       Tenaga Kesehatan. Jakarta: EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuwono, G.B dan Tata Iryanto. 1987. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD). Surabaya: Indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------. 2009. “Ejaan Yang Disempurnakan”. Majalah Pendidikan, (online) (http://pendidikanuntukkita.blogspot.com, diakses 20 Oktober 2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------. "Aspirasi". Surat Kabar Metro Aceh, 2009-2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AUTOBIOGRAFI PENULIS&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;HAMDANI, S.Pd. dengan nama pena Hamdani Mulya. Lahir di Paya Bili, Meurah Mulia, Aceh Utara, pada 10 Mai 1979 dari pasangan Tgk. Ibrahim Pmtoh dan Ummi Manauwiah. Alumni Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah, FKIP, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Menulis puisi, cerpen, artikel pendidikan, dan berita di beberapa majalah dan surat kabar. Karya Hamdani Mulya dipublikasikan di harian Serambi Indonesia, Kutaradja, Waspada, Haba Rakyat, Majalah Fakta, Santunan Jadid, Seumangat BRR, dan di beberapa website (blog) internet seperti: http://hamdanimulya.blogspot.com.&lt;br /&gt;Puisinya juga terkumpul bersama penyair Aceh lainnya dalam antologi puisi Dalam Beku Waktu, tahun 2003 diterbitkan oleh Dewan Kesenian Banda Aceh (DKB). Puisi Hamdani Mulya yang berjudul “ Rindu dalam Damai di Bawah Payung Cinta” menjadi puisi favorit bagi dewan juri dalam acara lomba cipta puisi “Damai dalam Sastra” yang diselenggarakan oleh UKM Teater Nol, Unsyiah, dan menjadi puisi kategori puisi terbaik juara I tahun 2003. &lt;br /&gt;Pak Ham, panggilan akrab penulis kota Belahan Sungai, Lhokseumawe ini, adalah mantan wartawan surat kabar mingguan Haba Rakyat (2008). Sejak tahun 2006 sampai sekarang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan bertugas sebagai guru Bahasa Indonesia di MAN kota Lhokseumawe sambil mengasuh mata kuliah yang sama di STAIN Malikussaleh berstatus sebagai dosen luar biasa. Mantan dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe dan kadang-kadang menjadi dosen luar biasa di Universitas Malikussaleh. &lt;br /&gt;Buah pikirannya tentang sastra, bahasa, dan pendidikan juga menjadi bahan rujukan skripsi mahasiswa STAIN. Pada tahun 2005 Hamdani Mulya diundang oleh Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, Depdiknas. Untuk ikut serta dalam seminar nasional guru seluruh Indonesia di Bogor. Karena cerpennya yang berjudul “Nahkoda Pelabuhan Air Mata” masuk dalam finalis lomba mengarang cerpen tingkat nasional. Di ajang inilah ia berguru dan belajar menulis puisi beberapa saat kepada penyair nasional Taufiq Ismail dan Sutardji Calzoum Bachri “Presiden Penyair” Indonesia. &lt;br /&gt;Pendidikan dan latihan (diklat) lain yang pernah diikutinya yaitu: Diklat Penyiaran Radio Baiturrahman FM, di Banda Aceh tahun 2002, Diklat Guru Bidang Studi Bahasa Indonesia di Medan tahun 2006, Diklat Pra Jabatan PNS di Sigli tahun 2006, Munyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di lhokseumawe tahun 2007, dan Teacher Education and Training in Aceh (TETA)di Lhokseumawe tahun 2007.&lt;br /&gt;Hamdani Mulya juga telah membacakan sealakadar puisi ciptaannya di beberapa kota seperti Lhokseumawe, Sigli, Banda Aceh, Medan dan Bogor. Kumpulan puisinya yang berjudul “Tsunami Aceh” dibacakan di radio Multi Suara FM, Lhokseumawe. Disamping menjadi guru dan dosen kadang-kadang juga menjadi dewan juri lomba cipta puisi dan cerpen tingkat siswa di Lhokseumawe. &lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd. adalah penulis buku "Cerdas Berbahasa Indonesia" yang diterbitkan oleh Unimal Press,(Diekspos Metro Aceh/Rakyat Aceh, 5 Maret 2011). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                       Buah Karya ini adalah hadiah teruntuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat “ibuku tercinta Mak Manauwiah" dan "Ayahku tersayang Tgk. Ibrahim Pmtoh" yang selalu mendoakanku siang malam.&lt;br /&gt;Buat “isteriku, Sri Wahyuni" anggunku; yang telah ajari Aku mata kuliah di luar KRS dan tak pernah kudapatkan di perguruan tinggi yang slalu setia menemaniku.“Tlah ajari Aku kelembutan dan kasih sayang”. Buat Anak manisku, “Keisha Elsria Mulya” yang tersungging mungil slalu singgah di pelataran hatiku. Buat Adik-adikku yang tersenyum menunggu fulus di hari lebaran. Buat Dosen dan Mahasiswaku yang telah memberiku semangat untuk belajar dan mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis  hadiahkan sebagai kenang-kenangan karya sederhana ini&lt;br /&gt;Kepada : Kakek penulis Tgk. Budiman Musa bin Syuib, seorang Veteran Pejuang Kemerdekaan yang layak disebut sebagai pahlawan nasional.&lt;br /&gt;Dan Kepada Nenek penulis Hj. Anduwah binti Ishaq seorang Ibu yang sangat baik budinya yang telah mendidik penulis menjadi seorang sarjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teristimewa sekali karya ini Penulis hadiahkan kepada:&lt;br /&gt;Guru Penulis tercinta Tgk. Haji Usman Ishaq, Pimpinan Dayah Nahrul Ulum Diniah Islamiah (NUDI), Kec. Meurah Mulia, Kab. Aceh Utara.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-2595586873753595010?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/2595586873753595010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/bahasa-indonesia-untuk-perguruan-tinggi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/2595586873753595010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/2595586873753595010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/bahasa-indonesia-untuk-perguruan-tinggi.html' title='BAHASA INDONESIA UNTUK PERGURUAN TINGGI'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-3667284890524679499</id><published>2009-07-08T22:00:00.000-07:00</published><updated>2011-02-27T18:27:29.426-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KURIKULUM'/><title type='text'>SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA</title><content type='html'>UNIT    NASIONALISME              (halaman           s.d.             )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PEMBELAJARAN&lt;br /&gt; Nomor 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDENTITAS SEKOLAH,  SK, KD, INDIKATOR, ALOKASI WAKTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA SEKOLAH: MAN Lhokseumawe&lt;br /&gt;MATA PELAJARAN: Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;KELAS /SEMESTER: X (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;PROGRAM &lt;br /&gt;ASPEK PEMBELAJARAN: Mendengarkan&lt;br /&gt;STANDAR KOMPETENSI: Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPETENSI DASAR: Menanggapi siaran atau informasi dari  media  elektronik (berita dan nonberita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDIKATOR: Mampu   menjawab pertanyaan pemahaman isi berita &lt;br /&gt;Mampu   mengidentifikasi pokok-pokok isi berita&lt;br /&gt;Mampu menuliskan kalimat untuk mengungkapkan kembali informasi berita&lt;br /&gt;Mampu menanggapi  informasi isi  berita dengan mengajukan pertanyaan kritis  &lt;br /&gt;Mampu menanggapi isi berita dengan mengajukan  pernyataan persetujuan atau ketidaksetujuan (dengan alas an yang&lt;br /&gt;logis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALOKASI WAKTU: 3 x  45 menit ( 2 pertemuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN:  Siswa mampu mengidentifikasi pokok-pokok informasi berita yang disampaikan secara langsung/tidak langsung&lt;br /&gt;Siswa mampu menanggapi siaran atau informasi dari  media  elektronik (berita dan nonberita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATERI POKOK PEMBELAJARAN Siaran: (langsung)  dari radio/ televisi,  teks yang dibacakan, atau rekaman berita/ nonberita &lt;br /&gt;Pokok-pokok isi berita&lt;br /&gt;Pertanyaan kritis dan pertanyaan reproduksi/repetisi&lt;br /&gt;Pemberian tanggapan isi berita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODE PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Presentasi &lt;br /&gt; Diskusi Kelompok &lt;br /&gt; Inquari &lt;br /&gt; Tanya Jawab &lt;br /&gt; Penugasan &lt;br /&gt; Demontrasi /Pemeragaan Model &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGIATAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;PEMBUKA&lt;br /&gt;(Apersepsi) Siswa ditanya tentang rasa nasionalismenya sebagai warga negara Indonesia Siswa diajak untuk mencermati kasus-kasus aktual di lingkungan sekitar atau di media yang mencerminkan  rasa nasionalisme yang mulai pudar.&lt;br /&gt;Siswa ditanya sejauh mana selama ini menjadikan TV sebagi sumber informasi yang bermanfaat,&lt;br /&gt;Guru mengajak siswa untuk membedakan secara cermat konsep mendengar dan mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTI Pertemuan ke-1 ( 90’)&lt;br /&gt; Siswa diajak mendengarkan rekaman berita TV/Radio (atau membacakan transkripnya) yang bertopik nasionalisme&lt;br /&gt;Siswa menuliskan kembali isi berita dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru secara lisan&lt;br /&gt;Siswa menuliskan kembali pokok-pokok isi  berita berpanduan pada rumusan pertanyaan 5W+H atau ANAK SIMBA&lt;br /&gt;Siswa diminta mengajukan  pertanyaan untuk mengkritisi persoalan penting yang terdapat dalam berita&lt;br /&gt;Siswa berdiskusi kelompok dan masing-masing siswa diminta tanggapan persetujuan/ketidaksetujuan atas beberapa masalah krusial yang telah diidentifikasi&lt;br /&gt;Siswa mengerjakan Uji Kompetensi Diri /Kelompok: mendengarkan berita , menjawab pertanyaan pemahaman isinya, dan memberikan tanggapan secara kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertemuan ke-2 (45’)&lt;br /&gt; Siswa mengerjakan Uji Kompetensi Diri /Kelompok: mendengarkan berita , menjawab pertanyaan pemahaman isinya, dan memberikan tanggapan secara kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;(Internalisasi dan  refleksi)&lt;br /&gt; Siswa menjawab soal-soal Kuis Uji Teori untuk mereview konsep-konsep penting   yang telah dipelajari&lt;br /&gt;Siswa   merefleksikan nilai-nilai  serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; SUMBER BELAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Pustaka rujukan Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA kelas X karya Alex Suryanto dan Agus Haryanto terbitan ESIS 2007 halaman &lt;br /&gt; Menyimak dan Strategi Pembelajarannya karya Yulianan Setyaningsih dalam Buku Strategi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah terbitan Universitas Sanata Dharma halaman 13-28&lt;br /&gt;v Material: VCD, kaset, poster Kaset rekaman berita TV bertajuk Tidak memasang bendera warga didenda, ditayangkan SCTV Liputan 6 , 18 Agustus 2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Mediacetak dan elektronik Artikel/gambar koran atau majalah yang bertopik nasionalisme&lt;br /&gt; Website internet &lt;br /&gt; Narasumber  &lt;br /&gt; Model peraga &lt;br /&gt;v Lingkungan Lingkungan   masyarakat  sekitar siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENILAIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIK DAN BENTUK v Tes  Lisan &lt;br /&gt; v Tes Tertulis  &lt;br /&gt; v Observasi Kinerja/Demontrasi&lt;br /&gt;  Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas, projek, portofolio&lt;br /&gt; v Pengukuran Sikap&lt;br /&gt;  Penilaian diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSTRUMEN /SOAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Daftar pertanyaan lisan untuk menggali pokok-pokok informasi berita&lt;br /&gt;Daftar permasalahan  dari berbagai informasi berita dan   tugas untuk menyatakan sikap persetujuan atau ketidaksetujuan&lt;br /&gt;Daftar pertanyaan Kuis uji teori untuk mengukur pemahaman siswa atau konsep-konsep yang telah dipelajari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI&lt;br /&gt;   Blangko observasi kinerja memberikan tanggapan informasi berita. (terlampir di bawah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FORMAT OBSERVASI DAN PENILAIAN KOMUNIKASI LISAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA                :&lt;br /&gt;KELAS/NO. ABS  :&lt;br /&gt;TANGGAL PENILAIAN              :&lt;br /&gt;KOMPETENSI DASAR  :  Menanggapi siaran atau informasi dari  media   elektronik (berita dan nonberita)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASPEK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RINCIAN NILAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   KURANG &lt;br /&gt; CUKUP BAIK  AMAT BAIK&lt;br /&gt;  D  (10) C (15) B (20) A (25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISI TANGGAPAN Sesuai dengan topik berita    &lt;br /&gt; Kritis/mendalam/tajam    &lt;br /&gt; Ide asli dan aktual    &lt;br /&gt; Gagasan  logis dan realistis    &lt;br /&gt; Didukung  akasan, bukti serta referensi memadai     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEMATIKA&lt;br /&gt;TANGGAPAN Dibuka dengan  pengantar /latar belakang    &lt;br /&gt; Ada   pernyataan utama di awal    &lt;br /&gt; Ada  gagasan penjelas / pengembang di tengah       &lt;br /&gt; Ada kesimpulan/penegasan   dan saran di akhir    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHASA TANGGAPAN Kalimat efektif dan komunikatif    &lt;br /&gt; Diksi tepat, khusus, variatif, baku    &lt;br /&gt; Struktur kalimat  tepat dan baku     &lt;br /&gt; Artikulasi dan intonasi tepat     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ETIKA Menghargai pendapat orang lain    &lt;br /&gt; Tidak emosional    &lt;br /&gt; Kata-katanya santun    &lt;br /&gt; Sesuai alokasi  waktu    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUMLAH SKOR&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; RENCANA PEMBELAJARAN&lt;br /&gt; Nomor 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDENTITAS SEKOLAH,  SK, KD, INDIKATOR, ALOKASI WAKTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA SEKOLAH: MAN Lhokseumawe&lt;br /&gt;MATA PELAJARAN: Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;KELAS /SEMESTER: X (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;PROGRAM &lt;br /&gt;ASPEK PEMBELAJARAN: Berbicara&lt;br /&gt;STANDAR KOMPETENSI: Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPETENSI DASAR: Memperkenalkan diri dan orang lain di da¬lam forum resmi dengan intonasi yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDIKATOR: Mampu mengidentikasi butir-butir pokok yang terdapat dalam tuturan perkenalan diri &lt;br /&gt;Mampu mengidentifikasi butir-butir   penting dan tidak penting   dalam tuturan perkenalan diri&lt;br /&gt;Mampu memperkenalkan diri narasumber dengan sistematika, bahasa, dan isi secara tepat&lt;br /&gt;Mampu memilih kata sapaan secara tepat  pada saat memperkenalkan diri narasumber&lt;br /&gt;Mampu memilih kata ganti diri yang tepat saat memperkenalkan diri di hadapan massa&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;ALOKASI WAKTU: 3 x  45 menit  ( 2  pertemuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN:  Siswa mampu memperkenalkan diri dan orang lain di da¬lam forum resmi dengan intonasi yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa mampu menggunakan kata sapaan dan kata ganti diri secara tepat  pada saat memperkenalkan diri narasumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATERI POKOK PEMBELAJARAN: Kalimat memperkenalkan diri&lt;br /&gt;Pokok-pokok pikiran / isi yang harus diutarakan dalam memperkenalkan diri&lt;br /&gt;Pemilihan kata sapaan yang tepat terhadap narasumber&lt;br /&gt;Pemilihan kata /diksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODE PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Presentasi &lt;br /&gt; Diskusi Kelompok &lt;br /&gt;v Inquari &lt;br /&gt;v Tanya Jawab &lt;br /&gt;v Penugasan &lt;br /&gt;v Demontrasi /Pemeragaan Model &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGIATAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;PEMBUKA&lt;br /&gt;(Apersepsi) Guru menanyakan kepada siswa siapa yang pernah mengikuti forum-forum pertemuan ilmiah, seperti seminar/lokakarya dan siapa pula yang pernah menjadi moderator acara seperti itu.&lt;br /&gt;Siswa diajak untuk menginventaris susunan acara seminar  atau forum-forum ilmiah lain  yang pernah diikuti&lt;br /&gt;Siswa diajak untuk menyadari pentingnya pengenalan diri narasumber dalam forum ilmiah tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTI Pertemuan ke-1 (45’)&lt;br /&gt; Siswa menyaksikan rekaman audio visual bagian  pembukaan acara seminar/forum ilmiah  yang terdapat sesi perkenalan diri (siswa menyaksikan peragaan perkenalan diri berdasarkan transkrip yang telah disiapkan.&lt;br /&gt;Siswa diajak mengidentifikasi   butir-butir pokok yang terdapat dalam tuturan perkenalan diri &lt;br /&gt;Siswa berdiskusi dengan teman semeja untuk  mengidentifikasi butir-butir   penting dan tidak penting   dalam tuturan perkenalan diri&lt;br /&gt;Siswa diajak untuk mencermati pemakaian kata sapaan dalam tuturan perkenalan diri&lt;br /&gt;Siswa mengumpulkan bahan dan menyusun transkrip untuk memperkenalkan diri narasumber yang telah ditentukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertemuan ke-2 (90’)&lt;br /&gt; Siswa mengerjakan Uji Kompetensi Diri: siswa  berlaku sebagai moderator  dan memperkenalkan diri narasumber dalam sebuah simulasi kelompok. (Bila memungkinkan penampilan setiap siswa direkam dengan handicam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siswa  berlaku sebagai narasumber   dan memperkenalkan dirisendiri  dalam sebuah simulasi kelompok&lt;br /&gt;Guru memutarkan rekaman hasil Uji Kompetensi Diri  dan memberikan ulasan dan tanggapan atas unjuk kemampuan siswa. Siswa diminta untuk mengevaluasi diri sendiri, apa yang menjadi kekurangan dan kelebihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;(Internalisasi dan  refleksi)&lt;br /&gt; Siswa menjawab soal-soal Kuis Uji Teori untuk mereview konsep-konsep penting   dalam memperkenalkan diri yang telah dipelajari&lt;br /&gt;Siswa diajak merefleksikan nilai-nilai  serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SUMBER BELAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Pustaka rujukan Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA kelas X karya Alex Suryanto dan Agus Haryanto terbitan ESIS 2007 halaman &lt;br /&gt;Tatabahasa Baku Bahasa Indonesia karya Hasan Alwi dkk terbitan Balai Pustaka tahun 2007 halaman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Material: VCD, kaset, poster VCD jalannya seminar pada sesi perkenalan diri narasumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Mediacetak dan elektronik &lt;br /&gt;v Website internet &lt;br /&gt; Narasumber  &lt;br /&gt;v Model peraga &lt;br /&gt;v Lingkungan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENILAIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIK DAN BENTUK V Tes  Lisan &lt;br /&gt;  Tes Tertulis  &lt;br /&gt; V Observasi Kinerja/Demontrasi&lt;br /&gt;  Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas, projek, portofolio&lt;br /&gt; V Pengukuran Sikap&lt;br /&gt; V Penilaian diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSTRUMEN /SOAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Serangkaian tugas/perintah kepada siswa untuk  memperagakan sebagai moderator dan mempernalkan diri narasumber&lt;br /&gt;Daftar pertanyaan Kuis Uji Teori untuk mengukur pemahaman siswa atau konsep-konsep yang telah dipelajari&lt;br /&gt;RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI Blangko observasi kinerja memperkenalkan diri narasumber  (terlampir di