Dialek Bahasa Aceh

DIALEK BAHASA ACEH

Oleh Hamdani, S.Pd.

Ragam Daerah atau Ragam Dialek
Ragam patokan daerah, lazim dikenal dengan dialek/logat. Ragam ini digunakan sekelompok masyarakat dari suatu wilayah atau daerah tertentu (Yamilah dan Samsoerizal, 1994:10). Misalnya dalam berbahasa Indonesia dikenal dialek Medan, Jawa, Sunda, dan Aceh. Demikian juga dalam berbahasa Aceh dikenal beberapa dialek sebagai berikut :

1. Dialek Aceh Tamiang
Dialek ini digunakan oleh masyarakat yang berdomisili di kawasan Aceh Tamiang. Khususnya bagi penduduk yang menggunakan bahasa Aceh, karena masyarakat Aceh Tamiang memiliki corak bahasa etnis tersendiri yang bernama bahasa Tamiang. Dialek bahasa Aceh di wilayah Tamiang sangat dipengaruhi oleh bahasa Tamiang.

2. Dialek Langsa
Dialek ini biasanya dapat didengar pemakaiannya di kawasan kota Langsa.

3. Dialek Idi dan Perlak
Dialek ini secara umum dapat ditemukan pemakainnya di kawasan Aceh Timur.

4. Dialek Pasai/Pasee
Dialek ini terdapat di wilayah Aceh Utara. Sebelah timur digunakan oleh masyarakat yang berbatasan dengan Panton Labu sampai berbatasan dengan Lhokseumawe di sebelah barat.

5. Dialek Lhokseumawe
Dialek ini digunakan oleh masyarakat Lhokseumawe dan para pendatang yang berdomisili di kota Lhokseumawe. Bahasa Aceh dialek Lhokseumawe lebih halus dan lembut. Biasanya digunakan oleh pemakai bahasa Aceh yang berdomisili mulai kota Lhokseumawe sebelah timur sampai dengan berbatasan Krueng Geukuh sebelah barat.

6. Dialek Peusangan
Dialek ini secara umum digunakan oleh masyarakat Matang Glumpang Dua dan masyarakat yang berdomisili di kabupaten Bireuen.

7. Dialek Pidie
Dialek ini dominan terdapat di kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

8. Dialek Aceh Rayeuk
Dialek ini umumnya digunakan oleh penduduk yang berdomisili di kawasan Aceh Besar dan Banda Aceh.

9. Dialek Meulaboh
Dialek ini terdapat di wilayah Aceh Barat dan Aceh Barat Daya (Abdya).

10. Dialek Aneuk Jamee
Dialek ini lebih dominan digunakan oleh penduduk yang mendiami Aceh Selatan. Dialek bahasa Aceh Aneuk Jamee sangat dipengaruhi oleh bahasa Jamee yang mirip dengan bahasa Minangkabau di Sumatera Barat.


Ragam DialeK Bahasa Aceh

1. Dialek Idi, Perlak (Aceh Timur), Aceh Rayeuk (Aceh Besar dan Banda Aceh), Meulaboh (Aceh Barat dan Abdaya), dan Aneuk Jamee (Aceh Selatan) dalam pelafalan dan pengucapan bunyi huruf (r) menggunakan (r) halus atau pepet. Sementara pengucapan bunyi huruf lainnya sama dengan dialek bahasa Aceh daerah lain. Hanya terdapat perbedaan yang mencolok dari segi intonasi dan pola kalimat.
Namun, perlu diketahui bahwa ragam dialek Aceh Rayeuk sangat tampak perbedaannya dengan dialek bahasa Aceh daerah lain. Terutama sekali pada pengucapan bunyi (e), (o), (r), dan pengucapan konsonan ganda (ts), contoh: (seulasa) diucapkan (tseulatsa), dan (baroe sa) diucapkan (baroe tsa).
Sedangkan dialek Idi, Perlak, Meulaboh, dan Aneuk Jamee lebih dominan terdapat perbedaan pada pengucapan huruf (r) dan pola kalimat, jika dibandingkan dengan dialek daerah lainnya.

2. Dialek pasai/Pasee terdengar lebih terasa dan sangat kental. Jika dalam dialek Peusangan menggunakan kata (lon), maka dialek Pasee adalah (long). Jika dalam dialek Peusangan dan Pidie mengucapkan kata (peu), maka dialek Pasee adalah (pue).

3. Dialek Lhokseumawe lebih lembut dalam pengucapan bunyi-bunyi bahasa dibandingkan dengan dialek lainnya.

4. Dialek Langsa dan Aceh Tamiang hampir mirip.

Demikianlah beberapa ragam dialek yang terdapat dalam bahasa Aceh yang penulis paparkan dalam tulisan ini. Berhubung sangat terbatasnya referensi. Untuk memahami lebih jelas mengenai perpedaan antar dialek dalam bahasa Aceh kiranya perlu untuk dilakukan penelitian lanjutan tentang ragam dialek dalam bahasa Aceh. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk pembaca.

0 Response to "Dialek Bahasa Aceh"

Post a Comment