bawah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FORMAT OBSERVASI DAN PENILAIAN KOMUNIKASI LISAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA    :&lt;br /&gt;KELAS/NO. ABS  :&lt;br /&gt;TANGGAL PENILAIAN  :&lt;br /&gt;KOMPETENSI DASAR  :  Memperkenalkan diri dan orang lain di da¬lam forum resmi dengan intonasi yang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASPEK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RINCIAN NILAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   KURANG &lt;br /&gt; CUKUP BAIK  AMAT BAIK&lt;br /&gt;  D  (10) C (15) B (20) A (25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISI   Data narasumber lengkap dan    proporsional sesuai kebutuhan    &lt;br /&gt; Data narasumber akurat    &lt;br /&gt; Data narasumber aktual    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SISTEMATIKA&lt;br /&gt;  Dibuka dengan kata pembuka    &lt;br /&gt; Menggunakan urutan topik        &lt;br /&gt; Berpola : penting ke tidak penting, umum ke khusus    &lt;br /&gt; Diakhiri dengan kata penutup    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHASA   Kalimat efektif dan komunikatif    &lt;br /&gt; Diksi tepat, khusus, variatif, baku    &lt;br /&gt; Struktur kalimat  tepat dan baku     &lt;br /&gt; Artikulasi dan intonasi tepat     &lt;br /&gt; Bergaya bahasa /kiasan     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ETIKA  DAN EKSPRESI Tatapan mata merata dan teratur    &lt;br /&gt; Mimik penuh ekspresif    &lt;br /&gt; Percaya Diri     &lt;br /&gt; Sesuai alokasi  waktu     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUMLAH SKOR&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PEMBELAJARAN&lt;br /&gt; Nomor 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDENTITAS SEKOLAH,  SK, KD, INDIKATOR, ALOKASI WAKTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA SEKOLAH: MAN Lhokseumawe&lt;br /&gt;MATA PELAJARAN: Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;KELAS /SEMESTER: X (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;PROGRAM &lt;br /&gt;ASPEK PEMBELAJARAN: Menulis&lt;br /&gt;STANDAR KOMPETENSI: Mengungkapkan pikiran, dan perasaan  melalui kegiatan menulis  puisi      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPETENSI DASAR: Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama, dan rima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDIKATOR: Mampu menjelaskan fungsi bait dalam penulisan puisi&lt;br /&gt;Mampu menjelaskan pengertian irama  dan rima dalam puisi dan menyebutkan jenis-jenisnya&lt;br /&gt; Mampu mengidentifikasi ciri-ciri pantun dan syair berdasarkan sajian contoh &lt;br /&gt;Membedakan bentuk pantun dan syair&lt;br /&gt;Mampu menulis syair dan berbagai jenis pantun dengan memperhatikan bait, irama, dan rima&lt;br /&gt;Mampu menyunting puisi lama (pantun/syair) yang dibuat teman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALOKASI WAKTU: 3 x  45 menit ( 2 x pertemuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN:   Siswa mampu menulis pantun atau pun syair dengan memperhatikan bait, irama, dan rima untuk  mengungkapkan pikiran, dan perasaan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATERI POKOK PEMBELAJARAN Contoh puisi lama karya penyair ternama&lt;br /&gt;Contoh puisi lama (pantun/syair) karya siswa &lt;br /&gt;Jenis-jenis puisi lama, khususnya pantun &lt;br /&gt;Fungsi bait dalam puisi&lt;br /&gt;Pengertian irama dalam puisi&lt;br /&gt;Pengertian dan jenis-jenis  rima dalam puisi&lt;br /&gt;Kriteria atau ciri-ciri puisi lama&lt;br /&gt;Perbedaan pantun dengan syair&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODE PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Presentasi &lt;br /&gt;v Diskusi Kelompok &lt;br /&gt;v Inquari &lt;br /&gt;v Tanya Jawab &lt;br /&gt;v Penugasan &lt;br /&gt;v Demontrasi /Pemeragaan Model &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGIATAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;PEMBUKA&lt;br /&gt;(Apersepsi) Siswa diajak untuk mengungkapkan pengetahuannya tentang puisi lama&lt;br /&gt;Guru  melisankan  sebuah pantun dan siswa diminta mengidentifikasi jenis puisi lama yang dilisankan  &lt;br /&gt;Guru memotivasi siswa bahwa dirinya mampu membuat puisi lama yang menarik dan relevan dengan zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTI Pertemuan ke-1 (45’)&lt;br /&gt; Siswa mencermati beberapa teks puisi lama yang ditayangkan/disajikan oleh guru&lt;br /&gt;Siswa berdiskusi kecil untuk mengidentifikasi jenis puisi lama yang ditunjukan guru&lt;br /&gt;Siswa mengidentifikasi unsur-unsur yang membangun sebuah puisi, khususnya puisi lama&lt;br /&gt;Siswa menyimpulkan ciri-ciri puisi lama berdasarkan struktur bait, irama, dan rima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertemuan ke-2 (90’)&lt;br /&gt; Siswa  mengerjakan Uji Kompetensi Diri: menulis sejumlah bait pantun dengan jenis yang berbeda-beda&lt;br /&gt;Siswa  menulis beberapa bait syair dengan memperhatikan struktur bait, irama, dan rima&lt;br /&gt;Guru meminta beberapa siswa membacakan karyanya di depan kelas. &lt;br /&gt;Guru memberikan ulasan dan tanggapan atas karya siswa.&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;(Internalisasi dan  refleksi)&lt;br /&gt; Siswa menjawab soal-soal Kuis Uji Teori untuk mereview konsep-konsep penting   yang telah dipelajari&lt;br /&gt;Siswa memotivasi siswa untuk melestarikan sastra lama sebagai warisan budaya dan terus berlatih menulis pantun/syair agar kemampuannya semakin baik&lt;br /&gt;Siswa merefleksikan nilai-nilai  serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SUMBER BELAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pustaka rujukan Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA kelas X karya Alex Suryanto dan Agus Haryanto terbitan ESIS 2007 halaman &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandu di Dunia Sastra  karya Dick Hartoko  dan B. Rahmanto terbitan  Kanisius tahun  1986 halaman &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kesusasteraan Lama Indonesia karya   Zuber Usman terbitan Gunung Agung, tahun  1962 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Material: VCD, kaset, poster &lt;br /&gt; Mediacetak dan elektronik &lt;br /&gt;v Website internet &lt;br /&gt; Narasumber  &lt;br /&gt;v Model peraga &lt;br /&gt;v Lingkungan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENILAIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIK DAN BENTUK  Tes  Lisan &lt;br /&gt; V Tes Tertulis  &lt;br /&gt;  Observasi Kinerja/Demontrasi&lt;br /&gt; V Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas, projek, portofolio&lt;br /&gt; V Pengukuran Sikap&lt;br /&gt;  Penilaian diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSTRUMEN /SOAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Daftar pertanyaan Kuiis Uji Teori untuk mengukur pemahaman siswa atau konsep-konsep yang telah dipelajari&lt;br /&gt;Pemberian tugas kepada sisiwa untuk menulis sejumlah  pantun dan syair&lt;br /&gt;Pemberian tugas kepada siswa untuk membukukan /membundel lembaran-lembaran pantun yang dihasilkan (Tugas yang dikumpulkan menjadi portofolio siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI   Rubrik penilaian tugas menulis puisi/syair (terlampir di bawah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUBRIK PENILAIAN MENULIS PUISI LAMA (SYAIR DAN PANTUN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA    :&lt;br /&gt;KELAS/NO. ABS  :&lt;br /&gt;TANGGAL PENILAIAN  :&lt;br /&gt;KOMPETENSI DASAR  :  Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait,  irama, dan rima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASPEK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RINCIAN NILAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   KURANG &lt;br /&gt; CUKUP BAIK  AMAT BAIK&lt;br /&gt;  D  (10) C (15) B (20) A (25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISI Selaras dengan tema    &lt;br /&gt; Mengandung pesan  aktual    &lt;br /&gt; Sesuai dengn  jenisnya    &lt;br /&gt; Utuh dan tuntas     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAMPIRAN&lt;br /&gt;(untuk pantun) Orisinal dan kreatif    &lt;br /&gt; Mencerminkan wawasan budaya, geografi, social yang luas    &lt;br /&gt; Tidak terlepas dari isi     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;UNIT    2 KESELAMATAN             (halaman           s.d.             )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENCANA PEMBELAJARAN&lt;br /&gt; Nomor  4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDENTITAS SEKOLAH,  SK, KD, INDIKATOR, ALOKASI WAKTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA SEKOLAH: MAN Lhokseumawe&lt;br /&gt;MATA PELAJARAN: Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;KELAS /SEMESTER: X (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;PROGRAM &lt;br /&gt;ASPEK PEMBELAJARAN: Berbicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;STANDAR KOMPETENSI: Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPETENSI DASAR: Mendiskusikan  masalah (yang ditemukan dari berbagai berita, artikel, atau buku)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INDIKATOR: Menjawab pertanyaan pemahaman isi bacaan&lt;br /&gt;Mampu mengidentifikasi masalah-masalah penting dalam teks bacaan&lt;br /&gt;Menginventaris kata-kata sulit dalam artikel dan menjelaskan artinya secara tepat&lt;br /&gt;Mengidentifikasi opini penulis &lt;br /&gt;Menanggapi masalah dalam berita, artikel, dan buku &lt;br /&gt;Mengajukan saran dan pemecahan terhadap masalah yang disampaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALOKASI WAKTU:  3x  45 menit   (2 X pertemuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN:  Siswa mampu mengidentifikasi masalah-masalah penting dalam teks bacaan dan memecahkannya melalui kegiatan berdiskusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATERI POKOK PEMBELAJARAN: Teks berita, artikel, buku  yang berisi informasi aktual  (tentang keselamatan)&lt;br /&gt;Cara  mengidentifikasi masalah dalam berita/artikel&lt;br /&gt;Opini penulis dalam artikel&lt;br /&gt;Daftar kata sulit dan maknanya&lt;br /&gt;Cara merumuskan masalah untuk dijadikan bahan diskusi&lt;br /&gt;Tatacara berdiskusi yang benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODE PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V Presentasi &lt;br /&gt;V Diskusi Kelompok &lt;br /&gt;v Inquari &lt;br /&gt;v Tanya Jawab &lt;br /&gt;v Penugasan &lt;br /&gt; Demontrasi /Pemeragaan Model &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGIATAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;PEMBUKA&lt;br /&gt;(Apersepsi) Guru membacakan berita atau  membahas  kasus aktual tentang kecelakaan yang merenggut banyak korban&lt;br /&gt;Siswa  diminta tanggapannya atas peristiwa tersebut: mengapa bisa terjadi, siapa yang  bersalah, siapa yang bertanggung jawab, apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi atau mengurangi terulangnya musibah tersebut, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTI Pertemuan ke-1 (45’)&lt;br /&gt; Siswa membaca secara intensif artikel surat khabar ”Mendobrak Mafia yang Tak Tersentuh” yang tersaji pada buku teks.&lt;br /&gt;Siswa menjawab sejumlah pertanyaan pemahaman isi bacaan.&lt;br /&gt;Siswa menginventaris kata-kata sulit dan frase idiom dalam teks dan menjelaskannya.&lt;br /&gt;Siswa mengidentifikasi masalah-masalah penting dalam teks dan merumuskannya dalam beberapa kalimat pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertemuan ke-2 (90’)&lt;br /&gt; Siswa berdiskusi kelompok untuk memecahkan masalah-malasah penting yang telah teridentifikasi.&lt;br /&gt;Siswa mempresentasikan hasil diskusi di  depan kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;(Internalisasi dan  refleksi)&lt;br /&gt; Siswa menjawab soal-soal Kuis Uji Teori untuk mereview konsep-konsep penting   yang telah dipelajari&lt;br /&gt;Guru menegaskan pentingnya aspek keselamatan dalam setiap aktivitas dan menggunakan cara diskusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi&lt;br /&gt;Siswa   merefleksikan nilai-nilai  serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SUMBER BELAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pustaka rujukan Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA kelas X karya Alex Suryanto dan Agus Haryanto terbitan ESIS 2007 halaman &lt;br /&gt;Kamus Besar Bahasa Indonesia  karya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan terbitan Balai Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Material: VCD, kaset, poster Gambar suatu peristiwa kecelakaan, misalnya mobil menabrak / tabrakan, pekerja bangunan yang tersengat listrik&lt;br /&gt;v Mediacetak dan elektronik Berita di koran tentang kecelakaan ker, transportasi, dsb&lt;br /&gt; Website internet &lt;br /&gt; Narasumber  &lt;br /&gt; Model peraga &lt;br /&gt;v Lingkungan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENILAIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIK DAN BENTUK V Tes  Lisan &lt;br /&gt; V Tes Tertulis  &lt;br /&gt; V Observasi Kinerja/Demontrasi&lt;br /&gt;  Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas, projek, portofolio&lt;br /&gt; V Pengukuran Sikap&lt;br /&gt;  Penilaian diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSTRUMEN /SOAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tugas individu untuk mengidentifikasi dan merumuskan permasalahan dalam arikel berita&lt;br /&gt;Tugas  untuk mengidentifikasi dan menjelaskan  kata-kata sulit dalam teks&lt;br /&gt;Tugas kelompok untuk mendiskusikan permasalahan yang telah diidentifikasi&lt;br /&gt;Tugas kelompok   untuk mempresentasikan hasil diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI   Blangko observasi /penilaian diskusi kelompok (terlampir di bawah)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BLANGKO OBSERVASI  KINERJA INDIVIDU &lt;br /&gt;DALAM DISKUSI KELOMPOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA    :&lt;br /&gt;KELAS/NO. ABS  :&lt;br /&gt;TANGGAL PENILAIAN  :&lt;br /&gt;KOMPETENSI DASAR  :  Mendiskusikan  masalah (yang ditemukan dari  berbagai berita, artikel, atau buku)  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASPEK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RINCIAN &lt;br /&gt;NILAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  KURANG&lt;br /&gt; CUKUP BAIK AMAT BAIK&lt;br /&gt;  D  (10) C (15) B (20) A (25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SIKAP  Terlibat  secara aktif  dan penuh inisiatif     &lt;br /&gt; Prosedural dan kooperatif terhadap aturan main     &lt;br /&gt; Memperhatikan dan menghargai   pendapat orang lain     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAHASA&lt;br /&gt; Runtut, terstruktur dengan baik    &lt;br /&gt; Komunikait   (mudah dipahami)    &lt;br /&gt; Efektif (singkat dan jelas)    &lt;br /&gt; Diksi variatif dan tepat konteks    &lt;br /&gt; Baku     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KUALITAS PENDAPAT /&lt;br /&gt;GAGASAN Pembicaraan   tidak menyimpang dari topik dan menyasar ke substansi persoalan    &lt;br /&gt; Gagasan    orisinal dan kreatif (tidak meniru)    &lt;br /&gt; Usulan  disertai alas an logis  / bukti pendukung    &lt;br /&gt; Konsisten atas pendapatnya sendiri     &lt;br /&gt; Menggunakan referensi/rujukan     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JUMLAH SKOR&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; RENCANA PEMBELAJARAN&lt;br /&gt; Nomor 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IDENTITAS SEKOLAH,  SK, KD, INDIKATOR, ALOKASI WAKTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMA SEKOLAH: MAN Lhokseumawe&lt;br /&gt;MATA PELAJARAN: Bahasa Indonesia&lt;br /&gt;KELAS /SEMESTER: X (sepuluh) / 1 (satu)&lt;br /&gt;PROGRAM &lt;br /&gt;ASPEK PEMBELAJARAN: Membaca&lt;br /&gt;STANDAR KOMPETENSI: Memahami berbagai teks bacaan  nonsastra dengan berbagai teknik membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KOMPETENSI DASAR: Menemukan ide pokok berbagai teks  nonsastra dengan teknik membaca cepat  (250 kata/menit) &lt;br /&gt;INDIKATOR: Membaca teks nonsastra dengan kecepatan 250 kpm&lt;br /&gt;Menyebutkan kebiasaan yang dapat memperlambat baca cepat&lt;br /&gt;Menjelaskan berbagai teknik untuk meningkatkan kemampuan membaca cepat&lt;br /&gt;Menghitung kecepatan membaca cepat diri sendiri dan orang lain&lt;br /&gt;Mengidentifikasi ide pokok paragraf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALOKASI WAKTU:  2 x  45 menit   (1 X pertemuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN:  Siswa mampu menemukan ide pokok berbagai teks  nonsastra dengan teknik membaca cepat  (250 kata/menit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MATERI POKOK PEMBELAJARAN: Teks nonsastra di atas 250 kata &lt;br /&gt;Teknik  membaca cepat  dan cara meningkatkannya&lt;br /&gt;Rumus menghitung kecepatan membaca cepat &lt;br /&gt;Sejumlah kebiasaan yang dapat menghambat kecepatan membaca&lt;br /&gt;Fungsi membaca cepat dalam kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;METODE PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Presentasi &lt;br /&gt; Diskusi Kelompok &lt;br /&gt;v Inquari &lt;br /&gt;v Tanya Jawab &lt;br /&gt;v Penugasan &lt;br /&gt;v Demontrasi /Pemeragaan Model &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEGIATAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TAHAP KEGIATAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;PEMBUKA&lt;br /&gt;(Apersepsi) Guru  menyuruh  semua siswa membaca  dalam hati sebuah  teks bacaan nonsastra dalam buku cetak . Setelah satu menit, siswa diminta berhenti dan beberapa siswa diminta melaporkan sampai dimana teks yang sudah dibaca.&lt;br /&gt;Guru menyimpulkan kecepatan membaca beberapa siswa dan menyampaikan bermacam kebiasaan membaca siswa berdasarkan hasil observasinya. &lt;br /&gt;Guru menyampaikan sekilas tentang batasan dan teknik, dan fungsi  membaca cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INTI Pertemuan ke-1 (90’)&lt;br /&gt; Siswa membaca potongan-potongan paragraf dan mengidentifikasi ide pokoknya &lt;br /&gt;Siswa membaca cepat teks ”Hasil Kampanye Sabuk Pengaman Jalan di Tempat” yang tersaji pada buku teks&lt;br /&gt;Siswa menghitung sendiri kecepatan membacanya dengan rumus yang telah diajarkan&lt;br /&gt;Siswa mengidentifikasi ide-ide pokok paragraf berdasarkan petunjuk kata kunci setiap paragraf &lt;br /&gt;Siswa melakukan evaluasi diri atas kemampuannya dalam membaca cepat dan menemukan penyebabnya&lt;br /&gt;Siswa berlatih memperluas jangkauan mata baca dan  memusatkan  kosentrasi untuk meningkatkan keterampilannya dalam membaca cepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pertemuan ke-2&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;(Internalisasi dan  refleksi)&lt;br /&gt; Siswa menjawab soal-soal Kuis Uji Teori untuk mereview dan mengukur sejaum mana siswa menguasai konsep-konsep penting   tentang seputar membaca cepat yang telah dipelajari&lt;br /&gt;Guru mendorong siswa untuk terus berlatih membaca cepat untuk meningkatkan kompetensinya&lt;br /&gt;Siswa   merefleksikan nilai-nilai  serta kecakapan hidup (live skill) yang bisa dipetik dari pembelajaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SUMBER BELAJAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pustaka rujukan Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA kelas X karya Alex Suryanto dan Agus Haryanto terbitan ESIS 2007 halaman &lt;br /&gt;Speed Reading  karangan Soedarso terbitan PT Gramedia tahun halaman&lt;br /&gt; Material: VCD, kaset, poster &lt;br /&gt; Mediacetak dan elektronik &lt;br /&gt; Website internet &lt;br /&gt; Narasumber  &lt;br /&gt;v Model peraga &lt;br /&gt; Lingkungan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENILAIAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEKNIK DAN BENTUK  Tes  Lisan &lt;br /&gt; V Tes Tertulis  &lt;br /&gt; V Observasi Kinerja/Demontrasi&lt;br /&gt;  Tagihan Hasil Karya/Produk: tugas, projek, portofolio&lt;br /&gt; V Pengukuran Sikap&lt;br /&gt; V Penilaian diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSTRUMEN /SOAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Perintah untuk membaca cepat dengan teknik yang benar dan menilai sendiri tingkat kemampuannya&lt;br /&gt;Tugas untuk mengidentifikasi ide pokok paragraf teks bacaan&lt;br /&gt;Daftar pertanyaan Kuis Uji Teori untuk   mengukur  konsep-konsep penting   tentang seputar membaca cepat yang telah dipelajari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RUBRIK/KRITERIA PENILAIAN/BLANGKO OBSERVASI  Rumus menghitung KEM (Kecepatan Efekti Membaca)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah kata dalam teks&lt;br /&gt;------------------------------- X ...% Pemahaman =..kpm (kata per menit)&lt;br /&gt;Waktu baca per menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosentase pemahaman:  skor    diraih  (misal7) dibagi  skor tertinggi  (missal 10) dikalikan 100%  sama dengan  (70%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal:&lt;br /&gt;Jumlah kata teks:  600; waktu baca  4 menit; persentase pemahaman 70%. Maka KEM= 600:4 x 70% =105 kpm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kurikulum Berbasis Kompetensi dengan tingkat pemahaman 75%, KEM ideal adalah:&lt;br /&gt;siswa (kelas akhir) SD  100-150 kpm,&lt;br /&gt;siswa (kelas akhir) SLTP 300 kpm, dan&lt;br /&gt;siswa (kelas akhir) SLTA 350 kpm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-3667284890524679499?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/3667284890524679499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/silabus-bahasa-dan-sastra-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3667284890524679499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3667284890524679499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/silabus-bahasa-dan-sastra-indonesia.html' title='SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-5300495489894344348</id><published>2009-07-08T21:39:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T23:55:24.972-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTRA INDONESIA'/><title type='text'>LAGU KELU : SEJARAH PILU SEPANJANG ABAD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlV06qDPYsI/AAAAAAAAAGs/NsjYQ5wkCRE/s1600-h/Picture0065.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlV06qDPYsI/AAAAAAAAAGs/NsjYQ5wkCRE/s320/Picture0065.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356315882896188098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resensi Buku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LAGU KELU : SEJARAH PILU SEPANJANG ABAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku     : Lagu Kelu&lt;br /&gt;Pengarang      : Doel Cp Allisah dan Nani HS (editor)&lt;br /&gt;Tahun terbit   : 2005&lt;br /&gt;Penerbit       : ASA &lt;br /&gt;Tempat terbit  : Jakarta&lt;br /&gt;Tebal buku     : 280 halaman&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Membaca antologi puisi yang merekam dan mencatat sejarah “Lagu Kelu” sepertinya kita terbawa dalam arus dahsyat gelombang Tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Ternyata setelah kita membaca keseluruhan puisi-puisi yang terkumpul dalam buku Lagu Kelu salah satu puisi karya Doel Cp Allisah (editor) yang menjadi judul sampul buku berwarna hijau kecoklatan ini. Tidak berkisah semata tentang tsunami. Melainkan dapat juga disebut sebagai antologi puisi yang mencatat sejarah sepanjang abad. Mengingat puisi yang terkumpul dalam buku ini ada yang ditulis jauh hari sebelum Tsunami datang melanda Aceh. Seperti puisi yang ditulis oleh T.Tjoet Soufjan berjudul Malam Takbir (1967) dan Pengaduan (1978). Isi kedua puisi tersebut tidak berkisah tentang tsunami. Saya sendiri sebagai penulis tahun tersebut belum lahir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jika kita membaca judul buku ini. Kita pasti terbayang akan kelunya perasaan korban Tsunami dan perasaan masyarakaat Aceh, masyarakat Indonesia, dan bahkan masyarakat dunia atas keprihatinan dan simpati terhadap saudara kita yang mendapat efek dari “Tsunama Tsunami”, demikianlah suara ke-prihati-nan Salman Yoga S. lewat puisinya yang terbaca pada halaman 137. Namun, saat kita membaca pada halaman persembahan, halaman 2, pasti kita beranggapan bahwa isi buku ini seluruhnya berkisah tentang Smong, karena dibagian itu bertuliskan “Buku ini didedikasikan bagi warga Aceh khususnya, warga Indonesia dan dunia umumnya. Ada banyak hal yang kita timba di masa lalu, sekalipun ia berwujud bencana, tetap saja ada hikmahnya. Hikmah dari-Nya. Mengenang bencana tsunami di Aceh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Walaupun disampul buku bertuliskan kumpulan penyair Aceh, tetapi buku ini dapat diberi nama yang lebih tinggi dan lebih luas ruang lingkupnya sebagai hadiah bagi perjuangan Doel CP Allisah. Seperti yang kita baca dalam catatan editor ”Pada Awalnya” bercerita tentang keluarganya yang hilang. Tetapi dalam kegalauan dan kegamangan Bang Doel panggilan akrab Doel CP Allisah masih ingat untuk menulis sebuah puisi lalu mengirimkannya puisi tersebut kepada Mustafa Ismail untuk dimuat dalam kumpulan puisi penyair Nusantara di Jakarta. Nama anak judul yang lebih istimewa buat Lagu Kelu tersebut adalah kumpulan puisi penyair Nusantara dari Aceh. Berdasarkan ihwal pertimbangan bahwa dalam buku ini tidak memuat puisi orang Aceh saja, tetapi juga ikut kumpul bersama penyair luar Aceh atau puisi penyair turunan Aceh, yang besar di luar Aceh Seperti Fikar W. Eda. Tercatat juga nama penyair Medan seperti A.R Nasution. Demikian pun, jika berbicara dalam konteks di mana puisi itu ditulis. Mohd. Harun al Rasyid mengukir puisi yang begitu apik "Sebuah Permohonan" di Jakarta dan puisi "Suatu Hari di Pantai Rembang" di Rembang Pulau Jawa. Bahkan puisi dalam buku ini ada yang ditulis di Turki oleh Nurdin A. Rachman dengan goresan manis "Malam-Malam di Istambul" tahun 1986.&lt;br /&gt; Dengan demikian kumpulan puisi yang berisikan 40 nama penyair ini tidak hanya merekam sejarah dalam suasana Tsunami saja. Melainkan kumpulan puisi yang mencatat sejarah sepanjang abad. Sejarah yang berkisar sejak tahun 1967-2005. Seperti yang tertera pada bagian bawah puisi. Apresiasi mengenai Lagu kelu memang sudah pernah ditulis oleh Medri Osno dalam esai sastra berjudul “Catatan Sederhana Lagu Kelu” di milis Gemasastrin, PBSID, Unsyiah. Dalam tulisan tersebut Medri Osno pengamat sastra dan pekerja Balai Bahasa Banda Aceh ini hanya membahas sekilas dari segi arti “pentingnya sebuah judul yang bagus” dan Medri lebih memfokuskan pembicaraan pada stuktur fisik dan stuktur batin puisi. Dalam kesempatan ini kita menyidik Lagu Kelu lewat kajian empiris dalam konteks puisi sebagai sebuah sejarah masa lalu.Itulah antara lain kelebihan buku yang sangat patut dibaca oleh semua kalangan. Buku sebagai museum sejarah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan puisi Lagu Kelu yang diterbitkan oleh Aliansi sastrawan Aceh (ASA) adalah sebuah antologi puisi penyair nasional. Bukan kumpulan penyair Aceh. Hal itu terbukti bahwa dalam kumpulan ini sebagian besar adalah memuat puisi karya penyair nasional selevel alm Hasyim KS, D. Kemalawati, M. Nurgani Asyik dll. Tidak hanya merekam Tsunami, penyair juga ikut mengkampanyekan reboisasi (penghijauan) jauh tahun sebelum Gubernur Aceh Drh. Irwandi Yusuf mencanangkan Aceh Green. Dalam lagu kelu juga terukir suara pena mengenai abrasi pantai, pencemaran lingkungan, kritik sosial, dan religius. Mengapa demikian ? Seandaian Lagu Kelu itu disebut sebagai kumpulan puisi Tsunami kenapa di dalamnya ada puisi "Malam-Malam di Istambul" yang bercerita tentang suasana di sebuah restoran di Istambul, Turki. Lain dari itu,  fikar W.Eda menulis "Taman Sari" sebuah puisi berkisah tentang kehidupan malam yang liar. Di luar dugaan  saya ketika membaca judul buku ini. Itulah antara lain keunikan buku ini. Juga semakin unik dan antik, karena buku ini sangat susah untuk didapatkan. &lt;br /&gt;Resensi ini sebenarnya penulis rangkai secara unik. Bermula saat penulis mengajar Bahasa Indonesia di MAN Lhokseumawe. Kebetulan hari itu materi pelajarannya adalah menulis resensi buku. Tiba-tiba seorang siswi yang bernama Wachidatul Chatimah memperkenalkan buku Lagu Kelu kepada penulis yang akan diresensinya sebagai tugas latihan. Lalu bergetarlah hati penulis. Teringat akan Bang Doel selaku editor. penulis katakan kepada siswi-siswi, "Inilah kumpulan puisi penyair Aceh yang sangat patut  kita hargai sebagai pahlawan sastra kita”. Lalu penulis melanjutkan pembicaraan “Editornya, Doel CP Allisah adalah kawan Bapak (penulis”. "Saya sangat kenal dengan Bang Doel, walaupun Bang Doel tidak mengenal saya. Seperti seorang penggemar (fans) kenal dengan seorang artis. Saya mengenal Bang Doel tahun 2001, waktu itu beliau hadir sebagai dosen tamu dan narasumber pada acara kuliah Puisi di ruang Prodi Kesenian FKIP di kawasan Jln. Inong Balee, Darussalam. Untuk selanjutnya saya mengenal Doel CP di jalanan, di Dewan Kesenian Aceh. Selebihnya tentang riwayat hidup Bang Doel saya baca di biografinya dalam buku-buku". Begitulah kira-kira cerita penulis kepada siswi-siwi MAN Lhokseumawe ketika penulis mengajar hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini juga disertai dengan beberapa gambar yang sesuai dengan isi buku. Penulis mengacungkan jempol kepada kedua editor buku ini. Telah bersusah payah hingga buku ini sekarang ada ditangan pembaca. Demikian pun, editor masih mengingat dan berterimakasih kepada pihak yang telah ikut membatu dalam menerbitkan buku ini. Bahkan terimaksih yang tulus juga dipersembahkan kepada penyair yang telah almarhum seperti kepada Maskirbi dan Syarifuddin Aliza. &lt;br /&gt;Awalnya resensi ini hampir tidak jadi penulis tulis, karena provokasi seorang wartawan yang penulis rahasiakan namanya. Katanya “kenapa harus meresensi buku lama, karena sekarang banyak buku baru, kiranya buku baru lebih layak untuk diresensi. Buku lama sudah pernah diresensi orang lain”. Saya jawab dalam hati saya “kenapa tidak boleh?, bukankah puisi dalam buku ini sejarah sepanjang abad yang tercatat”. Akhirnya tetap penulis tulis sebagai penghargaan dan hadiah dari penulis kepada Doel CP Allisah dan penyair yang terkumpul dalam Lagu Kelu, karena baru sekarang buku ini sampai ketangan penulis.&lt;br /&gt;Berbeda dengan antologi sebelumnya “Keranda-Keranda” dan “Dalam Beku Waktu” yang hanya berisikan puisi kritik sosial, kampanye perdamaian, yang merekam konflik Aceh semata. Sementara Lagu Kelu merekam ke-kelu-an dari semua sisi. Dalam ruang kurun waktu yang lebih luas. Itulah buku yang sangat menarik perhatian pembaca sastra di tanah air. Buku setebal 280 halaman yang disertai biografi penyair. Sebagian besar bercerita tentang Tsunami, namun tidak seelok namanya, karena tsunami mengerikan. Seperti judul puisi Damiri Mahmud “Tsunami Begitu Elok Namamu”. Selamat membaca. Semoga harapan berubah menjadi kenyataan. Orang Aceh tidak hanya pintar bicara saja, tetapi juga harus pintar membaca dan menulis.&lt;br /&gt;Jika dalam tulisan ini terdapat kekeliruan mohon pembaca untuk memperbaikinya. Agar tulisan ini lebih bagus dan layak dibaca oleh semua orang. Dengan selalu memohon rahmat dan ridha dari Allah SWT. Amin.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Penulis :&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd. adalah dosen Bahasa Indonesia STAIN Malikussaleh dan guru MAN Lhokseumawe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-5300495489894344348?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/5300495489894344348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/lagu-kelu-sejarah-pilu-sepanjang-abad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/5300495489894344348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/5300495489894344348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/lagu-kelu-sejarah-pilu-sepanjang-abad.html' title='LAGU KELU : SEJARAH PILU SEPANJANG ABAD'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlV06qDPYsI/AAAAAAAAAGs/NsjYQ5wkCRE/s72-c/Picture0065.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-1362953537896684360</id><published>2009-07-08T21:37:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T23:10:54.448-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTRA ACEH'/><title type='text'>SASTRA CLASSIC INDATU (GRAND FATHER) ORANG ACEH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlV0WQsfWQI/AAAAAAAAAGk/OhwGuJkGU_Y/s1600-h/Picture0034.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlV0WQsfWQI/AAAAAAAAAGk/OhwGuJkGU_Y/s320/Picture0034.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356315257614588162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;SASTRA CLASSIC INDATU (GRAND FATHER)&lt;br /&gt; ORANG ACEH&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aceh merupakan daerah pusat kebudayaan Islam dan dari daerah Aceh Pula Islam tersebar sampai kepulau Jawa yang dibawa oleh Maulana Malik Ibrahim. Maka tak pelak, jika bumi indatu Iskandar Muda ini banyak mewariskan beragam corak sastra Islami. Dari bumi serambi Mekkah juga asal muasal pembaharuan sastra Melayu Indonesia. Yang berpengaruh dan membawa perubahan terhadap sastra Melayu Indonesia. Daerah Aceh memiliki aset kekayaan genre (cabang ) sastra classic. Kenapa disebut classic? Jawabannya tak lain karena kuno tetapi menarik. Dalam tulisan ini saya hanya membahas jenis puisi dan prosa. Mengingat genre ini lebih tenar dan menarik kiranya patut untuk dibicarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri umum karya sastra classic adalah sama dengan ciri sastra lama yaitu: a) bersifat anonim (tidak memiliki nama pengarang), b) bercorak ragam lisan diceritakan dan dibicarakan dari mulut ke mulut, c) bersifat turun temurun antar generasi ke generasi, d) jika berupa puisi unsur ritma dan sajak lebih dominan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam ikon puisi lama menurut Razali Cut Lani dalam karyanya berjudul "Kesusastraan Aceh" dikenal beberapa jenis sastra classic antara lain: narit maja (peribahasa), hiem (teka-teki), dan panton (pantun). Semua genre sastra tersebut merupakan jenis sastra tertua dan purba dalam sejarah perkembangan sastra Aceh. Untuk lebih jelas ihwal sastra kuno genre puisi ini akan saya bahas secara runtut berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Narit Maja (Peribahasa)&lt;br /&gt;Dalam tradisi masyarakat Aceh narit maja berfungsi sebagai media pengendalian pranata sosial (control sosial) dan sebagai sarana penyampaian pesan moral. Dalam narit maja juga mengandung nilai-nilai pendidikan Islam. Seperti terdapat dalam narit maja berikut: hana patot aneuk murid lawan gure/ nyo kon seude teunte gila. Terjemahan bebasnya adalah tidak patut seorang murid melawan gurunya, kalau tidak senu tentu gila. Demikianlah peribahasa Aceh sarat dengan nilai-nilai keagamaan. Agar lebih jelas mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam narit maja, baca: Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Narit Maja, oleh: Iskandar (Skripsi mahasiswa STAIN Malikussaleh Lhokseumawe) dan Struktur dan Fungsi Narit Maja dalam Masyarakat Jambo Aye Kab. Aceh Utara, oleh: Hilmi Wilminar (Skripsi Mahasiswa PBSID, FKIP, Universitas Syiah Kuala) dalam kedua karya ilmiah tersebut membahas dan mengupas secara tuntas tentang narit maja. Razali Cut Lani dalam "Kesusastraan Aceh" juga telah membahas berbagai hal yang terlibat dalam peribahasa Aceh. Seperti unsur flora dan fauna dalam narit maja, ekonomi, perdagangan, sosial, adat istiadat, moral, keagamaan, kriminalitas, dan hal-hal lainnya secara runtun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ambil salah satunya sebagai contoh perdagangan dalam narit maja. Misalnya terdapat dalam narit maja berikut: tulak tong tinggai tem. Arti bebasnya: dorong tong, tinggal kaleng. Dalam peribahasa ini mengandung pengertian bahwa dalam usaha dagang--jual beli--setelah diperkirakan laba rugi dalam hal ini tidak ada yang diuntungkan, tetapi hanya mencukupi modal saja. &lt;br /&gt;Bidang kriminalitas yang membawa dampak bagi hajat hidup orang banyak. Masyarakat Aceh sering menyebut narit maja: gop pajoh boh panah/ tanyo yang meugeutah.&lt;br /&gt;Terjemahan bebasnya: orang yang makan nangka, kita yang bergetah. Orang lain yang berbuat salah kita yang mendapatkan efek dari kriminalitas tersebut. Dalam tulisan ringkas ini saya tidak merincikan satu persatu narit maja tersebut, karena itu tugas pribadi anda dirumah (PR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hiem (Teka-Teki)&lt;br /&gt;Masyarakat Aceh dalam keseharian sering kumpul bersam sanak keluarga dan kerabat untuk berteka-teki sejenak. Teka-teki dalam masyarakat Aceh selain sebagai hiburan juga menjadi arena asah otak, karena dalam teka-teki juga mengandung unsur pendidikan. Walaupun unsur humor lebih dominan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Panton (Pantun)&lt;br /&gt;Bagian terakhir dari puisi classic Aceh adalah pantun. Puisi empat baris yang terdiri atas sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua disebut sampiran. Baris ke tiga dan empat namanya isi. Panton Aceh dan pantun Indonesia memiliki ciri-ciri sama. Bersajak ab, ab. Sama halnya dengan narit maja dan hiem yang sebenarnya juga terdapat dalam  konteks ke-indonesia-an sastra. Cuma dalam tulisan ini saya hanya membicarakan dalam corak sastra ke-Aceh-an. Contoh pantun: limong limong kapai jitamong/ dua go limong kapai jibungka/ nyo hantrok lon cot ngon reunong/ nyan bungong lon pupo geulawa. Arti bebas pantun tersebut adalah lima lima kapal masuk, dua kali lima kapal berangkat,  kalau tak bisa saya ambil pakai galah, ini bunga akan saya lempar supaya jatuh kepelukan saya. Pantun perjuangan untuk meraih dan menaklukkan hati wanita idaman. Classic bukan ? Dari segi umur pemakai terdapat bermacam jenis pantun seperti pantun anak-anak, pantun remaja, dan pantun dewasa. Berdasarkan manfaat dan kondisi pemakaian dikenal pantun nasihat, pantun jenaka, dan pantun kaulamuda.   &lt;br /&gt;Dalam genre ini saya menambahkan satu lagi dari puisi lama yaitu cae’ atau syair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Cae’ atau syair adalah jenis puisi liris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu dalam ikon genre prosa lama di Aceh dikenal dengan prosa liris (hikayat), legenda, fabel, haba jameun (cerita rakyat/kabar zaman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hikayat adalah jenis prosa lama walaupun ada juga pakar sastra yang menyatakan bahwa hikayat itu jenis puisi liris, karena tipografinya seperti syair dan bersajak. Jika dilihat dari unsur intrinsiknya hikayat lebih cocok disebut prosa. Mengingat dalam hikayat lebih dominan ditunjang oleh setting (latar), tokoh, watak (karakter), konfliks dll. Umumnya hikayat bersifat istanasentris dan cerita raja-raja. Namun ciri utama hikayat adalah anonim (tidak memiliki nama pengarang) seperti umumnya sastra lama lainnya. Ada juga beberapa hikayat yang memiliki nama pengarang seperti hikayat Prang Sabi karya Teungku Syiek Pantee Kulu. Namun dalam tulisan ini saya merujuk kepada ciri umum hikayat. Di Aceh sarat akan hikayat warisan indatu antara lain misalnya hikayat Raja-Raja Pasai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Legenda adalah jenis cerita turun temurun bercerita tentang asal usul suatu geografis (asal nama daerah, asal mula sebuah pulau dan sebagainya). Contoh: legenda Ahmad Rhangmanyang yang menjadi pulau batu di Aceh Besar atau legenda si anak durhaka Malin Kundang di Padang, Sumatera Barat, legenda Nyai Roro Kidul, Gunung Tankupan Perahu, Jaka Tingkir (di Jawa), legenda Paya Terbang, (di Aceh Utara), Puteri Pukes, Loyang Koro, Pengantin Atu Belah (di dataran Tinggi Gayo, Takengon), dan legenda Tapak Tuan (di Aceh Selatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fabel adalah cerita yang ditokohkan oleh binatang. Jikapun melibatkan tokoh manusia, namun tokoh binatang dalam cerita fabel lebih dominan. Dalam fabel binatang menjadi aktor utama walaupun tanpa disutradarai oleh manusia cerita tetap berjalan sukses. Karena memang demikianlah sebuah fabel dikisahkan. Contoh fabel yang terkenal adalah Sang Kancil dan Harimau, Sang Kancil dan Siput, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Haba Jameun (cerita rakyat) adalah kabar zaman yang diriwatkan dari mulut kemulut. Secara turun temurun. Jika ada cerita rakyat yang terkumpul dalam sebuah buku itu bukanlah milik penghimpun. Melainkan milik semua masyarakat dimana cerita rakyat tersebut berkembang. Sebagai penghargaan kepada penghimpun cerita ini disebut sebagai penyusun atau editor buku tersebut. Seperti kumpulan Kabar Zaman Dari Aceh karya LK. Ara. Cerita rakyat yang terkumpul dalam buku tersebut adalah milik masyarakat Aceh. Tetapi LK. Ara adalah orang yang sangat berjasa dengan menerjemahkan cerita rakyat Aceh ke dalam Bahasa Indonesia. Haba jameun biasanya selalu diawali dengan pembukaan seperti berikut ini: bak jameun dile, na sibak bak jambe di leun. Trep nibak trep broek rumoh tinggai sudep… na saboh kisah, yang artinya: pada zaman dahulu ada sebatang pohon jambu di depan rumah. Lama kelamaan rusak rumah tinggal panggang… ada sebuah kisah. Contoh haba jameun : Abu Nawas dan Aneuk Yatim.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Penulis :&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd. adalah dosen STAIN Malikussaleh dan guru MAN Lhokseumawe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-1362953537896684360?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/1362953537896684360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/sastra-classic-indatu-grand-father.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1362953537896684360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1362953537896684360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/sastra-classic-indatu-grand-father.html' title='SASTRA CLASSIC INDATU (GRAND FATHER) ORANG ACEH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlV0WQsfWQI/AAAAAAAAAGk/OhwGuJkGU_Y/s72-c/Picture0034.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-9161371427324030591</id><published>2009-07-08T21:35:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T23:16:03.500-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA ACEH'/><title type='text'>EJAAN BAHASA ACEH YANG DISEMPURNAKAN</title><content type='html'>EJAAN BAHASA ACEH &lt;br /&gt;YANG DISEMPURNAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tulisan ini merupakan tanggapan terhadap dua tulisan “Basa Geutanyo” karya Herman RN di web Gemasastrin dan “Kamus Aceh-Indonesia-Inggris: dan Keresahan Saya”, ditulis oleh Azwardi, S.Pd, M.Hum di milis yang sama. Herman RN dalam tulisannya tersebut membahas bahasa Aceh dalam ragam etnis. Artinya bahasa Aceh adalah bahasa-bahasa etnis yang ada di daerah Aceh. Sedangkan Azwardi, S.Pd, M. Hum mengkritik Kamus Aceh-Indonesia-Inggris dari segi kebakuan dan keabsahan dari segala konteks. Penulis salut kepada pakar bahasa yang sangat peduli terhadap bahasa daerah Aceh ini. Sehingga bahasa Aceh tidak akan punah. Seperti yang ditulis oleh mahasiswa PBSID, FKIP, Unsyiah dengan judul tulisan Bahasa Daerah Aceh Tidak Jadi Punah. Walaupun masih ada kesimpangsiuran atau perpedaan pendapat, cara pandang, dan aturan tulis menulis dalam bahasa Aceh. Mengingat bahasa Aceh sampai saat ini belum disahkannya Ejaan Bahasa Aceh Yang Disempurnakan (EYD). Seperti halnya Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Untuk menghasilkan suatu bahasa yang seragam. Menentukan patokan bahasa yang baku dan tidak baku dan menyusun kamus yang standar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan demikian masyarakat pengguna bahasa Aceh nantinya akan menggunakan bahasa yang sesuai dengan EYD dalam tulis menulis. Ihwal itu, berdasarkan pertimbangan bahwa saat ini ada beberapa buku tentang bahasa Aceh yang ditulis oleh para pakar bahasa Indonesia. Antara lain Tata Bahasa Aceh versi Dr. Wildan M.Pd, dan bahasa Aceh versi (alm) Prof. Sulaiman Budiman. Manakah bahasa Aceh yang standar dan baku ? Demikian pun, jika ada jenis buku cerita rakyat Aceh (folkore) yang ditulis dalam bahasa Aceh atau pengumuman, maupun spanduk yang sering terpampang di sepanjang jalan protokol dalam rangka kampanye partai politik lokal. Bahasa daerah Aceh yang manakah yang standar ? Seperti Bahasa Indonesia yang telah disahkan dalam suatu konferensi Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Walaupun Bahasa Aceh bukanlah sebuah bahasa negara. Namun, kiranya perlu adanya pembakuan untuk memudahkan penulisan dan pengucapan dalam pemakain bahasa Aceh yang standar. Lain daripada itu,  sangat diperlukan referensi mengenai seluk-beluk bagaimanakan bahasa Aceh yang standar yang dipakai dalam dunia tulis-menulis pada masa raja-raja pasai atau bahasa Aceh pada masa Sultan Iskandar muda, dan bagaimanakah bahasa Aceh modern ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bahasa merupakan warisan kebudayaan yang tak ternilai harganya. Ini adalah tanggung jawab arkeolog bahasa untuk gali-menggali kaidah dan ejaan bahasa Aceh yang standar. Ke depan jika Dialog Dunia Melayu Dunia Islam dan Dialog Utara Selatan, Aceh masih sebagai tuan rumah. Maka, dalam even tersebut kiranya ada agenda konferensi tentang pembakuan Bahasa Aceh dan mengesahkannya Bahasa Aceh Yang Baik dan Benar. Di Aceh saat ini banyak muncul penulis-penulis buku bak jamur di musim hujan. Ada yang terlupakan satu dari sekian kesenjangan dalam mengapresiasikan karya-karya penulis hebat tersebut, yaitu pembakuan bahasa Aceh. Mempertimbangkan bahwa bahasa Aceh pula merupakan bagian dari bahasa yang tersulit di dunia. Bahasa Aceh memiliki diakritik (tanda baca atau baris), vokal rangkap, anomatopea (tiruan bunyi) ,dan masih banyak keunikan lainnya dalam bahasa Indatu Aceh ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika melihat dan membaca sekilas pintas bahasa Aceh bagi orang yang tidak paham bahasa Aceh. Mereka mengira itu bahasa Sponyol atau bahasa Perancis, karena memiliki kemiripan dalam pemakain diakritik dll. Unik bukan ?. Demikian juga bagi Lembaga Bahasa Banda Aceh (LBBA) dan Pusat Pengembangan Bahasa Daerah Aceh (PUSBADA) Unsyiah, merumuskan EYD bahasa Aceh adalah tanggung jawab pihak LBBA dan PUSBADA, karena lembaga ini yang memiliki wewenang dan kompeten bidang kebahasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Demikianlah tulisan singkat ini. Anggap saja sebagai apresiasi terhadap tulisan-tulisan para penulis Aceh mengenai bahasa Aceh atau bahasa yang ada di daerah Aceh dan berupa sebuah pertanyaan Ejaan Bahasa Aceh Yang Disempurnakan (EYD) kapan disahkan ?. Kepada semua para ahli bahasa. Disini penulis ucapkan selamat berkarya. Semoga harapan berubah menjadi kenyataan. Orang Aceh tidak hanya pintar bicara saja, tetapi juga harus gemar membaca dan pintar menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Penulis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd. adalah Dosen STAIN Malikussaleh dan Guru MAN Lhokseumawe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-9161371427324030591?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/9161371427324030591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/ejaan-bahasa-aceh-yang-disempurnakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/9161371427324030591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/9161371427324030591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/ejaan-bahasa-aceh-yang-disempurnakan.html' title='EJAAN BAHASA ACEH YANG DISEMPURNAKAN'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-3939785305486689518</id><published>2009-07-08T20:48:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T22:21:31.544-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA ACEH'/><title type='text'>UNIKNYA BAHASA ACEH</title><content type='html'>UNIKNYA BAHASA ACEH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ciri bahasa secara umum ada 3, dan perlu diketahui oleh pengguna bahasa itu sendiri. Baik ciri bahasa daerah, bahasa nasional atau bahasa yang ada di dunia belahan manapun. Demikian juga ciri-ciri yang dimiliki oleh Bahasa Aceh sebagai salah satu corak bahasa daerah yang ada di nusantara. &lt;br /&gt;Ketiga ciri bahasa tersebut adalah sebagai berikut : a) konvensional, artinya setiap pengguna dan penutur bahasa harus sepakat dan menyepakati bahwa itulah sebutan untuk sesuatu. Lalu diberi lakap atau merk. Misalnya : benda empat kaki yang terbuat dari kayu dan memiliki tempat bersandar di sebut “kursi kayu”, karena ada juga yang berupa kursi besi. Semua masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Meuroke harus mengucapkan “kursi kayu”. Contoh lain : hewan laut yang lazim dijadikan menu dan lauk nasi disebut “ikan”.  Maka semua orang harus mengucapkan ikan, bukan lembu atau ayam. Itulah yang dimaksud konvensional. b) Universal adalah suatu bahasa harus memiliki ciri menyeluruh. Artinya suatu bahasa harus diketahui dan dipahami oleh semua orang dalam ruang lingkup yang luas dan umum. Demikian juga halnya Bahasa Indonesia harus diketahui oleh seluruh pemakainya. Jika itu bahasa Aceh, maka harus diketahui oleh semua pengguna Bahasa Aceh secara umum. Bukan bahasa untuk kalangan tertentu, karena jika hanya dipahami oleh sebahagian orang saja itu disebut “sandi” atau “prokem” dalam konteks kebahasaan. c) Ciri yang terakhir dari bahasa adalah unik. Setiap bahasa memiliki keunikan tersendiri baik dari segi morfologi, fonologi, maunpun sintaksis. Ciri bahasa yang terkhir inilah yang akan menjadi kajian dan pembahasan utama dalam tulisan ini.&lt;br /&gt; Uniknya Bahasa Indonesia antara lain untuk hitungan bagi jenis hewan ternak selalu disebut “ekor” walaupun hitungan untuk hewan yang tak berekor atau hewan yang ekornya sudah putus. Misalnya : Dua ekor sapi saya, telah putus ekornya tadi malam di jambret maling, atau “Kami telah menangkap dua ekor harimau tadi pagi”, kata kepala pawang penjinak harimau liar. Padahal mereka menangkap pada bagian lehernya, lalu diborgol. Berbeda dengan Bahasa Inggris untuk hitungan ekor memakai kata head (kepala). Misalnya : telah kami tangkap satu kepala harimau. Dalam konteks kalimat tersebut hitungan diwakili olek frasa (a head tiger) artinya satu kepala (ekor) harimau. Lebih unik lagi dalam kasus hitungan dalam Bahasa Aceh. Untuk hitungan ekor dan kepala disebut dengan “boh” (maaf). Misalnya : Saboh rimueng ka kamo drop, artinya satu ekor harimau telah kami tangkap. Itulah hebatnya orang Aceh mampu menangkap harimau dengan menerkam dan memegang pada berbagai posisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hitungan jumlah dan aneka sebutan buah (boh) dalam Bahasa Aceh.&lt;br /&gt; Unik dan anehnya lagi semua hitungan dalam bahasa Aceh diwakili oleh kata “boh” yang secara umum dipahami sebagai kata buah dalam Bahasa Indonesia. Contoh : Saboh manok, artinya seekor ayam. Saboh boh manok, artinya satu buah telur ayam. Boh manok, artinya telur ayam. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia telur ayam tidak disebut buah ayam. Telur dalam Bahasa Aceh Tidak ada kata khusus. Hanya ada kata : boh itek (telur bebek) dan boh manok (telur ayam).  Selain itu, semua jenis yang agak lonjong dan bundar dalam Bahasa Aceh disebut buah (boh). Sekalipun itu berupa bagian dari fisik manusia. Contoh : boh idong (hidung)dan boh mieng (pipi). Demikian pun, untuk jenis buah-buahan dalam Bahasa Aceh di sebut boh. Misalnya : boh mamplam = buah mangga, boh u = buah kelapa, dan boh jambee = buah jambu. Bahkan untuk jenis makanan dari tepung ada juga  yang disebut “boh”. Contoh : boh rom-rom (onde-onde). Dalam Bahasa Aceh untuk buah yang berasal dari akar tanaman ada juga yang disebut boh, seperti : boh ubi (ubi), dan boh keupila (ketela).&lt;br /&gt; Dengan demikian saya menyimpulkan bahwa dalam Bahasa Aceh ada beberapa jenis buah (boh) yaitu : 1) buah untuk hitungan atau jumlah (saboh = satu buah atau untuk hitungan per ekor). 2) buah untuk menyatakan jenis kelamin laki-laki (maaf kurang sopan, hanya bertujuan untuk kepentingan penelitian bahasa semata-mata). Lebih unik lagi dalam Bahasa Aceh untuk jenis binatang betina (perempuan) juga disebut boh untuk hitungan. Misalnya : Saboh kameng inoeng, artinya satu kambing betina. 3) buah untuk sebutan sesuatu yang agak bundar atau lonjong. Misalnya : boh idong (hidung) dan boh mieng (pipi). 4) buah untuk sebutan bagi buah-buahan. Misalnya : boh timon (mentimun), boh panah (nangka). 5) buah untuk menyebutkan jenis kue. Misalnya : boh rom-rom (onde-onde) dan boh lu (bolu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali untuk hitungan jenis daun, pohon, dan biji-bijian Safriandi (2010) menjelaskan sebagai berikut: &lt;br /&gt;1.Untuk daun dihitung dengan sebutan si on = satu daun.&lt;br /&gt;2.Untuk cabang pohon dihitung dengan sebutan si krek atau si bak = sebatang untuk menghitung batang pohon.&lt;br /&gt;3.Untuk biji-bijian seperti padi biasanya menggunakan kata hitungan si are = satu bambu, si naleeh = 15 bambu lebih kurang, dan si gunca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Nama-nama penyakit bisul dalam Bahasa Aceh.&lt;br /&gt; Keunikan lainnya yang dimiliki oleh Bahasa Aceh adalah untuk jenis penyakit bisul memiliki anekaragam nama tergantung dimana posisi tumbuhnya bisul tersebut. Jika posisi bisul di pantat atau pinggul itu disebul tumuet (bisul umum atau raja bisul), jika posisi bisul di kepala diberi nama peuracuet, jika bisul itu tumbuh di ketiak maka disebut bireeng, bila letak bisul pada bagian kelopak mata namanya geuluntie.Yang terakhir, seandainya bisul itu tumbuh di ujung jari disebut cut. Ingat !, cut yang berupa bisul bukanlah marga keturunan bangsawan dalam masyarakat Aceh. Mengingat jenis penyakit cut (bisul) yang tumbuh di jari, baik di jari laki-laki maupun perempuan sebutannya sama. Sedangkan gelar bangsawan Aceh untuk perempuan dan laki-laki beda. Gelar darah biru untuk wanita Aceh di sebut “Cut” dan untuk kaum laki-laki disebut “Teuku atau Ampon”. Unik sekali Bahasa Aceh bukan ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneka nama bau tidak sedap dalam Bahasa Aceh.&lt;br /&gt; Selain keunikan-keunikan yang telah saya bahas terdahulu, dalam Bahasa Aceh juga memiliki keanekaragaman nama bau tidak sedap tergantung kondisi dan sifat bau. Maka dalam Bahasa Aceh dikenal bermacam-macam bau tidak sedap. Berbeda dengan Bahasa Indonesia yang hanya memiliki kata bau amis, bau tak sedap, dan bau selokan. Nama bau dalam Bahasa Indonesia tidak begitu komplit. Sedangkan nama bau tidak sedap dalam Bahasa Aceh lebih komplit dan beragam. Nama-nama bau tidak sedap dalam Bahasa Aceh adalah sebagai berikut : a) be khep (bau tak sedap secara umum). Semua bau yang dicium indera pencium yang tidak sedap baunya dalam Bahasa Aceh disebut “be khep”, b) be khieng (bau bangkai atau bau hajat manusia/beol), c) be phong (bau kain basah yang dijemur dan tidak kering satu hari, karena cuaca mendung). d) be hanggui (bau gapah hewan ), be hanyie (bau ikan atau bau amis), e) be khoeh (bau kambing jantan atau bau orang yang malas mandi), f) be khop (bau ikan atau daging yang dijemur, namun belum kering, atau bau ikan dan daging yang hampir membusuk), g) be banga (bau air yang dibakar terik mata hari), dan h) be meuhoeng (bau sesuatu yang pahit atau bau daki).&lt;br /&gt; Selanjutnya, ada sisi lain keunikan Bahasa Aceh yaitu semua kata dalam Bahasa Aceh tidak ada yang berakhir dengan huruf (s) dan huruf (l). Misalnya : kata (es), orang Aceh menyebutnya (eh), (testing) dalam Bahasa Aceh (tehting), (kapal) bahasa Acehnya (kapai), dan (pecal = pecai). Lain dari itu, Bahasa Aceh juga memiliki konjungsi atau kata depan yang memiliki arti homonim. Misalnya : kata “bak” memiliki dua pengertian, yang satu berfungsi sebagai kata depan (konjungsi) dan satu lagi berarti pohon. Contoh kata “bak” dalam Bahasa Aceh atau “di” dalam Bahasa Indonesia sebagai kata depan : bak keudee = di kedai, bak rame-rame = di keramaian, bak kanto = di kantor, dan bak pasai = di pasar. Contoh kata “bak” sebagai pohon : bak kayee = pohon kayu, bak pisang = pohon pisang, dan bak labu = pohon labu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Vokal rangkap dan anomatopea (tiruan bunyi) dalam Bahasa Aceh.           &lt;br /&gt; Secara umum keunikan, dan merupakan ciri khas Bahasa Aceh adalah memiliki huruf vokal rangkap seperti : ie, oe, ue, dan ui. Contoh kata : ie (air), baroe (kemarin), pijuet (kurus), dan apui (api). Huruf vokal rangkap dalam bahasa Aceh lebih dominan didapatkan dibandingkan dengan bahasa lainnya. Dalam Bahasa Aceh juga mengandung unsur anomatopea (tiruan bunyi). Misalnya : tittiet dan poppoop (suara klakson mobil), tamtuem, damgeudum dan buembuem (suara letusan senjata dan suara bom) , kramkruem (suara patah sesuatu), pampuem dan pampam (suara tinju, pukulan atau tamparan), teptep dan cepcrop (suara tetesan air, dll), cepcop (suara mulut orang yang sedang makan), dan kukuuek…uek, mbeek (suara kokok ayam dan suara kambing). &lt;br /&gt; Mengenai anomatopea saya hanya memaparkan beberapa contoh dalam kalimat yaitu : 1) kata tittiet dalam kalimat. Jino laju tanyo beurangkat moto  i lua kaji tittiet, artinya Sekarang juga kita berangkat mobil di luar sudah dibunyikan  klaksonnya  (pertanda isyarat memanggil untuk segera berangkat), 2) kata tamtuem dalam kalimat.  Malam baro na tamtuem aleh pat ?, artinya Malam kemarin ada suara letusan senjata entah dimana ?. Anomatopea (tiruan bunyi) dalam Bahasa Aceh merupakan kata tunggal murni dan merupakan kata dalam jenis morfem segmental dan merupakan bentuk bebas. Morfem bebas adalah morfem yang dapat berdiri sendiri tanpa dilekatkan (digabungkan) dengan kata lain maupun dengan imbuhan lain, tetapi tetap memiliki makna. &lt;br /&gt; Selain keunikan-keunikan di atas, Bahasa Aceh juga memiliki tanda diakrikit (tanda baca atau baris di atas) untuk memudahkan dalam pembacaan. Maka jangan heran jika ada orang yang tidak paham Bahasa Aceh mengira bahwa itu Bahasa Sponyol atau Bahasa Perancis, karena memiliki kemiripan dalam hal penggunaan diakritik.&lt;br /&gt; Demikianlah tulisan singkat ini mengenai keunikan Bahasa Aceh semoga bermanfaat untuk para pembaca. Keunikan Bahasa Aceh dalam tulisan ini hanya saya paparkan secara gamblang dan sederhana, karena keterbatasan referensi. Untuk memudahkan mencari informasi sebagai rujukan tulisan ini saya melakukan langsung obsevasi  dalam masyarakat pengguna Bahasa Aceh. Masih banyak keunikan lain yang dimiliki Bahasa Aceh kiranya perlu untuk dilakukan penelitian lanjutan. Dalam rangka pengembangan dan pelestarian bahasa daerah sebagai salah satu kekayaan budaya nasional yang patut kita bangggakan.&lt;br /&gt; Untuk memahami lebih jelas dan mendalam mengenai Bahasa Aceh silahkan anda baca buku Tata Bahasa Aceh, karya Drs. Wildan, M.Pd dan beberapa tulisan mengenai Bahasa Aceh karya Herman RN di milis http://gemasastrin.wordpres.com dan http://lidahtinta.com atau baca mengenai morfologi Bahasa Aceh di milis : http://nahulinguistik.com karya safriandi, S.Pd. Selamat membaca dan menulis jangan hanya pintar bicara dan “menyanyi” saja. Semoga impian berubah menjadi kenyataan. Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang penulis :&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd. adalah Dosen Bahasa Indonesia STAIN Malikussaleh, Guru MAN Lhokseumawe, peneliti Bahasa dan Sastra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-3939785305486689518?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/3939785305486689518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/uniknya-bahasa-aceh-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3939785305486689518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/3939785305486689518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/uniknya-bahasa-aceh-indonesia.html' title='UNIKNYA BAHASA ACEH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-1048720265840188054</id><published>2009-07-08T20:42:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T20:44:32.724-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AGAMA ISLAM'/><title type='text'>BALAI PENGAJIAN</title><content type='html'>RUBRIK BALAI PENGAJIAN (AGAMA ISLAM) &lt;br /&gt;Tulisan ini dikutip dari milis : balleenet.blogspot.com.(sebuah blog balai pengajian tempat belajar ke-Islaman yang berpusat di Kota Lhokseumawe). Demi pengembangan ilmu ketauhidan dan ilmu agama Islam secara umum. Semoga Allah memberi rahmat bagi kita semua. Amin. Selamat belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIFAT ALLAH SWT&lt;br /&gt;1. Wujud&lt;br /&gt;2. Qidam&lt;br /&gt;3. Baqa&lt;br /&gt;4. Mukhalafatuhu lilhawaditsi&lt;br /&gt;5. Qiyamuhu Binafsih&lt;br /&gt;6. Wahdaniyah&lt;br /&gt;7. Qudrah&lt;br /&gt;8. Iradah&lt;br /&gt;9. Ilmu&lt;br /&gt;10. Hayyah&lt;br /&gt;11. Sama’&lt;br /&gt;12. Bashar&lt;br /&gt;13. Qalam&lt;br /&gt;14. Qadirun&lt;br /&gt;15. Muridon&lt;br /&gt;16. Alimon&lt;br /&gt;17. Hayyon&lt;br /&gt;18. Samiun&lt;br /&gt;19. Bashirun&lt;br /&gt;20. Mutakallimon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zihen : Maujud sifat atas Zat&lt;br /&gt;Kharij : Memberi bekas sifat pada wujud alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat 20 dibagi kedalam 4 bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafsiah : Maujud zihen tiada Maujud Kharij&lt;br /&gt;1. Wujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salbiyah : Tiada Maujud Zihen dan tiada Maujud Kharij&lt;br /&gt;1. Qidam&lt;br /&gt;2. Baqa&lt;br /&gt;3. Mukhalafatuhu lilhawaditsi&lt;br /&gt;4. Qiyamuhu Binafsih&lt;br /&gt;5. Wahdaniyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’ni : Maujud Zihen dan Maujud Kharij&lt;br /&gt;1. Qudrah&lt;br /&gt;2. Iradah&lt;br /&gt;3. Ilmu&lt;br /&gt;4. Hayyah&lt;br /&gt;5. Sama’&lt;br /&gt;6. Bashar&lt;br /&gt;7. Qalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’nawiyah : Maujun Zihen tiada Maujud Kharij&lt;br /&gt;1. Qadiron&lt;br /&gt;2. Muridon&lt;br /&gt;3. Alimon&lt;br /&gt;4. Hayyon&lt;br /&gt;5. Samiun&lt;br /&gt;6. Bashiron&lt;br /&gt;7. Mutakallimon &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMPAT MAHKRUH SEMBAHYANG&lt;br /&gt;1. Rumah berhala&lt;br /&gt;2. Tempat mandi&lt;br /&gt;3. Tempat kubur&lt;br /&gt;4. Jalan raya&lt;br /&gt;5. Tempat Lalu lalang&lt;br /&gt;6. Tempat orang buang sampah&lt;br /&gt;7. Tempat diskotik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT-SYARAT MENGERJAKAN RUKUN SEMBAHYANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat nya yang tertulis dalam kitab Kifayatul Ghulam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdiri Betul&lt;br /&gt;1. Menghadap kiblat&lt;br /&gt;2. Membetulkan tulang belakang&lt;br /&gt;3. Tetap seperti bumi (jangan bergoyang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat&lt;br /&gt;1. Dalam Hati&lt;br /&gt;2. Dalam Allahu Akbar&lt;br /&gt;3. Jangan Berubah – ubah&lt;br /&gt;4. Membedakan Adaan dan Qadhaan (Tunai dan Qadha).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takbiratul Ihram&lt;br /&gt;1. Dalam Berdiri Betul&lt;br /&gt;2. Mendengar dirinya&lt;br /&gt;3. Tertib&lt;br /&gt;4. Mualat&lt;br /&gt;5. Pelihara Baris&lt;br /&gt;6. Pelihara Huruf&lt;br /&gt;7. Pelihara Kalimah&lt;br /&gt;8. Pelihara Tasdiq&lt;br /&gt;9. Pelihara Mualat&lt;br /&gt;10. Jangan Panjang Ba pada Akbar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Fatihah&lt;br /&gt;1. Dalam Berdiri Betul&lt;br /&gt;2. Mendengar dirinya&lt;br /&gt;3. Pelihara Baris&lt;br /&gt;4. Pelihara Huruf&lt;br /&gt;5. Pelihara Kalimah&lt;br /&gt;6. Pelihara Tasdiq&lt;br /&gt;7. Pelihara Mualat&lt;br /&gt;8. I’tikad Wajib&lt;br /&gt;9. Tertib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruku’&lt;br /&gt;1. Menyehaja&lt;br /&gt;2. Meratakan tulang belakang&lt;br /&gt;3. Tuma’ninah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; I’tidal&lt;br /&gt;1. Menyehaja&lt;br /&gt;2. Membetulkan tulang belakang&lt;br /&gt;3. Tuma’ninah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sujud&lt;br /&gt;1. Menyehaja&lt;br /&gt;2. Mendirikan tujuh buah anggota&lt;br /&gt;3. Tuma’ninah&lt;br /&gt;4. Ibu jari kaki menghadap kiblat&lt;br /&gt;5. Memberatkan kepala&lt;br /&gt;6. Jangan berlapik dahi&lt;br /&gt;7. Merendahkan kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk 2 sujud&lt;br /&gt;1. Menyehaja bangkit&lt;br /&gt;2. Meluruskan tulang belakang&lt;br /&gt;3. tuma’ninah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk Tahiyyat Akhir&lt;br /&gt;1. Menyehaja&lt;br /&gt;2. Meluruskan tulang belakang&lt;br /&gt;3. Duduk serta tuma’ninah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara baca tahiyyat&lt;br /&gt;1. Duduk Tahiyyat&lt;br /&gt;2. Mendengar sendirinya&lt;br /&gt;3. Tertib&lt;br /&gt;4. Pelihara huruf&lt;br /&gt;5. Pelihara kalimah&lt;br /&gt;6. Pelihara baris&lt;br /&gt;7. Pelihara tasydiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selawat&lt;br /&gt;1. Pelihara Huruf&lt;br /&gt;2. Pelihara Tasydid&lt;br /&gt;3. Pelihara kalimah&lt;br /&gt;4. Pelihara Baris&lt;br /&gt;5. Mendengar sendiri&lt;br /&gt;6. Tertib&lt;br /&gt;7. Dalam Duduk tahiyyat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;1. Duduk dalam tahiyyat&lt;br /&gt;2. Mendengar dengan telinga&lt;br /&gt;3. Mualat&lt;br /&gt;4. Tertib&lt;br /&gt;5. Pelihara huruf&lt;br /&gt;6. Pelihara tasydid&lt;br /&gt;7. Pelihara kalimah&lt;br /&gt;8. Pelihara baris&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-1048720265840188054?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/1048720265840188054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/balai-pengajian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1048720265840188054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1048720265840188054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/balai-pengajian.html' title='BALAI PENGAJIAN'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-630928749258909677</id><published>2009-07-08T20:35:00.000-07:00</published><updated>2010-10-10T19:20:25.584-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>DIKLAT GURU MAN SE-SUNAD</title><content type='html'>DIKLAT GURU MAN SE-SUNAD&lt;br /&gt;DI MEDAN BERLANGSUNG SUKSES&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEDAN, Balai Pendidikan dan Latihan (Diklat) Depertemen Agama cabang Sumatera Utara menyelenggarakan Diklat bagi 30 guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam (SUNAD). Ke-30 guru tersebut merupakan guru Bidang Studi Bahasa Indonesia yang berasal dari NAD 15 orang dan dari SUMUT 15 0rang. Acara yang dibuka pada Jumat (20-03/09) itu diketuai oleh Drs. H.M.Toha Daulay, MM. selaku Kepala Balai Diklat Medan ini mendapat sambutan yang antusias dari semua peserta.&lt;br /&gt;Diklat yang berlangsung sejak 20-29 Maret 2009 ini. Para guru dibekali dengan berbagai pendidikan seperti menyusun Silabus, Rencana Pengajaran, menganalisis indikator keberhasilan belajar siswa, Standar Kompetensi, dan mengenal lebih mendetil Kurikulum Tingkat Satuan Pelajaran (KTSP). Selain itu para guru juga diwajibkan untuk mengikuti Mata Kuliah Bidang Kurikulum, Ilmu Profesi Keguruan, dan selebihnya adalah pendalam materi Bahasa Indonesia untuk bidang kecakapan berbicara (berpidato), Menulis karangan; baik ilmiah maupun sastra, Menyimak, dan Membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selaku pemateri dalam acara itu antara lain dihadirkan Drs.M.Gade, S.Sos sekaligus penyair Aceh penulis kumpulan puisi “Podium”, Abdul Ghofur, M.Pd dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Istarani, S.Ag dari Aceh, dll. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada acara tersebut para guru juga melakukan Observasi Lapangan ke MAN Tanjung Morawa dengan menumpangi bus perhubungan dan pariwisata yang dikawal oleh aparat keamanan, karena bus tersebut mengantar pasukan berdasi, berseragam putih-hitam ke tempat tujuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara penutupan Drs. H.M.Thoha Daulay MM. mengatakan “Guru diharapkan untuk lebih kreativ dan lebih unggul serta profesional dalam mengajar dengan ilmu yang telah dibekali selama satu minggu secara semaksimal mungkin“. Setelah acara ditutup oleh Kepala Balai Diklat pada Minggu (29-03/09) seluruh peserta mendapat uang saku dan sertifikat dengan kotagori lulus dengan sangat baik dan sangat memuaskan. Dalam penutupan tersebut juga, setiap jenjang pendidikan baik MAN, MTSN, dan MIN satu orang mewakili untuk menyampaikan pesan dan kesan terhadap acara yang diikutinya. Demikian laporan pendidikan dari kota metropolitan Medan. ( Hamdani Mulya, S.Pd melaporkan dari Medan).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-630928749258909677?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/630928749258909677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/diklat-guru-man-se-sunad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/630928749258909677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/630928749258909677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/diklat-guru-man-se-sunad.html' title='DIKLAT GURU MAN SE-SUNAD'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-1296051398978249114</id><published>2009-07-08T20:33:00.000-07:00</published><updated>2011-10-30T00:05:45.477-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BERITA'/><title type='text'>MAN LHOKSEUMAWE ADAKAN LOMBA MENULIS CERPEN ISLAMI</title><content type='html'>MAN LHOKSEUMAWE ADAKAN LOMBA&lt;br /&gt;MENULIS CERPEN ISLAMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LHOKSEUMAWE- Rohani Islam (ROHIS) MAN Lhokseumawe Selasa (23/02) mengumumkan nama-nama pemenang lomba menulis cerita pendek (cerpen) Islami. Sebanyak 19 buah judul cerpen yang masuk ke redaksi panitia. Hanya 3 buah cerpen yang menjadi katagori cerpen pilihan. Juara I diraih oleh Raini Saputri (Kado Terindah Dari Ibu), juara II Cut Mutia Wulandari (Perbedaan), dan juara III diraih oleh Fitri Hayatun Rizki (Purnama di Ujung Senja). Seleksi yang cukup akurat dan alot ini melibatkan 3 orang dewan juri. Hamdani, S.Pd. guru Bahasa Indonesia dari kota belahan sungai petro dolar Lhokseumawe selaku juri utama mengatakan bahwa rata-rata siswa yang ikut dalam lomba menulis cepen ini mengangkat tema pergaulan muda-mudi, kesenjangan sosial, kekerasan terhadap anak, dan tema Islami. ”kita bangga kepada anak-anak dari MAN Lhokseumawe yang telah menggores cerpen begitu apik, indah sekali”, demikian tambah Pak Hamdani sapaan akrab bagi juri utama yang juga menjadi cekgu di sekolah tersebut. Sedangkan juri lain adalah Masriani, S.Pd. dan Fatimah, S.Pd. selaku juri kunci utama dalam menilai ejaan dan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.&lt;br /&gt; “Acara mengarang cerpen Islami ini merupakan acara rutin tahunan yang diselenggarakan oleh ROHIS MAN”, demikian papar Rohaya, S.Pd.I. selaku pembina ROHIS. Masing-masing pemenang lomba menulis cerpen tersebut mendapat hadiah dan sertifikat. Dalam kesempatan itu juga, masing masing dewan juri mendapat hadiah satu buah Al-Quran dari panitia dan anak-anak pengurus ROHIS yang bernaung di bawah payung Organisasi Intra Madrasah (OSIM) MAN Lhokseumawe. Saat dikonfirmasikan wartawan kepada Kepala sekolah favorit ini, Ruslan, S.Ag, M.Pd.  membenarkan ihwal adanya acara tersebut dan sangat mendukung demi kemajuan sekolah khususnya dalam pengembangan minat menulis karya sastra, kebahasaan, dan menanam sikap budaya gemar menulis. Juga didukung dengan sikap pemahaman serta sosialisasi nilai pesan moral dalam karya sastra yang baik. Acara tersebut juga dihadiri oleh wartawan Haba Rakyat dan Aspira Drs. Armanawi. Demikian laporan berita pendidikan dari Lhokseumawe.(HI)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-1296051398978249114?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/1296051398978249114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/man-lhokseumawe-adakan-lomba-menulis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1296051398978249114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/1296051398978249114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/man-lhokseumawe-adakan-lomba-menulis.html' title='MAN LHOKSEUMAWE ADAKAN LOMBA MENULIS CERPEN ISLAMI'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-6208665056027344316</id><published>2009-07-08T20:30:00.000-07:00</published><updated>2012-01-04T21:46:45.025-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SEJARAH UMUM'/><title type='text'>MEURAH MULIA ANAK KERAJAAN SAMUDERA PASAI</title><content type='html'>MEURAH MULIA ANAK KERAJAAN SAMUDERA PASAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meurah Mulia dan Hubungan Kekerabatan dengan Samudera Pasai&lt;br /&gt; Meurah Mulia sebenarnya layak ditulis menjadi sebuah kisah sejarah yang terabaikan dari catatan para penulis. Meurah Mulia kini menjadi sebuah kecamatan yang terletak di kawasan agak pedalaman, ke arah selatan Aceh Utara. Jika melihat kilas balik sejarah, sebenarnya Meurah Mulia merupakan bagian dari anak kerajaan Samudera Pasai (wilayah sagoe) yang sering luput dari perhatian peneliti sejarah. Padahal di bekas anak kerajaan ini banyak menyimpan sejarah yang mengharukan. Seperti namanya yang unik ; meurah dalam bahasa Aceh berarti: gajah (pomeurah), dan mulia berarti: ramah, baik, dan luhur. Konon di kawasan Jungka Gajah yang menjadi ibukota kecamatan ini dulukala ditemukan seekor gajah mati. Lalu legenda itu menjadi cikal bakal nama ibukota kecamatan sampai sekarang, yang pada dasarnya; jungka (bahasa Aceh) berarti: kepala atau muka, dan  gajah berarti: meurah. Dengan demikian  Jungka Gajah mengandung pengertian : kepala atau muka gajah. Maka serasilah antara nama Meurah Mulia dengan ibukotanya Jungka Gajah. (Sumber: Cerita turun-temurun yang berkembang dalam masyarakat Aceh).  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Dalam masyarakat Aceh, gajah (meurah) merupakan simbol keperkasaan. Dalam dunia kemiliteran Aceh, gajah menjadi lambang patriotisme dan ketangkasan. Maka tak pelak, jika masa kesultanan Aceh dan Samudera Pasai juga dibentuk barisan pasukan tentara bergajah. Dari logika semacam ini dapat diprediksikan bahwa Meurah Mulia sangat intim dan merupakan bagian yang sangat terkenal dalam mempertahankan dan memajukan kerajaan Samudera Pasai. Dengan demikian kata meurah: gajah, sangat populer dikalangan istana raja Pasai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti lain bahwa Meurah Mulia adalah bagian dari kekerabatan samudera Pasai jika dilihat dari segi geografis, adat istiadat, dan kebudayaan. Antara Meurah Mulia dengan Samudera merupakan suatu kesatuan wilayah utuh yang sama sekali tidak dapat dipisahkan. Selain itu, di Meurah Mulia di Gampong Paya Bili juga terdapat kuburan keturunan bangsawan yang layak disebut pahlawan Aceh, bernama Pang Husen. Meurah Mulia juga menjadi pusatnya perguruan tinggi agama Islam, karena dikawasan Gampong Paya Kambuek merupakan pusatnya persatuan majelis ulama. Salah seorang keturunan ulama termasyhur dari Meurah Mulia adalah almarhum Tgk. Abdul Jalil bin Hamzah atau Tgk. Samakurok (Tgk. Kurok), seorang ulama kharismatik yang memiliki karamah.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; Bila sejarawan mengkaji histori sejarah Pasai dengan metode kekinian. Pada perbatasan antara kecamatan Samudera Geudong dengan Meurah Mulia disitu terdapat sebuah areal kuburan tepatnya di desa Bluek dan disitulah Putroe Beutong anak angkat Sultan Malikussaleh dikebumikan (Seperti yang tertulis dalam buku Kronik Hikayat Raja-Raja Pasai). Manuskrip asli Kronik Hikayat Raja-Raja Pasai tersebut hanya ada di meusium sejarah di Belanda satu-satunya saat ini. Pada perbatasan Samudera-Meurah Mulia juga terdapat sebuah desa bernama Blang Peuria. Sejarawan memprediksikan, jika Blang Peuria itu merupakan warisan kepunyaan Mahdum Peuria, cucu Sultan Malikussaleh. Blang (bahasa Aceh): sawah, dan peuria berasal dari nama Mahdum Peuria. Dengan demikian dapat ditafsirkan bahwa Blang Peuria berarti sawah milik Mahdum Peuria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kerajaan Islam Pertama di Indonesia Samudera Pasai&lt;br /&gt; Kerajaan Islam pertama dan tertua di Indonesia adalah kerajaan Samudera Pasai atau Samudera Pasee.Masuknya Islam pertama ke Indonesia adalah ditandai dengan berdirinya sebuah kerajaan Islam yang termasyhur namanya sampai saat ini dan terukir dalam buku sejarah peradaban dunia yaitu kerajaan Samudera Pasai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukti ini penulis dapatkan dari hasil petualangan si penjelajah “penemu benua Amerika”, Marcopollo mencatat bahwa ada sebuah kerajaan yang sangat megah dan disegani dikawasan Asia Tenggara waktu itu bernama Samudera Pasai, seperti yang tertulis dalam buku "Aceh Sepanjang Abad" karya Mohammad Said.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dalam buku "Aceh Sepanjang Abad" (1979:61) Mohammad Said lebih jelas memaparkan bahwa dalam Seminar Sejarah Masuknya Islam ke Indonesia yang dilangsungkan di Medan pada 17-20 Maret 1963, telah diambil kesimpulan antara lain (a) bahwa Islam masuk untuk pertama kalinya ke Indonesia pada abad 1 Hijriah dan langsung dari Arab, dan (b) bahwa daerah pertama didatangi Islam ialah pesisir Sumatera dan setelah terbentuknya masyarakat Islam maka raja (Muslim) yang pertama berada di Aceh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada 10-16 Juli 1978 di Banda Aceh telah berlangsung pula suatu seminar tentang masuk dan berkembangnya Islam di Aceh yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Provinsi/Daerah Tingkat I Aceh. Dalam bab kedua kesimpulan dari seminar tersebut yang terpenting diantaranya adalah: Pada abad 1 Hijriah, Islam sudah masuk ke Aceh dan Kerajaan Islam Pertama di Aceh adalah Peureula` (Peureulak), Lamuri, dan Pasai (Mohammad Said, 1979:63) yang disambut oleh Sultan Malikussaleh.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sejarawan memprediksikan menurut ilmu bahasa bahwa kata samudera itu berasal dari nama lautan atau selat. Jika kita tinjau dari segi bahasa Melayu lama maupun bahasa Indonesia, samudera itu berarti lautan. Sedangkan Pasai (pasee) berasal dari kata pasie yang berarti: pinggir laut, pantai atau pesisir. Sudah jelas fakta membuktikan bahwa memang benar kerajaan Samudera Pasai berada di kawasan utara Sumatera atau tepatnya di semenanjung selat Malaka. Pasai (Bahasa Aceh) juga dapat diartikan sebagai Pasar, karena banyaknya para pedagang dan saudagar yang singgah di kerajaan Samudera Pasai untuk berniaga kala itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Para sejarawan hebat dalam buku-buku menuliskan bahwa masuknya Islam pertama ke Indonesia adalah ke Aceh yaitu di kerajaan Samudera Pasai yang dibawa oleh Syeh Ismail seorang ulama dari Arab. Kemudian Islam tersebar sampai ke pulau Jawa yang dibawa dan diteruskan oleh ulama dari Aceh bernama Maulana Malik Ibrahim. Lalu Islam pun berkembang dengan pesat di pulau Jawa yang ditandai dengan lahirnya para walisongo (wali sembilan). Nab Bahany AS dalam tulisannya “Fatahillah, Putra Aceh Pendiri Kota Jakarta” (Serambi Indonesia: 27 Juni 2010) memaparkan bahwa Fatahillah Pendiri kota Jakarta juga adalah seorang putra Aceh. Ulama dari kerajaan Samudera Pasai yang menyebarkan Islam ke Pulau Jawa. Fatahillah salah seorang pahlawan yang telah berjasa berjuang bersama rakyat untuk merebut kembali Sunda Kelapa dari tangan Portugis.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama dari Aceh juga yang menyebarkan Islam ke Padang (Minangkabau), Sumatera Barat, dan kebanyakan ulama Padang merupakan alumni pesantren (dayah) Aceh. Setelah sekian lama para ulama Padang menuntut ilmu di Aceh, mereka kembali ke Padang untuk menyebarkan syiar Islam. Untuk selanjutnya para ulama dari Padang ini mengajak beberapa ulama Aceh untuk menyebarkan Islam sampai ke Gorontalo, Sulewesi.(Berita Sejarah Jejak Ulama di RCTI tahun 2007).     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sekarang ingin melihat jejak kerajaan dan makam raja-raja Samudera Pasai. Anda dapat menempuh perjalanan kira-kira berjarak 3 km ke arah utara kota Samudera Geudong, sebuah kota kecil di Aceh Utara. Pada bulan Maret 2009 peneliti sejarah kerajaan Samudera Pasai Tgk. Taqiyuddin telah menemukan reruntuhan (fondasi) pusat istana kerajaan Samudera Pasai di kawasan desa Beuringen yang sudah ratusan tahun tertimbun tanah. Tgk. Taqiyuddin sebelumnya juga menemukan satu stempel (cap) yang diperkirakan merupakan peninggalan kerajaan Samudera Pasai. Pada bulan April 2009 Tgk. Taqiyuddin juga telah melakukan survei di kawasan desa Mesjid Bluek, Kec. Meurah Mulia (bekas wilayah sagoe Samudera Pasai), dan hasilnya membuktikan bahwa makam Sultan Johor berada di Aceh. Berita tersebut disiarkan oleh harian ternama terbitan Aceh Serambi Indonesia, dan penemuan saksi sejarah tersebut telah menolak pendapat Marcopollo dalam buku Aceh Sepanjang Abad karya Mohammad Said, yang memaparkan bahwa Sultan Johor tewas ditangan Belanda dalam peperangan bersama masyarakat Aceh dan tidak diketahui dimana kuburannnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian berarti antara wilayah sagoe Meurah Mulia dengan Samudera Pasai memiliki hubungan yang sangat erat. Meurah Mulia merupakan suatu kesatuan integrasi dari kerajaan Samudera Pasai yang menjadi ujung tombak pertahanan wilayah kekuasaan raja Pasai dengan Pasukan berkenderaan gajah: meurah mulia. Selain Meurah Mulia beberapa wilayah lain yang sangat berperan dalam memajukan kerajaan Pasai. Antara lain Blang Jruen dan Matang Kuli (desa Pirak), di desa tersebut tercatat nama seorang pahlawan nasional Cut Nyak Meutia  yang merupakan keturunan darah biru, yang diperkirakan masih satu keturunan dengan sultan Samudera Pasai.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Asal Mula Nama Sultan Malikussaleh&lt;br /&gt;Nama asli dari Sultan Malikussaleh, raja pertama kerajaan Samudera Pasai adalah Meurah Silue. Sedangkan Malikussaleh merupakan nama lakap atau nama kehormatan, pangkat atau nama gelar dalam jabatan kerajaan. Malikussaleh berasal dari kata bahasa Arab, yaitu; Malik: raja, saleh: salih, taat, atau baik budi. Jadi, Sultan Malikussaleh berarti raja yang taat dan salih serta sangat mencintai rakyat dan disenangi oleh rakyatnya. Memang demikian alkisah sejarah membuktikan bahwa Sultan Malikussaleh seorang raja yang adil. Di bawah kekuasaannya Samudera Pasai bahkan menguasai sampai ke semenanjung Malaka. Pahang (Malaysia) pernah ditaklukan dan berada dibawah kekuasaan Samudera Pasai. Antara Pahang dan Pasai pernah menjadi sebuah kerajaan yang padu dalam bidang kerjasama bilateral kedua negara. Dari itulah sejarawan memprediksikan bahwa kenyataannya Sultan Johor meninggal dan kuburannya berada di Meurah Mulia, Aceh Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Pasai berjaya kerjasama yang dijalin dengan negara-negara luar bukan hanya dengan kerajaan jiran saja, tetapi juga dengan negara Turki dan timur tengah. Buktinya, kerja sama bidang kemiliteran Samudera Pasai pernah dipimpin oleh seorang panglima perang yang berasal dari Gujarat. Selain itu, untuk bidang hukum, Pasai banyak mengangkat pakar hukum (qadhi) yang berasal dari Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Aceh Dijuluki Serambi Mekkah&lt;br /&gt; Banyak orang bertanya kenapa Aceh disebut Serambi Mekkah ? Kenapa bukan Iran atau Afganistan yang diberi julukan sebagai Serambi Mekkah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aceh disebut Serambi Mekkah, karena di Aceh Islam berkembang sangat cepat dan pesat. Jika Mekkah menjadi ruang utama tempatnya syariat Islam ditegakkan, maka Aceh menjadi ruang serambi (seuramoe) bagi perkembangan Islam. Sedangkan indatu (grand father) orang Aceh mengatakan Aceh dijuluki Serambi Mekkah, karena kuatnya Islam di Aceh sama seperti Islam di Arab. Hal itu terbukti dengan terkenalnya para ulama dari Aceh tempo dulu. Banyak ulama Aceh yang berguru dan menuntut ilmu agama Islam ke Mekkah, seperti ulama sekaliber Tgk. Awee Geutah dan Tgk. Abuya Muda Wali dari Labuhan Haji.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bahkan pada masa kerajaan Aceh Darussalam banyak ulama dari Arab yang bolak-balik dari Arab ke Aceh, dan sebaliknya. Setelah menimba ilmu agama di Arab menuju Aceh untuk menyebarkan Islam. Beberapa nama ulama terkemuka hebat antara lain Syaikh Abdul Rauf (Syiah Kuala) dan Syaikh Nuruddin Ar-Raniry yang merupakan keturunan ulama yang berasal dari Arab. Aceh juga terkenal dengan ulama dan sastrawan besar seperti Teungku Syiek Pantee Kulu. Dalam konteks ke-Indonesia-an, Aceh merupakan daerah yang bercorak kebudayaan Islam dalam segala aspek kehidupan kemasyarakatan. Aceh juga menjadi gudang para ulama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cut Nyak Dhien pahlawan nasional dari Aceh ketika dibuang dan diasingkan oleh Belanda ke Sumedang, Jawa Barat, pernah menjadi guru agama di balai pengajian di sebuah desa kecil di sumedang kala itu. Wanita-wanita Sumedang waktu itu belajar ilmu agama kepada cut Nyak Dhien, yang konon saat itu orang-orang Jawa dan Sunda tidak mengetahui bahwa guru agama  tersebut adalah Cut nyak Dhien, pahlawan nasional dari Aceh. Orang Sumedang kala itu memanggilnya Nyi Guru Aceh (Bu Guru Aceh). Setelah 2 tahun Cut Nyak Dhien menjadi guru agama bagi orang Sumedang, Cut Nyak Dhien syahid dan dikebumikan di Sumedang. Itulah keterharuan penulis ketika mengenang Cut Nyak Dhien yang sangat berjasa dalam mengusir penjajah dari negeri tercita,(Berita Sejarah Pahlawan Nasional di RCTI tahun 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cut nyak Dhien lahir di Aceh Besar, dibesarkan dilingkungan para pahlawan, dewasa dalam peperangan melawan Belanda, kerja bergerilya masuk-keluar hutan dan akhirnya syahid di Sumedang, Jawa Barat. Sosok seorang Ibu yang patut ditiru oleh siapapun. Cut Nyak Dhien seorang Ibu yang Berhati lembut, namun berjiwa baja. Penulis tuliskan sebuah syair (puisi) sebagai hadiah dan doa terindah kepada “Ibuku Yang Anggun Cut Nyak Dhien” : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBUKU YANG ANGGUN “Cut Nyak Dhien”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya : Hamdani Mulya, S.Pd.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rinduku pada ibu&lt;br /&gt;Laksana gerahku mata air&lt;br /&gt;Mengumbar selaksa cinta&lt;br /&gt;Yang aku tanam lewat&lt;br /&gt;Curahan kasihmu di igauwanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa aku tlah jadi bara kagummu ibu&lt;br /&gt;Dalam detak jantung adalah doamu&lt;br /&gt;Biarkan cinta yang anggun berpayung sutra&lt;br /&gt;Dan cintapun berlabuh seiring waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rahmat Allah&lt;br /&gt;Bumiku tlah merdeka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku anakmu yang slalu bersenandung&lt;br /&gt;Merdeka di setiap jengkal tanahmu&lt;br /&gt;Ibuku yang anggun “Cut Nyak Dhien”&lt;br /&gt;Aku merindukanmu di hamparan Ali Hasymi&lt;br /&gt;Tlah berbuah budi cinta yang engkau taburi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negeri angin cinta tlah berbuah budi&lt;br /&gt;Api terpadam air&lt;br /&gt;Disini aku rindu ibuku “Cut Nyak Dhien”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lhokseumawe, 28 Desember 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Demikianlah riwayat ringkas ini sebagai pelajaran dan kenangan bagi anak cucu kita. Betapa eloknya dan termasyhur sejarah peradaban masa lampau yang telah menggugah hati dan menginspirasi kita untuk terus mempertahankan sesuatu yang telah diraih oleh nenek moyang kita dengan susah payah. Penulis ingin mengajari anak cucu kita sejarah, adat istiadat, kesetiaan, agama, dan berperangai santun seperti kaumnya sendiri. Dalam tulisan ini penulis tidak berniat untuk membanggakan suatu kaum, namun demikianlah kenyataan Aceh telah menjadi perhatian sejarah dunia. Jika dalam tulisan ini terdapat  kesalahan dan kekeliruan. Penulis berharap pembaca dan sejarawan untuk memperbaikinya. Agar tulisan ini menjadi sebuah tulisan yang bagus dan layak untuk dibaca oleh semua orang. Selamat membaca dan berkarya. Kaum intelektual jangan hanya pintar bicara dan “menyanyi” saja, tetapi juga harus gemar menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Penulis :&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd. adalah Dosen STAIN Malikussaleh, guru MAN Lhokseumawe, peneliti sejarah dan sastra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-6208665056027344316?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/6208665056027344316/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/meurah-mulia-sejarah-aceh-pasukan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/6208665056027344316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/6208665056027344316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/meurah-mulia-sejarah-aceh-pasukan.html' title='MEURAH MULIA ANAK KERAJAAN SAMUDERA PASAI'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-4187983552237897285</id><published>2009-07-08T20:23:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T22:31:08.855-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SASTRA INDONESIA'/><title type='text'>TSUNAMI DAN PERDAMAIAN DALAM REKAMAN PUISI</title><content type='html'>TSUNAMI DAN PERDAMAIAN&lt;br /&gt;DALAM REKAMAN PUISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Tsunami dalam Rekaman Puisi&lt;br /&gt; “ Tsunami Begitu Elok Namamu “, demikianlah sebuah puisi yang berjudul begitu apik, namun tak seelok namanya, tsunami mengerikan. Sebuah puisi yang ditulis oleh Damiri Mahmud bercerita tentang tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004 yang terkumpul dalam antologi puisi Lagu Kelu, diterbitkan oleh ASA, tahun 2005. Puisi selain bagian dari genre sastra ternyata juga menjadi rekaman dokumenter sejarah peradaban manusia. Penyair mencatat dan menuangkan berbagai tragedi yang memalukan dan memilukan dalam puisinya. Lalu, puisi jadilah barang antik dan classic yang menjadi bahan referensi bagi para penulis dan penikmat sejarah dalam sastra.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain Damiri Mahmud adalah Herman RN penyair asal Aceh Selatan yang mencatat tsunami lewat puisi yang berjudul Laut berzikir, (Harian Aceh dan milis Gemasastrin, 2009 ). Dengan puisi tersebut Herman berpesan bahwa tsunami merupakan suatu teguran dan peringatan buat para korban tsunami, berarti Allah masih sangat menyayangi hamba-Nya. Bagi yang masih hidup, tentunya masih paham dengan istilah “ Tsunami membawa berkah “. Lain dari itu, Arafat Nur  penyair dan novelis yang berdomisili di Lhokseumawe ini, merekam tsunami lewat puisi yang bertajuk “ Perahu Nuh Itu Masih Ada “ ,(Lagu Kelu, 2009). Sementara itu penyair nasional asal dataran tinggi, Gayo, Fikar W. Eda menulis sajak dengan judul Nyeri Aceh, (dalam antologi Rencong : 2008), seperti terbaca pada larik-larik berikut : Tanah Aceh, nyeri kami/Nyeri daging dan tulang kami/Nyeri darah dan tangis kami… Nyeri laut menggulung pantai/lumatlah rumah/remuklah pohon…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Masih dalam ikon sastra nasional, penyair sekaligus pendiri komonitas Aliansi Sastrawan Aceh (ASA) Doel CP Allisah menuangkan tragedi kemanusian yang menggugah hati nurani masyarakat dunia ini lewat puisi berlavel “ Ingatan ”, (puisi wajib lomba, Porseni Depag 2006 di Banda Aceh dan dalam Lagu Kelu) yang khusus didedikasikan kepada korban tsunami Aceh. Kisah tsunami dipaparkan Doel Cp lewat larik-larik berikut : Apa yang tersisa dari semua kenangan tentang kalian/selain air mata dan doa kami yang tak putus-putus ?   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Perdamaian dalam Rekaman Puisi&lt;br /&gt; Selain tsunami yang tak seelok namanya. Para penyair juga berkampanye tentang damai lewat puisi. Lalu puisi menjadi laksana mata air, embun pagi, penyejuk bagi yang kegerahan akan “ damai bersulam bahagia, kita semua rindu, rindu kasih rindu damai ”, demikian tentang damai Hamdani Mulya menulis lewat puisi Adakah Kedamaian ?, (Waspada, 2001), dan “ Keluh Kesah “ (Dalam Beku waktu : 2002). Selain itu, Rosni Idham penyair asal Aceh Barat sekaligus aktivis gender perempuan merindukan damai lewat ukiran manisnya “ Doa Anak Bangsa “, (majalah Tingkap, 2001) terukir dengan metafora yang menggugah perasaan pada larik-larik bait terakhir berikut : Tuhan rindu kami/pada sejuk semilir yang pernah engkau alir/ Pada bening damai yang pernah engkau semai/ Pada sinar kasih sayang dalam alunan irama tembang/ Pada canda cinta sesama.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Fikar W. Eda sebagai seorang penyair yang sangat sensitif terhadap masalah-masalah sosial, religius, sejarah, dan budaya mencoba mengkampanyekan perdamaian yang dirindukan oleh semua orang di seluruh belahan dunia. Fikar W Eda berbicara tentang damai lewat cerobong puisi berjudul “ Salam Damai “, (Rencong, 2008). &lt;br /&gt; Pada bagian akhir tulisan ini sebuah puisi yang sangat indah. Goresan apik Nurdin F.Joes penulis kutip dari antologi Podium karya M. Gade alias Soels J. Said Oesy atau dengan nama pena Ade Ibrahim. Kumpulan puisi ini diberikan oleh penyair secara tidak sengaja kepada penulis. Dalam sebuah acara diklat guru Bahasa Indonesia di Medan pada Maret 2009. Antologi photo copy puisi Podium ternyata sangat berguna bagi penulis sebagai referensi tulisan ini. Berikut adalah puisi Nurdin F.Joes berbicara tentang damai yang tertera pada sampul antologi Podium. “ Rindu adalah tapak-tapak penyair. Melintasi padang yang tak terbatas. Melewati jutaan malam kelam tanpa peta dan alamat serta, menapaki segala peperangan, persengketaan lewat pertempuran-pertempuran. Para penyair, berangkatlah dengan rindu, cinta adalah peperangan : cinta adalah perdamaian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Demikianlah ulasan singkat ini kiranya bermanfaat bagi pecinta dan penikmat sastra. Berhubung terbatasnya referensi dalam menulis tulisan ini, maka penulis berharap semoga akan lahir seribu pujangga lainnya untuk mencatat sejarah dan perdamaian dalam bingkai puisi. Untuk pengembangan sastra dalam kancah sastra tanah air. Penulis berharap nantinya akan muncul genre esai maupun puisi katagori sastra sejarah atau puisi sejarah dan bukan sejarah sastra yang hanya membicarakan sejarah perkembangan sastra tanah air. Melainkan sastra yang mencatat sejarah-sejarah. &lt;br /&gt;Artinya dalam sastra sejarah adalah sastra yang berkisah tentang sejarah nasional, sejarah daerah, dan sejarah dunia. Dalam tanda kutip “Sastra yang mencatat sejarah apapun”. Sastra model ini akan membantu para siswa dan mahasiswa dalam proses pembelajaran sejarah. Misalnya sastra sejarah yang ditulis oleh Taufiq Ismail dalam antologi puisi Tirani dan Benteng bercerita tentang sejarah Orde Baru. Atau seperti Lagu Kelu yang sebagian besar puisi yang terkumpul di dalamnya bertema Tsunami. Mungkin juga seperti karya Fikar W.Eda berjudul Rencong. &lt;br /&gt;Itulah yang  dimaksud sebagai sastra sejarah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berkarya. Semoga harapan berubah menjadi kenyataan. Jangan hanya pintar bicara dan “ menyanyi “ saja, tetapi juga harus pintar membaca dan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis : &lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd. adalah peneliti bahasa dan sastra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-4187983552237897285?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/4187983552237897285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/tsunami-dan-perdamaian-dalam-rekaman_08.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4187983552237897285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4187983552237897285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/tsunami-dan-perdamaian-dalam-rekaman_08.html' title='TSUNAMI DAN PERDAMAIAN DALAM REKAMAN PUISI'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-8509525143846679432</id><published>2009-07-08T20:08:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T22:17:31.291-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA INDONESIA'/><title type='text'>SMS RUSAK CITRA BAHASA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlVg0RUF8mI/AAAAAAAAAGM/MzcnlkHNrWw/s1600-h/Picture0002.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlVg0RUF8mI/AAAAAAAAAGM/MzcnlkHNrWw/s320/Picture0002.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356293782944215650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS RUSAK CITRA BAHASA INDONESIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar di dunia pendidikan. Demikian antara lain fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara. Namun, dalam realitas keseharian dalam berbudaya berbahasa. Pengguna bahasa sering kali mengabaikan aturan-aturan kebahasaan seperti ejaan. Bahkan problema seperti itu dilakukan oleh kaum intelektual. Dalam pemakaian ejaan sering kita menemukan pemakaian huruf kapital yang kurang tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya penulisan nama dosen dan gelar pada absensi, dalam makalah atau lembaran pengesahan skripsi yang disusun oleh mahasiswa sering ditulis dengan huruf kapital semua. Contoh: DRS. MUKHLIS A. HAMID, M.S. Padahal penggunaan huruf kapital semacam itu suatu yang bertentangan dengan Pedoman Umum Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD), pada tahun 1972. Maka cara penulisan yang benar nama dan gelar pada contoh di atas adalah Drs. Mukhlis A. Hamid, M.S. Untuk lebih jelas silahkan anda baca lagi EYD terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) sebagai tugas pribadi anda.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah anda seorang penulis buku, peneliti, dosen, guru, insan pers, mahasiswa, atau minimal anda masyarakat pemakai bahasa Indonesia. Karena santunnya suatu bahasa mencerminkan luhurnya budi pengguna bahasa suatu bangsa. Indah sekali bukan? Selain itu kesalahan fatal yang dapat merusak citra bahasa Indonesia adalah pada penulisan bahasa layanan SMS via HP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan berbahasa Indonesia kita dapatkan dalam pemakaian bahasa yang ambiguitas, sering kita temukan pada penggunaan bahasa layanan SMS. Ambiguitas artinya bahasa yang bermakna ganda, yang dapat membingungkan pembaca karena multi tafsir. Seperti bahasa yang sering digunakan oleh pengguna Hand Phone (HP) ketika menulis SMS. &lt;br /&gt;Ambigu tidak sama dengan konotasi atau makna sampingan. Lazim disebut dengan makna kias, karena makna kias lebih menyarankan pada pengertian bahasa figuratif atau gaya bahasa. Walaupun demikian, ambiguitas dan konotasi keduanya dilarang keras pemakaiannya dalam bahasa karya ilmiah. Sedangkan bahasa yang bermakna konotasi hanya dibolehkan pemakaiannya dalam karya sastra seperti novel, cerpen, dan puisi. Kadang-kadang juga digunakan dalam bahasa jurnalis dan feature untuk menarik perhatian dan membuat pembaca penasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contoh kalimat ambigu antara lain: Kucing makan tikus mati. Dalam kalimat itersebut siapa yang mati ? Tikus atau kucing? Kita dapat memperbaikinya dengan memberikan tanda koma (,) pada posisi berikut: a) Kucing, makan tikus mati. Kalimat tersebut berarti ada seekor kucing yang makan tikus sudah mati, b) Kucing makan, tikus mati. Berarti kucing dan tikus tidak saling berinteraksi, tetapi bersifat individualistis, c) Kucing makan tikus, mati. Berarti seekor kucing setelah makan tikus, kucing ini mati. Disebabkan oleh asumsi bahwa tikus mati yang dimakan oleh kucing, sebelum mati kucing telah memakan racun berbahaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS adalah singkatan dari bahasa Inggris: Short Message Service. Dalam bahasa Indonesia disebut Layanan Pesan Singkat, dan sebagian orang menafsirkan sebagai Surat Menyurat Singkat (SMS) melalui HP. Memang demikianlah awal kemunculannya SMS hanya ada diprogram HP. Sekarang SMS juga dapat diakses melalui internet pada program email. Banyak memang keuntungan dari SMS ini, antara lain menghemat pulsa, dan pesan lewat SMS dapat diterima dan dikirim di manapun dan kapan saja, karena HP dapat dibawa kemana saja dan dapat dimasukkan ke kantung atau saku pakaian. Jadi pemakaian HP lebih efisien dan praktis. Selain itu SMS juga lebih menjaga rahasia percakapan di depan umum, karena tidak bersuara seperti bicara langsung. Dalam konteks wacana teknologi seluler dan ekonomi, SMS via HP sangat menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika SMS dikaitkan dengan wacana kebahasaan ternyata bahasa SMS telah merusak citra bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa SMS telah melanggar kaidah penulisan yang tercantum dalam Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) dan Tata Bahasa Baku. Bahkan bahasa SMS sangat banyak ragamnya sehingga semakin memperparah kerusakan  bahasa Indonesia. Padahal bangsa Indonesia sedang menggalakkan pemberantasan tuna aksara (buta huruf). Atas keprihatinan penulis terhadap problema bahasa di atas, maka penulis melakukan penelitian terhadap beberapa SMS yang terdapat dalam HP beberapa orang kawan yang terlebih dulu penulis minta izin. Selain itu penulis juga meneliti bahasa SMS di beberapa surat kabar lokal terbitan Aceh di rubrik Suara Masyarakat Susah dan di rubrik Aspirasi (2009-2010). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hasil survei yang penulis lakukan tersebut membuktikan bahwa sangat banyak pengguna bahasa SMS yang dapat dikategorikan buta huruf. Walaupun penggunaan bahasa semacam itu disengaja oleh orang yang tidak buta huruf. Kenapa disebut buta huruf, karena dalam penulisan bahasa SMS banyak huruf yang tinggal, kalimat tidak efektif, dan sebagian pengguna HP memang benar-benar buta huruf. Namun, karena telah memakai HP sedikitnya telah berusaha untuk belajar menulis. Sebaiknya bagi orang yang mahir menulis gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Demi pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara yang kita banggakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa contoh bahasa SMS yang dikutip seperlunya di rubrik Aspirasi sebuah surat kabar yang beredar di Aceh (10 Desember 2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS 1.&lt;br /&gt;“Hai metro nm aq Dewi, aq 9e cri kwn ne. kriteria@, tinggi, maniez, baek, pn9rtian, n uda kerja, kuliah uga bleh. Oy umr dwi 21, n mci kuliah”&lt;br /&gt;Pengirim : 085365XXXXXX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS 2.  &lt;br /&gt;“Ass. Metro o ya perknlkan nm aq Nabila umrku 18 thn… ? Aq krng pingn cri kwn… ? Aq orng@ manis… ? Tinggi… ? Aq tinggl di daerah X“&lt;br /&gt;Pengirim : 085260XXXXX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS 3.&lt;br /&gt;“Ass metrO,,, nma sya Rida’ sya t9l d kota X, umur sya 17 thun. ‘sya mw cri tmen y6 bsa prhtian n y6 bsa mn9hbvr sya d saat sya sdih mwpun senang“&lt;br /&gt;Pengirim : 085260XXXXXX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMS 4.&lt;br /&gt;“Assalamualaikum. Kepada Dirut PT ... Cabang X, jangan tarif saja yang disesuaikan dan denda yang ditepat waktukan. Tapi pelayanan belum juga ada perbaikn sampai sekarang. Masih juga sering terjadi mati lampu berjam-jam….“ &lt;br /&gt;Pengirim : 081990XXXXX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ke-4 contoh SMS di atas membuktikan bahwa bahasa SMS itu banyak ragamnya dan merupakan corak yang sangat tidak baku. Pada bahasa SMS contoh no. 1, 2, dan 3 di atas merupakan bahasa yang sangat di bawah standar bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika diberi bobot nilai hanya mendapat nilai 3. Bahasa semacam itu biasanya merupakan bahasa tingkat anak SD kelas 2. Dalam penulisan bahasa tersebut banyak huruf yang tinggal dan sangat jauh dari syarat sebuah kalimat efektif yang mungkin juga membuat sebuah kalimat jadi ambigu. Ambigu adalah salah satu ciri dari kalimat yang tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat efektif merupakan suatu kalimat yang mampu menyampaikan pesan secara akurat dan mampu juga diterima dengan akurat oleh pendengar dan pembaca. Apabila yang di sampaikan X oleh pembicara dan penulis maka yang diterima juga X oleh pendengar dan pembaca. Tidak kurang dan tidak lebih (Walija, 1996:33). Sebagai seorang orator ulung dan penulis handal kita harus mampu memahi dan menggunakan kalimat efektif secara cermat. &lt;br /&gt;Ciri-ciri kalimat efektif selanjutnya adalah sebagai berikut: a) memilih kata (diksi bahasa Inggris: diction) dan istilah yang tepat, b) menggunakan ejaan secara cermat, c) penghematan kata dan tidak menggunakan kata secara mubazir. Contoh kalimat mubazir: Banyak sekali surat-surat masuk ke kantor redaksi. Lebih efektif jika ditulis: Banyak surat masuk ke kantor redaksi, d) menggunakan kata yang segar dan bervariasi. Jangan menggunakan kata-kata yang kusam dan bertele-tele dan membosankan, e) menyelaraskan dengan kalimat-kalimat lain atau disebut juga dengan dinamis dan koheren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan SMS no. 4 sudah termasuk dalam kalimat yang lumayan standar, tetapi pengirim SMS tidak peduli terhadap aturan penggunaan tanda baca yang benar. Seperti tanda titik, koma, dan huruf kapital yang terkumpul dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Aturan kebahasaan telah diabaikan dan di luar kepedulian pengguna SMS tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang semua orang faham termasuk penulis dan pembaca bahwa layar monitor HP itu sempit dan kecil. Jika pengguna HP mengetik SMS sesuai kaidah Tata Bahasa Indonesia Baku pasti kalimatnya tidak muat semua. Namun, jika anda menulis SMS gunakanlah kalimat yang lengkap dan standar. Jangan terlalu menyingkat sehingga membingungkan pembaca. Betapa banyak orang kehilangan pekerjaan, karena dipecat oleh kepala kantor yang disebabkan oleh SMS yang bermakna ganda dan dianggap melecehkan atasan. Beberapa orang juga putus cinta dan bertengkar dengan isterinya, karena salah menulis SMS sehingga bermakna ganda. Selain itu, ada juga pengirim SMS yang dipengadilankan, karena dianggap SMS yang bermakna ambigu merupakan pencemaran nama baik seseorang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir tulisan ini penulis mengajak semua pengguna bahasa Indonesia untuk menulis SMS yang standar. Walaupun tidak terlalu baku, minimal tulislah dengan kalimat yang lengkap dan tidak terlalu menyingkat. Demi pengembangan dan pemeliharaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puisi : Preman Bahasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Preman Bahasa “ /telah menghilangkan pesona/ citra kebahasaan/ bahasa Indonesia yang selama ini kita banggakan/ telah luntur terkoyak/ Mereka adalah preman bahasa; gaul, prokem, elite/ Pudarlah nasionalis bahasa bangsa. Puisi : Hamdani Mulya, 1 Januari 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Penulis :&lt;br /&gt;Hamdani, S.Pd. adalah guru MAN Lhokseumawe, dosen Bahasa Indonesia STAIN Malikussaleh, peneliti bahasa dan sastra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-8509525143846679432?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/8509525143846679432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/sms-rusak-citra-bahasa-indonesia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/8509525143846679432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/8509525143846679432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/sms-rusak-citra-bahasa-indonesia.html' title='SMS RUSAK CITRA BAHASA INDONESIA'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SlVg0RUF8mI/AAAAAAAAAGM/MzcnlkHNrWw/s72-c/Picture0002.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-4514287046606583626</id><published>2009-07-08T20:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-08T20:05:16.327-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KURIKULUM'/><title type='text'>PROGRAM SEMESTER</title><content type='html'>PROGRAM SEMESTER&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;KELAS : X &lt;br /&gt;SEMESTER : 1 &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;UNIT ASPEK STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;1 MENDENGARKAN  Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung Menanggapi siaran atau informasi dari  media  elektronik (berita dan nonberita)&lt;br /&gt; BERBICARA Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita Memperkenalkan diri dan orang lain di da¬lam forum resmi dengan intonasi yang tepat&lt;br /&gt; MENULIS Mengungkapkan pikiran, dan perasaan  melalui kegiatan menulis  puisi       Menulis puisi lama dengan memperhatikan bait, irama, dan rima&lt;br /&gt;2 BERBICARA Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita Mendiskusikan  masalah (yang ditemukan dari berbagai berita, artikel, atau buku)  &lt;br /&gt; MEMBACA Memahami berbagai teks bacaan  nonsastra dengan berbagai teknik membaca Menemukan ide pokok berbagai teks  nonsastra dengan teknik membaca cepat  (250 kata/menit) &lt;br /&gt; MENDENGARKAN Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman   &lt;br /&gt;3 MENULIS Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif) Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu  dan tempat dalam bentuk paragraf naratif  &lt;br /&gt; MENDENGARKAN Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung Mengidentifikasi unsur sastra (intrinsik dan ekstrinsik) suatu cerita yang disampaikan secara langsung atau rekaman&lt;br /&gt; BERBICARA Membahas cerita pendek melalui kegiatan  diskusi        Menemukan  nilai-nilai  cerita pendek melalui kegiatan  diskusi  &lt;br /&gt;4 MEMBACA Memahami berbagai teks bacaan  nonsastra dengan berbagai teknik membaca Mengidentifikasi ide pokok  teks  nonsastra  dari berbagai  sumber melalui   teknik  membaca ekstensif   &lt;br /&gt; MENULIS Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif) Menulis hasil observasi dalam bentuk  paragraf deskriptif  &lt;br /&gt; BERBICARA Membahas cerita pendek melalui kegiatan  diskusi        Mengemukakan hal-hal yang menarik atau mengesankan dari cerita pendek  melalui kegiatan  diskusi  &lt;br /&gt;5 BERBICARA Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita Menceritakan  berbagai   pengalaman dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat.&lt;br /&gt; MENDENGARKAN Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung Mengungkapkan isi suatu       puisi yang disampaikan  secara langsung ataupun melalui rekaman  &lt;br /&gt; MENULIS Mengungkapkan pikiran, dan perasaan  melalui kegiatan menulis  puisi       Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima&lt;br /&gt;6 MENULIS Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif) Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf  ekspositif  &lt;br /&gt; MEMBACA Memahami  wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan  cerpen Membacakan puisi  dengan lafal, nada, tekanan, dan intonasi yang tepat&lt;br /&gt; MEMBACA Memahami  wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan  cerpen Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari&lt;br /&gt;       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALOKASI WAKTU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              &lt;br /&gt;WKT JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER&lt;br /&gt; 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5&lt;br /&gt;3                                                            &lt;br /&gt;3                                                            &lt;br /&gt;3                                                            &lt;br /&gt;3                                                            &lt;br /&gt;2                                                            &lt;br /&gt;2                                                            &lt;br /&gt;3                                                            &lt;br /&gt;3                                                            &lt;br /&gt;3                                                            &lt;br /&gt;3                                                            &lt;br /&gt;4                                                            &lt;br /&gt;3                                                            &lt;br /&gt;4                                                            &lt;br /&gt;3                                                            &lt;br /&gt;3                                                            &lt;br /&gt;4                                                            &lt;br /&gt;4                                                            &lt;br /&gt;2                                                            &lt;br /&gt;55&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-4514287046606583626?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/4514287046606583626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/program-semester.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4514287046606583626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4514287046606583626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/program-semester.html' title='PROGRAM SEMESTER'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-756016906404259863.post-4665282571892657365</id><published>2009-07-08T19:59:00.000-07:00</published><updated>2011-10-29T22:24:32.491-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BAHASA INDONESIA'/><title type='text'>TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH</title><content type='html'>TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh  Hamdani, S.Pd.&lt;br /&gt;(Dosen STAIN Malikussaleh Lhokseumawe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.1 Pengertian Karya Ilmiah&lt;br /&gt;Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban mengenai sesuatu hal dan untuk membuktikan kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain. Jika pun, tulisan tersebut sudah pernah ditulis dengan tema yang sama, tujuannya adalah sebagai upaya pengembangan dari tema terdahulu. Disebut juga dengan penelitian lanjutan. &lt;br /&gt;Tradisi keilmuan menuntut para calon ilmuan (mahasiswa) bukan sekadar menjadi penerima ilmu. Akan tetapi sekaligus sebagai pemberi (penyumbang) ilmu. Dengan demikian, tugas kaum intelektual dan cendikiawan tidak hanya dapat membaca, tetapi juga harus dapat menulis tentang tulisan-tulisan ilmiah. Apalagi bagi seorang mahasiswa sebagai calon ilmuan wajib menguasai tata cara menyusun karya ilmiah. Ini tidak terbatas pada teknik, tetapi juga praktik penulisannya. Kaum intelektual jangan hanya pintar bicara dan “menyanyi” saja, tetapi juga harus gemar dan pintar menulis.  &lt;br /&gt;Istilah karya ilmiah di sini adalah mengacu kepada karya tulis yang penyusunan dan penyajiannya didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Dilihat dari panjang pendeknya atau kedalaman uraian, karya tulis ilmiah dibedakan atas makalah (paper) dan laporan penelitian. Dalam penulisan, baik makalah maupun laporan penelitian, didasarkan pada kajian ilmiah dan cara kerja ilmiah. Penyusunan dan penyajian karya semacam itu didahului oleh studi pustaka dan studi lapangan (Azwardi, 2008:111). &lt;br /&gt; Finoza dalam Alamsyah (2008:98) mengklasifikasikan karangan menurut bobot isinya atas 3 jenis, yaitu: (1) karangan ilmiah, (2) karangan semi ilmiah atau ilmiah populer, dan (3) karangan non ilmiah. Yang tergolong ke dalam karangan ilmiah antara lain makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi; yang tergolong karangan semi ilmiah antara lain adalah artikel, editorial, opini, feuture, reportase; yang tergolong dalam karangan non ilmiah antara lain anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan naskah drama. &lt;br /&gt; Ketiga jenis karangan tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Karangan ilmiah memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa. Sedangkan karangan non ilmiah adalah karangan yang tidak terikat pada karangan baku; sedangkan karangan semi ilmiah berada diantara keduanya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Yamilah dan Samsoerizal (1994:90) memaparkan bahwa ragam karya ilmiah terdiri atas beberapa jenis berdasarkan fungsinya. Menurut pengelompokan itu, dikenal ragam karya ilmiah seperti; makalah, skripsi, tesis, dan disertasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.2 Sikap Ilmiah&lt;br /&gt;Ada tujuh sikap ilmiah yang harus dimiliki oleh setiap penulis atau peneliti berdasarkan pendapat Istarani (2009:4) yaitu: sikap ingin tahu, sikap kritis, sikap terbuka, sikap objektif, sikap menghargai karya orang lain, sikap berani mempertahankan kebenaran, dan sikap menjangkau ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.3 Ciri-Ciri Karya Ilmiah&lt;br /&gt; Karangan ilmiah adalah karangan yang berisi argumentasi penalaran keilmuan yang dikomunikasikan melalui bahasa tulis yang formal dengan sistematis-methodis. Karangan ilmiah bersifat sistematis dan tidak emosional. Dalam karya ilmiah disajikan kebenaran fakta.&lt;br /&gt; Ciri-ciri karya ilmiah menurut Alamsyah (2008:99) adalah sebagai berikut: (1) merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif ). Artinya, faktanya sesuai dengan yang diteliti, (2) bersifat methodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode tertentu dengan langkah langkah yang teratur dan terkontrol secara tertip dan rapi, (3) tulisan ilmiah menggunakan laras ilmiah. Artinya, laras bahasa ilmiah harus baku dan formal. Selain itu laras ilmiah harus lugas agar tidak ambigu (ganda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.4 Manfaat Penulisan Karya Ilmiah&lt;br /&gt;Ada beberapa manfaat penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut: (1) penulis akan terlatih mengembangkan keterampilan membaca yang efektif, karena sebelum menulis karya ilmiah, penulis harus membaca dulu, (2) penulis akan terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber dan mengembangkan ke tingkat pemikiran yang lebih matang, (3) penulis akan terasa akrab dengan kegiatan perpustakaan, seperti bahan bacaan dalam katalog pengarang atau katalog judul buku, (4) penulis akan dapat meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis, (5) penulis akan memperoleh kepuasan intelektual, dan (5) penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat (Istarani, 2009:5). &lt;br /&gt;Selain itu, dengan karya ilmiah penulis juga telah ikut serta dalam usaha pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) melalui karya tulis yang dihasilkannya. Dengan demikian para penulis dan peneliti telah memberikan royalti (masukan) yang berguna bagi pengembangan iptek itu sendiri. Sehingga karya ilmiah tersebut dapat dibaca dan bermanfaat bagi para mahasiswa, intelektual, pendidik (guru dan dosen), dan bagi masyarakat umum.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.5 Prinsip-Prinsip Penulisan Karya Ilmiah&lt;br /&gt; Prinsip-prinsip umum yang mendasari penulisan sebuah karya ilmiah adalah:&lt;br /&gt;1. Objektif, artinya setiap pernyataan ilmiah dalam karyanya  harus didasarkan kepada data dan fakta. Kegiatan ini disebut studi empiris. Objektif dan empiris merupakan dua hal yang bertautan.&lt;br /&gt;2. Prosedur atau penyimpulan penemuannya melalui penalaran induktif dan deduktif.&lt;br /&gt;3. Rasio dalam pembahasan data. Seorang penulis karya ilmiah dalam menganalisis data harus menggunakan pengalaman dan pikiran secara logis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.6 Tema Karya Ilmiah&lt;br /&gt; Dalam menulis karya ilmiah, penulis hendaklah mengangkat tema-tema yang aktual dan bukan suatu tema yang sudah basi dan kusam. Sehingga karya tulis yang dihasilkan lebih berbobot dan mendapat sambutan yang baik dari pembaca. Sebagian penulis kadang kala mengangkat tema yang kurang penting yang hanya menjadi sebuah tulisan yang mubazir. Selain itu, ada sebagian penulis ilmiah hanya bertindak sebagai seorang penulis plagiator atau diistilahkan dengan penulis “ceplakan atau sarjana foto kopi, julukan bagi mahasiswa yang skripsinya diupahkan pada tukang buat skripsi”.&lt;br /&gt; Mengenai tema Walija (1996:19-20) memaparkan bahwa kata ‘tema’ diserap dari bahasa Inggris theme yang berarti ‘pokok pikiran’. Kata theme itu sendiri berasal dari bahasa Yunani, tithenai, yang berarti; meletakkan atau menempatkan. Tema sebuah karangan merupakan ide dasar atau ide pokok sebuah tulisan. Biasanya tema tidak dapat dilihat dengan kasat mata dalam sebuah karangan, karena bukan terdapat dalam sebuah kalimat yang utuh, tetapi tema merupakan cerminan dari keseluruhan isi karangan dari awal sampai akhir. Tema merupakan amanat atau pesan-pesan yang dapat dipetik dari karangan. Rumusan dari simpulan yang berupa pesan-pesan pengarang itulah yang disebut tema.&lt;br /&gt;Sebuah tema yang baik adalah harus menarik perhatian penulis sendiri. Apabila penulis senang dengan pokok pembicaraan yang ingin dikarang tentu seorang pengarang dalam keadaan senang atau tidak dalam keadaan terpaksa. Selain menarik perhatian, tema yang hendak ditulis terpahami dengan baik oleh penulis.&lt;br /&gt;Selain tema dalam setiap tulisan ilmiah juga harus memiliki topik. Ada sebagian orang menyamakan antara topik dengan tema. Ternyata pendapat itu keliru. Topik adalah pokok pembicaraan yang ingin disampaikan dalam karangan.&lt;br /&gt;Rambu-rambu yang harus diketahui dan dipahami oleh seorang penulis untuk menentukan dan memilih topik yang baik adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;(1) Topik sebaiknya aktual.&lt;br /&gt;(2) Topik sebaiknya berasal dari dunia atau bidang kehidupan yang akrab dengan penulis.&lt;br /&gt;(3) Topik sebaiknya memiliki nilai tambah atau memiliki arti yang penting, baik bagi penulis sendiri atau bagi orang lain.&lt;br /&gt;(4) Topik sebaiknya selaras dengan tujuan pengarang dan selaras dengan calon pembaca.&lt;br /&gt;(5) Topik sebaiknya asli, bukan pengulangan atas hal yang sama yang pernah disajikan oleh orang lain.&lt;br /&gt;(6) Topik sebaiknya tidak menyulitkan pencarian data, bahan, dan informasi lain yang diperlukan.  &lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;1.7 Tahapan Umum Penulisan Karya Ilmiah&lt;br /&gt; Tahap persiapan mencakup kegiatan menemukan masalah atau mengajukan masalah yang akan dibahas dalam penelitian. Masalah yang ditemukan itu didukung oleh latar belakang, identifikasi masalah, batasan, dan rumusan masalah. Langkah berikutnya mengembangkan kerangka pemikiran  yang berupa kajian teoritis.&lt;br /&gt; Langkah selanjutnya adalah mengajukan hipotesis atau jawaban atau dugaan sementara atas penelitian yang akan dilakukan. Metodelogi dalam tahap persiapan penulisan karya ilmiah  juga diperlukan . Metodelogi mencakup berbagai teknik yang dilakukan dalam pengambilan data, teknik pengukuran, dan teknik analisis data. Kemudian tahap penulisan merupakan perwujudan  tahap persiapan ditambah dengan pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai. Terakhir adalah tahap penyuntingan dilakukan setelah proses penulisan dianggap selesai.       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.8 Bahasa Karya Ilmiah&lt;br /&gt; Bahasa memegang peranan penting dalam penulisan karya ilmiah. Oleh sebab itu pemahaman tentang diksi (pilihan kata atau seleksi kata, Inggris; diction), istilah, kalimat, penyusunan paragraf, dan penalaran yang diungkapkan harus dikuasai peneliti. Selain itu, penulisan karya ilmiah harus mengacu pada Pedoman Umum Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan sesuai dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baku. Dengan demikian, gaya penulisan karya ilmiah hendaknya memiliki kejelasan, reproduktif, dan impersonal. &lt;br /&gt; Disisi lain, bahasa merupakan alat yang cukup penting dalam karangan ilmiah. Langkah pertama dalam menulis karya ilmiah yang baik adalah menggunakan tata bahasa yang benar (Suriasumantri, 1986:58). Apabila bahasa kurang cermat dipakai, karangan bukan saja sukar di pahami, melainkan juga mudah menimbulkan salah pengertian. Bahasa karangan yang kacau menggambarkan kekacauan pikiran penulis (Surakhmat dalam Finoza, 2006:215).&lt;br /&gt; Dalam menulis karya ilmiah penulis juga diharapkan mampu menggunakan bahasa secara cermat. Sajikan ide-ide secara urut sehingga pokok-pokok pikiran dan konsep tersusun secara koheren. Gunakan ungkapan yang ekonomis sehingga tidak terjadi pengulangan ide atau penggunaan kata-kata yang berlebihan. Selain itu, gunakan ungkapan halus (smooth), agar pembaca dapat mengikuti alur pembahasan dengan mudah. Gaya kalimat jangan seperti puitis dan perhatikan penulisan secara benar dan baku.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.9 Penggunaan Bahasa dalam Karya Ilmiah&lt;br /&gt; Dalam penggunaan bahasa terdapat beberapa ragam bahasa. Sugono (1999:10) berpendapat bahwa berdasarkan pokok persoalan yang dibicarakan, ragam bahasa dapat dibedakan atas bidang-bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti ragam bahasa hukum, ragam bahasa niaga, ragam bahasa sastra, dan ragam bahasa jurnalistik. &lt;br /&gt;Yamilah dan Samsoerizal (1994:10) mengklasifikasikan ragam bahasa dengan nama istilah ragam fungsioleg. Ragam fungsioleg adalah ragam berdasarkan sikap penutur mencakup daya ucap secara khas. Ragam ini digunakan antara lain dalam kegiatan: kesehatan, susastra, olahraga, jurnalistik, lingkungan, dan karya ilmiah. Setiap bidang tersebut menampakkan ciri tersendiri dalam pengungkapannya. Hadi dalam Alamsyah (2008:102) mengatakan bahwa bahasa ragam karya ilmiah memiliki karakteristik tersendiri yaitu : singkat, padat, sederhana, lugas, lancar, dan menarik. &lt;br /&gt;Selain itu, gaya penulisan karya ilmiah hendaknya memiliki kejelasan, reproduktif, dan impersonal. Kejelasan dimaksudkan bahwa setiap karya ilmiah harus mampu menyampaikan informasi kepada pembaca tentang objek penelitiannya secara gamblang. Kegamblangan ini dibicarakan sebagai foto kopi dari aslinya. Inilah yang dimaksud dengan reproduktif. Sedangkan impersonal berarti peniadaan kata ganti perorangan seperti: saya atau peneliti. Misalnya: Adapun masalah yang akan diteliti mencakup, pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan penelitian. Pada posisi kata impersonal “diteliti” tidak boleh menggunakan kata saya atau peneliti.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.10 Tertib Mengutip&lt;br /&gt;Dalam tradisi mengarang ilmiah berlaku mengutip pendapat orang lain. Karya ilmiah pada umumnya merupakan hasil pengamatan atau penelitian yang merupakan lanjutan dari penelitian yang terdahulu. Dengan kata lain, hasil-hasil penelitian orang lain, pendapat ahli, baik yang dilisankan maupun yang dituliskan dapat digunakan sebagai rujukan untuk memperkuat uraian atau untuk membuktikan apa yang dibentangkan (Walija, 1996:125). Dalam dunia tulis menulis ilmiah ada dua macam jenis kutipan, yaitu: kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung dalam pengutipannya harus diberi tanda kutip (“… “). Sedangkan kutipan tidak langsung tidak diberikan tanda kutip. Namun, kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung dalam tertib mengutip harus diberikan tanda dengan catatan kaki (foot notes).&lt;br /&gt;Catatan kaki adalah semua kegiatan yang berkaitan dengan uraian (teks) yang ditulis di bagian bawah halaman yang sama. Apabila keterangan semacam ini disusun dibagian akhir karangan biasanya disebut keterangan saja. Catatan kaki bukan hanya untuk menunjukkan sumber kutipan, melainkan juga dipergunakan untuk memberikan keterangan tambahan terhadap uraian atau teks.  &lt;br /&gt; Ada beberapa prinsip mengutip, yaitu: (1) tidak mengadakan perubahan, (2) memberitahu bila sumber kutipan mengandung kesalahan, (3)  memberitahu bila melakukan perbaikan, dan (4) memberitahu bila menghilangkan bagian-bagian tertentu yang ada didalam kutipan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.11 Daftar Pustaka&lt;br /&gt; Daftar pustaka merupakan daftar sejumlah buku acuan atau referensi yang menjadi bahan utama dalam suatu tulisan ilmiah. Selain buku, majalah, surat kabar, catatan harian, dan hasil pemikiran ilmuan juga dapat dijadikan sebagai referensi dalam menulis. Walija (1996:149) mengatakan bahwa daftar pustaka atau bibliografi adalah daftar buku atau sumber acuan lain yang mendasari atau menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan karangan. Unsur-unsur pada daftar pustaka hampir sama dengan catatan kaki. Perbedaannya hanya pada daftar pustaka tiada nomor halaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Unsur-unsur pokok daftar pustaka adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;A. Buku sebagai Bahan Referensi&lt;br /&gt;1) Nama pengarang, diurutkan berdasarkan huruf abjad (alfabetis). Jika nama   pengarang lebih dari dua penggal nama terakhir didahulukan atau dibalik.&lt;br /&gt;2) Tahun terbit buku, didahulukan tahun yang lebih awal jika buku dikarang oleh penulis yang sama.&lt;br /&gt;3)  Judul buku, dimiringkan tulisannya atau digaris bawahi.&lt;br /&gt;4)  Data publikasi, penerbit, dan tempat terbit.&lt;br /&gt;5) DAFTAR PUSTAKA ditulis dengan huruf kapital semua dan menempati posisi paling atas pada halaman yang terpisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh penulisan daftar pustaka buku sebagai referensi:&lt;br /&gt;Ismail, Taufiq. 1993. Tirani dan Benteng. Jakarta: Yayasan Ananda.&lt;br /&gt;Mulya, Hamdani. 2010. Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Lhokseumawe: STAIN Malikussaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika bahan rujukan atau acuan dalam daftar pustaka yang bersumber dari internet ditulis sesuai dengan aturannya tersendiri berdasarkan pendapat Alamsyah (2008:119) sebagai berikut:&lt;br /&gt;B. Rujukan dari Internet Berupa Artikel dari Jurnal&lt;br /&gt;Nama penulis ditulis seperti rujukan dari bahan cetak, diikuti oleh tahun, judul karya (dicetak miring) dengan diberikan keterangan dalam kurung (Online), volume dan nomor, dan diakhiri dengan alamat sumber rujukan tersebut disertai dengan keterangan kapan diakses, di antara tanda kurung.&lt;br /&gt;Contoh: &lt;br /&gt;Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan, (Online), jilid 5, No 4, (http://www.malang.ac.id, diakses 20 Januari 2000).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Rujukan dari Internet Berupa E-mail Pribadi&lt;br /&gt;Nama pengirim (jika ada) disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail pengirim), diikuti oleh tanggal, bulan, tahun, topik isi bahan (dicetak miring), nama yang dikirimi disertai keterangan dalam kurung (alamat e-mail yang dikirim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh: 1&lt;br /&gt;Davis, A. (a.davis @uwts.edu.au). 10 Juni 1996. Learning to Use Web Authoring Tolls. Email kepada Alison Hunter (huntera @usq.edu.au).&lt;br /&gt;Contoh: 2&lt;br /&gt;Mulya, Hamdani. (mulyahamdani @yahoo.com). 15 Oktober 2009. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Email kepada Redaktur  Majalah Santunan Jadid (redaksisantunan @gmail.com).  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.12 Contoh Format Umum Karya Ilmiah &lt;br /&gt;Dalam tulisan ini disajikan contoh format umum skripsi mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia. Format karya ilmiah lazim juga disebut sebagai kerangka karya ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA PENGANTAR&lt;br /&gt;ABSTRAK&lt;br /&gt;DAFTAR ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB   I   PENDAHULUAN&lt;br /&gt;1.1 Latar Belakang &lt;br /&gt;1.2 Masalah &lt;br /&gt;1.3 Tujuan Penelitian &lt;br /&gt;1.4 Sumber Data&lt;br /&gt;1.5 Hipotesis &lt;br /&gt;1.6 Manfaat Penelitian&lt;br /&gt;1.7 Pentingnya Penelitian&lt;br /&gt;1.8 Metode Penelitian&lt;br /&gt;1.9 Teknik Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB   II  LANDASAN TEORITIS&lt;br /&gt;2.1 Pengertian Cerpen&lt;br /&gt;2.2 Pengertian Metafora Menurut Para Ahli&lt;br /&gt;2.3 Metafora dalam Cerpen&lt;br /&gt;2.4 Tipe Pelimpahan Metafora dalam Cerpen&lt;br /&gt;2.5 Metafora sebagai Simbolis dalam Cerpen&lt;br /&gt;2.6 Metafora sebagai Sarana Penceritaan dalam cerpen&lt;br /&gt;2.7 Metafora sebagai Gaya dan Nada&lt;br /&gt;2.8 Metafora sebagai Penggambaran Watak Tokoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB   III   ANALISIS METAFORA DALAM CERPEN KARYA TAUFIQ ISMAIL&lt;br /&gt;3.1 Pengolahan dan Analisis Data&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB   IV   PENUTUP&lt;br /&gt;     4.1 Simpulan&lt;br /&gt;     4.2 Saran-Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;TABEL&lt;br /&gt;LAMPIRAN-LAMPIRAN&lt;br /&gt;BIOGRAFI PENULIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Latihan dan Tugas &lt;br /&gt;1. Sebutkanlah ciri-ciri karya ilmiah yang anda ketahui !&lt;br /&gt;2. Sebutkan prinsip-prinsip penulisan karya ilmiah yang baik !&lt;br /&gt;3. Bahasa Indonesia yang bagaimakah digunakan dalam penulisan karya ilmiah !&lt;br /&gt;4. Apa syarat-syarat  tema karya ilmiah yang baik ?&lt;br /&gt;5. Sebutkan aturan-aturan penulisan daftar pustaka dalam karya ilmiah beserta contohnya !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah tulisan singkat ini semoga bermanfaat bagi para pembaca. Saya ingin mengajarkan anak cucu kita berperangai dan santun berbahasa seperti kaummnya sendiri bangsa timur. Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alamsyah, Teuku. 2008. Bahasa Indonesia:  MKU Untuk Mahasiswa. Banda Aceh: FKIP, Unsyiah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azwardi. 2008. Menulis Ilmiah: Bahasa Indonesia Umum Untuk Mahasiswa. Banda Aceh: FKIP, Unsyiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istarani. 2009. Makalah: Penyusunan Karya Tulis Ilmiah. Medan: Balai Diklat Keagamaan Medan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mulya, Hamdani. 2009. Diktat: Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Lhokseumawe: STAIN Malikussaleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulyono, Anton M. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riyanto, Yatim. 2001. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: SIC.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Walija. 1996. Komposisi: Mengolah gagasan Menjadi Karangan. Jakarta: Penebar Aksara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yamilah, M dan Samsoerizal, Slamet. 1992. Bahasa Indonesia Untuk Tenaga Kesehatan. Jakarta: EGC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------- 2000. Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Jakarta: Depdikbud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------- 1995. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ucapan terimakasih:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih yang teramat sangat kepada Dik Jailani yang telah memprogram Email: mulyahamdani@yahoo.com sehingga memudahkan saya dalam mempublikasikan karya saya ke beberapa majalah dan surat kabar. Terimakasih yang setingginya juga saya persembahkan kepada Pak Susandra, pakar Teknik Informatika Komputer yang telah berjasa memprogram blog saya: http://hamdanimulya.blogspot.com .Sehingga tulisan-tulisan saya dapat dipublikasikan dan dibaca oleh penggemar milis internet dan masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    PREMAN BAHASA&lt;br /&gt;“ Preman Bahasa “ /telah menghilangkan pesona/ citra kebahasaan/ bahasa Indonesia yang selama ini kita banggakan/ telah luntur terkoyak/ Mereka adalah preman bahasa; gaul, prokem, elite/ Pudarlah nasionalis bahasa bangsa. Puisi : Hamdani Mulya, 1 Januari 2009. (Puisi ini dipublikasikan di web : http://gemasastrin.wordpres.com ).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/756016906404259863-4665282571892657365?l=hamdanimulya.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/feeds/4665282571892657365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/teknik-menulis-karya-ilmiah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4665282571892657365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/756016906404259863/posts/default/4665282571892657365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamdanimulya.blogspot.com/2009/07/teknik-menulis-karya-ilmiah.html' title='TEKNIK MENULIS KARYA ILMIAH'/><author><name>HAMDANI MULYA</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_UIQFCZcy8IY/SptUYIK-5sI/AAAAAAAAAJ4/gCayZoVzxfM/S220/Picture0070.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
